Rabu, 09 Januari 2013

Perjanjian Hati Part 9 - End

 
 
 
Created On Bandung 28th December 2013
Part 9
Kadangkala cinta yang kau nanti
Sudah ada dalam genggaman tanganmu
Hanya saja kau belum menyadarinya :)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Nessa merasakan napasnya sesak ketika air laut mulai menenggelamkannya, asin yang panas memasuki tubuhnya, membuatnya megap-megap mencoba meminta pertolongan untuk terakhir kalinya, lalu semuanya hampir terasa gelap.
 
Lalu lengan kuat itu mengangkatnya, menempelkan tubuh lemasnya ke dada telanjangnya yang keras. Aroma itu.. aroma parfum yang sangat dikenalnya...  Kevin? Nessa tersenyum dalam hati, menyadari Kevin telah menyelamatkannya. Lalu kesadarannya hilang.
 
***
Ketika terbangun, Nessa ada di rumah sakit. Yang dirasakan pertama kali adalah pusing dan kehilangan orientasi, lalu dia mengenali wajah itu, ibunya dan Ervan di belakangnya. Yang duduk di tepi ranjangnya dan menatapnya dengan cemas.
 
Dia terbangun dan langsung terbatuk-batuk, membersihkan tenggorokannya yang terasa panas, Ibu Nessa berusaha menepuk-nepuk pundak Nessa untuk membantunya, sementara Ervan berlari keluar untuk memanggil dokter.
 
Nessa menatap sekeliling ketika kesadarannya sudah kembali, dimana Kevin? itu yang terpikir olehnya pertama kali. Bukankah waktu itu Kevin yang menyelamatkannya? kenapa sekarang dia tidak ada? Tiba-tiba sebersit rasa kecewa memenuhi dirinya.
 
Ervan masuk kembali dengan dokter, dan Delina yang mengikuti dengan cemas di belakangnya . Dokter memeriksa Nessa sejenak lalu pergi dan  tampak becakap-cakap dengan ibu Nessa dan Ervan, sementara Delina duduk di tepi ranjang,  
 
"Syukurlah kak Nessa, kakak sudah sadar, kami cemas sekali menanti di sini." Delina duduk di pinggiran ranjang dan menggenggam tangan Nessa.
 
Nessa tetap memandang ke sekeliling, masih susah berbicara. Dimana Kevin? pikirnya.
 
Delina sepertinya menyadari apa yang ada di benak Nessa, dia tersenyum.
 
"Kak Kevin sedang membeli kopi di bawah. Kami yang memaksanya supaya menyingkir karena seharian dia seperti orang gila, mondar mandir di koridor, keluar masuk kamar, menunggumu sadar."
 
Kevin mencemaskannya sampai seperti itu? benarkah? Sejenak dada Nessa membuncah oleh perasaan hangat. Lalu dia teringat akan kejadian sebelum dia tenggelam, kedatangan Paula, sikap acuh tak acuh Kevin ketika Paula terang-terangan menggodanya, dan kemudian kemarahan Nessa yang kekanak-kanakan. Astaga, kenapa dia marah? Kalau dia tidak mempunyai perasaan terhadap Kevin, dia tidak perlu semarah itu. Omong kosong kalau Paula memang tidak menghargai keberadaannya, seharusnya hal itu tidak akan mengganggunya kalau dia tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada Kevin.
 
Pipi Nessa memerah malu menyadari betapa kekanak-kanakan sikapnya sebelum tenggelam, Kevin pasti menertawakannya, karena dia seolah menunjukkan kalau dia cemburu berat kepada Paula.
 
"Kak Kevin tampak sangat menyesal karena kak Nessa sampai tenggelam." Delina menyambung, tidak menyadari perubahan ekspresi Nessa.
 
Lalu pintu terbuka dan Kevin masuk, lelaki itu langsung menghampiri Dokter dan bercakap-cakap dengannya, dan setelah dokter pergi, langsung melangkah mendekati ranjang.
 
Delina, yang melihat ibu Nessa serta Ervan melangkah keluar, langsung ikut berpamitan keluar dulu, memberi kesempatan kepada Kevin berduaan dengan Nessa.
 
Lelaki itu tampak letih. Nessa menyimpulkan. Apakah karena dirinya? 
 
 "Bagaimana perasaanmu?" Kevin menarik kursi mendekat dan duduk di samping ranjang, mengamati Nessa dengan cermat.
 
"Aku baik." jawab Nessa pelan, suaranya masih serak dan tenggorokannya masih sakit. Tetapi secara keseluruhan dia baik-baik saja.
 
"Maafkan aku." suara Kevin berbisik, "Aku memaksamu berenang. Pada akhirnya aku tidak menjagamu."
 
Karena aku yang lari darimu, karena aku cemburu dan kekanak-kanakan. Nessa mendesah dalam hati, tetapi kata-kata itu tidak bisa keluar dari bibirnya. Dia hanya menggeleng lemah.
 
Kevin tersenyum tipis sambil menatap Nessa, lalu menghela napas.
 
"Aku.. kau bilang pernikahan ini seperti di neraka." mata Kevin tampak muram, "Aku tidak menyadari kalau kau begitu tersiksa dengan pernikahan ini. Karena aku.. karena aku sendiri mungkin bisa dikatakan menikmatinya." Lelaki itu mendesah, lalu seolah tidak tahan duduk lama disitu dia berdiri dan memasukkan tangan ke saku celananya, "Nanti setelah kau sembuh, kita bicarakan perihal perceraian. Aku akan memikirkan cara terbaik untuk menjelaskan kepada semuanya. Memang tidak adil menahanmu ke dalam pernikahan sandiwara ini."
 
Kevin mendekat ke tepi ranjang, lalu membungkuk dan tanpa dinyana, mengecup dahi Nessa dengan lembut.
 
"Cepat sembuh ya." bisiknya pelan sebelum melangkah pergi, meninggalkan Nessa yang tertegun tanpa mampu berkata-kata. Perasaannya berkecamuk, dan dia bingung harus bagaimana.
 
***
 
Perceraian. Nessa memejamkan matanya. Bukankah itu jalan keluar yang terbaik dari pernikahan sandiwara ini? dari awal mereka menikah untuk mencegah perjodohan yang dilakukan mama Kevin untuk Kevin dan Delina, demi kebahagiaan adik-adik mereka. Dan memang benar, setelah mama Kevin meninggal, tidak ada yang perlu dipertahankan dari pernikahan ini.
 
Tetapi meskipun ini adalah jalan keluar yang terbaik, entah kenapa Nessa merasa ini tidak benar. Hatinya memberontak ketika mendengar kata perceraian, dan itu karena alasan yang tidak dia tahu. Kenapa? Kenapa dia tidak menginginkan perceraian? Apakah itu karena dia merasa nyaman menjadi isteri Kevin, dan ingin terus menjadi isterinya. Apakah sebenarnya.... tanpa disadarinya, dia telah jatuh cinta kepada lelaki itu?
 
