Kamis, 17 November 2011

Yang Tak Tersampaikan

Aku memanjat pohon itu seperti yang biasa aku lakukan, dengan penuh semangat, malam ini entah kenapa aku begitu bertekad. Aku kangen sekali sama Upit dan senyumannya, aku kangen ngobrol dengannya. Ketika sampai di depan jendela lantai dua, aku melompat sehingga mendarat dengan sukses di lantai balkonnya, kulihat Upit sedang duduk di kursi belakangnya, kacamatanya terpasang dan dia sedang serius menghadap komputernya.



Dengan lembut kuketuk jendela kamarnya,  Sekali, dua kali ahkirnya aku berhasil membuyarkan konsentrasi sahabatku itu, dia menoleh ke jendela, dan seperti biasanya reaksi pertamanya adalah cemberut. Aku sengaja memasang ekspresi lucu di depan jendela, membuat Upit makin cemberut. Tetapi walaupun begitu, sahabatku itu tetap berdiri dan membukakan jendela untukku,

“Lewat jalan yang normal-normal saja nggak bisa ya ?”, gerutu Upit ketika aku melompati ambang jendelanya dan memasuki kamarnya.

Senin, 14 November 2011

Lepaskan di pelukku

wajahmu menatapku sendu
"jangan tinggalkan aku", katamu
matamu menyala pilu
"aku tidak akan kuat kalau tidak ada kamu", rintihmu


dan cinta yang begitu sesak di dadaku ini meluap-luap
sampai tumpah menjadi aliran bening di sudut mataku,




"sudahlah, lepaskan semua di pelukku, akan kutanggung beban seluruh dunia, demi bisa menjaga kamu", bisikku lembut

Rabu, 09 November 2011

Flash Fiction : Coretan-coretan sore

-Coretan1 - Mimpi

 Aku berguling kesana kemari, rasanya ranjang terlalu keras dan menonjol di semua sisi, seolah sengaja menggoda tulang belulangku agar terasa linu. Mata ini terasa memberontak tak bisa terpejam. Segala pikiran buruk menyerbu menyerbu datang berhamburan, berbondong-bondong tak tahu malu. Lalu bayangan itu datang, dia terbaring di aspal bersimbah darah. Merah dimana-mana, kerumunan orang berdiri ternganga tak tahu berbuat apa, dan aku menjerit memanggil-manggil nyawanya yang terlambat kugenggam. Berani sekali kau meninggalkan aku disaat aku masih mencinta !! Kembali pulang atau aku tak akan mencinta lagi ! jeritku menyayat mencoba mengancam yang tak terkembalikan. Tapi ternyata aku terlambat, nyawanya sudah menguap tanpa aku sempat berpamitan. Aku lalu menjerit sekuat tenaga, marah kepada Tuhan, marah pada keaadaan, marah kepada semuanya. Kalau mau Kau ambil, kenapa bukan aku saja ???!
 
Tiba-tiba tangan lembut mengusap kepalaku, tangan dia yang sangat aku kenal, dan bisikan familiar terdesah meniup telinga, "ssshhh... tidurlah lagi semua baik-baik saja", dan tiba-tiba hatiku merasa tenang. Dia ada di sini, dia tidak jadi pergi. semua hanyalah mimpi. Tetaplah disini, jauhkan aku dari mimpi buruk. Biarkan aku terlelap sejenak saja di sampingmu -END-

 
-Coretan2 - Dia atau Aku
 
 
Segalanya baik-baik saja sebelum perempuan itu datang. Suaminya adalah suami yang baik-baik saja sebelum perempuan itu datang. Dia mencintai suaminya, lelaki yang ditakdirkan bersamanya -- sebelum perempuan itu datang. Lalu tiba-tiba saja perempuan itu muncul, merenggut suaminya dan mengalihkan dunianya. Sekarang dia kehilangan semua kehangatan suaminya, sekarang dia kehilangan semua waktu suaminya. Dan yang paling menyakitkan, dia kehilangan seluruh cinta suaminya yang dulu dinikmatinya sebebas-bebasnya, eksklusif menjadi hak miliknya.
 
Lalu malam itu dia memutuskan. Pisau dapur yang dulu selalu digunakannya mengiris steak kegemaran suaminya di tangan kanan, tekad penuh membuncah di dada. Dan tubuh perempuan itu yang terkapar bersimbah darah di lantai. Dia atau Aku. Dan jika suaminya tidak bisa memilih, dia akan membantu mengambilkan keputusan. Dia atau aku. karena segalanya baik-baik saja sebelum perempuan itu datang. -END-


 
-Coretan3 - Selingkuh
 
Rasanya menyenangkan menunggu di kegelapan meskipun kau tahu kau hanya menjadi yang kedua baginya. Rasanya menyenangkan menunggu untuk menjadi tempatnya pulang meski kau tahu dirinya sedang bersama yang lain saat dirimu menunggu. Rasanya menyenangkan tergila-gila pada cinta yang terasa lebih berharga daripada bongkahan emas dan permata, karena kau tahu cinta itu tidak akan pernah bisa kau miliki. Dan sekarang semuannya mengatainya bodoh bodoh bodoh, jahat jahat jahat, dosa dosa dosa...bodohkan dia? jahatkah dia? dosakah dia?
 
