Kamis, 03 Januari 2013

Perjanjian Hati Part 6

 
 
 
Bandung, December 24th 2012
 
Part 6
Aku pernah mencintaimu sampai terasa sakit luar biasa.
Sampai di titik sakitnya sudah tidak terasa lagi
Yang Tersisa cuma cinta, yang terasa cuma cinta....
Meski akhirnya yang aku dapat hanyalah pengkhianatan...
 
 
 
 
 
Kevin mengemudikan kendaraannya dengan kencang, mengumpat-umpat jika terkena kemacetan dan lampu merah, tetapi selain itu perjalanan lancar. Sambil mengemudi Kevin melirik ke arah Nessa, yang meremas-remas tangannya dengan cemas sambil memandang ke depan.
 
"Apakah Marcell serius dengan kata-katanya?"
 
Nessa menoleh menatap Kevin yang sudah mengalihkan pandangannya lagi ke jalan,
 
"Dia... dia terdengar gila dan putus asa."
 
Kevin menghela napas pendek, "Pasti gara-gara pernikahan kita ya?", lelaki itu mendengus kesal, "Dasar laki-laki tidak punya otak."
 
"Jangan mengata-ngatai orang."
 
Kevin menatap Nessa marah,
 
"Aku tidak salah bukan? dia memang tidak punya otak, tidak punya hati dan pengecut luar biasa. Dulu ketika ada kesempatan dia tidak memperjuangkanmu, sekarang ketika jelas-jelas dia kalah yang dilakukannya hanya merajuk dan mengancam bunuh diri, benar-benar lelaki tak punya otak!", Kevin mengencangkan laju mobilnya,
 
Nessa terdiam, tidak bisa membantah kata-kata Kevin karena semuanya mengandung kebenaran. Marcell dulu tidak berbuat apa-apa untuk memperjuangkannya. Lelaki itu hanya diam dan mencampakkannya dalam kehancuran. Sekarang, ketika baginya Nessa sudah termiliki oleh lelaki lain, Marcell menggila. Kenapa Marcell melakukan ini semua? benarkah ini didasari cinta Marcell yang masih tersimpan untuknya? atau ini hanyalah estimasi cemburu buta yang merenggut kewarasan lelaki itu?
 
***

Taman kota tampak lengang, begitu Kevin memarkir mobilnya di sana, Nessa langsung keluar diikuti oleh Kevin.
 
"Ke arah mana?" Tanya Kevin sambil mensejajari langkah Nessa.
 
Nessa memandang ragu, sudah dua tahun berlalu sejak dia terakhir kali kemari. Terakhir kali dia kesini adalah di tengah hujan, saat Marcell mencampakkannya dua tahun lalu. Setelah itu jangankan kemari, memikirkannyapun Nessa tidak berani.
 
Saat ini taman kota sudah berubah hingga Nessa hampir tak mengenalinya. Di mana tempat dia dan Marcell sering menghabiskan waktu dulu...?
 
"Nessa?" Kevin menggeram, tak sabar.
 
Nessa menelan ludah dan mengambil keputusan.
 
"Ke arah sana." gumamnya sambil tergesa ke arah kanan, dengan Kevin mengikutinya.
 
***
 
Marcell ada di sana, masih berpegang pada pagar kayu di jembatan itu. Jembatan setinggi lima meter di udara, yang menghubungkan jurang dalam dengan aliran sungai berbatu di bawahnya. Salah satu keunggulan taman kota ini adalah pemandangan di atas jembatan ini. Dengan gemericik sungai dan air terjun buatan yang cukup mempesona, bagaikan harta karun alam tersembunyi ditengah hiruk pikuk polusi dan kesibukan kota.
 
Tetapi sekarang Nessa tidak sempat mengagumi pemandangan indah itu, matanya terpaku pada Marcell dan tampak cemas.
 
"Marcell." serunya dalam bisikan tertahan, takut kalau suaranya terlalu keras akan mengagetkan lelaki itu dan membuatnya terlompat.
 
Marcell yang semula menatap kosong ke bawah, menoleh perlahan dan menemukan Nessa dan Kevin di ujung jembatan. Matanya membara penuh tekad,
 
"Jangan mendekat!" serunya keras, "Atau aku akan lompat."
 
Nessa berseru frustrasi, bingung harus berbuat apa. Taman kota ini nampak sepi, disiang yang lengang ini. Syukurlah, kalau tidak pasti sudah ada keramaian menghebohkan di sini.
 
"Lompat saja kalau berani, aku pikir itu akan membuat Nessa puas." Kevin bergumam tenang tetapi cukup keras untuk di dengar Marcell
 
Seketika Nessa dan Marcell menatap Kevin dengan keget,
 
"Kevin..." Nessa mendesis mencoba memperingatkan lelaki itu agar tidak memperkeruh suasana, tetapi Kevin hanya mengedikkan bahunya tak peduli, lelaki itu menatap Marcell yang tengah menatapnya dengan senyum mengejek.
 
"Lompat saja Marcell, aku menunggu di sini, untuk melihat sampai dimana keberanianmu." dengan sinis Kevin tersenyum, "Kau pikir kau lompat atau tidak akan berpengaruh pada Nessa? kau terlalu percaya diri. Nessa kemari mencegahmu karena dorongan hatinya yang terlalu baik,  tapi kenyataannya kau sudah tidak ada lagi di kehidupannya. Kau mau mati atau hidup, tidak ada untung ataupun ruginya bagi dia.... aku pribadi merasa terganggu dengan tingkahmu yang kekanak-kanakkan dan merepotkan ini, jadi cepat lompat saja dan mati sekalian, biar semua kerepotan ini usai."
 