Nessa memejamkan matanya ketika gemuruh perasaannya membuat kepalanya terasa pening. Jatuh cintakah dia kepada Kevin? Nessa tidak berpengalaman dalam hal jatuh cinta. Dia hanya pernah satu kali menyerahkan hatinya kepada laki-laki. Kepada Marcell, dan itupun dia telah dilukai sedemikian rupa.
 
Perasaannya sekarang kepada Kevin berbeda, bukan perasaan berbunga-bunga, jantung berdegup kencang ataupun terasa melayang-layang ketika membayangkan Marcell seperti dulu. Perasaannya kepada Kevin  ini tumbuh dengan pelan seiring berjalannya waktu. Muncul ketika menyadari betapa sayangnya Kevin kepada adik dan mamanya, muncul ketika dia merengkuh Kevin yang rapuh menangis dalam pelukannya, muncul dari kebersamaan mereka ketika Kevin tanpa ragu menopangnya ketika dia butuh dorongan, muncul di setiap detiknya bersama laki-laki itu. Dan mungkin inilah cinta, karena dia merasakan cemburu luar biasa atas kehadiran Paula.
 
Oh astaga. Aku benar-benar telah jatuh cinta kepada Kevin.
 
Tapi bagaimana sekarang? Karena dorongan cemburu yang kekanak-kanakan, dia telah mengatakan kepada Kevin bahwa pernikahannya seperti di neraka. Padahal sesungguhnya, dia bahagia. Dia bahagia.
 
Haruskah dia mengungkapkan semuanya kepada Kevin? Tapi perasaan Kevin kepadanya sangat misterius. Lelaki itu mengatakan bahwa dia menikmati pernikahan mereka. Tidak lebih. Belum lagi kejadian malam itu, yang menunjukkan bahwa ketertarikan Kevin kepadanya hanya sekedar nafsu.
 
Ataukah jangan-jangan.... Kevin memang menginginkan perceraian ini? Karena ada Paula? Karena dia merindukan kebebasannya bercinta dengan semua perempuan tanpa harus dibebani tanggung jawab kepada seorang isteri?
 
Benak Nessa dipenuhi berbagai pikiran, membuat dadanya semakin sesak.
 
***
 
Pagi itu Nessa pulang dari rumah sakit, Kevin yang menjemputnya di-jam makan siang, masih mengenakan jas kerja yang membuatnya tampak elegan dan begitu tampan. Mereka diam dalam perjalanan pulang.
 
Mereka masuk ke kamar dan Nessa duduk di pinggiran ranjang, menatap Kevin yang meletakkan tas-tas berisi pakaian Nessa ke depan meja rias,
 
"Kau tidak berangkat kerja lagi?"
 
Kevin menoleh dan tersenyum, "Tidak, aku tidak kembali lagi. Aku pikir mungkin kau perlu ditemani hari ini."
 
Nessa mendesah, "Tidak apa-apa, aku bisa istirahat dan tidur seharian."
 
"Aku sudah memintakan izin ke TK tempatmu mengajar." Kevin termenung, "Kau akan bosan kalau berbaring seharian disini tanpa teman, jadi aku akan menemanimu. Delina masih kuliah sampai sore, dan aku juga sudah meminta ibu untuk sementara tinggal di sini menemanimu besok kalau aku bekerja dan rumah kosong sementara kau masih harus istirahat di rumah, beliau baru bisa menginap disini nanti malam, aku sudah menyuruh supir menjemput beliau."
 
"Terimakasih Kevin." bisik Nessa dengan tulus.
 
Kevin tersenyum, lalu duduk di sofa di sudut kamar, menatap Nessa dengan miris.
 
"Kita harus mulai mempersiapkan bagaimana menjelaskan kepada mereka semua kalau kita akan berpisah."
 
Kenapa kau tampak sangat ingin segera berpisah denganku? Hati Nessa dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya pedih, tetapi dia tidak mampu mengutarakannya.
 
"Mungkin kita harus mengutarakan yang sebenarnya kepada mereka." gumam Nessa akhirnya.
 
Kevin tersenyum, "Delina akan mengamuk kepadaku. Dia pasti berpikir aku sudah menodaimu, mengingat reputasiku selama ini."
 
"Aku akan menjelaskan kepadanya." Nessa tersenyum, "Bahwa kau berlaku bagai malaikat terhadapku setiap malam."
 
"Malaikat?" Kevin menatap Nessa dengan pandangan misteriusnya lagi, seakan ingin berkata sesuatu tetapi tertahankan, "Aku sebenarnya tidak ingin perceraian ini terjadi, apalagi dalam waktu-waktu dekat."
 
Janutung Nessa berdegup, merasakan harapan tumbuh di dalam dirinya. Kevin tidak menginginkan perpisahan dengannya? Apakah itu karena Kevin ingin bersamanya? Kevin... mencintainya?"
 
"Kenapa?" suara Nessa serak oleh antisipasi.
 
"Kalau kita bercerai kau akan menyandang janda di usia muda, diceraikan hanya dalam beberapa bulan pernikahan.... aku laki-laki, beban sosialku tidak akan seberat dirimu." Kevin mendesah, "Aku mencemaskanmu. Itulah alasanku menunda-nunda perihal pernikahan ini."
 
Tetapi kau tidak mencintaiku. Nessa mendesah lagi dalam hati. Seandainya kau bilang kau tidak menginginkan perpisahan karena kau mencintaiku, aku akan mengaku kalau aku mencintaimu...
 
"Aku tidak apa-apa. Aku sudah lelah dengan sandiwara ini." Nessa mendesah, akhirnya.
 
"Kenapa kau begitu ingin perceraian?", Kevin menatapnya lurus-lurus, "Apakah kau tidak bahagia?"
 
Bukankah kau yang menginginkan perceraian? Nessa menjerit dalam hati. Tetapi lalu memalingkan muka, bingung harus menjawab apa.
 
"Aku minta maaf kalau sudah membuat hidupmu bagai di neraka. Sungguh aku tidak berencana menyiksamu seperti itu. Kau mungkin ingin bebas dan menemukan cinta sejatimu di luar sana, dan itu tidak akan terjadi kalau kau masih terikat sebagai isteriku." Kevin mendesah, "Aku tidak berhak menghalangi kebahagiaanmu."
 
Nessa memejamkan matanya, tak sanggup lagi mendengar.
 
"Kau tidak apa-apa?" Kevin tampak cemas melihat Nessa memejamkan matanya sambil mengerutkan dahi.
 
"Aku hanya sedikit pusing." Jawab Nessa pelan. Pusing dan patah hati, pastinya.
 
