Selasa, 24 Desember 2013

Romance at The Foresight Prolog



Toko bunga itu harum dengan aroma semerbak bunga musim semi yang menyenangkan. Sandra berdiri di sana, menatap berbagai keindahan yang berbaur dengan warna-warna ceria bunga-bunga yang terpajang di sana.

Wewangian bunga mawar menyeruak dibenak Sandra, diikuti dengan kelebat darah yang menetes dari ujung jari saat tersentuh durinya, tak tertinggal rasa nyeri menyengat ujung-ujung sarafnya.

Dialihkan pandangannya ke bunga lily putih yang terpajang di sudut toko, seketika terlihat senyum sang Ibunda seraya menyesap wangi lily dan terlontar ucapan terima kasih yang samar.

Segera Sandra melupakan bunga mawar itu dan menyambar bunga lily di sudut toko kemudian bergegas ke mobil. 

Sesaat sebelum membuka pintu mobil, seketika terlihat olehnya potongan gambar sepasang remaja yang sedang bercanda di pinggir jalan terserempet mobilnya kemudian rem berdecit kencang dan teriakan orang-orang pecah di telinganya. Dahi Sandra mengernyit dalam. Pandangan Sandra seketika mengayun ke bis kota yang dari jauh mendekat, Lagi, dia bisa mengambil keputusan tanpa penyesalan. Sebuah anugerah. Dipejamkan matanya kemudian terlihat kembali senyum Ibunda yang sebelumnya. 

Tak lama Sandra sudah berada di dalam bis kota menuju rumah dengan mobil terparkir di depan toko bunga.

- Sandra Audrey, London -


Embrace The Chord Epilog


Penonton sangat ramai memenuhi seluruh tempat duduk elegan yang tersedia. Semua kursi penuh dan seluruh barisan orkestra telah menempati posisi masing-masing.

Jason dan Rachel berada di ruang ganti. Jason mengenakan tuxedonya dan menatap Rachel dengan lembut,

“Gugup?” tanyanya penuh sayang, dalam sebulan ini mereka telah menjadi kekasih yang sedemikian dekat dan saling mencintai. Benar-benar seperti menemukan pasangan jiwa yang telah terpisah sedemikian lama.

Tidak seperti sikap dingin Jason sebelumnya, lelaki itu ternyata bisa menjadi begitu hangat kepada Rachel. Dia mudah menyatakan cinta, berkali-kali, dan melimpahi Rachel dengan penuh kasih sayang.

Rachel sama sekali tidak menyangka, pertemuannya dengan Jason yang berlanjut dengan berbagai permainan biola mereka bersama dan kemudian sambung menyambung oleh berbagai peristiwa akan berakhir menjadikan mereka sepasang kekasih.

Embrace The Chord Part 20 (End)


Rachel terpana, menatap Jason dengan mata membelalak seolah-olah tak percaya mendengar apapun yang dikatakan oleh lelaki itu.

“Apa?”

Jason berdiri dari duduknya, memandang Rachel dengan tatapan serius, “Kurasa aku jatuh cinta kepadamu, Rachel.”

Apakah Jason sedang mengerjainya dengan kejahilannya seperti biasanya?

Rachel berdiri di sana, menatap Jason dengan terpaku dan kebingungan, tak tahu harus berkata apa. Mulutnya bahkan menganga dengan suara tercekat di tenggorokannya, tak tahu harus berkata apa.

Sementara itu Jason melangkah mendekat dan berdiri dekat di depan Rachel, lelaki itu tampak tenang, menebarkan senyumnya yang mempesona.

“Jadi bagaimana Rachel? Apakah kau membalas perasaanku?”

Sebuah pernyataan cinta? Perempuan mana yang tidak akan berdegup seluruh jantungnya merasakan pernyataan cinta dari lelaki yang begitu mempesona seperti Jason?

Rachel sendiri merasakan debaran di jantungnya semakin nyata, dia ingin menjawab tetapi tidak tahu apa yang harus dikatakannya.

“Aku tidak terbiasa ditolak seseorang.” Mata Jason mengerjap angkuh, “meskipun begitu bisa kukatakan kepadamu bahwa kau sebenarnya mencintaiku, hanya saja kau belum menyadarinya.” Dengan lembut jemari Jason bergerak menyentuh rambut Rachel di dekat telinga dan menyelipkannya ke balik telinga Rachel, “Cepatlah sadari perasaanmu kepadaku, dan datangi aku.”

Lelaki itu menundukkan kepalanya, dan mengecup bibir Rachel, lalu melangkah berlalu melewati Rachel yang masih terpana dan meninggalkannya.

