Rabu, 15 Mei 2013

Menghitung Hujan Part 12



 



...Itu untukku..itu bukan untukku...
Dia untukku...dia bukan untukku...
 
 
 
 
 
 
 
“Aku mengetahuinya tanpa sengaja. Beberapa waktu yang lalu.” Axel menatap Diandra lembut, setelah lama akhirnya Diandra bisa sedikit tenang dan mendengarkan Axel, “Waktu itu ayah dan ibumu sedang berbicara dengan nenek di dalam, mereka membicarakan tentang adopsimu dan sebuah kabar dari panti asuhan tempatmu dulu di adopsi.... mereka tampak cemas... “ Axel menghela napas panjang, “Tentu saja aku terkejut luar biasa, aku kemudian diam-diam pergi  sehingga sampai sekarangpun, mereka tidak tahu bahwa aku tahu.”

Diandra terdiam menatap Axel, tiba-tiba merasa ingin tahu. Laki-laki ini, yang seumur hidupnya dianggap sebagai kakak kesayangannya, sepupunya yang paling dekat.... menciumnya. Apakah yang ada di benak Axel?

Axel rupanya sadar bahwa Diandra sedang menebak-nebak perasaannya, dia tersenyum dengan rasa bersalah yang kental,

Crush In Rush Part 5



 
Tampan Sekali.
 
Kiara hampir saja tidak bisa menutupi rasa kagumnya akan ketampanan lelaki yang baru masuk itu. Luar biasa. Bahkan dia sebagai perempuan merasa dirinya kalah cantik dibanding lelaki itu. Meskipun wajahnya cantik tetapi tidak ada sikap yang mengarah ke arah feminim sama sekali dari penampilan lelaki yang dipanggil Joshua dengan nama Jason itu. Jason tampak maskulin dan sinar matanya tampak sedikit bandel, seperti anak lelaki kecil yang nakal.
 
Detik ketika Jason masuk itulah dia menyadari kehadiran Kiara di sana, duduk di sofa ruang tengah, lelaki itu langsung melemparkan pandangan berganti-gani penuh arti ke Kiara dan Joshua,
 
"Ah, maaf, aku tidak tahu kau sedang ada tamu." Jason tersenyum ramah, senyum yang mempesona kepada Kiara, "Johua biasanya tidak pernah menerima tamu di apartmennya, kecuali tamu yang memaksa seperti aku." Lelaki itu terkekeh sendiri, lalu melangkah mendekat, "Kau pasti perempuan istimewa."
 
"Jangan ganggu dia, Jason. Dia pelayanku."

Senin, 13 Mei 2013

Crush In Rush Part 4


 
Kiara melirik ke arah Joshua dengan takut-takut, mendadak merasa tidak nyaman berada di dalam mobil itu, apalagi ekspresi Joshua tampak sangat marah, sedikit menakutkan.

Lelaki itu mencengkeram kemudi kuat-kuat dan kemudian sedikit mengebut, untunglah mereka ada di jalan tol yang lengang, sehingga mereka sedikit aman. Tetapi walaupun begitu, jantung Kiara serasa berpacu ketika Joshua semakin dalam menginjak gas mobilnya, membuatnya berpegangan pada sabuk pengamannya dan berdoa dalam hati karena ketakutan.

Kalau gaya Joshua menyetir seperti ini, dia tidak akan mau pergi semobil berdua dengan laki-laki itu lagi. Kiara berjanji dalam hati,  melirik ekspresi lelaki itu yang sangat gusar.

Kenapa Joshua tampak begitu marah? Telepon siapa itu tadi?

***

Rabu, 08 Mei 2013

Membebaskan Dewi



Keisha mengerutkan keningnya memandang hutan karet yang terbentang di hadapannya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa tempat KKN-nya benar-benar terpencil. Hampir 40 kilometer dari pusat kota, perjalanan harus ditempuh dengan jalur darat, melewati hutan yang gelap dan jalanan yang jelek tidak beraspal, membuat tubuh mereka berguncang-guncang di perjalanan, di dua konvoi mobil yang mereka naiki. Mereka satu team ada bersepuluh, Keisha sendiri dari Fakultas Ekonomi sedang teman-temannya yang lain berasal dari fakultas yang berbeda-beda.

Sekarang sudah hampir dua bulan Keisha di sini, masa KKNnya sudah hampir habis. Perasaan lega dan puas bercampur aduk di benaknya. Setidaknya dia telah melakukan sesuatu. Penduduk sekarang tahu cara pengolahan sampah organik menjadi kompos, mereka juga telah melakukan daur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna. 

Selasa, 07 Mei 2013

Crush In Rush Part 3

Untuk Novi M yang sedang berulang tahun ^__^V



Menjadi pelayan?

Kiara mengerutkan keningnya dan seketika itu juga wajahnya pucat pasi, menjadi pelayan ini apakah menjadi pelayan seks dari Joshua? Kiara sering melihat kisah-kisah sinetron dan film dimana tokoh wanita yang miskin pura-puranya ditolong oleh lelaki kaya, tetapi kemudian dia disekap dan dijadikan budak seks.... Ya Ampun! Kiara harus menyusun rencana melarikan diri dari rumah ini!

Joshua yang melihat perubahan ekspresi Kiara langsung merasa geli. Dia sudah pasti bisa menebak pikiran apa yang lalu lalang di benak Kiara, ekspresi wajah Kiara yang polos mengungkapkan semuanya karena perempuan itu benar-benar seperti buku yang mudah dibaca. Joshua memutuskan akan menggoda perempuan ini,

"Jadi sebagai pelayanku kau harus berlatih untuk memuaskanku." Joshua tersenyum lebar sampai barisan gigi putihnya yang rapi terlihat, setengah mati menahan geli melihat ekspresi shock dan pucat pasi di wajah Kiara.

Senin, 06 Mei 2013

Crush In Rush Part 2



Joshua  menahan keinginannya untuk mendatangi cafe itu lagi. Perempuan pelayan cafe itu, di luar dugaannya sungguh sangat menarik perhatiannya. Membuatnya ingin melihatnya setiap hari. Joshua sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan kepada perempuan pelayan itu. Dia berhati dingin, jiwanya yang kejam adalah pembawaannya, sehingga dia  cenderung tidak peduli kepada orang lain. Tetapi perempuan pelayan itu begitu mungil, begitu tak berdaya dan harus menjalani pekerjaan yang begitu berat. Joshua bertanya-tanya apakah perempuan itu punya keluarga atau orang lain yang bisa mengurusnya.

Diluar kebiasaannya juga, Joshua memberikan uang kepada perempuan pelayan itu. Dia mengangkat bahunya dan sedikit merasa lega, mungkin perempuan itu bisa menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhannya. Uang sebesar itu hanyalah recehan bagi Joshua, tetapi dia tahu uang itu sangat berarti bagi perempuan itu.

Tiba-tiba Joshua tersadar... kenapa dia terus menerus memikirkan perempuan itu?