Marcell menatap Kevin marah, napasnya terengah-engah, penuh ketersinggungan,
 
"Kau... kau tidak ada urusannya untuk mengomentari hubunganku dengan Nessa, semua ini antara aku dan Nessa, kau tidak berhak ikut campur!". serunya emosi
 
Kevin mengangkat alisnya,
 
"Tidak berhak ikut campur?" dengan sengaja dia merangkul Nessa supaya merapat padanya, "Nessa isteriku. Dan jika ada lelaki gila yang mengganggu dan mengancam-ancam akan bunuh diri karenanya, maka aku berhak ikut campur." Tatapan Kevin menajam dengan jahat, "Aku menyelidikimu Marcell, aku tahu pasti masa lalumu dengan Nessa, dimana kau mencampakkan gadisku ini dengan kejam. Well.... sebenarnya masa lalu itu urusan kalian berdua, tetapi kalau sampai masa sekarang, kau masih merecoki Nessa, aku akan turun tangan. Dan ketika aku turun tangan, itu berarti kehancuran bagi kau dan keluargamu"
 
Marcell menatap Kevin, menelan ludah dan tampak meragu, rupanya baru menyadari situasinya.
 
"Jadi silahkan kalau kau mau bunuh diri dan mampus di bawah sana. Tetapi jangan ikut-ikutkan isteriku dalam permasalahanmu. Jangan pernah berani-benarinya lagi kau mengganggu isteriku." Kevin membalikkan badan, dan menyeret Nessa bersamanya, "Ayo Nessa, kita pergi. Yang penting kita sudah mengutarakan maksud kita. biarkan bajingan itu mengambil keputusannya sendiri."
 
Dengan sedikit memaksa Kevin menyeret Nessa agar mengikuti langkahnya. Nessa mencoba memberontak dan melepaskan pegangan Kevin, tetapi lelaki itu mencengkeramnya dengan begitu kiat sampai terasa sakit, sampai akhirnya Nessa menyerah dan mengikuti langkah Kevin, Sempat dia menoleh ke belakang dan melihat Marcell masih termenung di jembatan.
 
Ah. Ya Tuhan... semoga Marcell tidak melompat. Desahnya dalam hati sambil memejamkan mata.
 
***
 
Kevin membukakan pintu untuk Nessa lalu membanting pintu itu setelah Nessa masuk dan dengan sigap melangkah ke kursi pengemudi dan melajukan mobilnya, membawa Nessa meninggalkan taman kota itu.
 
"Kupikir kau mengembut mengantarku ke taman kota tadi untuk membantuku mencegah Marcell melompat." desis Nessa kesal, ketika mereka sudah memasuki jalan raya yang ramai, "Tak kusangka kau malah datang untuk menyuruhnya lompat."
 
Kevin terkekeh dan mengedikkan bahunya ke arah Nessa,
 
"Dia pantas menerimanya."
 
Nessa menelan ludah. "Ba... bagaimana kalau dia benar-benar melompat?"
 
Tawa Kevin makin keras, meremehkan.
 
"Marcell? melompat? aku berani bertaruh dia tidak akan mampu melakukannya, dia terlalu pengecut untuk itu. Yang dia lakukan hanyalah menggertak. Dia hanya ingin kau datang, lalu dia akan mengancam, dia akan membuatmu memohon kepadanya agar tidak melompat, pada akhirnya, kau akan berjanji menuruti semua kemauannya." Kevin mendengus kesal. "Aku tahu persis tipikal lelaki pengecut macam dia Nessa, kau harus berhati-hati." Jeda sejenak, kemudian Kevin bertanya, "Apakah kau masih mencintai dia?"
 
Nessa tertegun. Apakah dia masih mencintai Marcell? Melihat Marcell di jembatan tadi, rapuh, tak berdaya dan putus asa, membuat hati Nessa serasa diremas. Tetapi apakah itu cinta? ataukah itu hanya rasa kasihan? Nessa tidak tahu. dia tidak bisa menjawab.
 
Dan Kevin sepertinya juga tidak mengejar jawaban darinya. Lelaki itu mengalihkan pandangannya lagi ke jalan dan melajukan kendaraannya pulang.
 
***
 
"Mau kemana?"
 
Nessa hampir saja terlonjak kaget ketika mendengar suara Kevin muncul dari kegelapan lorong. Dia hendak keluar bersama Aya, teman mengajarnya di TK. Mereka berdua seumuran dan sama-sama suka membaca buku, biasanya di hari sabtu sore mereka keluar berdua untuk makan, bersantai dan berburu buku-buku bekas di pasar buku yang sangat sering mereka datangi. Sejak Nessa menikah, mereka tidak melakukannya lagi, tapi tadi Aya menelepon dan mengajaknya, dan karena rumah sedang sepi karena Delina sedang mengajak mamanya kontrol dirumah sakit, Nessa memutuskan untuk pergi bersama Aya.
 
Biasanya Kevin belum pulang jam-jam segini. Lelaki itu selalu pulang larut dari pekerjaannya, jam sembilan atau jam sepuluh malam baru sampai ke rumah, sementara sekarang masih jam lima sore.
 
Nessa menatap Kevin yang tampak lelah. Lelah tetapi tampan, dia masih mengenakan setelan jas dengan dasi sudah dilonggarkan dan rambut yang sedikit acak-acakan.
 
"Eh... aku ada acara dengan temanku." Jawab Nesa segera setelah debar dihatinya mereda melihat ketampanan Kevin.
 
Lelaki itu mengangkat alisnya,
 
"Acara? Malam minggu? dengan laki-laki?"
 
Nessa merasa tersinggung, sebenarnya lebih mudah kalau dia langsung menjelaskan kalau dia pergi dengan teman perempuannya. Tetapi nada arogan di suara Kevin membuat harga dirinya tergelitik. Lelaki itu tidak berhak mengatur-atur dengan siapa dan kapan dia akan menghabiskan waktunya.
 
"Apa bedanya kalau dengan laki-laki atau perempuan?"
 
"Tidak boleh kalau dengan laki-laki." Suara Kevin datar, tapi mengancam. Hal itu malah membuat Nessa semakin tersulut kemarahannya.
 
"Aku berhak pergi dengan siapapun yang aku mau. Kau memang suamiku, tetapi hanya di atas kertas. Kau tidak punya hak-hak sebagai suami yang semestinya kepadaku, karena pernikahan kita hanya sebatas perjanjian!"
 
"Hati-hati dengan perkataanmu Nessa, jangan mengancamku. Kau akan menyesal kalau aku sampai marah."
 