Sabtu, 21 Desember 2013

Another 5% Epilog


“Bagaimana dengan Rolan?” Gabriel bertanya di esok paginya, ketika mereka bangun dan memutuskan menghabiskan pagi mereka dengan menikmati udara pegunungan yang segar.

Selly menghela napas panjang, mengenang Rolan dan kebesaran hatinya yang luar biasa.

“Dia baik-baik saja, dia malahan yang mendorongku supaya mencarimu.”

Gabriel tersenyum tipis, “Selain kebaikan hatinya yang keterlaluan, dia sebenarnya lelaki yang baik.” Mata Gabriel menatap Selly sungguh-sungguh, “Dia sebenarnya sangat mencintaimu, Selly.”

Another 5% Part 22 (End)


Selly masih terperangah sampai sekian lama setelah Gabriel meninggalkannya, dia gemetar. Tetapi bukan hanya itu, jantungnya berdebar kencang.

Apakah Gabriel telah berhasil mempengaruhinya? Apakah kenyataan bahwa lelaki itulah yang telah menolongnya di tengah hujan badai telah membuat segalanya berubah?

Bagaimana dengan Rolan? Meskipun lelaki itu berkali-kali menyakiti dan mengingkari janjinya, bukankah dia adalah cinta sejati Selly. Selly telah bertahun-tahun hidup dengan kesadaran bahwa dia mencintai Rolan.

Dia mencintai Rolan bukan?

Selly menelan ludahnya, merasakan kebingungan yang menyesakkan dada.

Embrace The Chord Part 19


Jason terus memainkan biolanya dengan penuh perasaaan, memainkan seluruh nada yang sulit dengan mudahnya, seolah-olah kemampuannya benar-benar sempurna tanpa pernah terluka sekalipun. Dan kemudian, ketika Jason memainkan nada penutup yang tinggi dan menyanyat hati di akhir cerita, dan mengakhirinya dengan kelembutan yang tak terkira... Rachel langsung berdiri, tidak bisa menahan dirinya dan menubruk Jason memelukkanya sambil berurai air mata.

“Kau bisa memainkan biolamu, kau bisa memainkan biolamu dengan tangan kirimu, dan itu sempurna.” Serunya penuh perasaan, membuat suaranya sedikit tercekat.

Jumat, 30 Agustus 2013

Another 5% Part 21



“Apa?” Rolan langsung berdiri dari tempat duduknya, menatap Marco dengan tatapan mata terkejut, “Selly diculik oleh Gabriel?”

Marco menghela napas dengan cemas. “Saya mengkhawatirkan hal ini terjadi sejak dulu tuan Rolan. Nona Selly adalah pemegang kunci kemenangan anda. Dan mungkin Gabriel menculiknya untuk membunuhnya.”

Wajah Rolan pucat pasi. Dia sudah bertemu dengan Gabriel di tengah kebakaran itu. Sudah jelas bahwa Gabriel adalah manusia yang kejam dan tidak punya belas kasihan. Lelaki itu mungkin sudah menyiksa dan membunuh Selly. Rolan memejamkan matanya, berusaha melacak Selly, tetapi tidak bisa. Dia menghela napas frustrasi dan menatap Marco. “Kau tahu kemana Gabriel membawa Selly?”

Kamis, 29 Agustus 2013

The Vague Temptation Part 13



Nathan setengah membanting pintu kamarnya, napasnya terengah-engah dan dia mengernyikan keningnya, benar-benar mengernyit menahankan sakitnya. Keringat dingin mengalir di dahinya dan dia merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya.

Nathan mencoba menarik napas, tetapi aroma anyir tercium dari hidungnya yang dipenuhi darah segar, mengalir tanpa henti sehingga mencapai level menakutkan.


Senin, 26 Agustus 2013

The Vague Temptation Part 12

( buat yg lupa krn uda lama heee ) : Cuplikan Part 11

Lamunannya terhenti oleh sebuah ketukan pelan di pintu kaca balkonnya. Alexa terduduk dan menatap gugup ke arah balkonnya dengan waspada.

Dia mengernyit ketika melihat Daniel berdiri di sana, tampak kusut dan jengkel. Lelaki itu menempelkan telapak tangannya di kaca pintu yang terkunci itu, menatap Alexa dengan tatapan tajam mata abu-abunya yang mengintimidasi.

"Buka pintunya Alexa, aku ingin bicara." Suara Daniel terdengar memaksa dan tak terbantahkan, membuat Alexa duduk diranjang, kebingungan harus melakukan apa.

Bersambung ke Part 12



The Vague Temptation Part 12

"Buka pintunya Alexa." Kali ini suara Daniel makin tegas, tak terbantahkan. 

