Selasa, 23 Oktober 2012

Cerpen : Pillow Talk


Bandung, 28 Februari 2011 ( Pada Suatu Malam )
Perempuan itu memasuki kamar yang temaram, ranjang berseprei putih terhampar rapi. Seorang laki-laki berbaring disana dalam diam, matanya menatap kedatangan perempuan itu.

Perempuan itu menatap ke arah ranjang dan menghela nafas, lalu melangkah melewati ranjang, duduk di depan cermin meja riasnya. Dengan hati-hati dioleskannya krim malam ke seluruh wajahnya, matanya menatap pantulan dirinya di kaca, tampak sedih.

Si Lelaki bangkit dari ranjang, dan berdiri di belakang perempuan itu, mengawasi wajah perempuan itu di kaca,

Senin, 22 Oktober 2012

Cerpen : Lelaki Tua dan Makam Sederhana




Lelaki itu renta, tubuhnya sudah rapuh dimakan usia, keriput di kulitnya begitu nyata dan kasar, mencerminkan perjuangan hidupnya yang penuh kesakitan. Tubuhnya sudah tidak tegak lagi, sedikit bungkuk seolah tulangnya tidak mampu lagi menopang dagingnya. Langkahnya pelan dan terseret-seret, penyakit stroke yang menyerangnya lima tahun lalu telah mengubah cara berjalannya.

Tetapi lelaki itu tetap tangguh, dia selalu datang di makam itu setiap sore. Menabur bunga di makam sederhana itu, lalu duduk lama disana sambil termenung, tidak pernah ada yang tahu apa yang ada di dalam pikiran lelaki tua itu. Penjaga makam sudah mengenalnya, pun anak-anak kecil dan wanita-wanita lusuh yang selalu berkeliaran di areal makam, membersihkan makam jika ada peziarah sambil mengharapkan sekeping dua keping uang untuk sekedar menyambung hidup.

Dan Lelaki tua itu seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan areal pemakaman yang konstan dari hari ke hari, seperti memang sudah seharusnya lelaki itu ada di sana setiap sore, duduk termenung seperti larut dalam pemikiran sendiri selama hampir dua jam. Sampai matahari tenggelam dan meninggalkan semburat kemerahan di langit, barulah lelaki itu melangkah pergi, dengan langkah yang sama, bungkuk dan terseret-seret.


 Tidak ada yang mengganggu keheningan lelaki itu di depan makam tua yang selalu dikunjunginya, meskipun ada beberapa yang menebak-nebak apa yang ada dalam di pikiran sang lelaki tua. Sebagian mengira sang lelaki tua sedang mendaraskan doa yang panjang, dan sebagian lagi mengira lelaki tua itu melamun dan bercakap-cakap dalam hati dengan makam tua itu, sebuah monolog yang menyedihkan.





Cerpen : Setelah sepuluh tahun







Mencintai cinta, dan airmata itu sendiri di sisi lain.
Mencintai Lintang bagaikan menelan pil bersalut gula yang mengandung 90 persen kebahagiaan, tetapi terselip 10 persen racun kepedihan di dalamnya. Dan Dina meskipun tahu bahwa dibalik kebahagiaan itu ada racun yang terserap tubuhnya perlahan-lahan dan menggerogoti jiwanya dengan kepedihan, tetap saja dengan sukarela menelan pil itu setiap ada kesempatan. Tidak peduli bahwa mungkin saja racun dalam pil itu mungkin akan mengendap dan mengendap dalam aliran jiwanya dan membunuhnya dari dalam, tanpa terasa.


Tuhanku....
Dina menatap kekosongan di depannya dan menarik napas panjang, rasa nyeri itu menyeruak makin dalam, menghimpit dadanya, membuatnya sesak nafas,
Tuhanku... Betapa aku mencintainya...

Nah, dia sudah berhasil mengakuinya, tapi pengakuan itu tidak membuatnya lega sama sekali, malahan semakin menghimpit perasaannya,

Kenapa cinta yang Kau berikan padaku ini terasa begitu pedih? Mencintainya, mencintai cinta yang bagai dua sisi mata uang yang bertolak belakang : cinta itu sendiri di sisi depan, dan airmata di sisi belakang yang tersembunyi.

Mencintai cinta, dan disisi lain, mencintai air mata pula.