Memangnya siapa dia sampai aku harus ketakutan kepadanya?? Nessa berseru dalam hati, dilumuri oleh rasa marahnya. Meskipun tidak dapat disangkal, ada sebersit ketakutan yang muncul jauh dalam hatinya mendengarkan ancaman Kevin itu.
 
"Aku tidak peduli kau marah atau tidak. Aku manusia bebas dan kau tidak berhak melarangku!", Nessa menghentakkan kakinya dan berjalan melewati Kevin, tetapi lelaki itu dengan cepat meraih siku Nessa dan mencengkeramnya,
 
"Katakan dulu kau pergi dengan laki-laki atau perempuan."
 
"Bukan urusanmu."
 
"Aku berhak tahu, aku suamimu."
 
"Kau cuma suami sandiwara!", Nessa meronta mencoba melepaskan cengkeraman Kevin di sikunya, tetapi pegangan itu begitu eratnya hingga usaha Nessa sia-sia, "Lepaskan aku!"
 
"Tak akan kulepaskan hingga kau menjelaskan dengan siapa kau pergi dan apa keperluanmu."
 
"Aku pergi dengan teman sekantorku, Aya! dia perempuan! Puas?!",  Nessa menjerit, dipenuhi rasa frustrasi atas sikap kasar dan arogan Kevin.
 
Dalam sedetik, lelaki itu melepaskan pegangannya, membuat Nessa bisa berputar secepat kilat dan melemparkan telapak tangannya ke pipi Kevin, mendaratkan sebuah tamparan yang cukup keras di sana.
 
PLAK!
 
Kevin terdiam. Sejenak suasana hening. Antara Nessa yang menunggu penuh antisipasi dan Kevin yang seolah tertegun karena tamparan itu.
 
Lalu pelan lelaki itu melemparkan pandangan menusuknya ke arah Nessa,
 
"Berani-beraninya kau menamparku." desis Kevin geram, membuat Nessa gemetar tetapi bertahan. Dia tidak boleh takut pada lelaki ini, Kevin adalah tipe penindas, sekali Nessa mundur, lelaki itu akan mendesaknya sampai di titik Nessa akan menyerah dan menuruti semua kemauannya. Nessa tidak mau berakhir seperti itu. Kevin harus sadar bahwa dia tidak bisa memperlakukan Nessa sama seperti orang lain.
 
"Karena kau harus disadarkan." seru Nessa berusaha setegas mungkin, "Kau tidak punya hak apapun atas diriku. Pernikahan ini hanya sandiwara, begitu pula dengan hak dan kewajiban yang menyertainya!"
 
Kevin menatap Nessa dengan tatapan membunuh, lalu mensedekapkan tangannya,
 
"Terserah kepadaku mau memperlakukanmu seperti apa. Selama kau masih tercatat sebagai isteriku, kau harus mengikuti aturan-aturanku."
 
"Persetan denganmu!", Nessa membalikkan badan dengan marah dan segera melangkah pergi meninggalkan Kevin berdiri di sana.
 
***
 
Sengaja malam itu Nessa pulang larut dan mematikan HPnya. Biar saja Kevin marah besar kepadanya!
 
Diliriknya jam tangannya, sudah jam sepuluh malam. Dengan hati-hati Nessa memasuki pintu rumah itu. Tidak biasanya suasana ruang tamu gelap, dan sepi. Begitupun ruang keluarga. Biasanya sampai malampun, sudah terang benderang. Apakah semua orang sudah tidur?
 
Nessa melangkah memasuki kamarnya dan Kevin, kamar itu kosong, tidak ada tanda-tanda orang di sana. Dengan ragu dia meletakkan tasnya, kemudian meraih hp yang dia matikan.
 
Sambil menghela napas panjang Nessa duduk di ranjang, perasaannya terasa tidak enak, dinyalakannya HP itu.
 
Layar putih itu tampak berkedip-kedip kemudian memunculkan pemberitahuan. bahwa dia telah dihubungi hampir tiga puluh kali nomor Kevin dan mendapat dua puluh pesan sms selama hpnya tidak aktif.
 
Sambil mengernyitkan keningnya Nessa membuka pesan itu, dasar lelaki maniak, gerutunya memikirkan sempat-sempatnya lelaki itu mengganggu acaranya dengan mengirimnya pesan dan memiscallnya berkali-kali.
 
Tetapi kemudian kernyitannya berubah menjadi panik ketika menyadari bahwa semua pesan Kevin bertuliskan hal yang sama.
 
[....Ke rumah sakit. Mama sudah kritis.....]
 
Nessa langsung meraih kembali tas-nya dan berlari menuruni tangga.
 
***
 
Langkah-langkah kaki Nessa terdengar jelas di lorong rumah sakit yang sepi itu. Dia sampai di ruang iccu dan menemukan Delina sedang menangis terisak-isak di pelukan Ervan.
 
"Kak, kemana saja." Ervan langsung berseru ketika melihat Nessa, 'Kami semua mencoba menghubungimu, tetapi tidak bisa."
 
"Maafkan aku." permintaan maaf Nessa terucap dari lubuk hatinya. Ah, berapa bodohnya dia! Perbuatan kekanak-kanakannya karena marah kepada Kevin ternyata merepotkan semua orang. "Bagaimana mama?"
 
Ervan mengetatkan pelukannya kepada Delina yang terisak semakin keras dan menggeleng sedih, "Mama sudah meninggal setengah jam yang lalu."
 
Dan detik itu, hati Nessa dipenuhi penyesalan yang mendalam, mencengkeramnya dan mengancam akan menenggelamkannya ke ujung dunia.
 
***
 
"Kak Nessa." Delina mendekati Nessa ketika mobil mereka memasuki gerbang rumah, dia kelihatan sedih dan pucat. Tentu saja, siapa yang tidak sedih ketika kehilangan mamanya?
 
"Iya Delina?" Nessa berusaha selembut mungkin, mengingat berapa rapuhnya Delina saat ini. Mereka ada di kursi belakang mobil Ervan yang sedang mengemudi. Sementara Kevin masih di pemakaman, menyelesaikan semua urusan sebelum nanti menyusul pulang.
 
"Kak Kevin,,, aku harap kakak bisa membantunya."
 
Nessa mengernyitkan keningnya, Membantu Kevin? dalam hal apa? Lelaki itu tampak begitu tegar, Bahkan kemarin ketika dia akhirnya melihat Nesaa menyusul kerumah sakit, lelaki itu hanya mengangkat alisnya, dengan wajah datar seperti batu. Dan wajah itu yang terus dipakai Kevin sampai sekarang hingga proses pemakaman usai. Tidak ada air mata, tidak ada emosi dan ekspresi apapun yang menyiratkan kepedihan. Wajahnya keras, seperti batu yang kosong.
 
"Dia memang tampak tegar di luar." Delina bergumam, seperti bisa membaca pikiran Nessa, 'Tetapi dia rapuh kak.... dia selalu begitu ketika terpuruk, selalu membangun benteng kokoh di sekelilingnya supaya tidak ada orang lain yang bisa memasuki dan melihat jiwanya yang rapuh.", Delina meringis, "Mungkin kak Nessa belum tahu, kalau kak Kevin sebenarnya pernah hancur karena pengkhianatan."
 
Nessa menoleh dan menatap Delina penuh ingin tahu, "Pengkhianatan?"
 
Delina menganggukkan kepalanya, "Ya... Dulu kak Kevin punya seorang kekasih, kekasihnya adalah perempuan yang sangat dicintainya. Namanya Rika. . Mereka sudah berpacaran lama dan sangat cocok. Kakak tampak sangat bahagia waktu itu, beda dengan yang sekarang, dia banyak tertawa, jahil, suka bercanda." Delina tersenyum, tampak mengenang. "Lalu kak Kevin memutuskan untuk memperkenalkannya kepada papa kami." Delina mendesah, "Papa kami adalah seorang pebisnis yang sangat pandai dan arogan, meskipun dia papa yang baik bagi keluarganya. Di makan malam perkenalan itu, dengan lantang papa mengajukan penawaran kepada Rika. Jika kak Kevin menikahi Rika, maka kak Kevin akan kehilangan seluruh hak warisnya dan diusir dari rumah papa, Tetapi jika Rika mau meninggalkan kak Kevin, maka dia akan diberikan cek oleh papa senilai seratus juta rupiah...." Delina menghela napas, 'Tentu saja papa hanya menggertak, beliau tidak mungkin mengusir kak Kevin dari rumah, beliau sangat sayang kepada Kevin, penawaran itu sebenarnya hanyalah ujian bagi Rika..."
 
Nessa menatap mata Delina yang sedih, ingin tahu apa yang terjadi kemudian. Ervan yang sedang menyetir di depanpun tampak memasang telinga, mendengarkan.
 
"Sayangnya yang terjadi kemudian tidak kami duga. Rika menerima cek itu dan akhirnya meninggalkan kak Kevin."
 
Nessa menelan ludah. Pengkhianatan semacam itu dan dilakukan di depan keluarganya pula. Pantas saja mengubah Kevin menjadi orang yang begitu pahit, dia masih ingat perkataan Kevin siang itu ketika lelaki itu menawarinya perjanjian sandiwara ini.
 
"Kau akan terkejut mengetahui berapa banyak yang akan menyambar umpan itu mentah-mentah."
 
Begitu ucap Kevin waktu itu, dengan nada pahit yang sekarang baru disadari Nessa artinya.
 
"Hal itulah yang membuat kak Kevin menutup hatinya seperti sekarang ini kak.", sambung Delina parau, "Ketika kak Kevin akhirnya membuka hatinya untuk kak Nessa dan menikahi kak Nessa, aku sangat bahagia, aku tahu betapa baiknya kak Nessa, dan betapa kak Nessa bisa membahagiakan kak Kevin....." Delina mendesah, "Cuma aku sedikit cemas, setelah mama meninggal, sikap kak Kevin sama persis seperti dulu ketika dikhianati Rika, dia memasang topeng datar dan dingin di wajahnya, di hatinya, membuat kita tidak bisa mendekatinya." Delina menyusut air matanya, "Aku sangat mencemaskannya kak..."
 
Nessa memeluk Delina yang terisak-isak ke dalam rangkulannya. Hatinya terasa hangat karena menerima pemahaman baru, bahwa Kevin juga pernah merasakan sakitnya dikhianati, sama seperti dirinya.
 
***
 
"Aku membawakan sup hangat untukmu."
 
Malam sudah sepi dan semua orang sudah masuk ke kamar tidurnya. Nessa mengintip ke ruang kerja Kevin, lelaki itu sepulang pemakaman, langsung menenggelamkan dirinya di sana dan tidak keluar untuk makan malam.
 
Kevin mendongak dari berkas-berkas di meja kerjanya dan mengerutkan kening,
 
"Aku sedang tidak ingin makan apapun."
 
Nessa meletakkan nampan di meja, bersikeras, "Tetapi kau harus makan Kevin, aku tidak melihatmu makan apapun dari pagi. bahkan sejak pemakaman tadi."
 
Kevin memasang tampang paling dingin dan menyatukan telapak tangannya di bawah dagunya,
 
"Kenapa kau repot-repot memikirkanku eh?" gumamnya sinis
 
Lelaki ini menyerangnya demi melindungi dirinya. Nessa menghela napas, mencoba memahami, dia harus sabar menghadapi lelaki ini. Kevin sedang sedih meskipun sekarang dia sedang bersandiwara sebagai seorang bos yang arogan dan jahat. Lelaki ini menutupi kesedihannya dengan semua itu.
 
"Karena aku mencemaskanmu."
 
"Hm... kejutan. Seorang Nessa mencemaskanku. Apakah kau cemas aku akan terpuruk dalam kesedihan, sayang." dengan gerakan halus, lelaki itu meluncur berdiri dan tiba-tiba sudah ada di dekat Nessa, menjebaknya ke tembok, "Mungkin aku tidak akan terlalu bersedih kalau kau bersedia menghiburku...", disusurkannya jemarinya dengan lembut di pipi Nessa,
 
"Aku tidak akan menghiburmu dengan cara tidak senonoh!", suara Nessa sedikit meninggi, antara takut, marah dan sedikit gelenyar panas yang mengaliri tubuhnya merasakan usapan sensual Kevin di pipinya,
 
Untunglah lelaki itu memutuskan tidak mendesaknya lebih jauh, Kevin hanya terkekeh, lalu melepaskan Nessa, meskipun masih berdiri di dekatnya,
 
"Aku tidak butuh simpati darimu." gumam Kevin sambil mengacak rambutnya, "Terutama darimu...." tiba-tiba suara laki-laki itu hilang seakan tertelan. Kevin memalingkan mukanya, dan melangkah menjauh dari Nessa, 'Pergilah!"
 