Alexa mengawasi ekspresi Daniel yang keras kepala, dan melihat bibir lelaki itu yang menipis tegas, dia langsung tahu bahwa lelaki itu tak akan pergi sebelum Alexa melakukan apa yang diinginkannya. Alexa tidak akan ragu bahwa Daniel mampu menunggu semalaman di sana, di luar pintu balkonnya dan mengetuk-ngetuknya terus-terusan, sampai Alexa membuka pintu.

Dia menarik napas panjang, sekali lagi berusaha mengawasi mata abu-abu yang berkilat misterius di tengah temaramnya lampu teras balkon itu.

Kemudian Alexa berdiri, melangkah ke arah balkon. Tepat berada di depan pintu kaca itu, berhadap-hadapan dengan Daniel. Tetapi dia masih tidak membuka pintu itu.

"Ada apa?" Alexa menegakkan dagunya, berusaha bersikap berani menghadapi mata abu-abu Daniel yang tajam.

Daniel menyipitkan matanya, dan ketika berbicara, suara lelaki itu terdengar setengah mendesis,

"Buka pintunya, Alexa..."

Rabu, 21 Agustus 2013

Embrace The Chord Part 18


Rachel melangkah turun dari taxi di depan cafe itu, cafe tempat dia dulu sering menghabiskan waktunya bersama Calvin di hari minggu di masa lalu.

Dia memasuki cafe itu dan menatap ke arah tempat duduk di sudut, tempat favorit mereka dulu dan tersenyum ketika melihat bahwa Calvin sudah menunggu di sana.

“Hai Calvin.” Rachel melangkah mendekat, menatap Calvin yang langsung mendongak menatapnya dan membalas senyumnya.

“Hai Rachel.” Calvin berdiri, langsung menarikkan kursi untuk Rachel di depannya, “Duduklah, aku sudah memesankan minuman kesukaanmu.” Mata Calvin mengamati Rachel dengan lembut, “Kau cantik sekali, Rachel.

Pipi Rachel merona, menatap Calvin yang mengambil tempat duduk di depannya dan menatapnya dalam-dalam.

“Terimakasih Calvin.”

Embrace The Chord Part 17

PS : berhubung penerbit libur lebaran dari tanggal 5 sd 18 Agutus 2013 dan kantor mulai efektif tanggal 19 Agustus 2013 maka untuk pengiriman Embrace The Chord dan Another 5% akan dikirimkan dalam minggu ini ( periode minggu ke tiga tanggal 19 sd 26 Agustus 2013 ) 

Sedangkan Romeo's Lover mengalami mundur proses produksi diakibatkan libur lebaran selama 13 hari kerja tersebut sehingga proses pengirimannya diusahakan pada akhir bulan ini ( minggu ke empat)
Mohon maaf sebesar-besarnya dan mohon permakluman, karena pada saat perhitungan sebelumnya aku lupa memperhitungkan bahwa ada hari raya lebaran dan ada libur lebaran T_T maafkan ya

Dan buat yang lama menunggu postingan aku mohon maaf sebesar-besarnya karena sempat menghilang beberapa lama dalam 2 minggu terakhir, bukan karena aku melupakan readers semuanya, tetapi lebih karena ada 'sesuatu' yang mengalihkan duniaku, membuatku harus fokus dan sampai tidak bisa melakukan hal yang lain, mohon maafkan ya, dan mohon doa semuanya semoga hal tersebut bisa menjadi ringan dan pada akhirnya berujung menyenangkan :)


Embrace The Chord Part 17



Pagi harinya, direktur akademi musik yang juga adalah papa Calvin datang bertamu, Jason menemuinya di ruang tamu keluarganya.

“Bagaimana kondisi tanganmu, Jason?” sang direktur rumah sakit, Mr. Segita, bertanya dengan hati-hati.

Jason menyandarkan tubuhnya dengan santai di sofa, tersenyum dengan ekspresi datar.
“Aku pasti akan bisa bermain biola lagi.”

Mr. Segita menganggukkan kepalanya, “Aku percaya kau akan pulih seperti semula Jason, kau adalah pemain yang sangat berbakat dan tiada duanya di dunia ini. Lagipula, konser tunggal yang sedianya akan diadakan untuk menghormatimu akan berlangsung bulan depan. Kau tidak melupakannya kan?”

Selasa, 13 Agustus 2013

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Dear all

Malam ini aku baru bisa membuka blog lagi setelah sekian lama, setelah rasa tepar akibat perjalanan mudik yang panjang :)

Selamat Lebaran, semoga kita kembali fitrah, bersih dan penuh dengan berkah Allah
Mohon maaf lahir dan bathin, maafkan jika ada kesalahan dalam perbuatan, kata-kata atau apapun yang sekiranya menyinggung hati all readers :)

Maafkan pula lama vakum posting dikarenakan selama libur lebaran mudik hampir melintasi setengah pulau jawa  lewat jalur darat yang memakan waktu hampir sehari penuh sehingga tepar dan juga kesibukan menjelang dan sesudah lebaran yang membuat aku tidak sempat posting kisah2 yang sudah ditunggu2 oleh semuanya hiks hiks, maafkan aku yaaa

Untuk pemesan novel ETC dan Another 5%, mohon maaf atas keterlambatan pengiriman dikarenakan adanya libur lebaran dr tanggal 5 sd 15 Agustus 2013 sehingga terjadi penundaan pengiriman, untuk buku sendiri sebenarnya sudah siap, mohon sabar menunggu ya untuk proses pengirimannya

Untuk pemesan Romeo's Lover, buku masih dalam proses, mohon maklum dikarenakan ada waktu yang terpotong diakibatkan libur lebaran selama 10 hari, pemesan akan segera diinformasikan jika buku sudah siap kirim 

Dan untuk postingan, bagi yang rindu membaca di anakcantik, InsyaAllah mulai besok akan diposting secara rutin kembali :) semoga banyak yang rindu yah heee

Terimakasih buat semua pembaca blog anakcantik, kangen sekali rasanya sudah lama tidak posting di sini.

Salam sayang dan peluk erat,
Selalu memikirkan kalian semua - Santhy Agatha


Jumat, 02 Agustus 2013

Pengumuman

Dear mohon maafkan

untuk pemesanan ETC dan Another 5%, bagi beberapa yang belum terima, buku masih dalam proses penyelesaian akhir dan pengiriman, mohon maklum dikarenakan bulan puasa jadi jam kerja untuk percetakan berkurang sehingga juga mengurangi produktivitas, dan juga masih dikurangi libur lebaran di karenakan kantor percetakan tutup dari awal bulan sampai dengan tanggal 15 juni. Tetapi tetap diusahakan buku bisa sampai dengan segera ke alamat masing-masing ya, bahkan beberapa kru yang tidak mudik telah berusaha dengan melemburkan diri sampai malam demi menyelesaikan seluruh pesanan yang ada dan mengejar proses kirim sebelum lebaran.

Posting agak terhambat, maafkan dikarenakan aku masih harus mengerjakan tutup buku laporan auditor jelang lebaran huhuhu semoga setelah laporan ini beres, aku bisa posting lancar lagi ya. Dan juga untuk sms, emai, mention dan semuanya yang belum kubalas, mohon bersabar menunggu dikarenakan sampai dengan hari ini benar-benar full time lembur mengerjakan laporan auditor tengah tahun plus tutup buku jelang lebaran. InsyaAllah besok lebih longgar akan kuhabiskan waktuku buat membalas semua pesan, sms, email, mention dan sebagainya yang masih belum ditanggapi

Salam Hangat dan Peluk Erat, 

Santhy Agatha

Selasa, 30 Juli 2013

Another 5% Part 20



Ketika Selly membuka matanya, dia berada di sebuah kamar. Kamar yang indah bernuansa cokelat lembut. Selly tergeragap dan langsung terduduk dengan bingung.

Dimanakah dia?

“Kau sudah bangun.” Suara itu tiba-tiba saja muncul dari ujung ruangan, membuat Selly terperanjat dan tergeragap kebingungan. Dia menoleh dan mendapati Gabriel berdiri di sana, mengamatinya dengan tatapan intensnya yang tajam.

“Sir?” Selly mengerutkan keningnya, kebingungan meliputinya, berusaha mengumpulkan kenangan, kenapa dia bisa tiba-tiba berada di dalam sebuah kamar bersama bosnya itu. Tetapi bagaimanapun Selly mencoba, yang diingatnya hanyalah dia sedang menangis di sofa rumahnya.

Bagaimana bisa dia berada di sini?

Jumat, 26 Juli 2013

Embrace The Chord Part 16



Rachel terpana, merasakan pelukan Jason yang sedemikian erat di tubuhnya. Lengan kuat Jason melingkarinya, seakan ingin meremukkannya. Tetapi dibalik kekuatan pelukannya, Rachel merasakan ada kerapuhan yang dalam di sana. Kerapuhan yang tidak pernah ditunjukkan oleh Jason sebelumnya, sisi lain yang baru diketahui oleh Rachel. Jason benar-benar manusia dengan kepribadian yang amat sangat kompleks, di satu waktu, Rachel merasa sudah mengenali lelaki itu, tetapi kemudian di waktu yang lain, Jason tiba-tiba saja menguakkan lapisan kepribadiannya yang lain, membuat Rachel terkejut. 

