Minggu, 23 Oktober 2011

Hujan


hujan.
mungkin memang musim menyenangkan itu sudah kembali pulang kemari.
menyenangkan buat siapa?
buat saya?
mungkin bukan.
pasti bukan.
Hujan masih saja membawa suasana melankolis yang sama untuk saya.
Seperti kepedihan yang dikirimkan dalam balutan musik romantis.
Kau tidak akan pernah sadar pilu seperti apa yang ada di balik senyuman itu

kau dimana? kau sedang apa? kau sedang bahagiakah tanpaku? apakah saat ini kau mengingatku, meski hanya sedetik saja? seperti aku yang selalu mengingatmu di setiap helaan nafasku?

Pertanyaan manusia biasa - yah maafkan saya, saya hanya manusia biasa kan? - yang selalu berusaha saya tepis dari benak yang lemah ini.

Biarkan hujan yang menyapu segalanya dari sini,
saya sudah tidak mau bertanya-tanya lagi
Biarkan hujan itu jauh berlalu,
seperti sembiluku yang datang dan pergi tanpa mau tahu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar