Sabtu, 29 Juni 2013

The Vague Temptation Part 6



Pagi harinya Alexa keluar kamar, masih takut-takut. Suasana rumahnya sepi seperti biasa. Dia lalu melangkah keluar dan melihat ayahnya masih tidur di sofa, mendengkur dengan kerasnya. 

Alexa menghela napas panjang, kemudian segera menuju dapur dan menyiapkan sarapan, masih jam setengah enam pagi. Alexa menengok tempat nasi dan menemukan nasi semalam masih banyak, ayahnya mungkin memutuskan memakan mie instant sehingga nasinya tidak tersentuh. Kebetulan. Alexa bisa membuat nasi goreng untuk sarapan. Hari ini hari minggu, jadi Alexa tidak perlu buru-buru mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor.

Beberapa menit kemudian, aroma nasi goreng yang harum  memenuhi rumah mungil itu, membuat ayahnya terbangun. Lelaki setengah baya itu melangkah, masih setengah mengantuk menuju dapur.

"Kau bangun pagi sekali." ayahnya menyapa serak, tersenyum sambil duduk di meja dapur.

Jumat, 28 Juni 2013

Embrace The Chord Part 12


"Rachel?" 

Suara itu terdengar samar-samar dan lembut, membangunkan Rachel dari kegelapan yang melingkupinya. Dia membuka matanya pelan-pelan, merasa silau oleh cahaya putih lampu yang langsung menerpa matanya.

"Sayang? Rachel? kau sudah sadar nak?" 

Itu suara mamanya. Mamanya sedang duduk di tepi ranjang, wajahnya pucat pasi, tampak begitu cemas. Rachel bingung, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.

Apakah dia ada di rumah sakit?
Rachel mencoba bergerak, tetapi rasa nyeri yang menyengat langsung terasa di kakinya.

"Jangan bergerak dulu sayang, kakimu terkilir..." mamanya bergumam lembut, mendorong Rachel untuk terbaring kembali.

Rachel mengernyitkan keningnya, berusaha meredakan rasa nyeri yang menyakitkan itu, kemudian dia teringat... darah itu... darah dari tangan Jason!

Another 5% Part 14

PS : maaf harus meeting dulu sampai sore T___T ini dipostingkan dulu naskah yang kebetulan sudah siap ya buat bacaan siang *peluk*



Kecemasan Selly sampai pada puncaknya ketika ponselnya akhirnya berbunyi.

Rolan.

"Selly sayangku? Maafkan aku! Kau ada di mana? Kumohon katakan kau sudah ada di rumah."

Tidakkah Rolan ingat bahwa dia menyuruh Selly menunggu? Bahwa dia berjanji akan menjemput Selly sepulang kantor dan itu sudah dua jam yang lalu?

"Rolan aku..."

Selly hendak berkata-kata ketika Rollan menyela,

"Maafkan aku tadi aku tidak bisa datang, aku menengok Sabrina sebelum berencana menjemputmu... Tetapi kemudian Sabrina mengalami serangan, dia muntah darah Selly, kondisinya kritis, sejak tadi aku berusaha menghubungimu tapi ponselku kehilangan sinyal, mungkin karena hujan deras... Maafkan aku Selly aku tidak bisa meninggalkan Sabrina, tidak  di kondisinya sekarang... Kau tahu aku pernah mengalami serangan seperti ini, aku tahu rasanya Selly..... Sabrina.... dia butuh seseorang..." Rolan menelan ludahnya, "Maafkan aku Selly, kau sudah di rumah bukan? Jangan katakan kau sedang menungguku."

Kepala Selly terasa sakit ketika mendengarkan penjelasan Rolan,  semburan rasa kecewa langsung menyakiti hatinya, membuat dadanya terasa sesak. Tetapi dia berusaha membuat suaranya terdengar ceria. Dia kemudian berbohong,

"Aku sudah di rumah,  Rolan."

Kamis, 27 Juni 2013

The Vague Temptation Part 5


PS : maaf  buat yang melihat perdana kalau menemukan banyak typo td tidak sengaja terpublish sebelum di dedit T__T ini sudah dikoreksi semoga tidak ada lagi ya 

Dua orang tunangan??

Siapa pula yang ingin memiliki dua tunangan di dunia ini? Satu saja Alexa tidak pernah membayangkan, apalagi sampai dua...

Alexa menatap ke wajah-wajah di seluruh ruangan itu, dan merasa bingung. Semua mata menatap ke arahnya, dan Alexa seakan didesak untuk memilih, belum lagi mata abu-abu Daniel menatapnya dengan ancaman yang tersirat.

Daniel pasti mencoba mengingatkan Alexa bahwa dia harus membalas budi kepada Daniel karena Daniel telah memberikan uang yang begitu banyak di rekeningnya....