Seperti sekarang. Jason memeluknya, tampak rapuh... bagaikan bocah kecil yang meminta perlindungan kepada ibunya, meminta dikuatkan.

Didorong oleh perasaannya, Rachel menggerakkan jarinya, semula ragu, tetapi kemudian dia melingkarkan lengannya di punggung Jason, membalas pelukannya, jemarinya kemudian bergerak dan mengusap punggung Jason, berusaha memberikan ketenangan.


Kamis, 25 Juli 2013

EPILOG : Crush In Rush



Kiara sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kondisi tubuhnya sudah membaik dan dokter memastikan dia akan sehat-sehat saja ke depannya. Saat ini dia sedang duduk di samping ranjang, sudah mengenakan pakaian rapi dengan koper yang sudah siap di atas ranjang.

Dia menunggu Joshua yang akan menjemputnya.

Suara ketukan di pintu membuat Kiara menoleh penuh harap, tetapi bukan Joshua yang datang melainkan Jason.

Lelaki itu tersenyum, dan melangkah masuk ke ruangan duduk di kursi depan Kiara.

"Menunggu Joshua?"

Kiara menganggukkan kepalanya, tersenyum ke arah Jason.

Selasa, 23 Juli 2013

The Vague Temptation Part 11 [ revisi resolusi picture soalnya banyak yg ga bisa buka ]



Pagi harinya, seperti biasa Alexa menuju dapur untuk sarapan sebelum berangkat bekerja. Dan seperti kemarin, dia mendapati Nathan sudah ada di dapur, menyantap menu yang sepertinya makanan kesukaannya, pasta sayuran dengan saus keju dan mayones.

Nathan mengangguk kepadanya dan tersenyum lebar, "Selamat pagi Princess."

Pipi Alexa langsung memerah, ini kedua kalinya Nathan memanggilnya dengan sebutan Princess, membuatnya merasa sedang berhadapan dengan pangeran tampan yang baik hati dan sempurna, dengan senyum ramahnya yang lembut. Nathan selalu tampak baik dan murah senyum kepadanya, seolah-olah dia mengisyaratkan bahwa dirinya tidak berbahaya untuk Alexa.

"Selamat pagi." Alexa menatap Nathan dengan malu-malu, "Kau selalu bangun pagi-pagi sekali sepertinya."

Another 5% Part 19



Rolan begitu terkejut melihat asap membumbung tinggi dan menghitam di bagian belakang rumah sakit. Perhatiannya langsung teralihkan. Dia teringat bahwa sayap untuk menampung pasien-pasien kanker berada di sisi belakang rumah sakit tersebut.

Dia membalikkan badan dan berlari menelusuri lorong-lorong rumah sakit, menuju sisi belakang. Dan kemudian Rolan tertegun.

Seluruh bagian sayap rumah sakit itu sudah terbakar habis, asap hitam membumbung dari lorong, menciptakan hawa panas membakar yang menyesakkan dada. Orang-orang berkerumun di depan lorong rumah sakit itu dengan wajah kebingungan.

“Kami tidak tahu kenapa tiba-tiba ada api, ada delapan belas pasien yang dirawat intensif di bagian kanker ini dan entah kenapa mereka semua bisa terbaring di luar sayap yang terbakar ini, mereka tidak ingat apa yang terjadi seolah-olah mereka dipindahkan dalam sekejap.”

Minggu, 21 Juli 2013

Another 5% Part 18



Supir itu menjalankan mobilnya dengan tenang menembus kemacetan jalan raya, sementara Selly duduk di bangku belakang mobil, merasa sedikit canggung duduk bersebelahan dengan Gabriel.

Gabriel sendiri memilih terdiam dan menatap lurus ke depan. Lelaki itu tampak geram, entah kenapa.

“Selly,”

Tiba-tiba Gabriel memanggil nama Selly membuat Selly hampir saja terlonjak karena kaget.

Selly mendongak, menatap mata Gabriel yang tajam, bertanya-tanya apa yang berkecemuk di benak atasannya itu sehingga lelaki itu tampak begitu marah.

“Ya?”

Embrace The Chord Part 15



Rachel duduk di cafetaria kantin sambil menyesap kopinya, jemarinya bergetar dan perasaannya bergemuruh. Ekspresi sedih Jason tadi benar-benar tak terlupakan, sarat dengan kesedihan hingga Rachel tidak berani mendekati lelaki itu dan memilih melarikan diri ke lantai bawah, menyesap kopi untuk menenangkan dirinya.

Ponselnya berbunyi, dan dia melihat nama Calvin di sana. Calvin.... Rachel hampir-hampir melupakan Calvin, bukan karena perasaannya mulai pudar tetapi karena setelah insiden itu Calvin benar-benar menghilang dari kehidupannya, seolah-olah lelaki itu menghindari Rachel.