Rasanya menyenangkan mencintai seseorang dengan kesadaran penuh bahwa kau tak akan pernah bisa menjadi yang pertama baginya, tidak bisa mengakui mencintainya dan tidak bisa diakui dicintainya. Semua orang tak mau mengerti, betapa berharganya perasaan yang dipendamnya selama ini, sambil berdiri termangu di kegelapan, menelaah semua pertentangan yang ramai di benaknya, hanya untuk menemukan bahwa rasanya menyenangkan, jadi mengapa tidak? -END-

 


 

-Coretan 4 - Lihat, Aku Terbang
 
Mama tidak pernah percaya kalau aku bisa terbang, mata dewasanya tidak bisa melihat sayap transparan di punggungku. Aku percaya kalau aku ini malaikat, aku bukan manusia, aku punya sayap yang tidak bisa terlihat dan aku bisa terbang. Tapi mereka orang-orang dewasa itu, yang sudah kehilangan kepekaan terhadap impian dan harapan tidak pernah bisa mempercayai anak-anak seperti aku.
"Anakmu terlalu suka berkhayal", bisik seorang tante kepada mama
"jauhkan dia dari jendela", pelan papa berpesan sebelum berangkat ke kantor
Tapi aku bisa membuktikan, siang itu aku lari dari pengawasan bibi yang tertidur, naik ke atap di lantai tiga dan menengadah menatap matahari. Lihatlah!!! sayapku terbentang dan berkilauan, lihatlah !!!
lalu jeritan mama memekakkan telinga, aku menunduk menatap wajah pucatnya di bawah, dan tersenyum girang,
lihat mama, lihatlah aku bukan manusia, aku ini malaikat
lalu aku melayang terbang dengan sayapku yang besar dan indah
menukik ke bawah.
ke lantai beton.
dan darah di mana-mana.
lihat mama, aku tadi terbang kan? - END-
 

-Coretan 5 - Pamali Nduk !!!

Jangan begini, jangan begitu nanti kamu begini nanti kamu begitu.
Suara ibuku memenuhi telingaku di sela-sela keringat yang mengalir deras di dahi
"tarik napas dalam-dalam..." suara lembut mendesak terdengar samar dan aku mematuhinya sambil menahan kesakitan yang amat sangat
"Jangan makan di atas ranjang, nanti anakmu susah lahir", suara familiar ibuku terdengar lagi dan samar terbayang jelas wajah jawanya yang bersahaja
"Ibu memaafkanmu nduk, biarpun mbah-mbah dulu bilang kalau kau berani menyakiti orang tua sampai seperti ini kau akan merasakan sakitnya melahirkan, tapi ibu memaafkanmu nduk"
aku mengejan penuh kesakitan yang dalam
rasanya dadaku mau pecah, perutku sakit sekali, semuanya sakit-sakit dimana-mana
dan air mataku berleleran antara sakit dan kesedihan yang mendalam luar biasa
mengingat tubuh tua itu terbaring terbungkus kain kafan putih setelah malamnya menangis karena aku membentaknya
"maafkan aku ibu", jeritku entah keluar entah tidak suaranya.
Jika sesakit ini yang harus kau tanggung untuk mengantarkanku ke dunia ini, jika sebesar ini pengorbananmu, maka aku adalah anak yang tak tahu diuntung.
Ketika suara tangis bayi itu pecah dan kelegaan luar biasa meliputiku, aku mengucapkan sumpah dalam hati, setelah ini kalau nyawaku masih menempel di tubuhku, aku akan bersimpuh di pusara ibu, memohon ampun -END-

di matamu

tak tahukah kau?
aku selalu bisa membaca matamu
ketika kau bahagia...
ketika kau bersedih...
ketika kau tak tahu harus berkata apa....
pun ketika kau berbohong

aku selalu bisa membacanya di matamu....

Selasa, 08 November 2011

Bocah Ojek Payung itu....

Sore ini ketika saya melangkah keluar kantor, berharap hujan sudah reda, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Saya hanya berdiri, menimbang-nimbang bagaimana caranya pulang tanpa kebasahan karena saya (dengan bodohnya) lupa membawa payung.

Saya bawa helm tapi nggak bawa motor. Saya berencana naik angkot, tapi dalam kondisi hujan deras begini, itu berarti saya harus merelakan diri kehujanan dalam perjalanan dari jalan besar sampai ke kost, atau mungkin saya harus berteduh menunggu hujan reda? Tapi sepertinya hujan ini tak akan reda dalam waktu dekat. Dan saya capek, ingin segera pulang.

Ketika saya masih berdiri kebingungan, Tiba-tiba sosok kecil itu, basah kuyup membawa payung yang besarnya dua kali ukuran badannya, mendekati,

"Payung teh ?", tatapannya penuh harap, badannya mengigil kebasahan, kedinginan.

Seketika itu juga saya mengambil keputusan, impulsif dan tanpa pikir panjang. Bocah ini tanpa sengaja membantu saya menentukan pilihan.

"Antar saya ke tempat taxi di depan ya",

Dia mengangguk, menyerahkan payung besar itu ke tangan saya. Matanya melirik helm yang saya bawa,

"Biar saya bawakan helmnya teh", bocah lelaki itu menawarkan malu-malu.

Saya tersenyum atas kebaikan hatinya, saya serahkan helm itu ke tangannya.

Ah, kamu kecil sekali nak, bahkan panjangnya tanganmu tak mampu melingkupi helm itu.

Saya rangkul pundaknya, berjalan bersamanya menembus hujan yang begitu lebat. Lalu ketika saya merengkuh pundak kecil yang sedikit gemetar, terbungkus kaos yang basah, sekali lagi saya terenyuh,

Pundakmu kurus sekali nak, mana bisa tulang terbungkus kulit yang begitu tipis ini menahan dingin, membawa-bawa payung berat di tengah hujan?