Tetapi Alexa juga teringat kata-kata Nathan, bahwa dia harus bersikap adil kepada Nathan, bahwa Nathan berhak diberi kesempatan untuk bersaing secara fair....

Wajah Alexa semakin pucat, bingung. Kalau dia memilih, bukankah itu berarti dia memilih untuk masa depannya? Dia harus menikah dengan lelaki pilihannya itu bukan?

Another 5% Part 13



Marco membawanya ke sebuah lapangan yang luas dan sepi. Entah darimana lelaki tua itu bisa menemukan tempat ini. Marco tampak misterius. tetapi entah kenapa Rolan merasa bisa mempercayainya. Lelaki ini sepertinya memang sudah ditakdirkan untuk membantunya.

"Kenapa kau membawaku ke lapangan luas seperti ini?"

"Karena saya akan membantu anda membangkitkan kekuatan anda. Kekuatan otak yang saat ini ada di dalam tubuh anda, yang dilimpahkan oleh tuan Matthias kepada anda, belum terbangkitkan sepenuhnya, sifat alaminya memang akan membuat tubuh anda sembuh dan memperbaiki dirinya sendiri dengan cepat...." Dan kemudian, tanpa diduga, dengan gerakan secepat kilat, Marco menghujamkan pisau yang entah diambilnya darimana ke dada kiri Rolan.

Rolan terbelalak, pucat menatap Marco, merasakan nyeri yang menghujam ke jantungnya. Dia menunduk dan melihat ke arah pisau yang menancap di dadanya, membuat darah segar langsung merembes ke kemejanya, 

Rabu, 26 Juni 2013

-Not- The Sweetest Love Part 1



"Apakah kau tersesat di sini?" Keenan memasang senyumnya yang paling mempesona, dan tanpa permisi duduk di depan perempuan cantik dengan penampilan tidak cocok itu, "Butuh bantuan?"

Mata perempuan cantik itu tampak waspada, apalagi mengingat penampilan Keenan yang benar-benar seperti berandalan, ditambah lagi dengan rambutnya yang sedikit panjang menyentuh kerah dan penampilannya yang begitu santai.

"Tidak. Saya hanya ingin menghabiskan malam saya tanpa gangguan." perempuan itu mengalihkan pandangannya seolah-olah ingin berakting bahwa Keenan tidak ada.

Tetapi tentu saja Keenan tidak mudah menyerah oleh karena penolakan sederhana itu. Penolakan malahan membuatnya semakin bersemangat.

Embrace The Chord Part 11



Arlene melepaskan jemarinya dari pisau lipat kecil di tasnya.

Tidak. Dia tidak boleh terbawa emosi dan berbuat bodoh yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sendiri. Arlene memang selalu membawa pisau kemana-mana sejak peristiwa percobaan perampokan yang pernah menimpanya. Pisau itu memberinya rasa aman, dan seharusnya hanya dipakai untuk melindungi dirinya. Arlene tidak akan menggunakan pisau itu untuk melukai Rachel. Kalau dia ingin mencelakakan Rachel maka itu tidak akan dilakukan dengan tangannya sendiri, tangannya harus benar-benar bersih...

Orang lainlah yang akan melakukan untuknya.

Senin, 24 Juni 2013

The Vague Temptation Part 4




Alexa membuka pintu rumahnya dan langsung bertanya, 

"Apa hubungannya keluarga Simon dengan saya?" Alexa masih menatap waspada kepada pria berpakaian supir itu.

Supir itu tampak bingung harus menjawab apa, dia kemudian mengeluarkan sebuah foto dan amplop surat dari kertas indah berwarna keemasan.

"Saya tidak tahu nona. Tuan Albert Simon menyuruh saya untuk memberikan ini kepada anda, kata beliau, setelah anda melihat ini, anda pasti mau ikut saya ke rumah kediaman keluarga Simon." jawabnya sambil mengangsurkan amplop dan lembaran foto itu ke tangan Alexa.

Alexa menerima foto dan amplop surat itu, dibalikkannya foto yang telah menguning karena usia itu dan kemudian mengerutkan keningnya ketika melihatnya. Wanita di foto ini mirip dengan ibunya, tetapi tentu saja bukan ibunya karena melihat umur foto itu, ibunya tidak mungkin mencapai usia sedewasa ini beberapa dekade yang lalu.

Kalau begitu..... ini adalah neneknya di masa muda. Alexa langsung menyimpulkan. Ya orang-orang dulu selalu bilang bahwa ibunya sangat mirip dengan neneknya, bagaikan pinang dibelah dua.  Alexa hanya pernah berjumpa dengan neneknya dalam keadaan masih hidup sampai usianya menginjak sepuluh tahun, setelah itu sanga nenek meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Nenek yang diingat Alexa adalah perempuan setengah baya dengan rambut memutih yang disanggul rapi dan senyuman yang menawan.