"Kevin...."
 
"Pergilah!" suara Kevin berubah menjadi bentakan keras,
 
Nessa menghela napas panjang, hubungan mereka memang sudah tidak baik dari awalnya. Sudah terlambat untuk menunjukkan simpati dan niat baik, sesalnya dalam hati, dengan pelan, dia melangkah menuju pintu.
 
"Jangan lupa dimakan supnya."
 
Hening.
 
Dan Nessa membuka handle pintu hendak keluar.
 
Lalu isakan itu terdengar.
 
Nessa menoleh dan mendapati Kevin berdiri membelakanginya, isakan itu terdengar darinya, lelaki itu menangis. Kali ini benar-benar menangis sepenuh hati, suaranya penuh kedukaan dan kesakitan, duka yang membuat bahunya berguncang dengan keras.
 
Tanpa pikir panjang, didorong oleh hatinya, Nessa langsung melangkah mendekati Kevin dan merengkuhnya. Lelaki itu langsung memeluknya dengan erat, dan menangis dalam pelukannya, beban tubuhnya membuat Nessa terjatuh ke sofa, dengan Kevin menangis dipelukannya.
 
Diusapnya bahu Kevin, rambutnya, berusaha meredakan kesedihannya. Berusaha membantu lelaki itu memnumpahkan apa yang ada di hatinya. Tiba-tiba perasaan lembut menyelemutinya, perasaan lembut yang sama ketika mengetahui sisi rapuh lelaki ini, yang tidak pernah ditampakkannya di depan orang lainnya.
 
Nessa memeluk Kevin erat-erat, sampai lama kemudian isakan idu mereda, berubah menjadi napas yang tenang dan teratur, dan lelaki itu masih meringkuk dengan kepala tenggelam di bahu Nessa dengan mereka bergelung duduk di atas sofa.
 
Lalu Kevin mengangkat tubuhnya daan menjauhkan kepalanya.
 
'Maaf." suaranya terdengar parau.
 
Nessa tersenyum,
 
"Tidak apa-apa Kevin, aku ... aku senang bisa membantu...."
 
"Aku tidak pernah menangis di depan siapapun sebelumnya."
 
"Aku tahu."
 
"Aku tidak sengaja menangis tadi."
 
"Itupun aku tahu." Senyum Nessa tertahan, 'Kau sedang sedih, dan aku sedang bisa membantumu. aku harap kau merasa sedikit ringan setelah menangis tadi."
 
Kevin tidak berkata apa-apa, hanya menatap Nessa sambil mengacak rambutnya frustrasi. Lama mereka bertatapan, lalu tatapan Kevin melembut.
 
"Terimakasih."
 
Nessa menganggukkan kepalanya, "Sama-sama Kevin."
 
Lelaki itu menatap Nessa lagi dengan tajam, kemudian tersenyum kecut dan memalingkan kepalanya,
 
"Tidakkah kau sadar? setelah kematian mama... kau dan aku tidak harus terikat lagi." Suaranya setajam tatapannya kemudian, "Kita bisa mengakhiri perkawinan ini."
 
***
 
Bersambung ke part 7
 
 
 

92 komentar:

  1. Ya....kentang nih mba sayang, ntar malem langsung posting part 7 ya.. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi kebiasaan motongnya pas kentang mulu yah yana :p *sambil kabur*

      Hapus
    2. Iya jadinya kepo tingkat dewa nih :) *kejer mba santhy*

      Hapus
  2. Haaaa????!!!
    Jangan CERAI,,,
    Memang itu Halal dalam Hukum,,,tapi dalam agama HARAM,,,,
    Pernikahan suatu yang SAKRAL,,,
    Mbak Santh,,,jangan dpisahkan Kevin & Nessanya,,,
    Pliiiiiiissss,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iyaa riska, bingung sama Nessa dan Kevin.. sekarang kan alasan mereka menikah sudah nggak ada, jadi bingung itu... :D :D

      Hapus
    2. alasannya ita mba, karena kita gak mau mereka cerai,,,
      hahahahaha... lol

      Hapus
    3. Ga boleh Cerai, mbak Santh,,,
      Kalo mpe Cerai mreka ga nghormatin ijab qabulny donk,,,
      T'lebih mreka ntar bakal dgangguin sama almarhumah mamanya Kevin & Delina,,,
      Klo ga dgangguin,,ntar aq yg gangguin,,,hehehhee

      Hapus
    4. wew riska jadi emosi jiwa nampaknya,,,,
      sabar bu,,,, sabar,,,,

      Hapus
    5. Aq dah sabar skali koq mbak Fathy,,,
      Saking sabarny kalimat yg kluar yagh yg di atas itu,,,
      Hahahahhaa,,,,

      Haisssh,,, nyepam di blog orang lagi degh,,,maaphken mbak Santh,,,hihihiii

      Hapus
    6. hmmmm siapa ini yang nyepam di blog ku *menyipitkan mata ganteng ala johnny depp* hihihihi :D

      Hapus
    7. sabarnya segitu, gak sabarnya gimana ya riska??

      mba santhy, riska yang nyampah bukan aku,,,,
      ciyus deh bukan aku

      Hapus
    8. hah??? Johnny Depp??? si Kapten Jack Sparrow yg sableng itu???

      wah itu kan masternya aku mbak Santh,,,

      Mbak Fathy nyelamatin diri sendiri,,,hhuuhuuhuuu,,,#ngadu ke Om BALE,,

      Hapus
  3. mba santhy bener kata mba yana,,,, kentang bgt mba,,,
    mau part 7 nya mba, pleaseeeeee


    eh tapi mba sembuh dulu deh....
    GWS ya mba,,,,

    *peluk sayang mba santhy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang mba Santhy lagi sakit ya mba Fathy? sakit apa?
      Huwaaaa ga tau T___T , cepet sembuh ya mba..
      Tapi tetep nungguin part 7 nya :D

      Hapus
    2. y mba,,, radang tenggorokan + demam tapi srg katanya flu
      dah minum obat, dah mendingan katanya mba yana,,,,

      Hapus
    3. hihihihihi iyaaa amiiin fathy makasih doanyaa yaaa :D
      part 7 besok yaah :)

      Hapus
    4. okey mba,,,
      pokoknya yg pentig mba sembuh dulu aja,,,
      btw tissuenya kurang hehehehe

      Hapus
    5. Besok????
      whoaaaaa,,,,peluk bin dekap erat mbak Santhy,,,,
      Yeaaay,,
      Moga cepat sembuh mba Santh,,,

      Hapus
    6. hihihihi iyaaaaa makash yaaa :D aku akan semangat sembuuh *langsung push up* hihihihi :)

      Hapus
    7. iya mbaaaaaaaaakk... ini kentang sekaliiiiiiiiii..
      tp kentang kan enak ya mbak, bisa dibikin perkedel, risol, pastel, yummiiiiiiiii...
      *lap air terjun... huehehehe...

      nimbrung disani aja.. biar makin ramee...

      ciyus mbak?? besok ppart 7 nya?? asiiiiiiiiiiiikkk....
      aku tungguuuuuuuuuuuu... lalalalalala..
      *nari gangnam Style lagi*

      Hapus
    8. Merryyyy aku izin sakit dikantor kliyengan hiksssss maapkan akuuu part 7nya segera diposting kalo udah sehat yaah ;)

      Hapus
  4. Keyeeennnnn,,Mba Santhy keyeeeeeennnn...
    Passs bgtz,,sgt brhrp Kevin ngmg bgtu k Marcel,,klo Nessa sndrian pstiii luluh...
    Mbaaa Saaannnn,,jgn cerai,,jgn cerai-in mrk,,jangaaaaannnnnn yah Mbaaaaa... *puppy eyes*
    Nessaaaaaa jgn ksar2 sm Kevin,,jangaaannnn...hukz..hukz...
    Mksh byk yh Mba Santhy n smg cpt fit lg yah... *peyuk2*

    BalasHapus
    Balasan
    1. nessa gak kasar kok sama kevin, ve, tuh buktinya kevi nangis dia peluk,,,
      kevin gengsinya masih gede nih...

      Hapus
    2. heee betul, untung pas dijembatan nessa diantar sama kevin, coba kalo sendirian, dia pasti memohon2 marcell biar ga bunuh diri :D

      hehehehhe nessa memang suka emosi kalo kevin galak, tp kalo kevin lagi rapuh dia jd lembut :P

      Hapus
    3. Nahhh ntuh mksdny Mba Fath,,g ksar scr harfiah,,tp galakny g ktulungaannn plus juteeknya ntuh lohhh,,pdhl udh d 'perasaan menghangat' xixixi....
      Iyaahhh betullzz Mba San,,untung g sndrian..
      Mksh Mba Santhy,,

      Hapus
  5. jangan diakhiri,, ga mau ga mau :(( thx ya mba santhy pluk kecup :* Happy New Year yuaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. renaaaa happy new yeaar jugaaaa :) peluk peluk hehehe

      Hapus
  6. mba snthy trimsx..alhamdulillah udh baekkn ne. mba dtnggu part7 ya pnsaran tingkat DEWA...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe sama2 sayaaang :)
      untung mereka udah baekan yah dear
      ditunggu part 7nya semoga besok yah deaar ;)

      Hapus
  7. Aaaaa mau part7 mbaaaa T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa sayaaang semoga mau menunggu sampai besok yaah hehehehe :)

      Hapus
  8. aishh .. (˘⌣˘)
    bener kta mbak yana .
    Kentang banget dah .
    Part 7 ntu part yg trakhir bukn mbak ??
    Brrt ntar lg habis dong ??
    Yaaaaaahhhh .. ><
    tak rela diriku berpisah dengan dirimu kephiinn .. :D
    emeng2 makasih ya mbak dah di posting !
    Kejutan sore hari nih . :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe Mithaa part 7 belum tamat kok
      soalnya kmrin ada beberapa bab yg dipecah jadi dua karena kepanjangan :D

      sama2 sayaang maapkan yah postingannya kemarin telat, semoga besok bab 7 bisa posting :)

      Hapus
    2. aduh mbaaakk ..
      Mata saya jamuran ini nungguin PH part7 nya kok blum muncul2 .. :D
      di tunggu ya mbak shan ! Moga cepet sembuh ! :D
      alhamdulillah deh klau blum tamat . Hehee

      bdw rus, kamu jangan gangguin mbak shan dong ! Gara2 kamu postingannya telat . Dsar irus nakal !
      #jitak kepala virus . :D

      Hapus
  9. episode sedih...
    sabar ya bang kevin...
    mbak santhy lekas sembuh yah...
    #pelukkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. siskaaaa hehehhehe iyaaaa bikinnya waktu itu terbawa suasana mendung :)
      jd bisa ekplisit menjelaskan kerapuhan yang disembunyikan Kevin hehehe

      makasih sayaaang amiiin aku akan berusahaa ;D
      *balas peluk*

      Hapus
  10. yah... Mba Santhy bkin frustasi ne.. Tanggung bgt :o

    Kasian Kevni pernah di khianatin jg :(
    Sni sma aq ajh dch, d jamin setia hehehe
    *peluk2 mba Santhy, spya part 7 cpt nongol :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheheh Silaa maapkan akuu hehehe
      semoga bab 7 besok bisa diposting yaah ;)

      iyaa Kevin lebih sakit lagi krn ditinggalkan demi uang :) ternyata jd kaya dan ganteng ga berarti kisah cintanya mulus yah hihihihi :)

      Hapus
    2. iyah mba udh di maafkan :D
      Sip sip... Moga cpt smbuh ya mba :)

      Ah kaya, ganteng, baik, setia tp di khianatin :(
      klo aq mah lelaki bgtu d jaga baik2 :D

      Iyah mba harta n ketampanan fisik g' ngejamin tulus'y cinta yg di dapat.. :/
      *ikut sedih uat Kevin

      Hapus
  11. heeeeeiiiii jangan cerai,,,,
    saling terbuka aja,,,
    kasihan nessa ntar diganggu marcel lgi,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaaa semoga mereka menemukan jalan keluar yah, soalnya apa yg menjadi alasan mereka menikah sekarang sudah nggak ada :)

      iyaa marcell masih belum menyerah lho dear ;)

      Hapus
  12. mbak...mbak... bener lho ni kentang banget.

    jgn dicerai ya...ya...
    (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥)
    galau berjamaah...


    love,

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaa dayanaaa jangaan nangiisss huhuhu *itu kok nangisnya banyak banget* hihihihi :)
      semoga mau nunggu ya, semoga besok bab 7 diposting :D

      Hapus
  13. yaaaaaaaahhh..... gantung deh :(
    tapi selalu di tunggu...hehheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa deaar tungguin yaah hiksss aku msh atit blm bisa posting hiks hiks

      Hapus
  14. Mba jngan di pisahkan mrka yaa
    cari aja alasan klo Nessa ingin mengubah kehidapun kevin setlh di khianati kekasihy,,
    Please,,,
    dan akhiry mrka sling menyadiri klo mrka slng membutuhkan^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeee iyaaa waaah semuanya ternyata menentang perpisahan yah :)
      nanti akan ada beberapa hal yg mencegah mereka bercerai sekarang dear :)

      Hapus
  15. akhirnya...
    makasih ya say...
    ditunggu part 7 nya...
    semoga lekas sembuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih anitaa :)
      hehehehehe doain yaah aku akan berjuang melawan sakit ini hihihihi :)

      Hapus
  16. mbak dah sehaatkah? bikin kejutan di sore hari, pulang kerja kehujanan, trus istirahat eh coba2 buka blog mbak santhy ...whoa ketemu kevin n nessa...moga2 mereka happy ending..moga cepat sehat mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe semoga bisa menjadi penghangat di sore kedinginan sepulang kerja yaa
      amin steffiee aku lagi berjuang mengalahkan sakit ini :) semoga besok udah super sehat hehehe ;)

      Hapus
  17. Mbaak, ituu detail tentang kematian mama Kevin kayaknya kurang yaa? Jadi feel-nya gak terlalu dapet.. Tapi keseluruhan bagus kok :) aku deg-deg an pas si Kevin nangis dan meluk Nessa, hehee. Mbaak, Kevin ma Nessa jangan cerai doong, huhu, .aku terlanjur cinta ma mereka :( gak sabar nunggu part 7. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa Fiaaa singkat banget yah tentang mamanya, nggak diceritain hehehehe :) makasih sayaaang.... waah deg2an kayak yg dirasakan nessa yah ^__^
      iyaa fiaa masih ada beberapa hal yang mungkin bisa menahan mereka buat berpisah kok :)

      Hapus
  18. yah mba santhy ko mau pisah sih jgn pisah dong kevin sma nessa ya kan dah baekan tuh tp msh agak sedikit gengsi sih mereka berdus,,,,,sya tunggu ya part 7 ya
    mba santhy lg sakit ya,moga cepat sembuh ya supaya posting lg gitu,,,oh ya novel ya blm keluar lg nih,,,,,,trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. istiii semoga mau menunggu part 7 nya yaah aku lagi berjuang mengalahkan penyakit ini :) td pagi sempet masuk kantor tp akhirnya ga kuat dan izin pulang lagi huhuhu *peluk isti*

      Hapus
    2. oh lupa, mbak lagi sakit yah? :( moga cepat sembuah yaa mbak santhy

      Hapus
  19. Oohhh.. noooooo... mereka berdua tidak boleh terpisah.. aku uda jatuh cinta ama kevin n nessa.. mba santhy byk istirahat ya.. take care.. n thanks uda posting bab 6

    BalasHapus
    Balasan
    1. deaar makasih yaaah aku akan berusaha supaya cepat sembuh *peluk erat sambil kecuo2 basah*
      hehehe iyaaa diusahakan nggak ada kata perpisahan yah :D

      Hapus
  20. mbak san,,,,triiimma kasiihhh....akhirnya di posting jga,,^^

    mbak..pliss...jgn ceraii..T_T...

    biarkan mereka bahagia..aku rela kevin bersama nessa,,asal meraka bahagia..(nah loh???)

    cepat sembuh ya mbak...*peluk sungguh amat sangat erat mbak san..hehheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. heee iyaaa novitaaa sayaang semoga masih ada beberapa alasan kuat yang membuat mereka mempertahankan pernikahan ini yah
      eeeehhh novita udah rela? beneran? kalo cerai mas kevinnya jadi duda keren lho hihihihi

      makasih sayang doanyaaa, aku akan berusaha cepat sembuh ;)

      Hapus
  21. Mba Santhy †ђąηk ўσυ udh di posting yahhh..critanya hrs happy ending..#maksa
    Kasihan kevin nya tar..(-̩̩̩-͡ ̗̊--̩̩̩͡ ) Ɨƚι̇ƙƨ̃.. Ɨƚι̇ƙƨ̃.. GWS yah mba Santhy..aku udh gk sabar ma kelanjutannya..:P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liaaa sama2 hehehehe :)
      huwaaa takuutt diancam ama lia *lari sambil bersin2 hehehe*
      iyaaaa banyak banget yg doain pasti manjur, aku pasti akan cepat sembuh *semangat* hehehe :)

      Hapus
  22. Akhirnyaaa.... Thenkyu mbaak :*

    BalasHapus
  23. kyaaakkkk penasaranku terjawab sudah :D
    mba maksih bangett yak, sumpah nunggu hari ini tuh lama banget ><
    besok di post lagi ya mba :)
    jgn lama2 hihihi
    keep writing, sista ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iya sayaang :)
      maafkan akuu membuat menunggu hehehehe
      postingnya InsyaAllah besok yah dear
      aku mau berjuang dulu mengalahkan sakitku hihihihihi
      makasih sayang dorongan semangatnya *peluk sambil bersin2* hihihihi :)

      Hapus
    2. semoga cepet sembuh mba, hehehe :)
      bandung dingin banget yak?
      besok mulai berdingin2 ria lagi di bandung hihihi

      Hapus
  24. kevin terluka, peluk kevin.
    tq mba..
    sehat selalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe iyaaa banyak yg mau peluk Kevin ternyata :p
      makasih sayaaaang :D *ikutan peluk*

      Hapus
  25. Ya ampun kak, jgn buat aku fruatasi.....



