Rachel duduk di cafetaria kantin sambil menyesap kopinya, jemarinya bergetar dan perasaannya bergemuruh. Ekspresi sedih Jason tadi benar-benar tak terlupakan, sarat dengan kesedihan hingga Rachel tidak berani mendekati lelaki itu dan memilih melarikan diri ke lantai bawah, menyesap kopi untuk menenangkan dirinya.
Ponselnya berbunyi, dan dia melihat nama Calvin di sana. Calvin.... Rachel hampir-hampir melupakan Calvin, bukan karena perasaannya mulai pudar tetapi karena setelah insiden itu Calvin benar-benar menghilang dari kehidupannya, seolah-olah lelaki itu menghindari Rachel.
Hal itu membuat Rachel bertanya-tanya. Kenapa Calvin menghindarinya? Apakah karena lelaki itu marah kepadanya? Karena dia mengira - setelah melihat Jason dan Rachel berciuman - bahwa Jason dan Rachel menjalin hubungan cinta? Calvin sudah jelas-jelas menunjukkan ketidak setujuannya akan hubungan Rachel dengan Jason, lelaki itu memang menghormati dan mengagumi Jason dari permainan biolanya, tetapi Calvin mencemaskan reputasi Jason sebagai penghancur perempuan.
Seandainya saja Rachel bisa mengungkapkan kepada Calvin bahwa hubungannya dengan Jason hanyalah sandiwara, mungkin dia bisa menghilangkan kecemasan Calvin... sayangnya dia tidak bisa melakukannya.
"Rachel?" Suara Calvin terdengar di sana, memanggil-manggil Rachel yang masih melamun dan membuat Rachel mengerjapkan kedua matanya.
"Iya Calvin? Kau di mana saja? Rasanya sudah lama sekali kita tidak bicara." Rachel merindukan Calvin tentu saja.