Kevin mengangkat bahunya dan beranjak pergi,
 
"Yah.. istirahatlah, kita bicarakan nanti kalau kondisimu sudah lebih baik. Kalau kau butuh apa-apa, aku ada di ruang kerjaku." Lelaki itu beranjak dan meninggalkan ruangan.
 
***
 
Nessa sepertinya sudah tertidur lama, karena merasa lemas ketika terbangun. Suasana rumah sunyi senyap, dengan pelan dia beranjak bangun dari ranjang dan melangkah keluar.
 
Rumah tampak lengang, tidak ada siapapun di sana. Para pelayan mungkin sedang sibuk di dapur. Dan Kevin... mungkin ada di ruangan kerjanya. Nessa melangkah menuruni tangga dengan pelan, kemudian tertegun ketika berada di ruang tamu dan menatap ke luar jendela. Ada mobil warna kuning cerah yang diparkir di halaman. Apakah Kevin sedang menerima tamu?
 
Nessa melangkah penuh ingin tahu ke ruang kerja Kevin, terdengar suara percakapan samar-samar di sana. Pintu ruang kerja tidak tertutup sepenuhnya sehingga suara di dalam masih bisa keluar. Itu suara perempuan... suara Paula!
 
Oh Ya ampun! Bahkan perempuan itu masih mengejar kemari, di rumah Kevin. Saat dia ada di rumah! Sungguh keterlaluan!
 
Tetapi kemudian, percakapan yang terdengar olehnya membuatnya tertegun.
 
***
 
"Apakah tujuanmu pada akhirnya tercapai?", itu suara Paula dengan ciri khas genit dan bercampur logat kebarat-baratannya.
 
"Tidak. Belum. Dan aku masih membutuhkan bantuanmu." Itu suara Kevin, terdengar tegas dan dingin.
 
"Ah, Kevin yang keras hati ternyata masih membutuhkan bantuanku." Paula terdengar terkekeh geli, lalu suaranya merendah sensual, "Seperti malam itu, ketika kau menyusuhku menyusul ke cottage tempatmu berada, tepat setelah kau bertengkar dengan Nessa..... ternyata aku masih berguna juga untuk menyenangkanmu."
 
Kevin yang menyuruh Paula menyusul ke cottage itu? Jadi bukan Paula yang menyusul dengan inisiatifnya sendiri karena obsesinya terhadap Kevin?
 
Wajah Nessa memucat. Astaga, betapa keterlaluannya Kevin. Pada satu titik dia merayu Nessa karena terdorong nafsu di atas ranjang, dan ketika Nessa menolaknya, dengan mudahnya Kevin memanggil perempuan lain untuk memuaskan nafsunya!
 
Nessa mungkin telah salah menilai Kevin, lelaki ini bermoral bejat, dia tidak seharusnya mencintai Kevin!
 
"Nessa?" suara Kevin membuat Nessa yang berdiri terpaku di pintu terlonjak dari lamunannya, "Sudah sejak kapan kau ada di situ?"
 
Suara Nessa bergetar karena emosi, "Sudah sejak aku mendengar betapa tidak bermoralnya dirimu!" Ditatapnya Kevin yang terpaku dengan tatapan cemas dan Paula yang memandangnya dengan senyuman aneh berganti-ganti, "Aku menginginkan perceraian. Segera." Air mata mulai membuat matanya terasa panas. Tidak! Kevin tidak boleh melihatnya menangis!
 
Dengan segera, dia membalikkan badan, hendak meninggalkan tempat itu. Tetapi Kevin bergerak cepat dan meraih tangannya, menahannya dengan keras.
 
"Tunggu dulu!" serunya marah, "Kau salah paham! Biar aku jelaskan."
 
"Menjelaskan apa?" Kali ini Nessa tidak bisa menahan air matanya, "Aku mendengar sendiri, ternyata kau yang menyuruh Paula menyusulmu ke pantai itu. Bukan Paula yang mengejarmu! Aku jijik kepadamu Kevin! Aku tidak menyangka kau tidak bisa menahan nafsumu, padahal status kita masih suami isteri. Setidaknya kau harus menghormatiku, meskipun pernikahan ini hanya sandiwara!", Nessa berteriak tidak peduli ada Paula di sana, mendengar semuanya. Toh pernikahan ini akan berakhir bukan?
 
"Kau salah paham! Aku tidak menyuruh Paula menyusul untuk menidurinya!", Kevin berseru setengah emosi, "Aku menyuruhnya untuk membantuku! Untuk membuatmu cemburu!"
 
Apa? Nessa tertegun. Pernyataan terakhir Kevin.. apakah dia tidak salah dengar? Kevin meminta Paula membantu membuatnya cemburu? Kenapa Kevin melakukannya? Ditatapnya Paula yang melihat pertengkaran mereka sambil mengangkat alis dan senyum menghiasi bibirnya yang berlipstick merah menyala itu.
 
"Wah..wah, sepertinya ini pertengkaran pribadi suami isteri, dan aku tidak berhak ikut campur." Paula meraih tasnya yang tergeletak di meja, "Seharusnya kau berbangga hati Nessa, seorang Kevin, yang tidak pernah peduli pada seorang perempuan, sampai memohon bantuanku, hanya untuk membuatmu cemburu." Paula mengedipkan sebelah matanya sebelum melangkah pergi, "Dulu aku dan Kevin memang kekasih, tetapi sekarang tidak lagi. Kami hanya bersahabat, aku sudah menikah secara rahasia dengan kekasih sejatiku, bahkan Kevin yang menjadi saksi pernikahan kami. Aku berutang kepada Kevin, karena itulah aku setuju untuk membantunya."
 
Paula lalu melempar senyum kepada Kevin, "Sepertinya sampai di sini aku bisa membantumu, Kevin sayang. Semoga kau bisa membereskan masalah rumah tanggamu dengan baik dan berujung bahagia." lalu perempuan itu melangkah pergi meninggalkan ruangan.
 
***
 
Nessa tertegun, menatap kepergian Paula, lalu berbalik menatap Kevin dengan marah, dihempaskannya tangan Kevin yang masih menahan tangannya, kali ini Kevin menyerah dan melepaskannya. Mereka berdiri berhadap-hadapan di depan ruang kerja Kevin.
 
"Apa maksud semua ini."
 
Kevin mengacak rambutnya frustrasi, lalu melangkah memasuki ruangan kerjanya, "Duduklah, dan aku akan menjelaskan semuanya."
 
Tanpa suara Nessa mengikuti Kevin dan duduk di sofa ruang kerja itu, di depan Kevin.
 
"Jelaskan padaku." gumam Nessa dengan suara bergetar ketika Kevin tetap tidak bersuara.
 
Lelaki itu memejamkan matanya, lalu menghembuskan nafasnya.
 
