...Itu untukku..itu bukan untukku...
Dia untukku...dia bukan untukku...
“Aku mengetahuinya tanpa
sengaja. Beberapa waktu yang lalu.” Axel menatap Diandra lembut, setelah lama
akhirnya Diandra bisa sedikit tenang dan mendengarkan Axel, “Waktu itu ayah dan
ibumu sedang berbicara dengan nenek di dalam, mereka membicarakan tentang
adopsimu dan sebuah kabar dari panti asuhan tempatmu dulu di adopsi.... mereka
tampak cemas... “ Axel menghela napas panjang, “Tentu saja aku terkejut luar
biasa, aku kemudian diam-diam pergi
sehingga sampai sekarangpun, mereka tidak tahu bahwa aku tahu.”
Diandra terdiam menatap
Axel, tiba-tiba merasa ingin tahu. Laki-laki ini, yang seumur hidupnya dianggap
sebagai kakak kesayangannya, sepupunya yang paling dekat.... menciumnya. Apakah
yang ada di benak Axel?
Axel rupanya sadar bahwa
Diandra sedang menebak-nebak perasaannya, dia tersenyum dengan rasa bersalah
yang kental,