Another 5% Part 12

PS : maafkan yah semuanya T__T di hari minggu biasanya aku gagal posting, soalnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga mingguan, nyuci, masak, seterika, dateng ke beberapa undangan pernikahan, iseng gangguin suami dan lain-lainnya hihihihihihi maafkaaaaaan.....



Selly duduk di ranjangnya, di kegelapan malam sambil memegang ponselnya. Berkali-kali dia berusaha menghubungi Rolan, tetapi nomor hp kekasihnya itu tetap tidak aktif.....

Apakah Rolan masih di rumah sakit? Bersama Sabrina? kenapa Rolan tidak menghubunginya?

Perasaan Selly terasa sedih, bergayut dengan rasa kecewa yang mendalam, diliriknya jam dinding di kamarnya, sebentar lagi lewat dari jam dua belas malam. Ulang tahunnya akan berakhir, dan Rolan bahkan belum memberikan satupun ucapan selamat ulang tahun kepadanya....

Setetes air mata bergulir dari sudut mata Selly ketika dia membaringkan tubuhnya ke tempat tidur, meringkuk miring dalam posisi janin yang baru lahir dan memejuamkan matanya.

*** 

Minggu, 23 Juni 2013

Pengumuman 10 Nama yang masuk Nominasi Voting Romeo's Lover


Dear All, selamat pagi, maafkan ya posting pagi-pagi hehehe karena pekerjaan rekap dan seleksi baru selesai detik ini dan hasil seleksi baru saja disampaikan kepada penulis beberapa detik yang lalu hehehehe  :D

Setelah satu team bekerja siang malam dan begadang untuk merekap, membalas semua email yang masuk, memilah-milah nama, kemudian menghitung numerologi serta kecocokan nama jika dipadankan dengan nama Romeo Marcuss ( kayaknya lebih ribet daripada milih nama buat anak nih ya hehehe ).....

Maka munculah sepuluh nama dengan skor nilai teratas berdasarkan sistem seleksi team, ada beberapa nama yang sama yang dikirim oleh lebih dari satu peserta, tetapi dengan fair seluruh nama peserta tetap dimasukkan semuanya ya ke dalam nominasi hadiahnya

Beberapa peserta mengirimkan nama lengkap keseluruhan nama, tetapi demi kemudahan voting, yang diumumkan di sini adalah nama utama ( diambil hanya satu nama penting)  yang akan sering disebut di dalam novel Romeo's Lover, mengenai nama lengkapnya nanti akan menyesuaikan :)

Jadi.... maafkan kami yang telah membuat seluruh peserta yang ikut berpartisipasi menunggu lama yaa T__T
sebelum diumumkan, akan direfresh kembali hadiah yang akan didapatkan 

1. Hadiah utama untuk peserta yang mengusulkan nama :

Hadiahnya 1 buah buku Embrace The Chord dan 1 buah buku Another 5%, nama peserta akan masuk ke dalam daftar ucapan terimakasih penulis di novel Romeo's Lover atas kontribusinya menyumbangkan nama untuk tokoh utama perempuan cerita ini

2. Hadiah tambahan Untuk Peserta yang akan berpartisipasi dalam voting

3 voters yang beruntung akan mendapatkan 1 buah novel Embrace The Chord
Akan dipilih tiga peserta voters secara acak  setelah sistem voting ditutup dan diumumkan di blog,  Mohon setelah voting silahkan meninggalkan jejak dengan meninggalkan komen di postingan pengumuman pemenang ini, sehingga bisa dihubungi kembali ketika ternyata beruntung terpilih sebagai 3 Voters beruntung. 

Okeee setelah menunggu ( lagi ) hehehe berikut 10 nama yang terpilih untuk masuk votingan, Jangan lupa yaa Votingnya jangan melalui komen di postingan ini, melainkan melalui Link Voting yang sudah disiapkan di bagian atas blog ini, Caranya : readers tinggal klik pada nama yang dipilih ya dan sistem komputer akan menghitungkan otomatis

Perlu diketahui, penulis sama sekali tidak ikut campur dalam pemilihan 10 nama yang lolos voting ini demi menghindari unsur subyektifitas atau kecintaan penulis pada satu nama tertentu. Seluruh proses seleksi, pemilihan dan perhitungan numerologi nama dan pencocokan dengan unsur karakter yg dideskripsikan penulis serta kecocokan nama dengan Romeo Marcuss, dilakukan oleh team yang membantu penulis yang bekerja dengan sukarela membantu penulis :)