"Seperti yang kau bilang tadi, aku meminta bantuan Paula untuk membuatmu cemburu."
 
"Kenapa?" sela Nessa cepat.
 
Kevin menatap Nessa dengan tajam, "Karena aku ingin kau cemburu kepadaku."
 
"Lalu apa tujuanmu? Apakah untuk memuaskan ego lelakimu ketika isterimu cemburu kepadamu?" gumam Nessa jengkel. Sialan! semua ini direncanakan dan dia terpancing dengan mudahnya. Mungkin Kevin dan Paula menertawakan sikapnya diam-diam di belakangnya. Pemikiran itu membuat hatinya terasa sakit.
 
"Bukan, astaga Nessa, kenapa kau selalu berpikiran buruk kepadamu?" gumam Kevin marah, "Aku ingin kau cemburu kepadaku karena aku mencintaimu."
 
Kali ini Nessa benar-benar ternganga, itu tadi.. apakah itu pengakuan cinta Kevin kepadanya?
 
Kevin melirik Nessa yang terpaku, lalu tersenyum kecut.
 
"Yah, semua karena aku mencintaimu, mau dibilang bagaimana lagi. Kau mungkin tidak percaya. Tetapi aku sudah menyimpan perasaan kepadamu sejak di pesta itu, ketika aku melihatmu pertama kali, berdiri dengan cantiknya di sana sendirian. Lalu dengan angkuhnya menolak rayuanku. Aku menyelidiki masa lalumu lebih karena aku ingin tahu tentangmu, bukan karena kau adalah kakak Ervan. Dan aku semakin mencintaimu ketika tahu kisahmu, masa lalumu bersama Marcell, segalanya..." Kevin mendesah frustrasi, "Kau mungkin tidak akan percaya, tetapi bahkan aku menawarkan perjanjian sandiwara gila itu lebih karena aku terdorong oleh perasaanku, daripada akal sehatku. "
 
Ketika Nessa tetap tidak berkata-kata, Kevin melanjutkan.
 
"Seiring berjalannya waktu perasaanku semakin dalam. Pernikahan ini adalah saat paling membahagiakan dalam hidupku. Ketika aku bangun di pagi hari dan menyadari kau sedang bergelung mencari kehangatan di tubuhku, ketika aku bergegas pulang dari kantor karena tidak sabar bertemu denganmu. Ketika aku menatapmu dan bergumam dalam hati, memanggilmu sebagai isteriku. Aku merasa terlalu bahagia, sehingga menyimpan harapan konyol bahwa pernikahan  ini akan berlangsung selamanya."
 
Kevin menatap Nessa lekat-lekat, matanya tampak sedih, "Tetapi aku tidak bisa membacamu. Aku tidak bisa menebak perasaanmu, karena itulah aku meminta Paula membantuku, untuk melihat apakah kau cemburu kepadaku." Kevin mendesah, "Cara kau memarahi Paula di makam itu membuatku bahagia luar biasa, kau dengan gigih mempertahankanku. Karena itulah malam itu aku berharap lebih, terlalu percaya diri, aku memutuskan untuk merayumu...." Kevin mengerjapkan matanya, "Tetapi kau tahu hasilnya seperti apa bukan? bukannya merayumu, aku malah menunjukkan kepadamu bahwa aku hanyalah bajingan yang menyimpan nafsu tak bermoral kepadamu."
 
Nessa menggelengkan kepalanya, tetapi tak bisa berkata-kata.
 
"Malam itu aku begitu marah." gumam Kevin, "Aku ingin membuatmu menunjukkan  kalau kau juga menyimpan perasaan yang sama kepadaku. Dalam kemarahanku aku menelepon Paula, untuk menyusul ke pantai, untuk memancing cemburumu lagi. Mungkin dengan kehadiran Paula kau bisa menyadari bahwa kau sebenarnya juga tertarik kepadaku." Kevin tertawa pahit, menertawakan dirinya sendiri, "Pada akhirnya kau malahan mengatakan kepadaku bahwa pernikahan kita bagaikan di neraka untukmu. Dan kemudian aku malahan membuatmu celaka... Oh astaga padahal yang kuinginkan hanyalah mengetahui perasanmu kepadaku. Aku akan sangat senang kalau kau juga mencintaiku, tetapi kalau kau belum mencintaikupun aku bertekad akan membuatmu mencintaiku."
 
"Bukan salahmu kalau aku tenggelam..." desah Nessa cepat.
 
Kevin mengangkat bahu, "Jangan membelaku, semua salahku. Aku yang memaksamu mencoba berenang di laut, aku berjanji untuk menjagamu tetapi pada akhirnya kau malah tenggelam. Aku tidak ingin membuatmu menderita, karena itulah aku menyerah. Kau akan kuberikan perpisahan yang sangat kau inginkan itu. Tetapi... aku hanya ingin kau tahu, aku mencintaimu Nessa, dan aku tidak peduli kau membalas cintaku atau tidak. Aku ingin kau tahu, kau memiliki hatiku, bahkan nanti ketika kita sudah bercerai. Seandainyapun kau memberiku kesempatan, aku ingin menunjukkan bahwa aku mencintaimu, lebih dari yang pernah kau tahu."
 
Mata Nessa mulai berkaca-kaca. Semua informasi ini terlalu mendadak, sekaligus terlalu membahagiakan. Nessa tidak pernah menyangka kalau Kevin menyimpan perasaan kepadanya. Bahwa lelaki itu memupuk perasaannya pelan-pelan, diam-diam dan semakin dalam selama pernikahan mereka.
 
"Tetapi aku tidak ingin bercerai." gumam Nessa pelan.
 
Kevin mengerutkan keningnya mendengar jawaban Nessa, "Tetapi kau bilang kau tidak bahagia, karena pernikahan ini seperti di neraka?"
 
Nessa berdehem, jantungnya berdegup liar, "Itu semua luapan perasaan kekanak-kanakanku, karena aku cemburu."
 
"Apa?" suara Kevin menjadi dalam, dan was-was, "Apa Nessa?"
 
"Aku mengatakan itu karena aku cemburu." kali ini suaranya lebih mantap.
 
"Dan itu karena...?" Suara Kevin semakin tegang, Nessa bisa merasakan jantung Kevin berdegup liar, sama sepertinya.
 
"Karena aku sepertinya juga menyimpan perasaan kepadamu."
 
"Nessa!" Kevin berseru, lalu melangkah cepat ke arah Nessa dan menariknya berdiri menghadapnya, "Katakan sekali lagi! Apa maksudnya itu?"
 
"Karena aku juga mencintaimu." Kali ini Nessa tersenyum lebar, "Dan terimakasih kepada Paula, dia memang membantumu, karena kalau tidak ada dia, aku tidak akan menyadari perasaanku."
 