Bocah lelaki kecil itu bersikap seperti gentleman sejati, menyebrangkan saya, lalu menyetopkan taxi buat saya, bahkan kemudian (saya tersenyum) membukakan pintu taxi buat saya.
Saya beri dia uang, matanya berkilauan gembira. Tiba-tiba dia meraih tangan saya. Meletakkan di dahinya seperti sungkem, dengan penuh kesopanan dan ketulusan,

"Terimakasih ya teh", lalu dia menutupkan pintu taxi buat saya.

Dari dalam taxi saya mencuri pandang, punggungnya yang kecil tegap menembus hujan, membawa payung besar yang berukuran dua kali badannya. Dia kecil tapi tegar.
Saya sandarkan kepala ke kursi, memejamkan mata. Mencoba tidur sejenak dalam taxi yang gelap pekat.

Ah, jika semua bocah ojek payung sesopan dirimu nak. Saya tidak keberatan terjebak dalam hujan tanpa transportasi setiap hari. 

Senin, 07 November 2011

Lapar merindu



Pernahkan kamu merasa lapar, perut keruyukan tetapi ketika diminta memutuskan ingin memakan apa, kamu tidak tahu?
Ya itulah yang saya rasakan sekarang.
Memaksa office boy itu berdiri bingung sambil menatap saya bertanya-tanya,


"Jadi mba pingin nitip makan apa?"

"Saya nggak tahu mas, ngikut mas aja deh"

"Yeeee.. mbak Cantik, jangan begitu dong, saya kan juga ikut bingung"


Saya terdiam, merenung. Makan apa? Ayam goreng warung depan kantor yang biasanya membuat air liur menetes hanya dengan mencium aromanya tak menarik bagi saya, Nasi gudeg Warung Mbok Sumi yang manis gurih dengan paduan sambal goreng krecek pedas yang biasanya memancing selerapun tak mempan membunuh kebingungan saya. Lalu apa? Bakso? Mie? Nasi Rames? Batagor?
semuanya tidak menarik bagi saya.
Tapi saya lapar, lapar sekali
lalu bagaimana?

"hhhhhh....", saya mendesah, mengagetkan si office boy yang entah kenapa ikut merenung bersama saya, "Ayam goreng aja deh mas",


Saya serahkan lembaran uang itu ke tangannya. Bukannya saya  akan memakannya, tapi setidaknya ayam goreng tidak akan cepat basi kalau dimakan nanti-nanti.
Seperginya office boy itu saya merenung, bertanya-tanya kenapa saya tidak bisa menentukan ingin makan apa, padahal saya lapar setengah mati.
Lalu ponsel saya berkedip-kedip.
Saya melirik nama yang tertera di sana.
Dari dia.
Saya buka pesan singkat itu,

"Anak Cantik, jangan Lupa makan siang yang nikmat ya"


Tiba-tiba saja ayam goreng warung depan terasa begitu menggoda, membayangkan Nasi gudeg mbok sum terasa membuat air liur saya mau tumpah. Semua makanan, bakso, mie, batagor, nasi rames atau apapun terasa begitu menarik nafsu makan saya.


Astaga, jadi ternyata saya sedang lapar merindu!


*Pernahkah kamu merasa lapar, tapi tidak tahu mau makan apa? semua makanan terasa tidak menggoda selera, padahal perut keroncongan setengah mati. Kalau iya, hati-hati, Jangan-jangan kamu sedang lapar merindu :)

Minggu, 06 November 2011



"Kadang kita sungguh ingin segalanya berbeda, tetapi ternyata kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubah apapun. Lalu kita pikir, ketika kita bisa berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, dan bisa membodohi diri sendiri, itu sudah cukup. Tapi itu tak akan pernah cukup.
Karena hati yang dibodohi pasti akan selalu meminta kebenaran."
( Betty Suarez on Ugly Betty serial - American version ) 

Jumat, 04 November 2011

menolak

saya tidak pernah pandai menolak keinginan seseorang, apalagi jikalau harus menolak secara langsung, saya sungguh tidak mampu. Biasanya saya akan melakukan penolakan dengan cara sehalus mungkin, berbelit-belit, sampai kadang-kadang menjadi senjata makan tuan, karena orang yang seyogyanya saya tolak malahan jadi tidak sadar bahwa saya sedang mencoba melakukan proses penolakan yang begitu rumit.


Kenapa? mungkin karena saya tahu betapa sakitnya kalau harus ditampar dengan penolakan, atau mungkin memang saya jenis pengecut yang tidak pernah sampai hati menanggung beban menyakiti orang lain dengan penolakan.


seorang teman pernah bermetafora, daripada terlanjur melambung tinggi kemudian dijatuhkan sampai hancur berkeping-keping, lebih baik dijatuhkan ketika kita masih terbang rendah, karena setidaknya kerusakan yang ditimbulkan tidak akan parah.

Tetapi saya adalah penganut filosofi yang berbeda.

Bagi saya, kalau bisa meletakkannya pelan-pelan, kenapa kita harus melemparkannya sampai jatuh?


