Seperti yang sudah diduga oleh Alexa, makan malam itu berlangsung canggung. Hanya Albert Simon yang sedari tadi tampak berceloteh, menanyakan semua hal tentang Alexa, dari kisah masa kecilnya sampai dia besar. Sementara itu Daniel dan Nathan, yang sekali lagi entah dengan sengaja, diatur duduk di sisi kanan dan kirinya, hanya menikmati hidangannya dalam keheningan.
"Nenekmu, Samantha, dulu sangat menyukai makanan ini." Albert Simon tampak mengenang, menatap sup lobster yang ada di hadapannya, "Ada sebuah restoran belanda di ujung kota, satu-satunya yang menyediakan menu ini. Dulu aku dan nenekmu sering mencuri waktu untuk makan di sana."
Alexa mengamati Albert Simon dan merasa sedih melihat betapa lelaki ini tampaknya masih mencintai neneknya. Mungkin cinta mereka berdua teramat dalam, hingga bahkan hampir puluhan tahun berlalu dan cinta itu tetap terjaga.
Seandainya saja Alexa bisa mengalami jenis cinta yang seperti itu......


+-+Copy.jpg)