Voting dibuka mulai hari ini dan ditutup tanggal 30 Juni 2013

Pengumuman pemenang usulan nama + 3 Voters yang beruntung dilakukan tanggal 1 Juli 2013


10 Nama Teratas yang terpilih :

  1.  ALINA by Margareta Asegaff dan Alina Sekar
  2.  IVANA by Lila Kurnia Wardani, Dhea Thiningrum
  3.  MEYRA by Mega Ary Ramadhan
  4.  EMILY by Rika Purnama Sari, Anisah Ryndini
  5.  MIA by MIa Octavianie
  6.  ALEANA by Rena Septiana Onggat
  7.  TANIA by Caroline Margaretha
  8.  SIENNA by Fonny Hendrawati, Visensia Candra
  9.  VERONA by Ria Andriana, Sarah Zakila
10.  VIENNA by Via ayu Resnani

Terimakasih sebanyak-banyaknya, sungguh benar-benar terimakasih tak terhingga atas partisipasi semuanya, benar-benar tidak menyangka begitu banyaknya yang berpartisipasi hingga mencapai seribu lebih email yang masuk, dan mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi yang belum terpilih namanya, setiap email kalian aku baca dan aku mengagumi nama-nama indah yang kalian masukkan, kalau boleh memilih pasti aku pilih semuanya hihihihi tapi pada akhirnya keputusan seleksi ada di tangan team, semoga nanti di lain waktu akan ada kesempatan untuk membagi keberuntungan yaaa 

*peluk erat semuanya*
*bungkukkan badan dalam-dalam*
*menatap semuanya dengan terharu dan mata berkaca-kaca*

Salam sayang dari hati teramat dalam,

Santhy Agatha

Sabtu, 22 Juni 2013

-Not- The Sweetest Love Prolog

PS : Halo semuanyaaa :D  aku membawakan sebuah kisah terbaru lagi yah buat all readers, ini dikarenakan Menghitung Hujan dan Crush In Rush ( kurang epilognya saja ) sudah tamat. 
Jadi setelah ini, demi kenikmatan membaca dan pengalaman menjelajahi cerita yang memuaskan bagi para readers,  akan ada empat cerita bersambung yang bisa dinikmati di blog ini :) rencananya postingannya akan dilakukan secara teratur selang-seling sebanyak dua kisah setiap harinya, Enjoy!

PS : Ada kesalahan nama Celine yang seharusnya Celia, hehehe sudah dikoreksi, terimakasih all readers yang sudah membantu mengkoraksi ^___^V

NOT THE SWEETEST LOVE


Keenan melepaskan jaketnya dan menyampirkannya dengan semberono ke sofa, sebuah ponsel terjepit di antara pundak dan telinganya, 

"Jadi kau tidak akan pulang sebelum akhir Januari?" Keenan mengerutkan keningnya, dia sedang bercakap-cakap dengan Azka kakaknya yang saat ini sedang berbulan madu bersama isterinya di Perancis, pasangan itu sepertinya memutuskan untuk memperpanjang masa bulan madu mereka sampai melewati musim dingin yang indah.... dan meninggalkan Keenan sendiri dengan pekerjaan kantoran yang tidak disukainya.

Embrace The Chord Part 10



"Nanti malam kita akan bermain biola bersama. Pertunjukan duet khusus untuk memperkenalkanmu sekaligus menghormati sang tuan rumah." Jason sama sekali tidak mempedulikan ekspresi memberontak di mata Rachel, "Kita memainkan Beethoven Violin Romance no 2. Kau tentu sudah tahu musik itu dan mempelajarinya, siapkan untuk nanti malam."

Pada saat yang sama, tubuh Calvin bergerak di sofa, seakan hendak terbangun dari tidurnya. Rachel langsung menoleh waspada sambil menatap ke arah Calvin, dan sekejap kemudian, Calvin membuka matanya,

"Rachel?" Calvin terduduk, berusaha memfokuskan pikirannya, kemudian matanya membelalak ketika melihat Jason yang bersandar di pintu sambil tersenyum, "Jason?"

Jumat, 21 Juni 2013

Menghitung Hujan The Epilog



Kau adalah segalanya.

Pelukan untukku dihari dingin hujan dan petir yang menyambar

Pagi yang cerah tempatku membuka mata dalam pelukan dan malam yang indah tempatku menutup mata dalam buaian.

Belahan jiwaku yang selalu menemaniku melangkah di setiap goncangan kehidupan.

Satu-satunya manusia yang bisa mengucap dengan sempurna kalimat “Aku cinta padamu.” 

Bukan dengan kata-kata, namun dengan tatapan memuja dan pelukan yang tak pernah lelah.

Kau adalah segalaku. Dan aku adalah segalamu


 EPILOG

Malam yang tenang dan syahdu, Diandra keluar dari ruang keluarga dan menatap Axel yang menunggunya di ruang tamu. Kedua orang tua Diandra, dan seluruh keluarga berkumpul di rumah sang nenek di bandung untuk acara temu keluarga yang diadakan rutin setahun sekali.

Dan Diandra memilih waktu yang tepat untuk membuka semuanya kepada orang tua dan seluruh keluarganya, bahwa dia sudah tahu kenyataan dirinya sebagai anak angkat.
Ibunya menangis dan ayahnya cemas, takut Diandra akan berubah sikap kepada mereka, tetapi Diandra berhasil meyakinkan semuanya, bahwa dia tetaplah Diandra yang sama, entah dia anak kandung atau bukan. Bahwa dia tetaplah puteri mereka yang mencintai dan dicintai oleh mereka.

The Vague Temptation Part 3



PS : Visualisasi si mata abu-abu diganti yang lebih cocok ya :) enjoy !

"Oh kalau begitu, maafkan saya." Alexa langsung tersadar bahwa lelaki di depannya ini bukan lelaki yang seharusnya ditemuinya. Dia harus menemukan pak Firman yang sekarang entah berada di mana,  "Sepertinya saya salah masuk ruangan." dengan gugup Alexa berdiri dari duduknya lalu setengah membungkukkan badan dengan sopan ke arah Nathan,  dan buru-buru membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi dari ruangan itu.

"Kau tidak salah masuk ruangan Alexa, memang kau seharusnya kemari. Aku sudah menyuruh pak Firman pergi tadi." 

Info : Keterlambatan Pengumuman 10 nama teratas usulan Romeo's Lover

Dear All

Sehubungan dengan banyaknya yang berpartisipasi untuk mengusulkan nama Romeo's Lover, dimana sampai dengan saat ini email sudah mencapi 960an  email lebih dan masih akan bertambah mungkin mencapai 1000an email usulan nama  :D * waaa makasih yaaaaa*

Untuk Saat ini usulan nama Romeo"S Lover ( Pasangannya Romeo) sudah ditutup yaah

Mulai kemarin dan hari ini, aku + orang2 yang dikaryakan untuk membantu ( PS : suami, kakak, adik, sodara, teman2, ahli numerologi, ahli kecocokan nama dll hihihihihi) sedang memilah seluruh usulan nama yang masuk dan memilih berdasarkan kecocokan dengan kisah dan karakter pasangannya Romeo :) ----> sampai kelupaan posting cerita di blog, maafkan yaaa

Semoga paling lambat besok proses rekap dan pemilihan sudah beres yaa jadi sudah bisa diumumkan di blog untuk mulai proses voting... malam ini kami akan lembuuuurrr untuk mengerjakan proses rekap dan seleksinya yaaaa sehingga bisa keluar nama-nama yang benar-benar terbaik untuk pasangan Romeo ini

Oh ya untuk usulan nama yang lolos untuk diumumkan divoting ditambahkan ada 10 nama, dengan pertimbangan banyaknya usulan email nama yang masuk

Semoga Sabar menunggu yaaaa semuanyaa dan makasih atas partisipasinya, sungguh tidak menyangka kalau peserta lomba terus bertambah sampai mencapi angka seribu-an peserta lebiih ( waaa terharuu makasih yaaaa)

*membungkukkan badan dalam2*
Salam hangat dan peluk erat dari yang mencintai kalian semua, 

Santhy Agatha


Rabu, 19 Juni 2013

Embrace The Chord Part 9



Jason baru bangun tidur ketika ponselnya berbunyi. Sambil menggerutu, tangannya menggapai-gapai ponsel yang terletak di meja di sebelah ranjangnya. Suara Arlene langsung terdengar ketika Jason mengucapkan sapaan pertamanya di ponsel,

“Pasti gara-gara Rachel bukan, kau meninggalkanku?”

Jason langsung mengerutkan keningnya. Suara Arlene tampak aneh... sepertinya perempuan itu sedang mabuk. Apakah karena dirinya? Yah memang ada berbagai macam reaksi perempuan-perempuan yang dihancurkan hatinya oleh Jason. Ada yang menangis terus menerus, ada yang marah dan mencaci maki, bahkan ada yang mengancam bunuh diri – yang akhirnya hanyalah berupa ancaman kosong. Arlene sendiri kelihatannya berbeda, perempuan itu tampaknya depresi. Yah dari semua perempuan yang pernah dipacarinya, Arlene memang yang paling tampak tergila-gila dan sangat posesif kepadanya.... mungkin karena dia memang wanita culas yang tamak.