*Hei cantik, kamu lagi mimpi ya?, gimana kalau ada 5 pria melamar kamu bersamaan? masak mau kamu terima lamaran kelima-limanya?



sepiku menari-nari di ujung senja
diujung senja, lalu aku tetap menantimu
tetap menantimu dan berharap kau tak lupa tuk kembali pulang
tuk kembali pulang, hangat merapuh dalam pelukku
pelukku yang pasti dan akan selalu hanya milikmu
hanya milikmu dan akan hilang saat kau tak menginginkannya lagi
tak menginginkannya lagi, lalu biarkan aku menjauh pergi
menjauh pergi, bawa serta kenanganmu, bawa serta kenangan kita
kenangan kita yang tak akan lekang oleh waktu

Kamis, 03 November 2011

surat buat calon anakku

hei nak, selamat siang
sedang apakah kau di sana?
mungkin kau masih ada di surga sekarang
masih mengantri untuk dikirimkan ke rahim bunda


bunda sangat menanti-nantikanmu, nak
meskipun bunda belum bisa menjanjikan apa-apa kepadamu
kalau kau lahir dari rahim bunda
mungkin bunda belum bisa memberikan kemewahan duniawi
kemewahan duniawi yang melimpah
seperti yang dimiliki anak-anak pejabat dan konglomerat di luar sana


hidup bunda memang sederhana
tapi bunda berjanji, akan sekuat tenaga mencukupimu
bunda akan melimpahimu dengan penuh cinta
cinta yang tulus luar biasa yang mampu diberikan seorang ibu kepada anaknya
bunda akan menjagamu
bunda akan membahagiakanmu
bunda akan mengajarkanmu, bahwa bahagia bukan hanya dari harta semata
bahagia adalah ketika kita mendapatkan cukup cinta 


kamu tahu tidak nak, 
tadi pagi ayahmu sedikit kecewa karena kau belum memutuskan datang juga ke rahim bunda
tapi bunda yakin, kau pasti akan datang
karena bunda dan ayah selalu membawa namamu dalam doa


ingatlah nak
apapun yang akan terjadi nanti
ingatlah selalu
bahwa kau ditunggu dengan penuh cinta di sini
bahwa kau diciptakan dengan niat yang suci dari kami


sudah dulu ya nak,
bunda takut surat bunda kepanjangan dan membuatmu bosan
ingat, ketika kau memutuskan kami pantas merengkuhmu dalam hidup kami
datanglah ke pelukan bunda
hati dan tubuh bunda selalu terbuka untukmu


peluk cinta,
Bundamu


PS : oh ya, ayahmu juga menitip peluk buatmu :)

menunggu sang buah hati

tak sabar rasanya
merasakan kehidupan baru dalam rengkuhan rahimku
kehidupan baru, anugerah dari jalinan kau dan aku
jalinan kau dan aku yang hanyut menyatu
penuh haru biru tapi juga hangat merindu

*semoga kami pantas memilikimu 
buah hatiku 
.....

Kumpulan Cerpen Kompas

link : http://cerpenkompas.wordpress.com/

Rasanya Kompas adalah satu-satunya media yang paling sering mengantar sajian sastra ke depan khalayak. Bagaimana tidak, rubrik Seni yang berisi sub rubrik Cerpen, Puisi, dan Esei rutin dihardirkan tiap hari Minggu. Terpenting, sedari dulu media ini mudah diakses.

Dari sekian rubrik tersebut, mungkin rubrik Cerpenlah yang paling banyak menarik minat pembaca. Disamping memang menghibur, penulis-penulisnya pun memang sudah ternama. Yang lebih menyenangkan, sejak 1992, redaktur Kompas rutin membuat buku kumpulan cerpen pilihan tiap tahunnya. Buku kumpulan tersebut menjadi monumen cerpen-cerpen terbaik yang pernah dimuat Kompas dalam satu tahun.

Untuk itu Cerpen Kompas mingguan bisa jadi adalah telaga sastra yang inklusif yang bisa didatangi kapanpun, oleh siapapun.
***
Nah, kadang kita suka terlewat untuk membaca Cerpen Kompas mingguan. Ketika mencari koran hari Minggu, ternyata sudah habis di pasaran. Mau meminjam tetangga, eh, korannya sudah dipakai alas gorengan. Bingung kan?

Beruntungnya, masih ada orang yang berbaik hati mengkliping cerpen-cerpen Kompas mingguan secara digital lewat blognya yang beralamat di cerpenkompas.wordpress.com. Dalam blognya tertulis kalimat tegas: arsip cerita pendek kompas minggu.

Blog bersahaja yang berjudul 
Kumpulan Cerpen Kompas ini dikelola oleh seorang anonim yang baik hati. Beliau yang menyebut dirinya sebagai tukang kliping, saya rasa adalah orang yang sangat berjasa sebagai penunjuk jalan bagi masyarakat yang hendak mengunjungi kolam sastra.

Seseorang 
tukang kliping ini menulis di laman perihal blognya:

"Saya penikmat cerpen-cerpen pada harian Kompas minggu, lalu mengklipingnya di sini; siapa tahu saya mau membacanya lagi, entah sebagai pelepas penat, pengisi pundi jiwa, mungkin juga referensi atau cuma iseng. Mencarinya di tumpukan koran bekas tentu lebih melelahkan daripada menelusuri arsip digital yang sudah disimpan dengan rapi."
ah, sungguh tulus dan rendah hati.


