Senin, 13 Mei 2013

Crush In Rush Part 4


 
Kiara melirik ke arah Joshua dengan takut-takut, mendadak merasa tidak nyaman berada di dalam mobil itu, apalagi ekspresi Joshua tampak sangat marah, sedikit menakutkan.

Lelaki itu mencengkeram kemudi kuat-kuat dan kemudian sedikit mengebut, untunglah mereka ada di jalan tol yang lengang, sehingga mereka sedikit aman. Tetapi walaupun begitu, jantung Kiara serasa berpacu ketika Joshua semakin dalam menginjak gas mobilnya, membuatnya berpegangan pada sabuk pengamannya dan berdoa dalam hati karena ketakutan.

Kalau gaya Joshua menyetir seperti ini, dia tidak akan mau pergi semobil berdua dengan laki-laki itu lagi. Kiara berjanji dalam hati,  melirik ekspresi lelaki itu yang sangat gusar.

Kenapa Joshua tampak begitu marah? Telepon siapa itu tadi?

***

Rabu, 08 Mei 2013

Membebaskan Dewi



Keisha mengerutkan keningnya memandang hutan karet yang terbentang di hadapannya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa tempat KKN-nya benar-benar terpencil. Hampir 40 kilometer dari pusat kota, perjalanan harus ditempuh dengan jalur darat, melewati hutan yang gelap dan jalanan yang jelek tidak beraspal, membuat tubuh mereka berguncang-guncang di perjalanan, di dua konvoi mobil yang mereka naiki. Mereka satu team ada bersepuluh, Keisha sendiri dari Fakultas Ekonomi sedang teman-temannya yang lain berasal dari fakultas yang berbeda-beda.

Sekarang sudah hampir dua bulan Keisha di sini, masa KKNnya sudah hampir habis. Perasaan lega dan puas bercampur aduk di benaknya. Setidaknya dia telah melakukan sesuatu. Penduduk sekarang tahu cara pengolahan sampah organik menjadi kompos, mereka juga telah melakukan daur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna. 

Selasa, 07 Mei 2013

Crush In Rush Part 3

Untuk Novi M yang sedang berulang tahun ^__^V



Menjadi pelayan?

Kiara mengerutkan keningnya dan seketika itu juga wajahnya pucat pasi, menjadi pelayan ini apakah menjadi pelayan seks dari Joshua? Kiara sering melihat kisah-kisah sinetron dan film dimana tokoh wanita yang miskin pura-puranya ditolong oleh lelaki kaya, tetapi kemudian dia disekap dan dijadikan budak seks.... Ya Ampun! Kiara harus menyusun rencana melarikan diri dari rumah ini!

Joshua yang melihat perubahan ekspresi Kiara langsung merasa geli. Dia sudah pasti bisa menebak pikiran apa yang lalu lalang di benak Kiara, ekspresi wajah Kiara yang polos mengungkapkan semuanya karena perempuan itu benar-benar seperti buku yang mudah dibaca. Joshua memutuskan akan menggoda perempuan ini,

"Jadi sebagai pelayanku kau harus berlatih untuk memuaskanku." Joshua tersenyum lebar sampai barisan gigi putihnya yang rapi terlihat, setengah mati menahan geli melihat ekspresi shock dan pucat pasi di wajah Kiara.

Senin, 06 Mei 2013

Crush In Rush Part 2



Joshua  menahan keinginannya untuk mendatangi cafe itu lagi. Perempuan pelayan cafe itu, di luar dugaannya sungguh sangat menarik perhatiannya. Membuatnya ingin melihatnya setiap hari. Joshua sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan kepada perempuan pelayan itu. Dia berhati dingin, jiwanya yang kejam adalah pembawaannya, sehingga dia  cenderung tidak peduli kepada orang lain. Tetapi perempuan pelayan itu begitu mungil, begitu tak berdaya dan harus menjalani pekerjaan yang begitu berat. Joshua bertanya-tanya apakah perempuan itu punya keluarga atau orang lain yang bisa mengurusnya.

Diluar kebiasaannya juga, Joshua memberikan uang kepada perempuan pelayan itu. Dia mengangkat bahunya dan sedikit merasa lega, mungkin perempuan itu bisa menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhannya. Uang sebesar itu hanyalah recehan bagi Joshua, tetapi dia tahu uang itu sangat berarti bagi perempuan itu.

Tiba-tiba Joshua tersadar... kenapa dia terus menerus memikirkan perempuan itu?

Menghitung Hujan Part 11


Tak pernah kuduga, ternyata jalinan kisahku akan seberat itu
Ternyata sesuatu yang sempurna pada akhirnya bisa terasa melelahkan
Ternyata sesuatu yang kukira kuat, bisa menjadi rapuh dan terlalu lemah untuk bertahan
Pantaskah untuk diperjuangkan kisahku ini?
Jika ternyata kusadari, bahwa harga sebelah jiwa...

Begitu mahalnya....



Yang dilakukan Diandra pertama kali adalah mendorong Axel keras-keras, sejauh mungkin. Napasnya terengah atas ciuman yang sama sekali tidak diduganya itu, dia menatap Axel bingung berlumur kemarahan,

"Kenapa kau lakukan itu Axel?" Diandra sendiri tak habis pikir. Oh astaga. Axel menciumnya! Itu adalah hal yang sama sekali tidak disangkanya. Axel adalah sepupunya! Saudaranya! Dari kecil mereka bersama, dan Diandra selalu menganggap Axel sebagai kakaknya. Tetapi lelaki itu barusan menciumnya, dan Diandra merasa pening yang amat sangat, Axel saudaranya bukan? Dan saudara tidak mungkin berciuman!

Diandra memundurkan langkahnya, menatap waspada ke Arah Axel, tangannya mengusap bibirnya yang masih terasa panas bekas ciuman lelaki itu.

Axel sendiri menatap Diandra dengan tatapan berlumur penyesalan, matanya meredup, ragu,

Rabu, 01 Mei 2013

Another 5% [ Prolog ]


Note penulis : karena Menghitung hujan sudah hampir tamat, maka dipostinglah cerita ini sebagai persiapan penggantinya. Cerita ini adalah cerita lama, dengan genre yang agak berbeda dari semua kisah santhy agatha. Semoga kalian semua tetap bisa menikmatinya yah ^__^

 
Bagaimana jika kau bisa mengaktifkan kekuatan otakmu hingga 95% ? Bagaimana jika kau mempunyai kekuatan  hampir setara kekuatan Tuhan? Bagaimana jika kehancuran dunia ini ada dalam genggamanmu? dan bagaimana jika pilihannya adalah memiliki kekuatan tak terbatas, atau kehilangan kekasih yang sangat kau cintai?

 
PROLOG : ANOTHER 5%

 
 
"Aku pulang dulu sayang, nanti sore aku kembali lag.i"

Rolan memejamkan mata ketika dengan lembut Selly mengecup dahinya, seperti biasa,  ketika mereka akan berpisah. dan seperti biasanya pula, Selly akan menyempatkan diri membelai seluruh wajah Rolan dengan jemarinya,

"Kau akan baik-baik saja kan kutinggalkan?"

Dengan susah payah, meskipun tersenyum adalah hal terahkir yang diinginkannya, Rolan tersenyum, demi Selly, demi kekasihnya,

"Aku akan menunggumu datang kembali nanti sore," suaranya serak dan lemah. Rolan benci itu.