Selasa, 18 Juni 2013

The Vague Temptation Part 2





Alexa membelalakkan matanya kebingungan ketika lelaki bermata abu-abu itu menyeretnya, melalui lorong tembusan dari toilet menuju ke pintu belakang bar. Tidak ada seorangpun di sana dan tidak ada orang yang bisa dimintai tolong. Biasanya memang ada bodyguard yang berjaga di bagian belakang bar, tetapi karena malam ini bar cukup ramai oleh pengunjung, semua bodygyard bertugas di depan.

Pada akhirnya Alexa hanya bisa pasrah, membiarkan lelaki itu setengah menyeretnya dengan langkahnya yang lebar-lebar, tetapi ketika pada akhirnya langkah lelaki itu terhenti, Alexa langsung menyentakkan tangannya dan melepaskan diri dari lelaki itu. Lelaki itu membiarkannya lepas dengan mudah, tetapi masih berdiri di depannya seakan mencegah Alexa lari.

Another 5% Part 11

PS : maafkan minggu dan senin tidak posting dikarenakan satu dan lain hal T__T semoga bisa tertebus hari ini yaa :)


Selly masih termenung di sana menatap bosnya yang hanya memandanginya dengan datar. Mata Selly melirik gelisah ke arah luar, dari pintu kaca yang mengarah keluar, bisa dilihat bahwa badai hujan sedang hebat-hebatnya, hembusan angin membawa dedaunan bergulung-gulung dan pepohonan bergoyang-goyang menakutkan, belum lagi suara guntur yang terus menerus bersusul-susulan dengan kilat yang menyilaukan.

Ya. Mungkin benar kata Gabriel, diluar sana kemungkinan besar tidak ada taxi karena hujan deras ini. Yang bisa dilakukan Selly hanyalah duduk di dalam ruangan itu dan menunggu, yang berarti menerima ajakan makan malam Gabriel.

Sabtu, 15 Juni 2013

Another 5% Part 10



Jalanan cukup lancar, meskipun gerimis mulai deras di luar. Selly turun dari taxi dan membayar kepada supirnya, begitu keluar dari taxi Selly berlari-lari kecil menuju teras restoran yang terlindung dari gerimis. Rambutnya sedikit basah, tetapi tidak apa-apa, yang dicemaskan Selly adalah restoran mewah ini. Kalau Rolan tidak segera datang, Selly terpaksa harus menunggu sendirian di lobby sampai Rolan datang.

Diliriknya jam tangannya, Selly datang tepat waktu, jam menunjukkan pukul tujuh malam. Mungkin memang Selly harus menunggu sebentar, dia yakin begitu Rolan sampai di rumah sakit, lelaki itu pasti akan menghubunginya.

Jumat, 14 Juni 2013

Crush In Rush Part 15





Ketika Kiara membuka matanya, Joshua ada di sana menatapnya. Semula Kiara membelalak ketakutan, merasa bahwa dirinya ada di dalam bagasi yang gelap, sesak dan tanpa udara. Tetapi kemudian Joshua memegang tangan Kiara yang panik dan menekannya lembut. Membuat Kiara menoleh kepadanya, menyadarkan dia ada di mana.

“Kemarin kau diculik Kiara, tetapi polisi menyelamatkanmu sebelum kau di bawa lebih jauh. Kau sekarang ada di rumah sakit, kau sudah selamat.” Joshua berbisik lembut, berusaha meredakan ketakutan Kiara, “Kau baik-baik saja Kiara.”

Kiara menatap Joshua dalam-dalam. Ingin rasanya dia menghambur ke pelukan lelaki itu dan menangis, tetapi kemudian seketika dia teringat akan kata-kata kejam Joshua kepadanya. Sebelum Kiara diculik, Joshua telah melecehkan dan merendahkannya. Dan sekarang apa yang dilakukan lelaki itu di sini? Akankah dia merendahkan Kiara lagi?

The Vague Temptation Part 1


Alexa sampai di rumah pukul tiga pagi, untunglah pemilik bar cukup berbaik hati menyediakan mobil jemput dan antar untuk gadis-gadis pramutamanya, kalau tidak Alexa mungkin harus menunggu matahari terbit sampai bisa menemukan kendaraan umum pulang ke rumahnya. 

Lagipula, dia harus segera tidur. Pukul enam pagi dia harus bangun, mempersiapkan sarapan dan makan siang untuk ayahnya, kemudian berangkat kerja. Ayahnya yang pengangguran itu pasti masih tidur pulas ketika Alexa berangkat bekerja, tetapi setidaknya Alexa sudah meninggalkan makanan untuknya.