Sungguh saya tidak bisa lebih banyak lagi berterimakasih atas dedikasi tukang kliping ini. Untuk itu, saya tulis resensi tautan ini sebagai tanda terimakasih bagi beliau, si tukang kliping.


sumber : http;//arfun.multiply.com

Rabu, 02 November 2011

PS : I LOVE YOU



Bukan tercipta untukku ( seorang )

Pernah suatu hari itu, setelah kita puas menyanyikan lagu bersama, menumpahkan perasaan, 
kata-kata itu tiba-tiba saja muncul dari bibirku tanpa tertahan,
"Mungkin kau bukan tercipta untukku"
Kau langsung menoleh, menatapku dengan tak terbaca sambil mengangkat sebelah alismu,
"Aku suamimu sekarang, mana mungkin aku tidak tercipta untukku?"
Aku tersenyum, dan kaupun merengkuhku dalam pelukmu yang hangat, seperti biasa
............


Tak akan pernah kusuarakan apa yang ada dalam benakku setelah itu,
tak pernah akan kusuarakan...
"Koreksi, maksudku, mungkin kau bukan tercipta untukku seorang...."
desahku dalam hati, sambil memejamkan mata, menerimanya dengan lapang, sekuat biasanya

Kamis, 27 Oktober 2011

Malam Pertama



Dan di malam itu
kau dan aku sama-sama lugu
hanya ingin saling memeluk
tuk tuntaskan semua ragu
Lalu dibalik nyeri sembilu
aku dan kamu menyatu
hingga kau bawa aku terbang ke langit ketujuh
ah, aku cinta padamu
wahai kau satu-satunya untukku

*terimakasih sayang sudah mau menunggu, sekarang aku milikmu seutuhnya*

Selasa, 25 Oktober 2011

ahkirnya aku menjadi milikmu seutuhnya

malam pertama, mungkin itu adalah sesuatu yang dianggap tak lazim untuk dibicarakan saat makan siang dengan rekan-rekan kerja ( bukan berarti saya akan membicarakannya dengan rekan-rekan kerja saya )
malam pertama bagi saya adalah sesuatu yang sakral, suatu malam yang menandai kepemilikan suami terhadap isterinya, suatu malam yang membawa pasangan suami isteri ke tingkat kedekatan yang lebih tinggi, saya tidak bermaksud vulgar dengan membahas malam pertama saya di sini, saya hanya ingin berbagi, karena perasaan ini begitu meluap-meluap dalam hati saya.


malam pertama bagi saya adalah sesuatu yang tertunda, karena kondisi sakit saya, membuat saya tidak bisa menjadi isteri sesungguhnya bagi suami saya. Syukurlah suami saya begitu pengertian dan penuh kesabaran dengan kondisi saya yang tidak biasa ini.


Dan Tuhan begitu baik, ketika waktunya tiba, saya mengalami malam pertama yang mungkin paling indah yang pernah dialami wanita manapun di dunia. Bukan karena saya dan suami ahli bercinta, bukan. Tetapi lebih dikarenakan kami sama-sama tidak tahu dan kami sama-sama belajar dan kami sama-sama menemukan perasaan baru yang indah, sakral dan luar biasa malam itu.


Sungguh proses yang luar biasa indahnya, meskipun saya bisa katakan mitos tentang kesakitan malam pertama itu benar adanya, tetapi sekali lagi, sungguh saya beruntung memiliki suami yang begitu baik, perhatian dan penuh kasih sayang.


Malam ini menjadi titik awal dalam hidup saya, dimana saya menjadi wanita seutuhnya, menjadi isteri yang sepenuhnya. Titik dimana saya merasa begitu dekat dengan suami saya, dimana ada ikatan halus yang hanya kami miliki berdua. Dan yang paling penting, ahkirnya saya menjadi milik suami saya seutuhnya.


Terimakasih ya Allah.....

sinetron

sinetron kadang terlalu berlebihan dalam skenarionya. Semua hanya drama...drama... drama dan over dramatisir, sampai-sampai tidak mungkin dibayangkan dalam kehidupan nyata.
......
tunggu dulu...
siapa bilang?
langkah hidup yang saya jalani lebih 'drama' dari sinetron manapun di dunia ini
luar biasa penuh tangis, luar biasa penuh kebahagiaan, luar biasa penuh kepedihan bercampur aduk di dalamnya
semuanya ada, kau tinggal menyebut elemen apapun dalam sinetron dan kau akan bisa menemukannya dalam hidup saya.
Hidup saya penuh drama, bagai sinetron, tak terbayangkan mungkin terjadi, tapi realitanya benar-benar terjadi

dan saya hanya bisa berdoa :
Semoga sinetron saya ini berujung dengan happy ending

Senin, 24 Oktober 2011

Dia tak lagi tersenyum, dan sayapun bersedia tak lagi ada

Kadang saya merasa bersalah kepadamu yang tercinta
Seperti kehadiran saya membawa kerumitan dalam hidupmu
Seperti waktu yang kau habiskan bersama saya membawa kekalutan dalam malammu
Maafkan saya sayang
Maafkan saya karena mencintaimu, karena ada, karena mencoba bertahan bersamamu




Kadang saya merasa pilu ketika hatimu tak bercahaya ketika kita bersana
Ketika pikiranmu penuh sesak dan kau tak bisa tersenyum bersama saya
Padahal yang paling saya inginkan di dunia adalah senyummu, tenangmu, bahagiamu


Jika itu tak kau dapat ketika bersama saya
Untuk apa saya terus ada?
Apakah saya sedang memaksakan kehadiran saya bersamamu?
Apakah saya sedang memaksakan waktu saya denganmu?
Apakah kehadiran saya merusak hidupmu yang seharusnya tenang dan bahagia?
Apakah cinta saya merusak rencana kedepanmu yang seharusnya indah dan mudah?
Jawab saya sayang.....
Karena saya akan segera pergi jika kau tak ingin lagi
Tak perlu kau tahankan lagi....