Kevin berseru pelan, lalu memeluk Nessa erat-erat. "Ah. Ya Tuhan Nessa." suara lelaki itu bergetar, "Kau tidak menyadari betapa seringnya aku mencoba membaca hatimu, menebak-nebak apa yang ada di dalam kepala cantikmu itu. Aku tidak pernah merasa begini kepada wanita lain sebelumnya. Tidak pernah!"
 
Dengan lembut, Nessa membalas pelukan Kevin, lelaki itu kini terasa lebih dekat, tanpa penghalang saat mereka sudah saling mengungkapkan perasaan masing-masing.
 
"Jadi kita harus bagaimana." gumam Nessa dalam senyuman.
 
Kevin menatapnya serius. "Tidak ada perceraian. sudah pasti tidak akan ada!", Kevin menjauhkan tubuhnya sedikit dari Nessa, lalu mengecup dahi Nessa, mengecup pipi Nessa, mengecup bibir Nessa dengan kecupan ringan yang lembut. "Suka atau tidak suka kau akan menjadi isteriku selamanya."
 
Nessa terkekeh, "Kau sangat arogan, Kevin."
 
Lelaki itu balas tersenyum, "Aku sudah memilikimu sebagai isteriku, dan akan kupertahankan." Mata Kevin bersinar sensual dan suaranya menjadi parau, "Mungkin sekarang kita bisa membahas masalah malam pertama."
 
Nessa memukul lengan Kevin sambil tertawa, "Apakah hal itu tidak jauh-jauh dari otak kotormu selama ini?"
 
Kevin tertawa, tawanya lepas, tampak bahagia. "Kau tidak tahu betapa susahnya untukku menahan diri tidak menyentuhmu di ranjang itu. Setiap pagi aku bangun dengan nyeri yang menyiksa. Tetapi saat itu kupikir semua sepadan, karena pada akhirnya aku akan memilikimu."
 
"Tetapi kau menyerah untuk melepaskanku tadi."
 
"Karena aku mencintaimu, karena aku ingin kau bahagia." Kevin menundukkan kepalanya, lalu mengecup bibir Nessa dengan lembut, "Sekarang setelah aku mengetahui perasaanmu kepadaku, jangan harap kau akan kulepaskan."
 
Nessa membalas kecupan Kevin, sejenak mereka hanyut dalam ciuman yang panas, sampai Kevin mengangkat kepalanya dengan napas terengah, "Aku merencanakan bulan madu di Paris dengan suasana romantis, tetapi sepertinya aku tidak mau menunggu." matanya bersinar penuh pertanyaan, membuat Nessa terharu sekaligus merasa sangat dihargai.
 
Ketika Nessa menganggukkan kepalanya dengan lembut, Kevin meraih Nessa dan menggendongnya, seolah Nessa begitu ringan di tangannya, "Kalau begitu sekarang." gumamnya penuh hasrat, lalu mengangkat isteri yang belum pernah disentuhnya, dan membawanya menaiki tangga menuju kamar.
 
Nessa mengalungkan lengannya di leher Kevin dengan bahagia, tak pernah disangkanya pernikahan sandiwara karena perjanjian ini akan berakhir seperti ini. Berakhir menjadi penyatuan hati, menjadi perjanjian hati.
 
Nessa memejamlan matanya, tidak ini bukan akhir. Ini adalah awal segalanya, bisa dibayangkannya dia dan Kevin bergandengan di usia senja, menatap wajah anak cucu mereka dengan bahagia. Tuhan memang selalu memberikan skenario misterius bagi umatnya. Dulu dia pernah begitu mencintai Marcell hingga merasa tidak mampu mencintai lelaki lain. Tetapi kemudian Tuhan memberikan Kevin untuknya, yang dicintainya dengan begitu saja. Yang juga mencintainya dengan begitu saja.
 
Dan dia yakin bahwa mereka akan bahagia sampai akhir. Karena mereka saling mencintai, dan hati mereka sudah saling berjanji.
 
End
 
 
 

114 komentar:

  1. Makasih mba santhy.. peluk erat... love this story very much... ^^

    BalasHapus
  2. iya2 .
    Hatur nuhun banget dah buat mbak shanty .
    Ceritanya keren sekaliiiiii
    huhuhu :D

    BalasHapus
  3. Ini yg judulnya don't judge a book by the cover...ahahays ternyata si paula disuruh ama si kevin wkwkwkwk
    Ga duga loh mbak...eniwey makasih ya mbakk...tetap semangat membuat cerpen/cerbung/novel ya...ada epilognya gak nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iyaa kalo ga ada paula, bisa2 si Nessa nggak sadar2 kalo dia cinta sama Kevin
      hehehe epilognya belum dibikin dear :)
      makasih yaaa udah disemangatin huhuhu *terharu*

      Hapus
  4. Mksh mbak santhy penantian yg g sia2.great story

    BalasHapus
  5. makasih mba santhy :* keren wow,happy ending :D

    BalasHapus
  6. Thxxxxxx uuuuu veryyyy much mb....
    dah diposting n happy ending akhirnya

    peluk yang erat wat mba shanty

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 sayaaang semoga suka yaah *peluk* ;)

      Hapus
  7. makasih mbk san san... lega akhirnya happy end.

    kecup peluk erat...


    love,

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeee iya dayana sayaaang :* *balas peluk sambil kecup2* hehehe

      Hapus
  8. Wahhhhh akhirnya ga disangka perjanjian hati tamat..
    KEVIIIIIN, akhirnya ngaku juga..

    Epilognya jgn lupa ya mbak... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iyaa kalo kevin ga ngaku2 bisa ga beres2 ceritanya habis nessa gengsian sih ;)
      epilognya belum dibikin :) tapi nanti semoga ada inspirasi yah :)

      Hapus
  9. Woooooow CONGRATULATION NESSA KEVIN :D
    Semoga sampai anak cucu :)
    aduh tiap ceritanya Teh Shanty bikin para kaum wanita mengkhayalkan lelaki seperti mereka bak pangeran , di dunia ngga pernah nemuin -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe pssst setiap perempuan punya pangerannya sendiri lho yang masih menunggu untuk ditemukan *kedip2 romantis* :D

      Hapus
  10. makasih mbak Santhy :D
    nggak sia - sia refresh blog-nya mbak setiap dua jam sekali. hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa sitii maafkan yaah aku telat postingnya dan bikin menunggu huhuhuhu
      sama2 sayaang semoga suka yaaah *peluk*

      Hapus
  11. menyentuh banget.
    tq mba santhy. #peluk
    malam pertamanya mana??
    *celingak celinguk
    hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi sama2 sayaaang :)
      malam pertamanya masih disembunyiin soalnya blognya buat semua umur hihihihi ;p

      Hapus
  12. bagus mbak...
    thx u buat ceritanya...
    jangan sampe lupa sambungan sweet enemy nya...hehehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih sayang udah suka yaa :)
      siaaaap *singsingkan lengan baju* hehehe

      Hapus
  13. aw.... Aq terhru mba San... *.*
    Mksih.. Mksih bgt untuk cerita'y...
    Ending bahagia yg mengahrukan.. :)
    This is great story.... 4 tumbs up!
    *peluk erat mba San

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah sila suka yaah :)
      heeeeee sama2 sayaaang
      *balas peluk sambil senyum2*

      Hapus
  14. aaaaaaaakkkkkk Keviiiinnn *meleleh*
    surpriseeeeeee........
    Vie smpt su'udzon lohhh Mba..krain Paula bner2 jd cwe centil bin genit g karuan mpe mw cubit n jmbak2 dy.. tp trnyta dy mlah dsruh sm Kevin... xixixi... akhrnyaaaa Nessa mengakui smwny... wlw ngarep dcritain bln maduny *tutup muka* or bhkan pertentangan keluarga krn kbohongan mrk tp dgn ending bgni ajja udh bkin speechless.. keyeeeennn bgtz Mba...
    mksh byk Mba Santhy.... *peyuk2*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaa viee kalo nggak ada paula pasti nessa nggak nyadar2 kalo dia itu sebenernya cinta sama Kevin yah :)
      hihihi iya dear bulan madunya masih di skip soalnya blognya buat semua umur, masih ragu2 bikin adegannya :)
      hihihi iyaa berarti kebohongan nggak terungkap yah krn mereka melanjutkannya dengan pernikahan beneran :)
      sama2 sayaaang *balas peluk*

      Hapus
  15. whoaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,sakit mataku mantengin layar kompi,,
    tapi sungguh terbayar mbak Santhy,,,,,
    happy ending,

    whoaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,mw nyari suami kayak Kevin aaaaaaaaahh,,,tapi bukan Kevin Aprillio, yagh __amit2 degh klo dy_whuahhahhaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi sama riskaa aku kalo kelamaan di depan kompi mataku suka pedes hhuhuhu
      :)
      iyaaa jangan Kevin aprilio dear, potongan rambutnya itu loh hihihihi :p

      Hapus
  16. uwgh......
    so sweet bgt kevin akhirnya ungkapin perasaannya k nessa...


    thx bgt mbak santhy dtunggu epilogue n cerita2 selanjutnya....

    semangatt \(^0^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama sayaaang
      semoga mau sabar menunggu cerita2 selanjutnya yah deaaar
      *peluk2 semangat*

      Hapus
  17. Asik udah diposting,,
    Tapiiii,,kog udah tamat
    Huhuhu
    Maasih belum mau pisah dari Kevin mbaaaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehhehe iyaa deaar tamat di bab 9
      semoga nanti ada pangeran2 lain yg bisa mencuri hati juga yaah ;)

      Hapus
  18. wahh akhirnya happy ending.XD
    untung kevin jujur dluan klo ngk kan nessa gk mau ngaku..wkwk
    ups paula trnyata tak seperti yg d duga! ckck sorry ya paula kmrn d blg nenek lampir..hehe *bungkuk 90°*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iyaaa ternyata paula membantu yah :p
      iyaa nessa gengsiaan :D untung Kevin akhirnya ngaku hehehehe

      Hapus
  19. Akhirnya, Kevin N Nessa happy Ending Co... Cwett...

    Mbak Shanty, EPILOGNYA dunk.., masihhhh belum mau pisah dari KenNes (Kevin_Nessa)

    Thanks Berat bwat mbak shanty yang selalu cantikk u semua karya2nya.
    Selalu dan Akan Selalu Ditunggu karya selanjutnya dari Mbak Santhy..
    SEMANGATTTTTTTTTTTT.......MBAK SHANTY..
    Cium n Peluk Erat bwat Mbak Santhy dari Makassar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi naora sayaang epilognya belum dibikin nanti yah kalau ada inspirasi ;)

      hehehe sama2 sayaang aku juga bahagia dan bangga banyak yg mengapresiasi tulisan2 ini :)
      semangattttt jugaaaa hehehe
      *balas peluk2 dan cium* ")

      Hapus
  20. mb saaannn,,,
    jadinya mah aq senyum - senyum a jelas gini
    xixixixiii

    BalasHapus
  21. And then they live hapily after
    :) kereen mbak!
    Tengkyu buat karyanya, ditunnggu karya selanjutnya hihi
    tp ada after story doong buat ngejelasin pernikajan mereka k keluarganya trus pnya anak jg, jihi
    request ceritanya
    :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. epilognya belum dibikin dear hehehe :) nanti kalau ada inspirasi yah sayang :D

      Hapus
  22. Mbaaaakkk.. Jdi snyum2 ga jls ak..x_x..

    Mau bgt ak pny cwok kyk kevin..<3<3
    Udh ckep, kaya, prhatian pula.. Krg aplgi??? Ckckk

    Sweet bgt akhirny..<3<3

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeeeee kebawa suasana romantis yah dear :)
      hihihi tipikal pangeran idaman yah mas kepin itu :P aku juga mau... #plaakkk ditampar om irawan biar sadar hihihihi

      Hapus
  23. Skalian deh request epilogny..;;)
    Pas ad pnjlasan bulan maduny tu lho..;;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iya nih bulan madu+malam pertama masih di pertimbangkan soalnya blognya untuk semua umur hihihihi :p

      Hapus
  24. ahhh akhir'y happy ending, makasih kak santhy dhh mau publish part terakhir, aku seneng banget.. Tp aku gk mau pisah sm kevin.. Hikss.. Hikss T^T
    ternyata semua rencana kevin ahh,, bneran cinta aku sm kevin kak.. Kkk..