    Kakak nanggung bgt. Post lg mp kk.... :'(
    4 jempol buat kk.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe maapkan akuuu :D

      bab selanjutnya besok yah sayaaang
      *ambil empat jempol yg dikasih nur*
      heee :)

      Hapus
  26. Jngan cerai. *bisik-bisik ke nessa* :p
    Ayooo mbak semangat post lagi. Hihihi....
    *duduk manis nungguin lnjutannya* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe kevin dibisikin juga nggak itu aya?
      hehehehe ;)
      tungguin yah sayang aku masih istirahat sakit, InsyaAllah besok diposting bab 7 nya buat temen malam mingguan :)

      Hapus
    2. Kevin nggak aku bisikin, mba. Takut. Hehehe *lirik suami* lho? Hehehe
      Mba, sakit apa? Semoga cepet sembuh ya, mba. Istirahat yg cukup. *peluk*

      Hapus
  27. akh!? Telat nih, karena kemaren paket internetan abiz sih ~_~
    part 7nya nanti ya mbak? Wah jdi musti sering2 ngecek blognya mbak shanty nih.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nisaaa part 7 nya masih besok sayang hehehe
      biar bisa buat temen malam mingguan yah :D
      *peluk*

      Hapus
  28. Luarrrr biasaaaaa
    karya nya mba santi bagus2 ya...TOP TOP TOP ngemeng2 kpn nih unforgiven hiro nya di publikasikan d PN kok blm tayang jg mba?????
    Anyway busway ditunggu kelanjutan PH nya ya mba
    Makasih makasih makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. srie sayaang makasih yaah hehehe
      Unforgiven Hero masih nanti dear mungkin minggu ke tiga Januari, soalnya dengan pertimbangan dikasih jeda dari SWTD juga supaya pembaca ga jenuh, jedanya sebulanan dear, semoga sabar nungguin yaah ;)

      Hapus
  29. alhamdlllh.......akhirnya d post jg...
    yg nungguin mpe berakar mbk shant................
    tengkiyuuu ya mbk....shant..topppppppp buangettttttttttt
    part 7 cpt yaaaa......

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi td baca ada yang lumutan, ini tutty malahan berakar ----> jangan2 pembaca semua setengah tumbuh2an yah hihihi
      sama2 sayaaang seneng banget kalo pada suka
      semoga besok bisa posting part 7 yaah :)

      Hapus
  30. T O P
    B G T


    ditnggu y posting selanjutnya

    BalasHapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  32. Kejutan di sore hari, aku udah hampir lumutan saking lamanya menunggu postingan mbak.. hehehe..

    Saking seriusnya membaca, baru kali ini aku merasa terganggu sama calon suamiku yg lg nelpon...

    Ceritanya keren..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihhi geli ngebayangin kiki lumutan
      eeeh maafkan akuu yaa yg selalu membuatmu menunggu hihihihihi
      waaa jangaan kasihan calon suaminya yg lagi nelpon, jangan dicuekin yaah heeee
      makasih kiki yah udah mau menunggu dan membaca cerita ini, plus suka pula *tersipu malu2*

      Hapus
    2. And again... You make me like crazy just for waiting the next chapter of this story... *Lebay

      Aku akan bersabar mbak, sangat sabar malah dalam urusan tunggu menunggu ini.. :)

      Hapus
  33. ckckckckck... banyak bget ya yg comment...

    smoga aja kommentku jg kebaca sma mbak santhy,hehehehe
    postingan part 7 nya, jgan lama2 ya mbak cantikkk...

    ceritanya kerenn,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi pasti kebaca kok dear, cuma balesinnya aku yang kadang telat :P
      sebenere mau diposting hari ini dear secara aku dah mulai masuk kantor tadi, tp ternyata tengah hari aku kliyengan ga kuat trus izin pulang huhuhhu.... semoga besok bisa diposting yah bab 7 nya :D
      makasih sayangkuuu *sambil bersin2* hehehe

      Hapus
  34. Jangan ceraaaaaaaaaaaaaai....
    Kalian kan dah peluk"an dah cium"an...
    Jgn bikin aku sedih doong :'(
    Bawang nih mbak santhy mataku perih g ad lanjutannyaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. lutfiii hehehehhe
      waaah nessa sama kevin takut tuh dimarahin sama lutfi hehehe
      semoga nanti di bab 7 nggak sedih yah banyak yg romantis disana kok #spoiler
      :)
      besok yah sayang semoga udah bisa diposting :)

      Hapus
  35. aduh duh komennya sudah banyak saya jadi susah komen wkwk
    dari kemaren bolak balik blog.a mbak shanty nyari PH eh baru tahu skg di post :D
    Aku kira Nessa yang bakal meng akhiri pernikahannya , Tp malah kang Kepin :o
    Mbak Shanty kaga pernah menggambarkan Suara hati Kang Kepin atau Nessa Satu sama lain tentang perasaannya , jadi kaga tau para readers sebenarnya mereka saling cinta kaga :o aduh penasaran lanjutannya -_-

    BalasHapus
  36. Mba Chantique, ak udh mention d twitter mu tp blm d reply, huhuhu... ak suka bgt ama novel mb, sy pikir ini novel terjemahan tnyata penulis ny org indo y, mantabbbb bgt.. mb, ak mw beli yg novel dr urutan ARAS, SWTD, Unforgiven Hero dan the darkest side tapi kok saya hanya nemu ARAS doang yg di jual y, kl yg u/ seri lainnya sy beli di mana mb.. Tolong tolong tolong di jawab ya mb

    BalasHapus