*dia tak lagi tersenyum ketika bersama saya, dia tak lagi tersenyum......

being strong

you never know how strong you are
until being strong is the only choice you have
(anonymous)

*aaarrrrggghhhh.....!!!!*

Minggu, 23 Oktober 2011

peluk



lalu kau datang
dan semua pedih itu berlalu sudah
hanya dengan kau datang
semua piluku lenyap sudah
dingin tak berujung itu menguap jua
dalam hangatnya pelukan tanpa batas
bersamamu
suamiku

"ahkirnya aku berlabuh". bisikmu lembut
"mari, pulanglah dipelukku", balasku penuh cinta

*perasaanku meluap-luap ketika menyambut suamiku datang, pulang ke pelukanku*

Hujan


hujan.
mungkin memang musim menyenangkan itu sudah kembali pulang kemari.
menyenangkan buat siapa?
buat saya?
mungkin bukan.
pasti bukan.
Hujan masih saja membawa suasana melankolis yang sama untuk saya.
Seperti kepedihan yang dikirimkan dalam balutan musik romantis.
Kau tidak akan pernah sadar pilu seperti apa yang ada di balik senyuman itu

kau dimana? kau sedang apa? kau sedang bahagiakah tanpaku? apakah saat ini kau mengingatku, meski hanya sedetik saja? seperti aku yang selalu mengingatmu di setiap helaan nafasku?

Pertanyaan manusia biasa - yah maafkan saya, saya hanya manusia biasa kan? - yang selalu berusaha saya tepis dari benak yang lemah ini.

Biarkan hujan yang menyapu segalanya dari sini,
saya sudah tidak mau bertanya-tanya lagi
Biarkan hujan itu jauh berlalu,
seperti sembiluku yang datang dan pergi tanpa mau tahu

sms dari masa lalu

sebuah sms masuk ke hp saya sore ini, dari pria masa lalu yang tak pernah jemu merayu.
katanya :
"saya selalu yakin kamu adalah jodoh saya. Yang harus saya lalukan adalah menunggu, dan suatu saat nanti kita pasti akan bersatu lagi"


Tanpa sadar saya mendengus, setengah kagum setengah mencibir akan kepercayaan dirinya yang luar biasa.
Lalu tiba-tiba saja muncul dorongan untuk membalas sms itu :
"Sepertinya kamu salah. Perlu kamu ketahui saya sudah menikah dengan pria yang saya yakin adalah jodoh saya. Jadi jangan repot-repot membuang waktumu untuk menunggu saya"


Saya belum menekan tombol 'sent' dan tercenung sebentar. Alih-alih, saya ahkirnya menekan tombol 'delete' dan meletakkan hp saya. seperti biasa memilih jalan pengecut dengan tidak membalas semua pesan-pesannya dan berharap suatu saat nanti dia akan bosan sendiri, lalu memilih pergi.


Kemudian hati saya bertanya-tanya, Apakah adil membiarkan seseorang menunggumu tanpa tahu kalau harapan untuknya sudah tak ada lagi? Lebih kejam manakah dengan menghancurkan perasaan seseorang begitu saja? -- bukan berarti dia tidak pantas dihancurkan perasaannya, mengingat perlakuannya dulu pada hati saya. 


Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggantung bagai angin lalu. Dan sms-sms penuh tekad itu tetap datang tanpa tanda-tanda putus asa. Dan entah kenapa, saya mulai terbiasa menerimanya, membacanya, lalu membiarkannya berlalu......

"cinta itu hebat. bahkan lebih hebat dari dunia perkawinan itu. doa adalah bagian penuturan cinta pada sebuah cita-cita yang belum kita capai. Dia bukan urusan Tuhan. melainkan urusan manusia. dan Tuhan ada pada seberapa besar rasa cinta kita akan kebenaran itu. nah, berdoalah dengan cinta, tapi jangan berdoa untuk cinta. cinta itu dalam dirinya mengandung sebagian kecil rasionalitas. tapi penuh dengan benih rasa yang tidak perlu dihitung secara matematik mengapa dia ada"
(Alm Munir Said Thalib)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Azka Paramadhita

Azka Paramadhita
Azka yang berarti suci
Paramadhita yang berarti Senang dan Bahagia
Nama anakku nanti
anak yang insyaallah kudapat dari benihmu
yang akan kujaga dan kusayang sepenuh hati
kucintai lebih dari nyawaku sendiri
karena dia adalah bagian dirimu
suamiku
laki-laki pemilik hatiku
Insyaallah....
"Film memang tampak indah dalam bentuk hitam putih. Tetapi dalam sebuah hubungan percintaan, ada banyak warna untuk dipelajari, dan disanalah aku berada saat ini, mempelajari warna-warna indahmu"
( Carrie Breadshaw - Sex and The City ) 

Jumat, 21 Oktober 2011

Dia yang sabar

sekali lagi saya disadarkan
betapa sabarnya dia menghadapi pikiran kekanak-kanakan saya
betapa bijaksananya dia menghadapi ketidaksabaran saya akan situasi yang tidak sesuai dengan rencana saya


Terimakasih ya Allah, kau berikan suami seperti dia untuk selalu ada, untuk selalu mendampingiku di masa-masa sulitku

Kamis, 20 Oktober 2011

Musnahkan Cinta


Ya Allah jikalau boleh
aku mohon
Musnahkanlah cinta ini dari dalam hatiku
Karena begitu dalam mencintainya terasa semakin perih
Terlalu mencintainya terasa semakin pilu

Jikalau boleh Ya Allah....
musnahkan cintaku ini untuknya
Biar aku bisa merelakan dia bahagia
Biar aku bisa membiarkan dia tenang dalam hidupnya
Biar aku bisa membebaskan dia dariku yang membebaninya

Ya Allah, jikalau boleh
Musnahkanlah cintaku ini untuknya
biar aku bisa tegar jika suatu saat harus meninggalkannya
demi menyelamatkannya

Dan aku bersumpah ya Allah
Tanpa dirinya, aku tak akan pernah mencinta lagi
Seumur hidupku
Selama sisa hidupku...