Kamis, 13 Juni 2013

Voting untuk usulan nama Romeo's Lover

Halo sayangku semuanya

Aku akan mengadakan voting lomba untuk usulan nama Romeo's Lover alias kekasihnya Romeo. Draft Romeo's Lover memang sudah hampir beres, tapi selama ini untuk kekasih Romeo sendiri masih menggunakan nama sementara hehehehe

Silahkan kirim usulan nama yang kalian ajukan ke :

Email :  anakcantik3@gmail.com -----> hanya email ini yang dibuka untuk lomba :)
Subject Email : Usulan Romeo's Lover
Isi email :
Usulan Nama  Romeo's Lover : [ boleh nama panggilan boleh nama lengkap ]
Nama + alamat pribadi ( untuk kirim hadiah )





Sertakan juga nama dan alamat masing-masing ya ^__^
akan aku pilih lima nama yang paling bagus untuk di voting all readers
Yang mendapatkan voting paling banyak akan mendapatkan hadiah khusus dariku yaitu :


*Sebuah Novel Embrace The Chord dan Sebuah Novel Another 5% yang sudah ditandatangani*

Email untuk usulan nama ditunggu sampai dengan tanggal 20 Juni 2013
Kemudian akan diseleksi lima nama yang terbaik, untuk kemudian di votingkan dari tanggal 21 Juni 2013 sampai dengan 30 Juni 2013 

Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Juli 2013

Ayo kirimkan nama favoritmu untuk menjadi kandidat kekasih Romeo di buku Romeo's Lover ^__^ (kirim nama sendiri juga boleh xixixixi)

oh yaaa satu pengirim hanya boleh mengusulkan satu nama yaaa

Selamat mencari namaaaa

*penulis yg tidak bertanggung jawab dan meminta readersnya mencarikan nama, kabuuurrr duluuu hehehehe*


Salam hangat dan peluk erat
Santhy Agatha

Edisi Tanya Jawab Dengan Penulis

Ada beberapa pertanyaan untuk penulis yang masuk ke email, blog, twitter dll :) Sementara aku pilih 7 pertanyaan untuk dijawab di sini yaa, kenapa 7 pertanyaan.... eh kenapa ya biar pembacanya ga bosen aja yah takutnya kebanyakan hihihihihi  selamat membaca postinganku yang tidak jelas ini, kalau tertarik membaca silahkan klik link "Baca Selengkapnya" kalau kiranya ga suka langsung dilewati aja postingan ini hihihihi  ^__^


Menghitung Hujan Part 16


Yang tertinggal hanyalah kau dan aku
Dalam senyum dan tatapan mata rindu
Bersenandung teriring debaran merdu
Melangkah maju dalam langkah-langkah terpadu.
Kau dan aku adalah sepotong cinta yang tiba tanpa rencana
Membawa harapan baru yang penuh dengan doa





Semua mata langsung memandang ke arah Nana, membuat Nana merasa canggung luar biasa. Diandra sendiri tampak tenang, perempuan itu tersenyum dan menghampiri Nana,

“Ayo Nana, aku kenalkan kepada mama dan papa Reno.” Gumamnya cepat, meraih tangan Nana hingga Nana terlepas dari Nirina yang masih terduduk shock. Nana tersendat-sendat mengikuti langkah Diandra yang menarik lengannya,

The Vague Temptation Prolog

Karena "Crush In Rush" dan "Menghitung Hujan" tinggal beberapa bab lagi akan tamat, maka disiapkan cerita penggantinya untuk dinikmati di blog secara bersambung sebagai bacaan baru menemani "Embrace The Chord" dan "Another 5%" yang masih bersambung di blog ini :) 

Semoga kalian semua suka yaa  ^____^





Suara hiruk pikuk bar yang remang-remang itu semakin memekakkan telinga ketika waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam, Alexa mencoba mencari tempat yang tidak tersentuh di tengah hiruk pikuk suasana itu, dan dia berhasil menemukan sebuah tempat di sudut, dekat area menuju toilet yang sedikit gelap dan sepi.

Embrace The Chord Part 8


Luar biasa...

Bukan hanya ketampanannya saja yang mendominasi seluruh panggung, membuat seluruh perempuan yang berdiri di depan panggung, mayoritas utama penonton berteriak-teriak histeris di tengah hingar bingarnya musik.

Rachel bahkan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak ternganga, karena ternyata kepandaian Jason bermain gitar tidak kalah dengan kehebatannya bermain biola. Rachel memang bukan ahlinya tentang permainan gitar, dia mungkin bisa menilai dengan mudah permainan piano atau biola seseorang, tetapi alat-alat musik di genre musik pop dan band sama sekali bukan keahliannya. Meskipun begitu Rachel bisa tahu bahwa permainan gitar Jason sangat bagus, lelaki itu memainkan musiknya dengan begitu mahir.

Minggu, 09 Juni 2013

Crush In Rush Part 14




Kiara tidak ada di mana-mana!