Hal itu membuat Rachel bertanya-tanya. Kenapa Calvin menghindarinya? Apakah karena lelaki itu marah kepadanya? Karena dia mengira - setelah melihat Jason dan Rachel berciuman - bahwa Jason dan Rachel menjalin hubungan cinta? Calvin sudah jelas-jelas menunjukkan ketidak setujuannya akan hubungan Rachel dengan Jason, lelaki itu memang menghormati dan mengagumi Jason dari permainan biolanya, tetapi Calvin mencemaskan reputasi Jason sebagai penghancur perempuan.

Seandainya saja Rachel bisa mengungkapkan kepada Calvin bahwa hubungannya dengan Jason hanyalah sandiwara, mungkin dia bisa menghilangkan kecemasan Calvin... sayangnya dia tidak bisa melakukannya.

"Rachel?" Suara Calvin terdengar di sana, memanggil-manggil Rachel yang masih melamun dan membuat Rachel mengerjapkan kedua matanya.

"Iya Calvin? Kau di mana saja? Rasanya sudah lama sekali kita tidak bicara." Rachel merindukan Calvin tentu saja.

Postingan Ulang ketiga kalinya : The Vague Temptation Part 9

PS : Diposting ulang untuk ketiga kalinya karena masih ada beberapa yang tidak bisa membuka file ini. Seluruh gambar visualisasi dihapus karena dugaan yang bikin ga bisa dibuka adalah kapasitas gambarnya yang terlalu besar :D

PS  : Banyak sekali pesan yang masuk karena readers kebanyakan ga bisa buka postingan TVT part 9 kemarin, jadi diposting ulang di sini ya. 
Mungkin dikarenakan waktu itu pas aku posting TVT beberaapa menit kemudian ada blok otomatis dari google dikarenakan ada prediksi hacker yg mencoba masuk ke blog-ku. Mungkin terpengaruh kali ya ( ga ngerti hihihihi)
Tadi sudah aku utak-atik, tapi nggak nemu permasalahannya, jadi sebagai jalan keluarnya, aku postingkan ulang ya untuk The Vague Temptation Part 9 nya. Semoga yang ini bisa dibuka yaa.





Wajah Alexa merah padam mendengar kalimat yang diungkapkan dengan tanpa basa-basi itu.

Astaga, membayangkan lelaki sedingin ini mengejarnya dengan kekuatan penuh terasa menakutkan untuknya..... dan kemudian secara reflek Alexa langsung mundur satu langkah menjauh dari Daniel.

Daniel sendiri tersenyum melihat reaksi Alexa, lelaki itu sedikit memiringkan kepalanya, menatap Alexa dengan tajam,

"Takut padaku, eh?"

Jumat, 19 Juli 2013

The Vague Temptation Part 10



Alexa menatap jemari Daniel yang terulur, sejenak merasa ragu. Tetapi mungkin benar apa yang dikatakan oleh Daniel tadi, bahwa untuk mengenal seseorang, bisa dicoba dengan berdansa bersama.

Pada akhirnya, Alexa menerima uluran tangan Daniel.

Daniel tersenyum dan menggenggam tangan Alexa, dengan lembut mengajaknya ke tengah ruangan, tepat di bawah kubah yang beratapkan kaca memantulkan langit gelap berbintang yang indah.

Mereka berdiri berhadapan, dan Daniel lalu merangkulkan tangannya di pinggang Alexa, membawa tangan Alexa supaya melingkar di lehernya, tubuh mereka merapat, diiringi oleh suara musik lembut yang sangat pas.

Kaki Daniel bergerak, dan kaki Alexa mengikuti, tubuh mereka seakan diciptakan untuk berdansa bersama, begitu pas. Kepala Daniel berada di atas puncak kepala Alexa, dan lelaki itu tersenyum,

“Aku baru sadar bahwa kau begitu mungil, Alexa.”

Another 5% Part 17

Penulis curhat dulu :


Heeee berasa sudah lama sekali aku nggak posting di blog ini. Maafkan yaa.... Diawali pada hari senin yang cerah ( kok jd malahan cerita hehehe) ketika layar laptop berkedip heboh dan segala cara sudah dicoba buat bikin berhenti, tapi kedipannya ga mau berhenti.... malahan setelah beberapa lama tiba-tiba layarnya berubah menjadi putih bersih tanpa gambar apapun, usut punya usut, laptop rusak LED-nya dan ga bisa diselamatkan sehingga harus diganti yang baru jadinya harus nginep deh di tukang service.