Jumat, 19 Oktober 2012

Cara Pemesanan Novel A Romantic Story About Serena

From Link : http://portalnovel.blogspot.com/2012/10/tentang-arsas-versi-hard-copy.html?showComment=1350626503876#c7005527988198052140

Dear All Readers yang kusayangi,

Hari ini aku sudah terima hardcopy sample-nya, ternyata memuaskan :)
Jadi sepakat dengan penerbit untuk bisa segera di order
Untuk pemesanan all Readers bisa langsung klik di link:
http://nulisbuku.com/books/view/a-romantic-story-about-serena

Spesifikasi novelnya : Cover Dove, tebal 328 lembar, Kertas novel terbaik
Harga buku : Rp 75.000 ( belum termasuk ongkos kirim)
dengan perincian/buku :
Biaya Produksi : Rp. 67.000
Komisi Penerbit : Rp. 3.500
Keuntungan Penjualan : Rp. 4.500 (yang semuanya akan disumbangkan ke Rumah Yatim  atas nama Yay, Rumah Yatim Arrohman Ind).

Untuk yang minta tandatangan, mohon maaf aku udah konfirm ke penerbit
katanya kalau untuk tandatangan pihak penerbit tidak bisa mengcover
Mungkin nanti ada kesempatan kita bisa kopdar yah heeee
lagian aku malu kalo dimintain tandatangan *tersipu*

Terimakasih ya untuk all readers yang sudah mengapresiasi novel ini :)
Dan terimakasih untuk Mas Yudi - admin portalnovel yang telah memberi kesempatan bagi ARSAS untuk muncul di blog sekaliber portalnovel :)

Semoga novel ini bisa menjadi koleksi yang berharga sekaligus menambah pahala,
karna kita beli sekaligus menyumbang. Jadi semoga semakin banyak yang beli semakin banyak yang kita sumbangkan ya :)

oh ya berikut langkah2 pemesanannya ;)


Dear Readers ,

karena banyak yang bertanya apakah transfer uangnya langsung ke rekening rumah Yatim BCA di atas, maka aku konfirmasikan ulang yah
Transfer uangnya jangan langsung ke rekening rumah Yatim

kalau begitu nanti penerbit nggak akan tahu dan buku nggak akan dibuat hiks kasihan para readers kalau begitu

ini aku postingkan langkah2 pemesanan bukunya yah :

sistem pemesanannya

1. Readers buka link http://www.nulisbuku.com/books/view/a-romantic-story-about-serena

kemudian Readers order buku serena di sana

2. setelah order, kita ngasih tahu penerbit alamat lengkap rumah kita

3. reader akan dapat konfirmasi dari penerbit mengatakan bahwa buku pesanan sudah masuk list terdaftar
dan kemudian diinformasikan total harga plus ongkos kirim, dan kemana uang harus readers transfer ( ke nomor rekening penerbit )

4. reader transfer uang ke penerbit dan konfirmasi ke penerbit kalo udah transfer by email saja ( sambil insert foto bukti transfernya di email)

5. Oleh penerbit uang tsb akan dipakai untuk biaya produksi cetak buku, dan keuntungan dr penjualan buku itulah yang akan ditransfer penerbit ke rumah Yatim
penerbit yang akan transfer ke nomor rekening rumah yatim hasil keuntungan penjualan buku secara berkala ( 1 bulan sekali )--- jadi bukan kita yah yg transfer ke rumah yatim
nanti kita dikasih laporan pertanggungjawaban bulanan dari penerbit

Jad Readers jangan langsung kirim transfer uang ke rumah yatim-nya yah, karena dengan begitu pihak penerbit nggak akan tahu kalo reader pesen buku ARSAS, nantinya bisa berakibat readers nggak bisa mendapatkan buku arsas hiks hiks
Untuk cover tanggung jawab transfer ke rumah yatim semua dilakukan oleh penerbit ;)

6. Setealh proses transfer dan konfirmasi dengan penerbit beres, Readers akan dikonfirmasi bahwa buku sudah dalam proses cetak ( maksimal cetak 10 hari)

7. Setelah buku sudah dicetak oleh penerbit dan dikirim ke alamat readers, maka readers akan dapat email konfirmasi penerbit bahwa buku sudah di kirimkan, plus informasi nomor resi dan informasi link untuk track pengiriman buku tersebut via JNE online

8. Buku pun tiba di tangan readers ;)


Salam Sayang

Santhy Agatha

semoga bisa membantu yah all readers ;)

Sabtu, 13 Oktober 2012

Catatan Terahkir Untuk Mas Irwan



Irwan memasukkan pakaian terahkirnya ke dalam tas, lalu menutup resleting tas itu sambil menarik napas panjang. Dia berdiri, membawa tas itu dan hendak melangkah pergi ketika langkahnya terhenti, tangannya terpaku berat di pegangan pintu.