    Kak,, malam pertama'y mana#plakk
    padahal nungguin loh kkk.. Tp pokok'y PH is the best laah.. Ditunggu karya2 yg lain ya kak.. *peluk sayang*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe waaa jangan sedih sayaang semoga nanti akan ada pangeran2 lain yang bisa mencuri hati di kisah2 blog ini yaah hehehe :)

      hihihi iyaa deaaar malam pertamanya masih di skip buat dideskripsikan soalnya blog ini buat semua umur hhihihihi :p

      Hapus
  25. mbaaa.. makasih udah meluangkan waktu buat selesein ceritanya, duh aku gregetan pas mereka bahas perceraian ikut tegang, tapi untungnya kevin yang ngalah, kalo sama2 gengsi ya selesenya di pengadilan agama *abaikan*
    epilog ya mba,>.< *idih nawar* ervan sama delina juga beloman padahal bisa dibilang mereka tuh gara2nya, dan pengen tau kehidupan kevin-nessa selanjutnya :D
    semangat ya mba, aku tunggu karya2 lainnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama sayaang, aku senang banget kisah ini ada yg mengapresiasi :) semoga ada kesan yg didapat yah hehehe
      iyaa habis nessa gengsian sih sampe kevin bela2in minta tolong paula buat mancing2 hehehehe
      siaaap epilog belum dibikin dear, tp nanti kalau ada inspirasi pasti dibikin, kayak Verna dan Hujan waktu itu yah :)

      Hapus
  26. Suka bgt maa cerita n endinggnya...#peluk erat mba Santhy

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah Lia sukaa yaa hehehehe sama2 sayaaang
      *balas peluk* :)

      Hapus
  27. alhamdlllh,akhrnya d post jg sm mbk shanty yg cuantikkk
    mksh,mksh,mksh,mksh y mbk shanty ..............................
    endingnya buagus bgt mbk, tegang + gregetan mpe pngen triak2.....
    ksih epilognya dunkkkk mbkkk,kn pngen tau khdpan slnjutnya mreka sprt apa????????????
    pleaseeeeeeeeeeeeeeeee....(ngarep.com)
    PN nya q tunggu y mbk....
    #peluk erat mbk shan....mmmuachh mmmuachhh mmuuaacchhh...........

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeee syukurlah tutty suka yaaah *lega banget dengernya* heee :)
      sama2 sayaang makasih juga sudah mau baca dan suka kisah ini yah hehehe
      epilognya nanti yah dear, smpai skrng belum dibikin tapi nanti begitu ada inspirasi pasti dibuatkan dear :)
      siaaap di PN tanggal 20an yaah *peluk cium*

      Hapus
  28. heeeemmm senengnya,*snyum2 menghayal bisa dpt suami kayak akang kevin*....
    thanks mbg shan2,peluk2 mbg shanty.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi akang2 yang romantis yah *celingak celinguk cari akang2 romantis* hehehe
      sama2 amanda sayaaang :)
      *peluk*

      Hapus
  29. akhirnya berakhir juga cinta nessa sama kevin.
    happy ending yang membahagiakan.
    di tunggu cerita selanjutnya mbak yang sweet enemy
    peluk cium selalu buat mbak santhy

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iyaaaa untung mereka akhirnya mengalah dr ego dan gengsi masing2 jd bisa happy ending yaah
      siaap sweet enemy akan dimunculkan :)
      *balas peluk cium* hehehe

      Hapus
  30. Thanks mbak shanty,
    Ceritanya bagusss ..... aku sukaaaa... di tunggu epilognya dear....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 sayaang, syukurlah dear suka yaah *peluk*
      siaap epilognya belum dibikin, nanti begitu ada inspirasi dipostingin yaah :D

      Hapus
  31. wah akhir ya bahagia jga,tp ko saya enga diajak sih ke paris ya,,,,,,,,,kan bsa temenin gitu.trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi iya yah, gimana kalo kita ikut ke paris semua, rombongan pengantar bulan madu kevin dan nessa hihihihi
      *peluk isti*

      Hapus
  32. thank u so much mbak santhyyy... 4 thumbs up deh,hehehehehhe

    BalasHapus
  33. udah ending ternyata,makasih mbak santhy ceritanya ok banget.
    request epilognya dong mbak heheheheeee,,,,
    peluk mbak santhy,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah syukurlah suka yah hehehehe
      epilognya belum dibikin dear, nanti yah begitu ada insprasi langsung dipostingkan :)

      Hapus
  34. Huuu so sweet banget kakak :( pengen nangis pas mereka saling mengutarakan isi hati masing2.. O ya, request sekuel ervan ma delina ya kakak :* ya ya yaa ?
    Btw si paula ga jahat ya ternyata :* i'm so sorry punya niatan buat mutilasi paula :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe penasaran sama kisah ervan dan delina yah :)

      heee iyaa ternyata setelah kevin dan nessa mau meninggalkan gengsi masing2 mereka bisa bersatu yah hehehe
      waaa kasihan paula mau dimutilasi huhuhu ternyata dia membantu yah, bikin nessa sadar kalo dia ada rasa lebih sama kevin :)

      Hapus
  35. Selalu setia menanti karya mba santi cantik,,,,
    big hug buat mba santi.....
    tetep semangat,,,,
    ditunggu karya selanjut'y,,,,
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih yah sayang huhuhu *terharu*
      makasih juga buat dorongan semangatnya
      siaappp aku akan berusaha hehehe
      :)

      Hapus
  36. waaahh akhir nya bilang cinta jga !!ga mau end mba msih kangen kevin hiks hiks hiks ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeeee semoga nanti ada pangeran2 lain dikisah2 lain yg bisa mencuri hati kayak kevin yah dear *usep2 kepalanya ida biar ga nangis* hehehehe

      Hapus
  37. baca part ini sambil dengerin Cinta Sejati OST Habibie Ainun..
    dapet bgt feelnya.. ikut berkaca-kaca ketika Nessa bingung dengan sikap kevin, menangis dalam diam...
    Nice Story mbak...
    wait for another.. ^__^

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeee iyaaaa pas lagunya romantis, pas nessa lagi galau yah dear heee
      seyukurlah sayangku suka yaaaa *tarik napas lega*
      siaap aku akan berusaha hihihihi :)

      Hapus
  38. heeem,,,, jd terharu nih.... bacanya mkasih mba shanty.....

    pokonya mba shanty is D'best Lah hehhehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa *senyum2 sendiri karena ke-geEr-an* hihihhihi
      sama2 sayaang aku jg seneng banget nisa suka sama PH ini *peluk*

      Hapus
  39. Oh.... akhir yang bahagia, senangnya, makasih mba sayang *ciyum*
    @Paula maaf ya,kemaren aku kitik2 kamu pake jarum pentul, abisnya gemes sih ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iya sayaang sama2 yaah
      hayooo siapa yang kemarin punya niatan buat lempar paula pake kapas ( seberat 1 ton ) hihihihi

      Hapus
  40. yeyeyeye berakhir dg bahagia.... mbak santhy.... muuaaah...
    di tunggu next story yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iyaaa happy ending yaaa :D
      siaaaaap semoga mau menunggu yaa ;)

      Hapus
  41. mbak... saya penggemar baru ini.. gag sengaja nemu blog ini dan wowww.. isinya keren banget.. di tunggu cerita lainnya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. deni sayaaang, makasih yaah sudah mampir ke blog ini plus suka pula hehehehe :)
      siaaaap aku akan berusaha menciptakan kisah2 lain yg bisa menyentuh hati yah :)

      Hapus
  42. Oouuuw....romantiez...
    Tapi aku tidak mau bercerai sama kevin n nessa gmana dunk mbak santhy??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi semoga nanti di kisah2 selanjutnya, ada pangeran2 lain yg bisa mencuri hati juga yah ;p

