Minggu, 23 Oktober 2011

sms dari masa lalu

sebuah sms masuk ke hp saya sore ini, dari pria masa lalu yang tak pernah jemu merayu.
katanya :
"saya selalu yakin kamu adalah jodoh saya. Yang harus saya lalukan adalah menunggu, dan suatu saat nanti kita pasti akan bersatu lagi"


Tanpa sadar saya mendengus, setengah kagum setengah mencibir akan kepercayaan dirinya yang luar biasa.
Lalu tiba-tiba saja muncul dorongan untuk membalas sms itu :
"Sepertinya kamu salah. Perlu kamu ketahui saya sudah menikah dengan pria yang saya yakin adalah jodoh saya. Jadi jangan repot-repot membuang waktumu untuk menunggu saya"


Saya belum menekan tombol 'sent' dan tercenung sebentar. Alih-alih, saya ahkirnya menekan tombol 'delete' dan meletakkan hp saya. seperti biasa memilih jalan pengecut dengan tidak membalas semua pesan-pesannya dan berharap suatu saat nanti dia akan bosan sendiri, lalu memilih pergi.


Kemudian hati saya bertanya-tanya, Apakah adil membiarkan seseorang menunggumu tanpa tahu kalau harapan untuknya sudah tak ada lagi? Lebih kejam manakah dengan menghancurkan perasaan seseorang begitu saja? -- bukan berarti dia tidak pantas dihancurkan perasaannya, mengingat perlakuannya dulu pada hati saya. 


Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggantung bagai angin lalu. Dan sms-sms penuh tekad itu tetap datang tanpa tanda-tanda putus asa. Dan entah kenapa, saya mulai terbiasa menerimanya, membacanya, lalu membiarkannya berlalu......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar