Sabtu, 21 Desember 2013

Embrace The Chord Part 19


Jason terus memainkan biolanya dengan penuh perasaaan, memainkan seluruh nada yang sulit dengan mudahnya, seolah-olah kemampuannya benar-benar sempurna tanpa pernah terluka sekalipun. Dan kemudian, ketika Jason memainkan nada penutup yang tinggi dan menyanyat hati di akhir cerita, dan mengakhirinya dengan kelembutan yang tak terkira... Rachel langsung berdiri, tidak bisa menahan dirinya dan menubruk Jason memelukkanya sambil berurai air mata.

“Kau bisa memainkan biolamu, kau bisa memainkan biolamu dengan tangan kirimu, dan itu sempurna.” Serunya penuh perasaan, membuat suaranya sedikit tercekat.


Jason menunduk, tersneyum melihat Rachel memeluknya, dengan sebelah tangan dia meletakkan biolanya di meja, lalu lelaki itu mendongakkan wajah Rachel,

“Apakah permainan biolaku tadi sempurna?” lelaki itu mengangkat alisnya, tampak tidak yakin, meskipun mata Rachel yang berurai air mata dan sinar takjub di sana sudah cukup membuktikan kebenaran kata-kata Rachel.

Rachel menganggukkan kepalanya dengan kuat.

“Permainan biolamu luar biasa, Jason... sungguh luar biasa.” Napas Rachel terengah, “Aku tidak menyangka kau bisa memainkan biolamu sama bagusnya dengan menggunakan tangan kirimu.”

Jason tertawa, “Aku disebut maestro jenius bukan?” gumamnya sedikit angkuh, dan sekarang Rachel sama sekali tidak merasa terganggu dengan keangkuhan Jason karena perkatannya benar adanya.

“Aku senang sekali Jason.” Rachel mengusap air matanya, “Selama ini aku dipenuhi rasa bersalah, karena aku berpikir bahwa dirikulah penyebab kau kehilangan bakatmu.... aku... aku tidak menyangka kau bisa memainkan biola dengan tangan kirimu...” suara Rachel tercekat, tertelan oleh isakannya.

Jason mengulurkan jemarinya dan mengusap air mata Rachel, tersenyum dengan lembut,

“Aku bermaksud membuatnya sebagai kejutan, dan sepertinya aku berhasil.” Gumamnya sambil tersenyum, “Konser tunggalku akan diadakan sebulan lagi, aku bermaksud menggunakannya untuk memperkenalkanmu, kita akan mengambil satu session panjang di pertunjukan utama, untuk berduet biola bersama.”

Rachel membelalakkan matanya, tidak menyangka. Dia? Jason akan mengajaknya berduet bersamanya langsung di konser tunggalnya? Konser besar bertaraf internasional yang pasti akan dihadiri oleh ribuan orang dari kalangan musik baik dalam dan luar negeri?

Tiba-tiba rasa gugup dan takut memenuhi benaknya, dia menatap Jason sedikit ragu,

“Aku tidak tahu apakah aku mampu.”

Jason tersenyum, “Kau pasti mampu, Rachel. Aku tahu seberapa tingginya kemampuanmu dan aku yakin.” Lelaki itu mengulurkan jemarinya, dan mengangkat dagu Rachel. “Bermain duet biola denganmu terasa pas dan sempurna untukku, kau bisa mengimbangiku, semuanya, seluruh nada yang kita mainkan seakan saling melengkapi secara alami, kau adalah pasangan bermain biolaku yang sempurna.” Dan kemudian, tanpa diduga, Jason menundukkan kepalanya, dan mengecup bibir Rachel.

Kecupan itu semula dilakukan untuk meluapkan perasaan mereka berdua, tetapi kemudian tanpa tertahankan berubah semakindalam, Jason merangkulkan tangannya dengan lembut memeluk punggung Rachel dan merapatkan kepadanya, sementara Rachel berjinjit dan melingkarkan lengannya di leher Jason. Kecupan mereka semakin dalam, bibir mereka bertaut semakin erat, saling mencecap rasa satu sama lain.

Dan kemudian ketika bibir mereka berpisah, napas mereka berdua terengah-engah. Saling menatap, yang satu penuh hasrat yang satu lebih seperti terkejut dan malu.

Jasonlah yang pertama sadarkan diri dan tersenyum lembut,

“Kurasa kita bisa satu tingkat lebih maju sebagai pasangan.” Gumamnya lembut.

Pipi Rachel merah padam. Bingung. Apakah maksud Jason tentang hubungan sandiwara mereka sebagai pasangan? Ataukah Rachel sebagai pasangan bermain biolanya?

Dan kenapa mereka berciuman? Kenapa pula Rachel tidak bisa menolak ciumannya? Dia malahan bergayut di leher Jason seolah-olah menggantungkan seluruh hidupnya kepada lelaki itu.

Detik itulah Rachel menyadari posisinya yang merapat dengan begitu intim kepada lelaki itu, rona merah di wajahnya semakin nyata ketika dia buru-buru melepaskan diri dari pelukannya kepada Jason, sedikit menjauh dan melangkah mundur.

“Aku... kurasa aku akan ke kamar untuk menenangkan diri.” Rachel langsung membalikkan badannya, dan terburu-buru melangkah pergi meninggalkan ruang musik itu.

***

Jason masih berdiri di tengah ruangan ketika Rachel meninggalkannya.

Dia tercenung.

Ciuman itu... ciuman itu telah memastikan segalanya. Dan Rachel juga membalas ciumannya tanpa kemarahan sama sekali seperti biasanya, apakah itu ada artinya?

***

Apa yang terjadi kepadanya?

Rachel membanting tubuhnya di atas ranjang, menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan nanar. Jemarinya menyentuh bibirnya yang masih berbekas ciuman Jason, terasa panas membara...

Biasanya kalau Jason menciumnya tanpa permisi, Rachel merasa jengkel, marah dan terhina, tetapi sekarang yang mengalir di dalam dirinya bukanlah itu... perasaan yang ada di sana adalah perasaan hangat yang dipenuhi dengan  euforia menyengat ke dalam jiwanya.

Apakah ini karena ketakjubannya melihat Jason mampu memainkan biolanya dengan tangan kirinya, sesempurna dia memainkannya dengan tangan kanannya?

Ataukah ada perasaan lain yang bertumbuh di dalam jiwanya...?

Bisa dibilang Jason adalah lelaki satu-satunya yang pernah menciumnya, beberapa kali pula....  Jantung Rachel berdesir oleh perasaan yang berkembang ke dalam jiwanya, perasaan yang tidak pernah diduganya akan tumbuh kepada lelaki arogan, angkuh dan sangat suka menjahilinya, si tukang cium sembarangan, Jason.

Dan tiba-tiba saja Rachel merasa takut untuk menumbuhkan perasaan ini. Jason terkenal dengan reputasinya sebagai penghancur perempuan, itulah yang membuat Rachel merasa ragu apakah yang dirasakan Jason kepadanya adalah keseriusan, ataukah lelaki itu sedang berpura-pura seperti yang dilakukannya kepada perempuan-perempuan lainnya?

Dan bagaimana pula perasaannya kepada Calvin? Apakah perasaannya itu mulai pudar seiring dengan patah hatinya yang tidak berbalas kepada lelaki itu?

Rachel berusaha menelaah perasaannya tetapi dia tidak menemukan jawabannya. Pada akhirnya dia tertidur dengan berbagai pertanyaan yang masih memenuhi benaknya.

***

Arlene menatap  Andrew yang berada di balik kemudi, mereka berada di mobil yang diparkir secara tak kentara di depan rumah Jason, mengawasi dari tadi. “Kau harus bisa menyingkirkan Rachel di konser itu. Dia bisa saja tampil di konser itu, karena Jason bilang acara utamanya adalah duetnya dengan Rachel, aku tidak mau merusak acara utama konser Jason. Tetapi segera setelah konser, kau harus menculik Rachel dan melenyapkannya, karena akulah yang akan datang ke pesta setelah konser sebagai pasangan Jason.” Matanya  melirik tajam ke arah Andrew, ‘Kali ini kau tidak boleh gagal, Andrew.”

Andrew mengamati Arlene dengan gelisah, “Kau yakin kali ini aman?  Bukankah serangan kemarin telah membuat polisi waspada?”

“Kali ini pasti aman.” Arlene tersenyum lebar, “Karena sekarang Jason mendukungku untuk menyingkirkan Rachel, jadi semuanya akan lebih mudah.” Senyumnya tampak mengambang, seperti seorang remaja yang jatuh cinta,”Bahkan Jason sendiri yang memintaku supaya bisa membantunya menyingkirkan Rachel?  Kau percaya itu Andrew? Ternyata perasaan Jason begitu dalam kepadaku, rupanya dia masih terikat dengan pesonaku, dan segera setelah kau berhasil menyingkirkan Rachel, jalanku bersama Jason akan semakin mulus.” Matanya menatap Andrew dengan penuh arti, “Dan tentu saja bayaran untukmu akan semakin besar kalau kau berhasil melaksanakan tugasmu kali ini.”

Andrew tercenung, sebenarnya, jauh di dalam hatinya, terbersit ketidak percayaan akan kata-kata Arlene bahwa Jason mendukungnya. Tetapi Arlene tampak yakin dengan kata-katanya, dan bayarannya terasa begitu menggoda, sehingga Andrew memutuskan akan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya kali ini.

***

Pagi harinya ketika Rachel keluar dari kamar, dia langsung berpapasan dengan Jason di ruang tengah, lelaki itu sepertinya sudah menunggunya.

"Selamat pagi.” Jason sedang menyesap secangkir kopi yang masih mengepul panas,”Duduklah Rachel, dan sarapan, di teko yang itu ada cokelat panas.”

Rachel duduk dengan ragu, tiba-tiba merasa canggung berduaan saja dengan Jason dalam satu ruangan. Dia menuang cokelat dari teko ke cangkir, dan kemudian menyesapnya. Di meja di depan mereka banyak tersaji piring-piring berisi berbagai makanan kecil dan biskuit untuk sarapan, menguarkan aroma harum di pagi hari.

“Kurasa kita harus berlatih intensif mulai hari ini, untuk persiapan konser kita.”

Rachel menganggukkan kepalanya, “Apakah kau tidak ingin memberitahu media dan khalayak bahwa kau bisa bermain biola dengan sempurna dengan menggunakan tangan kirimu?”

Jason menatap kedua telapak tangannya. “Sebenarnya, ketika sakitku pulih, aku bisa memainkan biolaku dengan tangan kananku juga.” Lelaki itu tersenyum miris, “Sayangnya, kemampuan tangan kananku tidak bisa kembali sempurna, dokter bilang hanya delapan puluh lima persen kemungkinan kemampuan tangan kananku kembali, dan sisa lima belas persen, bagi seorang violinist terlalu jauh untuk dikejar.” Ditatapnya Rachel dengan pandangan intens, “Aku dulu memainkan biola dengan tangan kiri, pada awal aku bermain biola, tetapi kemudian guru biolaku mengajarkanku untuk bermain biola dengan tangan kanan, hal itu lebih kepada keindahan estetika, terutama ketika kita bermain dalam sebuah orkestra besar, posisi biola yang berlawanan akan menyulitkan di antara seluruh violinist yang berdiri berjajar dalam sebuah konser, hal itu jugalah yang menjadi alasan banyak pemain biola kidal yang tetap bermain dengan tangan kanannya.” Jason tersenyum, “Dan untunglah sekarang aku bisa kembali kepada cara bermain alamiku, dengan tangan kiri.”

Rachel menganggukkan kepalanya, “Kau akan menjadi tiada duanya di dunia ini, satu-satunya pemain biola jenius yang memainkan biolanya dengan tangan kirinya.

Jason tersenyum, “Aku ingin membicarakan mengenai Arlene, aku memancingnya supaya berusaha menyingkirkanmu sekali lagi, Rachel... dengan memancing kecemburuannya, aku tahu dia sangat pencemburu dan ketika dia termakan kecemburuannya dia akan kehilangan kehati-hatiannya.” Mata Jason tampak tajam dan serius, “Karena itu, selama proses ini terjadi sampai aku dan polisi bisa menjebak Arlene, aku minta jangan lagi kau lakukan hal seperti kemarin, pergi tanpa berpamitan seperti itu.”

Rachel menganggukkan kepalnya, “Aku mengerti Jason.”

Jason merubah posisi duduknya dengan santai, “Dan bagaimana dengan Calvin?  Apakah dia sudah menghubungimu lagi?”

Rachel menggelengkan kepalanya, tiba-tiba merasa bersalah kepada Calvin, karena semalam dia bahkan sama sekali tidak memikirkan tentang lelaki itu...

“Dia belum menghubungiku, mungkin aku akan menghubunginya nanti dan meminta maaf kepadanya.”

Jason memasang wajah tanpa ekspresi, “Sampaikan permintaan maafku kepadanya juga. Kurasa aku memang keterlaluan, kemarin. Aku sedikit marah karena kau menemuinya tanpa pamit kepadaku, dan aku melampiaskan kemarahan kepadanya.”

Dan kenapa Jason perlu merasa marah karena Rachel menemui Calvin tanpa berpamitan kepadanya?

“Akan kusampaikan kepada Calvin nanti.” Gumam Rachel setengah gugup, “Kapan kita akan berlatih nanti?” Rachel mengalihkan pembicaraan, merasa tidak nyaman membicarakan Calvin dengan Jason.

Jason bersedekap, “Segera, mungkin nanti setelah kau menyelesaikan sarapanmu.” Ada senyum di sudut bibirnya ketika melihat Rachel beranjak dari sofa dan tidak nyaman, “Kau mau pergi ke mana Rachel?”

“Aku akan kembali ke kamar, dan mempersiapkan diri sebelum latihan.” Rachel menjawab cepat, merasa gugup tiba-tiba.

Jason hanya diam ketika Rachel beranjak pergi meninggalkannya, tetapi ketika Rachel sudah di ambang pintu, Jason memanggilnya. “Rachel?”

Rachel menolehkan kepalanya sambil mengerutkan keningnya, “Iya Jason?”

Lelaki itu duduk di sana, benar-benar tampan seperti pangeran hedonis yang sempurna, dengan tangan bersedekap dan tatapan mata tajam. Dan kata-kata yang keluar dari bibirnya sangat mengejutkan.


“Kurasa aku jatuh cinta kepadamu.”

45 komentar:

  1. Akhirnya Jason kembali diupdate,
    Makasih mbak,

    BalasHapus
  2. akhirnya,,, selesai juga penantianku,,,,
    thanks mbak..... ^_^ *(maaf, biasanya jd SR)

    BalasHapus
  3. "Kurasa aku jatuh cinta kepadamu."
    hmmmmm..... Jason sweet deh,,,,,,


    ough iya,,, selamat datang kembali mbak,,, Thanks.

    BalasHapus
  4. oh god....mbk san,dirimu membuat kami khawatir.thanks uda post......

    BalasHapus
  5. oh god....mbk san,dirimu membuat kami khawatir.thanks uda post......

    BalasHapus
  6. oh god....mbk san,dirimu membuat kami khawatir.thanks uda post......

    BalasHapus
  7. huaaaa...leganya mbak san update lagi. :D
    thx mbak.. ^_^

    aahhh....Jason so sweet banget.
    smoga Rachel cepet2 sadar klo dia juga cinta Jason.hehee
    btw, Arlene PD amat jdi orang..ndak sabar tu wanita disingkirin.ckckc

    BalasHapus
  8. Aaaaaaaaakkkkkkkkk... Jangaaannn bilang ujung2nya Jason blg cm bcnda nnti.... Hukz
    Mksh Mba Santhyyyyyyyy..... Tetep semangaaatttzzzzz.... *peluk2*

    BalasHapus
  9. Mbak san!!! #peluk #cium hihihi kemana saja kamu mbak... lama tak jumpa. Selamat datang kembali mbak, miss u banget. Mbak jason buat aku dong, biar rachel cari cowok lain aja. Haha #KedipinMata

    BalasHapus
  10. “Kurasa aku jatuh cinta kepadamu.”

    hueeee ungkapan kata2 cinta tanpa diduga hihi ..

    Thanks mb Santhy *pelukkkkk eratt*

    BalasHapus
  11. w.o.w jason katakan cinta...penasaran reaksi rachel...hoho
    makasii mbaSan..

    BalasHapus
  12. mbaaaa welcomeee \^•^/

    BalasHapus
  13. kak shanty, uda lamaaa sekali aku nungguin kakak muncul,,
    alhamdulillah akhirnya tampil lagi,, aku kira di awal tahun baru kakak muncul lagi,,
    salam kak.