Posting jadi terhambat selama laptop dibetulin karena aku termasuk penulis yang nekat dan ga kapok-kapok, jadi semua naskah disimpen di satu laptop itu tanpa back-up, sehingga kalo laptop itu ga bisa nyala, otomatis semua naskah ga bisa diambil T_T, pernah kejadian si laptop ini windowsnya rusak dan mati total hingga aku menangis meraung-raung di kamar, bikin misua kelabakan dan buru-buru cari cara buat menyelamatkan datanya sampe dia ga tidur semalaman, hihihihihi

Hari ini akhirnya laptop bisa diambil dari tukang service dan mulai bisa deh intip2 komen, email dan semua media sosial, lalu langsung merasa bersalah banget karena banyak yang nanyain, banyak yang doain supaya ga sakit, dan banyak yang menunggu dan juga banyak sekali perhatian lainnya dari all readers (semuanya aku baca meski ada yang belum di balas huhuhu). Huhuhuhu jadi terharu, maafkan ya membuat semuanya menunggu lama. Semoga setelah ini si laptop kesayangan sudah nggak ngambek lagi dan lancar jaya postingnya ya. 

Dan semoga aku bisa terus posting karya-karya yang menghibur all readers semuanya ya. Maafkan membuat all readers menunggu begitu lama :))


Another 5%


Sabrina membuka matanya, dan melihat Rolan duduk membelakanginya sambil menyuntikkan jarum besar ke lengannya untuk mengambil darahnya.

Dengan segera Sabrina kembali memejamkan matanya, supaya Rolan tidak tahu bahwa dia sudah sadar.

Kenapa Rolan mengambil darahnya? Apakah lelaki itu akhirnya takluk ke dalam tipuannya dan hendak memberikan darahnya kepada Sabrina secara sukarela?

Cara yang digunakan Rolan berbeda dengan Gabriel, ketika memberikan darahnya, Gabriel tidak repot-repot menggunakan jarum suntik, dia menggunakan kekuatannya untuk memindah darahnya hingga dalam sekejap, infus Sabrina berwarna merah dan darah Gabriel mengalir ke dalam tubuhnya. Tetapi bagaimanapun caranya, bukankah ujungnya sama saja? Pada akhirnya Sabrina akan mendapatkan darah sang pemegang kekuatan yang bisa memperlambat efek menyebarnya sel kankernya. Membuatnya baik-baik saja.

Sabrina tidak bisa menyembunyikan senyuman di sudut bibirnya ketika akhirnya Rolan menyuntikkan darahnya ke dalam infusnya.

Dia langsung merasakan efeknya, darah itu memasuki tubuhnya, menghentikan sel-sel kanker yang menyebar. Membuatnya merasa lebih baik.

Mungkin Sabrina akan bisa terus memanfaatkan Rolan ke depannya. Gabriel tidak bisa dipercaya, bahkan sekarang kakaknya itu tega menghukum Sabrina karena ikut campur urusannya dengan tidak memberikan darahnya dan membuat  Sabrina kesakitan.

Kamis, 11 Juli 2013

The Vague Temptation Part 9



Wajah Alexa merah padam mendengar kalimat yang diungkapkan dengan tanpa basa-basi itu.

Astaga, membayangkan lelaki sedingin ini mengejarnya dengan kekuatan penuh terasa menakutkan untuknya..... dan kemudian secara reflek Alexa langsung mundur satu langkah menjauh dari Daniel.

Daniel sendiri tersenyum melihat reaksi Alexa, lelaki itu sedikit memiringkan kepalanya, menatap Alexa dengan tajam,

"Takut padaku, eh?"

Selasa, 09 Juli 2013

Embrace The Chord Part 14

PS : Mohon maaf lahir batin, selamat menjalankan ibadah puasa :)



Operasi Jason berlangsung cukup lama, lebih lama dari yang diperkirakan. Dokter mengatakan butuh waktu dua sampai dengan tiga jam untuk operasi. Tetapi sekarang sudah empat jam berlalu. 

Rachel duduk di sana dengan cemas, di antara keluarga Jason. Ada mama Jason yang tampak keibuan dan papanya. Juga ada adik Jason, Keyna yang ramah padanya, ditemani oleh suaminya, Davin. Seluruh keluarga Jason baik kepada Rachel.... padahal semula Rachel mengira dirinya akan disalahkan karena menyebabkan Jason terluka dan harus menghadapi operasi ini. Mama Rachel ikut menemani Rachel menunggu, beliau sedang bercakap-cakap dengan mama Jason, posisi mama Rachel sebagai guru di akademi tempat Jason dulu pernah berlatih, membuatnya mengenal mama Jason jauh bertahun-tahun sebelumnya, meskipun tidak akrab.

