Senin, 01 Oktober 2012


 
Ketika kau jatuh cinta pada dua orang secara bersamaan, Maka pilihlah yang kedua.
Sebab jika kau benar-benar jatuh cinta kepada orang yang pertama, maka kau tidak mungkin bisa jatuh cinta pada orang yang ke dua.
If you love two people at the same time choose the second one because if you really loved the first one you wouldnt have fallen for the second.
--Johnny Depp, Actor--

 

Thanks for admin www.portalnovel.blogspot.com



Thanks for admin portalnovel ( http://portalnovel.blogspot.com/ )
sudah memuat cerita saya at http://portalnovel.blogspot.com/2012/09/sinopsis-a-romantic-story-about-serena.html

Thanks for the readers untuk apresiasinya

keep reading!, and i promise, i will keep writing!

-Santhy Agatha-
 

Mencari Soulmate Part 2 - End

 
Pesan Penulis :
"Apa yang saya bisa ungkapkan tentang cerita ini? Tidak ada! Hanya saja saya menangis pilu ketika membuatnya, dan semoga anda juga bisa meresapi kisah ini, hingga ikut menangis pilu bersama saya"




Mencari Soulmate part 2
By Santhy
2nd Touch in Oct 1st 2010


Bahwa sesuatu yang biasanya ada bisa menjadi berarti karena ketiadaannya.
Seperti kenanganku tentangmu yang kusyukuri ditengah-tengah mereka yang tak sempat mengenangmu waktu malam kelam membungkusku dalam pilu.


Dan kehadiranmu yang kuimpikan karena ketidakhadiranmu sampai matahari hampir terbit

Belum cukupkah sepi dimataku membuatmu jatuh kasihan lalu muncul untuk memelukku, wahai kau yang seharusnya membuat jiwaku terlengkapi?

Belum cukupkah keputusasaanku mencarimu membuat hilangmu berhenti, lalu kau datang dan tak lagi pergi...?
Membuatku tak terbunuh lelah mencari pasangan jiwaku.

...................................

Dalam malam yang kelabu, Elsa dan Louis sama-sama menunggu di sudut yang saling membelakangi. Mereka terpisah, meski tak sadar, dihujam perasaan yang menggilakan.
"Els...berhentilah mencari-mulailah menunggu, biar aku yang akan menemukan kamu.", demikian sebuah pesan sederhana, tersampaikan lewat jalinan sendu.
Lou ,cepatlah berkata...jangan terlalu lama…..


**********

Els !! Kau harus mendengar penjelasan kami !! , Penjelasan dari Lou !!”, Bayu mencekal tangan Elsa, menghentikan langkahnya.

Elsa mencoba meronta, tetapi cengkeraman tangan Bayu di lengannya terlalu kuat, terlalu kencang hingga ahkirnya dia menyerah dan menatap tajam ke arah Bayu, penuh air mata,

“Penjelasan apa lagi yang harus aku dengar ?!”, Teriaknya marah, “Aku sudah mendengar semuanya dari awal sampai ahkir, Bahwa kalian berkonspirasi agar aku berhenti mencari soulmateku, bahwa kalian bersandiwara dengan lelucon Soulmate palsu ini ??!!”

“Tidak palsu, kau tahu aku sungguh-sungguh mencintaimu………”

“Dan yang paling menyakitkan, Lou yang melakukannyapadaku ! Lou yang kupercayai ! Satu-satunya orang yang kubagikan cerita mengenai impianku tentang sosok soulmate yang kuimpikan……..kalian pasti menertawakan impianku itu bersama di belakangku bukan ??!!!”, Elsa melanjutkan kemarahannya, seolah-olah tidak mendengar kalimat Bayu sebelumnya.

Bayu terpekur,

“Kau tahu Louis tidak begitu, kau yang paling tahu”, gumamnya pilu,menyadari kenyataan bahwa Elsa sama sekali tidak membutuhkan penjelasan tentang cinta Bayu padanya, yang menyakiti Elsa adalah sesuatu yang dikiranya sebagai pengkhianatan Lou.

Bayu mengeluh dalam hati, kenapa dulu dia dengan bodohnya menerjunkan diri ke tengah-tengah kerumitan hubungan dua insan ini ?

“Lepaskan tanganku, aku sudah tidak ingin mendengar apa-apa lagi ! kalian berdua sama-sama kejam ! aku tidak mau bertemu dengan kalian lagi “, dengan marah Elsa berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Bayu.

“Els, Lou sakit !!! “,

Bayu mendesah, dia sudah melanggar sumpahnya pada Louis, sumpah untuk tidak pernah melontarkan kebenaran itu ke depan Elsa

Rontaan Elsa terhenti, terpana.