Rabu, 19 Oktober 2011

Dalam Doaku ada dia




Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit 

yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara 
yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin 
yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu




—Sapardi Djoko Damono (1989)

Selasa, 18 Oktober 2011

Kutukan Patah Hati

hari ini saya mematahkan hati orang lagi
kali ini hati sahabat saya
mereka bilang itu bakat yang tidak bisa hilang
tapi bisakah itu dibilang bakat kalau pada ahkirnya saya menyakiti?
bagi saya itu adalah sebuah kutukan tak terelakkan
selalu tanpa sengaja membuat orang jatuh hati dan kemudian menginjak dan mematahkannya


lebih baik saya tidak dicintai kalau pada ujungnya saya harus melukai
seandainya saya bisa mengatur hati orang lain
saya pasti akan membuat dia tidak sampai mencintai saya
tapi saya tidak punya kekuatan.
Dan saya hanya bisa memupuskan perasaan orang lain.
Maafkan saya, sungguh saya bersalah




*semoga setelah ini kita bisa kembali seperti dulu, sahabat. Minum kopi bersama di sore hari membahas hal-hal yang tidak penting, saling memberikan nasehat dan saling mendoakan kebahagiaan masing-masing, semoga suatu saat nanti kau bisa mengerti betapa hati saya sudah dimiliki olehnya hingga tak bersisa lagi, maafkan saya yang tak bisa mencintaimu*

Maaf Sahabat





seorang sahabat yang sudah saya anggap saudara saya sendiri
tiba-tiba melancarkan sinyal-sinyal yang tidak saya duga untuk menjalin sesuatu yang lebih
Dan saya terpana, tidak menduga.

Maafkan saya sahabat, kau begitu baik mencintai saya yang tidak berarti ini
Sungguh amat beruntung saya bisa dicintai olehmu

Tapi saya tidak bisa.
Saya sudah termiliki olehnya.
Dia, satu-satunya pilihan hati saya


Minggu, 16 Oktober 2011

terimakasih sayang,

saya benci ketika saya kesakitan
lalu melampiaskan semuanya kepadanya
dia tidak pantas diperlakukan seperti itu
Tuhan tahu dia terlalu baik untuk menerima rasa frustasi atas kondisi saya


Terimakasih sayang, di saat saya bertingkah begitu jahatpun.
kau tetap datang dan menyediakan diri untuk memelukku
menghilangkan semua kesakitanku

Kamis, 13 Oktober 2011

melangkah ke depan bersamanya


saya ahkirnya bisa merancang masa depan saya bersamanya
meskipun terasa berat ke depannya jika dibayangkan
saya tidak tahu apakah saya akan kuat nantinya
atau mungkin saya akan bertindak seperti pengecut, dan memilih pergi.
saya sungguh tidak tahu.
yang saya tahu, saat ini saya begitu mencintainya
Dan saya ingin berjuang agar bisa bersamanya
Semoga saya bisa kuat, semoga saya bisa tegar
Karena bersamanya adalah sesuatu yang paling indah bagi saya



Apapun jalan yang kau pilihkan buat saya, Ya Allah, terimakasih karena kau sudah memberiku kesempatan bersamanya 

Senin, 10 Oktober 2011

saya menjadi milikmu

Ahkirnya saya menjadi milikmu
meskipun kesakitan ini menghalangi saya, agar bisa termiliki dengan sempurna.
Saya bahagia, saya tahu ini benar adanya
Keputusan saya yang terbaik
Terimakasih ya Allah


kujadikan kau, suamiku


Kujadikan kau, satu-satunya untukku
Kujadikan kau, tempatku bergelung dalam tenang dan damai saat ku letih
kujadikan kau, penjagaku, dimana aku bisa meletakkan hatiku dengan aman dalam genggamanmu
Kujadikan kau, yang pertama untukku, dan kuharap yang terahkir untukku
Kujadikan kau, satu-satunya lelaki yang kucintai begitu dalamnya seumur hidupku
Kujadikan kau, pemilik seluruhku
Kujadikan kau, suamiku


semoga aku bisa selalu membahagiakanmu, sayang

Minggu, 09 Oktober 2011

penuh tekad

Malam ini saya dan dia bergenggaman tangan, 
penuh tekad, antisipasi dan kecemasan yang bercampur aduk
Menuju suatu keputusan besar dalam kehidupan kami
keputusan yang mungkin akan ditolak dan dicaci semua orang
Tapi kami yakin ini jalan yang terbaik buat kami

Semoga semuanya kau lancarkan ya Allah

Sabtu, 08 Oktober 2011

ikatan batin, kau dan aku

Ternyata ikatan batin itu memang ada
Saya kesakitan dan dia ternyata merasakannya, meskipun jauh di sana
Malam itu kesakitan saya tidak tertanggungkan lagi.
Saya merintih, tapi saya tahu, tidak akan ada yang menolong saya
Saya memanggil namanya meskipun saat itu saya mengira dia tidak akan mendengar