Keyna, adik Jason yang cantik dan ikut menunggui di sana bahkan duduk di sebelahnya dan mengajaknya bercakap-cakap selama menunggu. Sementara itu suami Keyna, Davin, sedang mengurus sesuatu di perusahaannya dan mengatakan akan segera menyusul datang.

"Hai Rachel, akhirnya kita bertemu, aku seudah penasaran sekali ingin bertemu denganmu." Keyna bergumam ramah begitu mereka duduk bersama.

Minggu, 07 Juli 2013

-Not- The Sweetest Love Part 2




Rupanya Keenan bukan tipe orang yang suka menyia-nyiakan waktu. Setelah meeting pembahasan selesai dan kesepakatan ditentukan, lelaki itu langsung mendekati Aurel, seolah-olah dia sudah menunggu sejak lama untuk melakukannya.

"Dimana saya harus menjemput anda untuk makan malam nanti?"

Aurel menatap Keenan, menyadari bahwa lelaki itu tidak akan membiarkannya menghindar. Lagipula mereka masih dekat dengan peserta meeting yang lain, yang bisa mendengar percapakan mereka. Akan sangat tidak sopan kalau Aurel tidak menjawab pertanyaan Keenan.

"Saya menginap di hotel milik anda." Aurel menyebut nama resort hotel yang cukup terkenal di kota itu, yang kebetulan merupakan salah satu hotel milik si kembar. 

Sabtu, 06 Juli 2013

The Vague Temptation Part 8


Seperti yang sudah diduga oleh Alexa, makan malam itu berlangsung canggung. Hanya Albert Simon yang sedari tadi tampak berceloteh, menanyakan semua hal tentang Alexa, dari kisah masa kecilnya sampai dia besar. Sementara itu Daniel dan Nathan, yang sekali lagi entah dengan sengaja, diatur duduk di sisi kanan dan kirinya, hanya menikmati hidangannya dalam keheningan.

"Nenekmu, Samantha,  dulu sangat menyukai makanan ini." Albert Simon tampak mengenang, menatap sup lobster yang ada di hadapannya, "Ada sebuah restoran belanda di ujung kota, satu-satunya yang menyediakan menu ini. Dulu aku dan nenekmu sering mencuri waktu untuk makan di sana." 

Alexa mengamati Albert Simon dan merasa sedih melihat betapa lelaki ini tampaknya masih mencintai neneknya. Mungkin cinta mereka berdua teramat dalam, hingga bahkan hampir puluhan tahun berlalu dan cinta itu tetap terjaga.

Seandainya saja Alexa bisa mengalami jenis cinta yang seperti itu......

Jumat, 05 Juli 2013

Another 5% Part 16

PS : aku bobo dulu yaa... cerita yang lainnya akan dipostingkan besok pagi-pagi sekali, aku janji hehehe tunggu yaa semoga mau bersabar, maafkan beberapa hari ini telat sekali kalau posting


"Kalau sampai tuan Rolan memberikan darahnya kepada nona Sabrina, maka anda harus berhenti memberikan darah anda kepadanya."

Gabriel menoleh, mengernyit mendengar perkataan Carlos, "Kenapa?"

"Karena belum pernah ada dalam sejarah, dua orang pemegang kekuatan yang berlawan memberikan darahnya untuk satu orang manusia. Hal ini memang tidak tercatat di buku aturan alam semesta, dan tidak dilarang, tetapi saya mengkhawatirkan efeknya kepada nona Sabrina. Saya takut akan terjadi hal yang ekstrim." Carlos menyambung dengan sungguh-sungguh.

Kamis, 04 Juli 2013

The Vague Temptation Part 7

Mobil yang menjemput Alexa tiba di depan mansion keluarga Simon bersamaan dengan mobil sport milik Daniel yang berhenti di tempat yang sama. Dari balik bangku belakang mobilnya, Alexa melihat Daniel keluar dari balik kemudi. Lelaki itu mengangguk kepada pelayan yang dengan segera datang dan mengangkat barang-barangnya dari mobil, lalu tiba-tiba menoleh tajam ke mobil, menatap ke jendela belakang, seolah-olah tahu kalau Alexa masih duduk di sana dan mengamatinya.
Lalu Daniel melangkah mendekati mobil, membuat Alexa menelan ludahnya, tanpa permisi lelaki itu membuka pintu belakang mobil, dan menundukkan kepalanya, menatap Alexa yang masih duduk gugup di dalam sana dengan mata abu-abunya.
"Kenapa tidak segera turun?"
Pandangan mata Daniel sangat tajam, membuat Alexa sedikit ketakutan, sekali lagi dia menelan ludahnya dan baru menjawab dengan suara lemah,