Joshua langsung menghambur ke luar, memeriksa penjuru ruangan, tetapi Kiara tidak ada. Jason mengikutinya dan kemudian bergumam, menarik kesimpulannya,

“Kurasa Kiara pergi dari rumah ini setelah lewat tengah malam.”

Mata Joshua menggelap, “Tapi dia kabur kemana? Dia tidak punya rumah, tidak punya tempat tinggal, tidak punya uang. Dan tidak ada satupun orang yang dikenalnya. Bahkan dia meninggalkan ponselnya!” Joshua melirik frustrasi kepada ponsel yang diletakkan Kiara dengan rapi di atas meja ruang tengah, bagaikan sebuah pesan bahwa Kiara tidak membutuhkan apapun pemberian Joshua.

Another 5% Part 9

Untuk Maggie yang sedang berulang tahun, hari ulang tahunmu sama dengan ibuku ^__^ selamat ulang tahun ya semoga kebahagiaan dan keindahan selalu menyertai kehidupanmu :)




Gabriel termenung di ruangannya, menatap kotak kecil bekal sederhana di mejanya. Dia hanya tercenung menatap makanan di depannya.

Dia sendiri tidak tahu kenapa secara impulsif dia meminta bekal itu dari Selly. Tetapi melihat kotak bekal itu... Mengingatkannya kepada ibunya di masa lalu, ibunya selalu membuatkannya kotak bekal kecil semacam ini ketika Gabriel berangkat ke sekolah....

Mungkin semua ini hanyalah karena dorongan otaknya untuk mengulang kembali kenangan itu, ke masa-masa hidupnya yang tidak rumit, sebagai bocah kecil yang punya banyak impian... Yang kemudian dihancurkan oleh beban kekuatan kegelapan yang menggerogoti hatinya sedikit demi sedikit.

Another 5% Part 8

Untuk Maggie yang sedang berulang tahun, hari ulang tahunmu sama dengan ibuku ^__^ selamat ulang tahun ya semoga kebahagiaan dan keindahan selalu menyertai kehidupanmu :)



Sebuah buku....

Rolan menatap dengan tertarik sekaligus ingin tahu. Dia melirik lagi ke arah kotak paketnya dan membaca ulang nama pengirimnya. Ditatapnya nomor ponsel yang tertera di sana dengan penuh ingin tahu. Kemudian setelah berpikir sejenak, Rolan mengambil ponselnya dan menelepon. Ada nada sambungnya...... Deringan ke satu, deringan kedua, dan pada deringan ketiga. Sebuah suara yang berat menyahut di sana.

"Akhirnya anda menelepon." Suara itu tenang, seakan sudah menunggu lama Rolan meneleponnya.

"Siapa kau?" Rolan bertanya, mengerutkan keningnya.

"Saya adalah pelayan setia Tuan Matthias. Kalau anda benar-benar ingin tahu. Temui saya." Orang itu menyebut alamat sebuah cafe di pinggiran kota, "Dan jangan lupa, bawa buku yang sekarang ada di tangan anda."


***

Embrace The Chord Part 7


"Apa yang kau lakukan di sini?" Rachel ternganga, benar-benar kaget akan kehadiran Jason di depan pintu rumahnya, dengan penampilan santai yang luar biasa tampan.

Jason tersenyum lebar, mengangkat kaca hitam yang dikenakannya dan menaruhnya di kepala, "Menjemputmu, kau pikir apa? Aku rasa murid khusus perlu diperlakukan istimewa."

"Tidak perlu, terimakasih." Rachel mengerutkan keningnya, masih teringat di benaknya kemarin lelaki itu menciumnya tanpa permisi. Jason bukan hanya merebut ciuman pertamanya, lelaki itu juga merebut ciuman keduanya! Dan setelah itu Jason berciuman dengan Arlene pula seolah ciuman bibir adalah hal biasa untuknya. "Aku bisa berangkat sendiri ke kampus."

Rabu, 05 Juni 2013

Embrace The Chord Part 6


Rachel benar-benar terkejut. Dia ternganga menatap ke arah Jason. Sementara seluruh mata memandangnya.

Apa yang dikatakan Jason tadi? Apakah lelaki itu menjebaknya sehingga tidak bisa menolak di tengah begitu banyak orang?

Rachel melemparkan tatapan marah kepada Jason, tetapi lelaki itu hanya tersenyum simpul dan menatap Rachel dengan tak tahu malu.

Pada akhirnya, mau tak mau Rachel melangkah ke panggung penuh dengan dorongan untuk mencaci maki Jason di depan umum. Tapi tentu saja dia tidak bisa melakukannya. Rasa frustrasi membuatnya menatap Jason dengan marah dan mengancam, tetapi Jason malah menatapnya dengan ekspresi geli,