“Sakit ? “, ketika kesadaran itu merasuk ke dalam pikirannya, dadanya langsung terasa nyeri, “ Sakit apa ? “

Bayu terdiam,




Mencari Soulmate Part 1

Pesan Penulis :
"Apa yang saya bisa ungkapkan tentang cerita ini? Tidak ada! Hanya saja saya menangis pilu ketika membuatnya, dan semoga anda juga bisa meresapi kisah ini, hingga ikut menangis pilu bersama saya"



Mencari Soulmate part 1
By Santhy
1st Touch in Sept 29th 2010


Bahwa sesuatu yang biasanya ada bisa menjadi berarti karena ketiadaannya.
Seperti kenanganku tentangmu yang kusyukuri ditengah-tengah mereka yang tak sempat  mengenangmu waktu malam kelam membungkusku dalam pilu.


Dan kehadiranmu yang kuimpikan karena ketidakhadiranmu sampai matahari hampir terbit

Belum cukupkah sepi dimataku membuatmu jatuh kasihan lalu muncul untuk memelukku, wahai kau yang seharusnya membuat jiwaku terlengkapi?

Belum cukupkah keputusasaanku mencarimu membuat hilangmu berhenti, lalu kau datang dan tak lagi pergi...?
Membuatku tak terbunuh lelah mencari pasangan jiwaku.

...................................

Dalam malam yang kelabu, Elsa dan Louis sama-sama menunggu di sudut yang saling membelakangi. Mereka terpisah, meski tak sadar, dihujam perasaan yang menggilakan.
"Els...berhentilah mencari-mulailah menunggu, biar aku yang akan menemukan kamu.", demikian sebuah pesan sederhana, tersampaikan lewat jalinan sendu.
Lou ,cepatlah berkata...jangan terlalu lama…..


**********

Elsa melangkah terburu-buru di tengah derasnya hujan, rambutnya mulai basah kuyup, buku di tangannya mulai terasa berat karena ikut basah.

Langkahnya terhenti di sebuah emperan pertokoan, tempat beberapa orang yang senasib dengannya berteduh disana.

Dengan murung Elsa menatap ke langit, tempat tumpahan hujan menghujam bumi, seperti garis-garis tipis putus-putus tiada henti.

Hujan selalu membuatnya murung, tanpa tahu sebabnya.

Ponsel di sakunya bergetar-getar keras, dengan canggung, karena memegang 3 buah buku tebal yang berat, Elsa mengeluarkan ponsel itu dari sakunya

Louis calling.

"Halo ?"

"Berisik sekali disana, kau sedang dimana?", suara di seberang terdengar sedikit berteriak, mengalahkan keheningan.

"Di Luar"

"Hujan-hujan begini ??, di sebelah mana ?"

"Di dekat toko buku"

"Tunggu di situ sebentar, aku kesana"

Telephone ditutup tanpa menunggu jawaban Elsa.

Elsa mendesah, menatap ke langit, ke hujan yang tak mau mereda dan menghembuskan napas resah, merasa semakin murung.


Bahagia dengan sederhana

Saya bahagia sekali pagi ini, Oh memang saya ini mudah bahagia.
Saya akan langsung bahagia ketika menemukan secangkir kopi panas beraroma nikmat di meja kerja saya.
Saya akan langsung bahagia ketika ternyata jalanan yang saya tempuh untuk ke kantor sangat lancar
Saya akan bahagia ketika meja berantakan yg saya tinggalkan kemarin sudah dirapikan oleh OB saya pagi hatinya

Saya ini mudah bahagia, dengan sederhana

Tapi bahagia saya pagi ini begitu rumit
Saya bahagia karena ada yang menganggap kisah saya layak dibaca
Saya bahagia membayangkan tokoh-tokoh ciptaan saya bisa hidup di dalam benak pembacanya

Dulu mereka hanya hidup di benak saya, saya simpan sendiri
Dan sekarang saya harap mereka bisa hidup dan terkenang dalam benak setiap orang
Saya bahagia dengan pengharapan saya itu

Terimakasih Semuanya :)

salam
-Santhy Agatha-

Rabu, 19 September 2012

Si Cantik yang Ingin Cantik


Aku ingin menjadi cantik. Sebenarnya aku sudah cantik. Kulitku putih bersih, bibirku ranum memerah, rambutkupun lurus dan hitam berkilau. Aku sudah cantik dari sananya. Setiap aku berkaca, aku tak bisa menahan untuk memanggil diriku sendiri : "Si Cantik". Tetapi keluargaku sangat jahat, Bapakku, ibukku, kakak-kakak perempuanku, semuanya menentang kalau aku ingin berpenampilan cantik. Bapakku bahkan pernah menamparku keras-keras dan memaksaku kembali berpenampilan jelek ketika menemukanku sedang mencoba gaun kesayangan kakakku serta mengoles gincu merahnya di bibirku.

Kakak-kakak dan ibuku juga setali tiga uang, sama jahatnya. Mereka tidak suka kalau aku berpenampilan cantik. Kupikir-pikir, mungkin mereka semua merasa iri kepadaku, karena tidak ada yang secantik aku di keluarga ini. Atau... jangan-jangan mereka semua bukan keluarga kandungku? Mungkin saja aku anak orang kaya yang diculik bapak enam belas tahun yang lalu. Ya, pasti karena itulah mereka semua berusaha mencegah aura kecantikanku terpancar keluar. Mereka jahat, mereka pendengki, mereka pasti bukan keluarga kandungku.

Malam itu aku sudah siap. Aku mau kabur saja dari rumah ini. Aku yakin pasti banyak orang yang mau menolongku nanti begitu melihat kecantikanku. Sebelum pergi kusempatkan diri berkaca, mengagumi penampilanku. Gaun biru feminim yang kuambil dari lemari kakak tampak pas ditubuhku, padahal kalau dipakai kakak gaun itu tampak jelek. Lipstick merah kakakpun menghiasi bibirku, membuatku semakin memancarkan aura kecantikan.

Aku mengambil tas pakaianku, lalu mengendap-endap keluar, aku harus cepat karena rumah sedang kosong. Sialnya tepat di depan pintu aku berpapasan dengan seluruh anggota keluargaku yang baru pulang dari acara pernikahan saudara di kampung sebelah.

Mereka ternganga menatap wajah dan penampilan cantikku, kupikir mereka pasti terpesona menyadari betapa cantiknya aku - ada rasa bangga membuncah di dadaku. Tetapi... ibu tampak pucat pasi, kakak-kakakku terlihat sedih, dan bapak... wajahnya merah padam menahan amarah.

Lalu tamparan keras bapak mendarat di pipiku, lagi, lagi dan lagi, sampai kurasakan anyir darah mengalir di sudut bibirku. Ibu berusaha menghalangi bapak yang kehilangan kendali diri menghajarku, sementara kakak-kakakku saling berpelukan, ketakutan.
"Sudah!! Sudahlah Pak !!! sabar pak, sabar !! Ini anakmu pak!!", jerit ibu berusaha menjadi tameng untukku.
Mata bapak melotot, napasnya terengah-engah, wajahnya semakin merah padam, ketika berteriak marah, ludahnya sampai muncrat kemana-mana, 
"Sabar gimana lagi bu ??!!", teriak bapak membelalak menatapku, "Anak ini harus dihajar!! Biar dia sadar kalau dia itu sudah menyalahi kodrat !!! Kamu harus sadar TONO !!! Kamu itu laki-laki !!!"

Jumat, 31 Agustus 2012

Cinta Tak Sampai


Aku suka sekali menatap lelaki itu diam-diam, mengaguminya dari kejauhan. Orang bilang cinta tak berbalas itu menyakitkan, tetapi aku menikmatinya. Hanya bisa melihatnya dari kejauhan sudah cukup bagiku. Malam ini, seperti biasanya aku mengamati lelaki itu dari tempat dudukku, aku sudah hafal kegiatannya sehari-hari. Biasanya, ketika sampai dirumah setelah pulang kantor, dia pasti akan ke kamar mandi dan membersihkan diri ( jangan kuatir, aku tidak mungkin mengintipnya!), Lalu setelah itu, lelaki itu akan menemani ibunya yang sudah tua menonton TV sambil mengobrol dan makan malam. Benar-benar anak yang berbakti kepada orang tua, tanpa sadar aku tersenyum kagum.

Malam ini kupikir akan sama seperti malam-malam sebelumnya, aku duduk di tempatku biasa, menatap lelaki itu diam-diam dari kejauhan sampai dia terlelap di peraduannya. Tetapi ada yang berbeda rumahya ramai sekali, banyak tamu, sepertinya ada acara keluarga.

Kemudian aku sadar, perempuan itu dari tadi menempel ke dia, menatapnya malu-malu, penuh cinta. Aku seperti dihantam kesadaran yang luar biasa menyakitkan. Calon istrinyakah itu? Apakah waktuku untuk mengamati lelaki itu diam-diam dari tempat persembunyianku ini sudah berakhir?

Air mata mengalir di pipiku, dan aku menangis tersedu-sedu. Entah karena kehendak Tuhan, entah karena hembusan angin membawa suaraku ke telinganya, lelaki itu menoleh. Matanya menatapku, sungguh-sungguh menatapku. Dunia seakan berhenti dimomen yang mungkin pertama dan terakhir kami bisa bertatapan. Momen itu terasa begitu indah bagiku, dan aku berdoa semoga bisa berlangsung selamanya.

Tetapi keinginanku tak terkabul, lelaki itu gemetaran dan pucat menyadari kehadiranku, sungguh reaksi yang tak kuharapkan, lalu dia berteriak-teriak histeris.
"Ada....ada....kuntilanak di pohon beringiiiiiinnnnnnn......!!!!!", serunya ketakutan.