    BalasHapus
  14. salam kenal mba santhy
    mira penggemar mu loh mba*ga nanya -_-

    mira suka karya2 mu
    sangat menganggumkan

    i waiting next chap (/^_^)/

    BalasHapus
  15. O o o... Akhirnya Jason nyadar juga klo dia udah fall in love ke rachel... Cuit cuit... Rachelnya gimana...? Kapan nyadarnya? Klo g' sadar juga besok-besok q bawakan air s'ember lho.... Biar cepet nyadar... :-D

    BalasHapus
  16. mba shannnnty~
    my first comment here .
    tapi demi mba shan yang tiba-tiba update (kado natal darimu)..
    akhirnya aku memberanikan diri untuk comment ^^
    sumpah demi apapun part ini dapet banget perasaannya si rachel dan jason~ ahh tuh orang dua bkin gemesss, orang keliatan kok sama-sama saling cntaa eheheh~

    makasi updatenya mba ^^

    BalasHapus
  17. mba san akhirnya muncul juga :)) smoga slalu sehat ya mba^^
    makasih udah di update :D

    BalasHapus
  18. mba san akhirnya muncul juga :)) smoga slalu sehat ya mba^^
    makasih udah di update :D

    BalasHapus
  19. ahhh...akhirnya update lagi, makasih mbak...

    BalasHapus
  20. Comennt ...dulu sebelum baca saking seneng y mb santy come back :-)
    thankyu mbae udh balik buat para reader #syaalalalalaa

    BalasHapus
  21. Mbak shannnnnn..... mkasih udh menghilangkan rasa galau n gundah gulanaku.... peluk erattttttt....... ketjup basaaaaaaahhhhhhh...... le gra....

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. mba saaaan... Pelukin.. Sehat bahagia selalu ya mbakk... :))) makasiii ..hadiah akhir taun nih.. :)

    BalasHapus
  24. mba saaaan... Pelukin.. Sehat bahagia selalu ya mbakk... :))) makasiii ..hadiah akhir taun nih.. :)

    BalasHapus
  25. waah akhirnya mba shanty kembali \o/ thx mba shanty

    BalasHapus
  26. mba.. pemain biola kl ga salah sebutanya violis.. bukan violinist...

    BalasHapus
  27. mba santy kangen...
    #peluk mba santy

    BalasHapus
  28. Mbak...welcome back..maksh dah balik lg, hiksss...jgn prgi kelamaan lg y, hehe..
    We love you and always miss yours post*entah apapun itu, mo novel kek, curhatan kek..hehe

    BalasHapus
  29. aaa mbak san sdah kembali yeayyy *baru nyadar* selamat kembali menulis mbak

    BalasHapus
  30. Thanks mba Shan....surprise ada notif ....hehe
    kado akhir tahun ya....???
    ♥♥♥♥♥♡♡♥♥♥♥♥

    BalasHapus
  31. Welcome back mbak Santhy :)
    Trims buat kado akhir tahunnya

    BalasHapus
  32. Waaah makasih banyak mb saan, udah di update lagi
    Kangeeennn *pelukerat*

    BalasHapus
  33. Whoaa! tbc-nya bikin smaput!
    Akhirnya mbak Santhy ada lagi! Makaish mbak Santhy!

    BalasHapus
  34. ya ampuuun baru tahu klo mbak santy dah come back... Akhirnya... Thanks mbak...
    Dan akhirnyaaaa jason sadar bahwa dia cinta rachel... Siasat jason buat ngejebak arlen memang briliant...!

    BalasHapus
  35. Mba San...apa kabar? kemana aja...??? Kangennn... peluk cium... Selamat Tahun Baru....

    BalasHapus
  36. Akhirnyaaaaaaa Mba Santhy update lagi, senengnya :D

    BalasHapus
  37. Akhirnyaaaaaa,,,, kangen,,, kangeeeeennnnn,,, *kurasaa aku juga jatuh cinta padamu mbak san,,, ahayyy

    BalasHapus
  38. aaaaa... mbak san...happy bgt aku tau mbak san comeback..

    BalasHapus
  39. Alhamdulilah ahirnya mba shanty ku udh kembali,,welcome back y mba^^ miss u so bad lah mba slama ahir 2013 lalu... ahirnya penantianku berahir... seneng bgt... jngan ngilang lg tanpa kabar y mba bikin aq hawatir dan sedih T_T...
    mau baca dulu ahhh ntr komen lg deh abis baca... thanks y mba udh kembali dan posting lg :)

    BalasHapus
  40. mba shanty...thanks a lot..mumumumuaachh...udh update lgi,,kangennya udh g ketulungan...qiqiqqiqiqi

    BalasHapus
  41. aku suka banget sama cerita-cerita nya mba shanty! lanjutin terus ya mba :D
    aku juga suka bikin-bikin cerita di blog ku (terinspirasi dari mba ceritanya. hehe) http://wawardahasanah06.blogspot.com/

    BalasHapus