Sekali lagi mendesah, Irwan memutar tubuhnya dan menatap ke sekeliling ruangan mungil berukuran tiga kali empat itu. Setiap detail ditatapnya dan disimpannya dalam-dalam ke dalam ingatannya.

Tidak akan pernah dia lupakan. Tidak akan pernah dia lupakan masa-masa dimana dia mendapatkan pelajaran baru, bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dengan sederhana, dalam ruangan mungil yang penuh berisi cinta..... dan juga perempuan yang dicintainya.

Amara, perempuan itu sekarang tidak ada di sini, tidak kuat menahankan perpisahan, katanya. Jadi pemilik hatinya itu memilih pergi menjauh, supaya yang terkenang di saat terahkirnya hanyalah momen mereka berpelukan bersama, bukan momen ketika irwan melangkah pergi dengan tas pakaian di tangannya, lalu menghilang di balik pintu.

Tiba-tiba mata irwan tertumbuk pada sebuah buku catatan di atas bantal. Dia tidak pernah melihat buku itu sebelumnya, dan itu menarik perhatiannya.Dengan hati-hati diletakkannya tas itu, lalu melangkah menuju tempat tidur, duduk di tepi ranjang dan meraih catatan itu.

Lembar pertama disingkapnya sedikit, ada tulisan Amara di situ, tulisannya yang khas dengan huruf-huruf rapi yang terjalin lurus. Sejenak Irwan merasa bersalah, seperti mengintip rahasia kekasih yang seharusnya tidak boleh dibaca, tetapi sebaris kata menarik perhatiannya. "Untuk Mas Irwan".
 
Dengan ragu dan gelisah Irwan membuka halaman pertama itu, demi menemukan tulisan panjang yang sepertinya khusus dibuat Amara untuk dibacanya, senyum Irwan tanpa sadar muncul di sudut bibirnya, Kekasihnya itu memang selalu lebih mudah mengungkapkan perasaannya dengan tulisan daripada dengan kata-kata. Segera Irwan terseret dalam nuansa halus jalinan kata yang disusun Amara.

Rabu, 10 Oktober 2012

Aku Menikahi Penggemar Pertamaku


Hari ini tanggal 10 Oktober 2012, kubuka catatan pribadiku, catatan-catatan lamaku, dan pikiranku berkelana, melayang jauh ke masa lalu, kembali ke masa itu

4 Agustus 2010
Dear Diary
Aku tidak pernah benar-benar mengenal laki-laki itu. Dia hanyalah sebuah nama yang terlintas sambil lalu di benakku. Sampai kemudian, tiba-tiba saja dia menyapa, lewat sebuah pesan pribadi, dia sudah membaca Serenaku dan dia memuji, tanpa tendensi, tanpa perasaan apa-apa, hanya ingin memuji sepenuh hati, mengatakan bahwa cerita Serenaku bagus dan dia menyukainya. Perasaanku seperti dikejutkan sekaligus dilambungkan tinggi, dia adalah satu satunya, tak ada yang lain. Satu-satunya laki-laki yang mau membaca kisah romanku, kata demi kata, meresapinya dalam hati, menikmatinya dan menghayatinya. Bukan sekedar ungkapan manis untuk mengambil hatiku. Aku sungguh tahu, dia jatuh cinta pada karyaku. bukan padaku


Sabtu, 06 Oktober 2012

Puisi Kejutan Dari Suami

Pagi ini saya membuka email, dan mulai bekerja, kemudian saya menemukan ada email suami saya yang terselip di antara email- email lainnya, dengan dahi berkerut saya membuka email itu, dan dihadapkan pada barisan kata yang luar biasa indahnya,


Dear Cinta,

Detik demi detik yg terhampar luas di hadapanku
dan yg tak terhitung kita lewati
Setiapnya sungguh suatu anugrah tak ternilai
apa yg telah dan akan kita lalui
semoga Tuhan memandang kita dengan penuh kasih
membentangkan jalan kemudahan
Cinta...
Kubersyukur tak henti
karna kau lah yg menemani langkahku
doakan kita sll istiqomah merajut cinta ini
hingga Tuhan berbaik hati
menempatkan kita di sisiNya yg paling dibahagiakan
Amin.

yg sll mencintaimu

Ir
Suamimu


Ah, jantung saya langsung berdenyut lembut. Rasa haru memenuhi hatiku, kadangkala sebntuk puisi kecil yang sederhana bisa membuat seseorang merasa begitu bersyukur Terimakasih ya Allah atas cinta yang kau anugerahkan kepada kami
*peluk erat suami tersayang*