Minggu, 09 Oktober 2011

penuh tekad

Malam ini saya dan dia bergenggaman tangan, 
penuh tekad, antisipasi dan kecemasan yang bercampur aduk
Menuju suatu keputusan besar dalam kehidupan kami
keputusan yang mungkin akan ditolak dan dicaci semua orang
Tapi kami yakin ini jalan yang terbaik buat kami

Semoga semuanya kau lancarkan ya Allah

Sabtu, 08 Oktober 2011

ikatan batin, kau dan aku

Ternyata ikatan batin itu memang ada
Saya kesakitan dan dia ternyata merasakannya, meskipun jauh di sana
Malam itu kesakitan saya tidak tertanggungkan lagi.
Saya merintih, tapi saya tahu, tidak akan ada yang menolong saya
Saya memanggil namanya meskipun saat itu saya mengira dia tidak akan mendengar


Tetapi kemudian dia datang, tak terduga
muncul begitu saja seperti malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan buat saya
Dan lalu meredakan kesakitan saya.
Malam inilah saya baru percaya,
bahwa ikatan batin antara dua orang yang saling mencintai itu benar-benar ada

Jumat, 07 Oktober 2011

Pengalaman Emosional dan Spiritual bersamamu



sepanjang sore ini dari saya keluar rumah sakit, adalah saat-saat paling emosional buat saya.
Saya sakit tetapi bahagia, ketika kami memilih dan membeli barang-barang untuk rencana besar dan nekad kami.
Pun detik-detik penuh arti ketika saya memilih apa yang hati saya mau sejak lama, ketika seluruh jiwa saya bergetar atas keputusan paling penting dalam kehidupan saya.
Air mata harunya, yang mengiringi perubahan terbesar dalam hidup saya terasa begitu menyejukkan.
Saya mengikutimu, cinta....
Saya akan selalu berpegang kepadamu, untuk membimbing saya.
Saya letakkan percaya saya kepadamu.
Saya yakin engkau pembimbing yang paling sempurna yang dipilihkan Allah buat saya.


Terimakasih ya Allah atas pengalaman spiritual yang luar biasa ini bersamanya

kenangan manis


sungguh semua begitu bermakna,
kesakitan ini semuanya setimpal
saya jadi punya banyak kenangan tak tergantikan yang bisa diceritakan kepada anak cucu saya nanti,




Saat-saat ketika saya terbaring tengah malam, menunggunya di atas ranjang rumah sakit, lalu dia datang dengan rambut berantakan dan pipi yang dingin terkena udara malam.

Saat-saat saya terjaga dan menemukan dia tertidur, duduk dikursi dengan kepala tertelungkup disamping ranjang rumah sakit saya, membuat saya berfikir, betapa tidak nyamannya posisinya dan cemas lehernya akan sakit ketika dia bangun nanti

Saat-saat saya berhasil memaksanya naik dan berbagi ranjang rumah sakit dengan saya -- meskipun itu melanggar peraturan rumah sakit.

Saat-saat saya dan dia berpelukan tidur semalaman di atas ranjang rumah sakit -- antara bahagia, kesakitan dan tegang kalau-kalau ada suster yang memergoki dan kemudian memarahi kami

Saat-saat dia menyelundupkan indomie goreng telur yang sudah saya impikan sejak puasa pasca operasi saya. lalu kami menyantapnya tengah malam di atas ranjang rumah sakit dengan kegembiraan luar biasa

Saat-saat kami berpelukan tidur di atas ranjang rumah sakit, dan ahkirnya ada suster yang memergoki kami, dan kemudian hanya tersenyum melihat kedekatan kami.

Terimakasih ya Allah
Saat-saat pemulihan yang kuhabiskan di atas ranjang rumah sakit itu begitu berarti karena ada dia, hadir dan setia memelukku di sana.....

Senin, 03 Oktober 2011

getir


Hari ini operasi berjalan
dan saya melaluinya dengan senyum di permukaan
dan sedikit kegetiran menancap di ulu hati.
Dia memilih tidak mengantarkan saya sampai ke ruang operasi
Dia memilih tidak mendampingi saya selama proses operasi berlangsung
Padahal hanya dia yang saya butuhkan untuk menguatkan, dari semua orang di dunia ini.
Tetapi tidak apa-apa.
Saya mengerti,
dia mungkin punya pertimbangan sendiri.
Saya mengerti
Saya tetap mencintanya

Minggu, 02 Oktober 2011

sabar cinta....



Hampir tengah malam, dan saya berbaring di ranjang rumah sakit ini.
Dalam pelukanmu.
Diantara kedamaian dalam rengkuhan lenganmu, dan ketakutan akan esok yang menanti.
"Sabar cinta...."
Bisikmu pelan mencoba menenangkan. 
Tapi yang terpikirkan oleh saya adalah panggilan asing itu, kau memanggilku "cinta"
tidak pernah sebelumnya.
"Apakah kau juga memanggil dia - wanita beruntung itu - dengan panggilan 'cinta'? dengan sama lembutnya? dengan sama mesranya?"


Ah, saya ini memang tidak tahu bersyukur ya Allah.....

maaf dan terimakasih

Keptusan saya untuk tidak melibatkannya ternyata salah besar.
Dia tersiksa, dia cemas, dia luar biasa khawatir.
Maafkan saya sayang, saya pikir tidak melibatkanmu adalah satu-satunya cara agar kau tenang.
Ternyata saya salah,
Maafkan saya.
Dan terimakasih karena telah begitu mencemaskan saya