Tetapi kemudian dia datang, tak terduga
muncul begitu saja seperti malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan buat saya
Dan lalu meredakan kesakitan saya.
Malam inilah saya baru percaya,
bahwa ikatan batin antara dua orang yang saling mencintai itu benar-benar ada

Jumat, 07 Oktober 2011

Pengalaman Emosional dan Spiritual bersamamu



sepanjang sore ini dari saya keluar rumah sakit, adalah saat-saat paling emosional buat saya.
Saya sakit tetapi bahagia, ketika kami memilih dan membeli barang-barang untuk rencana besar dan nekad kami.
Pun detik-detik penuh arti ketika saya memilih apa yang hati saya mau sejak lama, ketika seluruh jiwa saya bergetar atas keputusan paling penting dalam kehidupan saya.
Air mata harunya, yang mengiringi perubahan terbesar dalam hidup saya terasa begitu menyejukkan.
Saya mengikutimu, cinta....
Saya akan selalu berpegang kepadamu, untuk membimbing saya.
Saya letakkan percaya saya kepadamu.
Saya yakin engkau pembimbing yang paling sempurna yang dipilihkan Allah buat saya.


Terimakasih ya Allah atas pengalaman spiritual yang luar biasa ini bersamanya

kenangan manis


sungguh semua begitu bermakna,
kesakitan ini semuanya setimpal
saya jadi punya banyak kenangan tak tergantikan yang bisa diceritakan kepada anak cucu saya nanti,




Saat-saat ketika saya terbaring tengah malam, menunggunya di atas ranjang rumah sakit, lalu dia datang dengan rambut berantakan dan pipi yang dingin terkena udara malam.

Saat-saat saya terjaga dan menemukan dia tertidur, duduk dikursi dengan kepala tertelungkup disamping ranjang rumah sakit saya, membuat saya berfikir, betapa tidak nyamannya posisinya dan cemas lehernya akan sakit ketika dia bangun nanti

Saat-saat saya berhasil memaksanya naik dan berbagi ranjang rumah sakit dengan saya -- meskipun itu melanggar peraturan rumah sakit.

Saat-saat saya dan dia berpelukan tidur semalaman di atas ranjang rumah sakit -- antara bahagia, kesakitan dan tegang kalau-kalau ada suster yang memergoki dan kemudian memarahi kami

Saat-saat dia menyelundupkan indomie goreng telur yang sudah saya impikan sejak puasa pasca operasi saya. lalu kami menyantapnya tengah malam di atas ranjang rumah sakit dengan kegembiraan luar biasa

Saat-saat kami berpelukan tidur di atas ranjang rumah sakit, dan ahkirnya ada suster yang memergoki kami, dan kemudian hanya tersenyum melihat kedekatan kami.

Terimakasih ya Allah
Saat-saat pemulihan yang kuhabiskan di atas ranjang rumah sakit itu begitu berarti karena ada dia, hadir dan setia memelukku di sana.....

Senin, 03 Oktober 2011

getir


Hari ini operasi berjalan
dan saya melaluinya dengan senyum di permukaan
dan sedikit kegetiran menancap di ulu hati.
Dia memilih tidak mengantarkan saya sampai ke ruang operasi
Dia memilih tidak mendampingi saya selama proses operasi berlangsung
Padahal hanya dia yang saya butuhkan untuk menguatkan, dari semua orang di dunia ini.
Tetapi tidak apa-apa.
Saya mengerti,
dia mungkin punya pertimbangan sendiri.
Saya mengerti
Saya tetap mencintanya

Minggu, 02 Oktober 2011

sabar cinta....



Hampir tengah malam, dan saya berbaring di ranjang rumah sakit ini.
Dalam pelukanmu.
Diantara kedamaian dalam rengkuhan lenganmu, dan ketakutan akan esok yang menanti.
"Sabar cinta...."
Bisikmu pelan mencoba menenangkan. 
Tapi yang terpikirkan oleh saya adalah panggilan asing itu, kau memanggilku "cinta"
tidak pernah sebelumnya.
"Apakah kau juga memanggil dia - wanita beruntung itu - dengan panggilan 'cinta'? dengan sama lembutnya? dengan sama mesranya?"


Ah, saya ini memang tidak tahu bersyukur ya Allah.....

maaf dan terimakasih

Keptusan saya untuk tidak melibatkannya ternyata salah besar.
Dia tersiksa, dia cemas, dia luar biasa khawatir.
Maafkan saya sayang, saya pikir tidak melibatkanmu adalah satu-satunya cara agar kau tenang.
Ternyata saya salah,
Maafkan saya.
Dan terimakasih karena telah begitu mencemaskan saya 

Jumat, 30 September 2011

Baju Pengantin itu....

Saya habiskan sore ini dalam kesendirian.
Dan membeli baju itu...
Sepasang pakaian warna kuning gading yang begitu memukau.
Memukau, mengingat maknanya yang begitu dalam nantinya.
Lalu saya tersenyum miris dalam hati,
"Ah... seharusnya kau ada di sini, memilihnya bersamaku, sayang"
Tapi saya sadar itu tidak mungkin terjadi,
Kepahitan kecil yang harus saya telan, latihan untuk kepahitan saya di masa berikutnya.
Yang mungkin akan terlalu getir untuk saya tanggung.
Saya harus kuat,
Demi saya.
Demi dirinya