      Hapus
  43. Berakhir dg bahagia. :D Asyikkk~ ditunggu lanjutannya, ya, Mba kisah-kisah Mba yang romantis. hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehhehe iyaaah... eh aku mau bikin yg sad ending sekali2 kira2 pada ngambek ga yah huhuhu :)
      iyaa sayaaang aku akan semangattt :)

      Hapus
  44. Hehehe... Aku pribadi sih ga apa-apa, mbak. *siap-siap nyusut air mata*
    Tapi dulu juga waktu aku nulis fiksi sad-ending (angst) gitu, aku dikeroyok reader. Hehehe... Tapi secara keseluruhan ga masalah. Aku selalu menunggu tulisan mbak yg selanjutnya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah iya yah aya, hmmm jadi ngeri hehehe dulu aku jago banget bikin crita tragedi trus nulisnya tega lagi hahaha :)
      mungkin perasaan hati menentukan hasil tulisan yah #kok malah curhat
      waaa makasih aya sayaang *tersipu2* aku malah jadi deg2an gini takut mengecewakan heee

      Hapus
    2. Aku penasaraaan fiksi-nya mbak yg genre tragedy. Hihihi.. Iya mbak, kadang suasana hati suka menentukan hasil tulisan. Kalo lagi mellow, bawaannya pingin nulis yg galau-galau, sedih-sedih. Kalo lagi senang, bawaannya bikin tulisan genre romance/fluff/comfort hihihi... *ikutan curcol*

      Hapus
    3. hihihi banyak dear, yang postingan lama tragedi semua :
      contohnya
      Mencari Soulmate 1 dan 2
      link nya : http://anakcantikspot.blogspot.com/2012/10/mencari-soulmate-part-1.html
      http://anakcantikspot.blogspot.com/2012/10/mencari-soulmate-part-2-by-santhy-2nd.html

      trus ada juga di tag label "Kumpulan Cerpen2 Sederhana" hampir 90% tragedi yg judulnya : Pillow talk, bad surprise, lelaki tua dan makam sederhana, yang tak tersampaikan, catatan terakhir untuk mas irwan, dua perempuan di sebuah bar yang remang
      heee itu hampir semua fiksiku tragedi yah :D

      Hapus
    4. ini linknya kumpulan cerpen2 sederhana dear :) 90% tragedi hihihi
      http://anakcantikspot.blogspot.com/search/label/KUMPULAN%20CERPEN2%20sederhana

      Hapus
    5. Iyaaa... aku barusan baca yg lelaki tua dan makam sederhana sama pillow talk, udh komen juga di keduanya. Sukaaaaa...:D

      Hapus
  45. akhrnya PH tamat, blm mau pisah ama bang kevin nih mbak san... Q Sma ama para readers yg lain pengen ada endingnya... 0h ya mbak sma nanya SE nih, soalnya jdi selingan tmbhan bt nunggu UH d pornov :)...
    P.S : jd jarang coment gra2 sbk berat nih.. Khukhu.. Tetep smgt dn tmbh cantik mbak santhy

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe :)
      SE dalam minggu ini yah sayaaang semoga mau menunggu
      bang kepin ternyata cukup bisa mencuri hati yah meskipun kisahnya singkat :) untuk epilog aku belum bikin dear, nanti yah nunggu inspirasi, begitu ada pasti langsung diposting hee :)

      Hapus
  46. Bagus banget akhirnya bahagia hehehe, mbak agatha aku nunggu posting2 mbak yg lain dari kemaren, kpn mbak mau posting nih? hohoho :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih sayaaaang heee
      waaa nungguin SE yaaa semoga sabar menunggu yah sayaaang lagi digarap, yang pasti dalam minggu ini :)

      Hapus
  47. KEREENNNN!!!!
    daftar jdi fans *pake berat* mba santy...

    PH ini ga ada rencana dibuat EPILOGnya mba?

    pngen tau klnjutan kevin ama nessa ada junior2 yg lahir ga? trus ade2 mreka gmna? hehe... *fans bru daptar byk permintaan pulak* #bletakkc

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi aku juga pingin tahu malam pertamanya gimana yah hihihihi habisnya blog ini buat semua umur dear jd malam pertamanya ga bisa eksplisit huhuhu
      yang pasti kepin juniornya bakalan ada segera setelah bulan madu, Nessa langsung hamil hee :D
      dan Ervan pasti menikah sama Delina setelah mereka lulus kuliah dear :)

      Hapus
  48. Mbak Shanty @ aku suka dengan hasil karya mbak Shanty... OK OK pokoknya... Salam kenal dariku ya mbak hehehe.... Semangat 45 :)

    BalasHapus
  49. ahhh.. tantee
    this story is magnificent..ahaha
    you really have the talent tan!!
    suka banget sama semua cerita tante!! especially ARSAS SWTD!!
    btw ini butuh epilognya banget!!

    BalasHapus
  50. senangnya sudah ending.....

    maklum mam baru baca kl dah ending >.<

    makacih y mam dah di share cerita2 nya ^^

    smangka trus mam ^^

    BalasHapus
  51. mbak santhy thanks ya.. karya2 mbak santhy bagus2, semuanya.. tanpa terkecuali.. mbak santhy luar biasa banget deh.. *pelukkkk

    BalasHapus
  52. horeeee heppy ending,,,, suka suka sukaaa karya mb santi,,, pe lagi klo critanya model dongeng cinderela,,, ce biasa dpt pangeran tampan dan kaya raya,,, mauuuuuuuuuuuu

    BalasHapus
  53. paling suka cerita yang ini mbak :) tpi msh penasaran ama pembunuh cahaya :DD

    BalasHapus
  54. Kak, boleh aku repost gak di akun waatpadku. Entar aku cantumin juga nama kakak. Boleh gak? :)

    BalasHapus
  55. ceritanya bagus banget ><
    izin baca yang lain ya :)

    BalasHapus
  56. oh yaampun ini seru bgt mba: ) terimakasih ceritanya: )

    BalasHapus
  57. seperti biasanya ceritanya sll bgus. bikin qta ngayal, coba aj qta bsa ktmu ma cwo ky kevin.

    BalasHapus
  58. Waw seru mba, dikantor kerjaan aq cma ngabisin baca novel ini smpe part9. yunik :) ditunggu mba lanjutan novel -Not- The Sweetest Love ya mba ..

    BalasHapus
  59. rasanya pengen baca kelanjutannya sampai nanti mereka menutup mata, sangking bagusnya!! ^_^ makasi mbak... suka sama critanya

    BalasHapus
  60. hallo ka , maaf aku komentar disini :)
    tapi aku udah baca semua novel kaka , aku download di palystore
    tetap berkarya yah ka

    BalasHapus