Selasa, 12 Februari 2013

Sweet Enemy Part 8



Berjalan bersama tiga lelaki tampan ternyata sedikit mengintimidasi...... 

Keyna melirik ketiga lelaki yang berjalan beriringan bersamanya, sibuk bercanda. Mereka melewatkan tatapan kagum para perempuan yang berpapasan dengan mereka di taman hiburan itu. 

Dan beberapa perempuan itu, setelah menatap ketiga laki-laki tampan itu, lalu melemparkan tatapan 'siapa sih perempuan itu' kepada Keyna. Keyna memutar bola matanya. Hanya dia satu-satunya yang tampak tidak pas di gerombolan ini.

"Aku mau naik itu." Davin menunjuk ke sebuah wahana permainan yang tampak mengerikan. Sebuah tiang tinggi dengan kursi-kursi di ujung-ujung kicir angin, dimana kursi itu hanya dipakukan di satu titik. 

Keyna langsung merinding. Mereka akan diputar ke segala arah kalau naik wahana itu. 

"Aku tidak mau." memikirkannya saja sudah membuat Keyna mual karena takut.

Davin tertawa dan melirik Keyna dengan tatapan mencemooh, "Pengecut."

"Aku bukan pengecut, aku punya akal sehat." Keyna membelalakkan mata, "Silahkan naiki wahana itu dan buat dirimu muntah sesudahnya,"


Jason tertawa mendengar jawaban Keyna untuk Davin, membuat Davin langsung memelototinya. Lelaki itu menatap Keyna, seolah akan membantah, tetapi kemudian memutuskan menyerah.

"Oke kalau begitu, kita naik wahana yang membosankan saja. Mungkin kau bisa mencoba komedi putar di sana  itu, sepertinya cocok dengan penampilanmu yang seperti anak SD."

Keyna menatap Davin dengan pandangan mencela, lalu memelengoskan muka dan berjalan menjauhi Davin. Jason buru-buru mengikuti Keyna, mengajaknya bicara tentang sesuatu sementara Davin mengamati mereka, lalu mau tak mau berjalan mengikuti Keyna dan Jason di belakangnya.

Erland mendekat ketika mereka berjalan mengikuti Keyna.

"Kenapa denganmu sobat?" Erland setengah berbisik

Davin mengernyitkan keningnya, "Kenapa apa? Apa maksudmu?"

"Kau. sikapmu aneh."

"Aneh? Aku biasa saja." Davin mengedikkan bahunya bingung.

Erland terkekeh, "Sikapmu kepada Keyna. Aku belum pernah melihatmu bersikap begitu kepada perempuan lain. Seolah-olah kau sedang.... kebingungan."

"Aku? Kebingungan menghadapi Keyna? itu tidak mungkin Erland. Memangnya apa yang dilakukan Keyna sampai bisa membuatku bingung?"

"Itu yang harus kau tanyakan pada dirimu sendiri. Ayolah Davin, aku temanmu sejak kecil. Kau seperti buku yang terbuka di depanku. Sikapmu itu sangat kontradiktif, kau seolah-olah ingin menarik Keyna mendekat tetapi sekaligus ingin mendorongnya jauh-jauh. Dan hal itu membuatmu tampak defensif di depan Keyna. Mungkin kau harus tentukan, sebenarnya apa yang kau rasakan untuk Keyna?"

Davin membeku. Menatap bagian belakang tubuh Keyna yang sedang berjalan di depannya. Lalu menghela napas. Bahkan dia sendiri bingung dengan perasaannya. Bagaimana mungkin dia bisa menjawab pertanyaan Erland?

*** 

"Sepertinya Davin berperan sebagai kakak yang baik untukmu." Jason tersenyum lembut ketika mereka duduk di cafe di tengah taman hiburan itu. Mereka sudah naik roller coaster, mencoba wahana kereta gantung, dan juga rumah hantu. Sekarang mereka sedang makan siang, Cafe itu menyediakan makanan-makanan sederhanya untuk pengisi perut. 

Keyna melirik Davin yang sedang berada di luar cafe bersama Erland, lelaki itu tadi melihat Keyna memandang terpesona kepada pedagang permen kapas berwarna pink yang lewat. Dan meskipun bersungut-sungut serta mengejek Keyna yang kekanak-kanakan, Davin akhirnya keluar dan membelikannya untuk Keyna.

Keyna tersenyum dan menatap Jason, "Dia berusaha bersikap sangat baik untukku." Keyna teringat betapa Davin sudah benar-benar merubah sikapnya kepadanya, dan itu membuat hatinya hangat.

Jason menatap Keyna dengan tatapan menyelidik, "Apakah kau pernah ingin punya kakak lelaki sebelumnya?"

"Tentu saja. Selama ini aku hanya hidup berdua dengan ayahku, kadang aku ingin tinggal di keluarga besar." Keyna menatap Jason, berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk bertanya mengenai lagu itu, "Jason.... aku ingin bertanya."

"Tentang apa?"

"Tentang lagu yang ada di pemutar musik milikmu yang kau berikan padaku di malam berhujan petir itu..." Keyna merasakan jantungnya berdegup, "Aku... aku pernah merasa mendengarnya dalam mimpiku."

"Mimpi?" Jason nampak tertarik.

"Ya... aku sering bermimpi... mungkin itu ingatan samar... atau entahlah... aku masih sangat kecil waktu itu dan aku mungkin menyimpan kenangan itu dalam-dalam karena terlalu menakutkan." Keyna menatap Jason dengan bingung, "Aku bahkan tidak tahu itu mimpi atau kenyataan."

"Mimpi tentang apa?"

"Tentang hujan badai dan petir.... aku menangis ketakutan, lalu ada seorang anak lelaki datang... dia... dia menyanyikan lagu yang sama dengan yang ada di pemutar musikmu.." Keyna menelan ludah, "Dan baru kusadari kalau mungkin saja mimpi itu adalah kenangan tentang kejadian nyata."

"Lagu di pemutar musikku adalah lagu klasik lama, Keyna, aku mencoba memainkannya dengan versi biola.. judulnya Lullaby.... "

Keyna menatap ragu, "Anak lelaki kecil di mimpiku juga menyanyikan lagu itu..."

"Itu semacam lagu pengantar tidur." Tatapan Jason tampak aneh. "Apakah kau sama sekali tidak ingat tentang anak lelaki kecil itu? Sama sekali?"

"Aku punya ingatan samar." Keyna mengangkat bahunya sedih, "Bahkan seperti kubilang tadi... aku tidak yakin apakah itu benar-benar ingatan samar, atau hanya mimpi..."

Jason tampak akan mengatakan sesuatu, tetapi kemudian mengurungkan niatnya karena Davin dan Erland datang mendekat.

Davin menyerahkan permen kapas yang sangat besar dan berwarna pink itu kepada Keyna, "Aku tahu kau menginginkannya." Davin bergumam kaku.

Keyna menerimanya dengan senang, ditatapnya Davin penuh rasa terimakasih, "Terimakasih Davin, aku senang sekali."

Davin hanya menggumam tak jelas, lalu duduk di sebelah Keyna,

"Permainan apa lagi yang akan kita mainkan?" dia melirik jam tangannya. "Kita masih punya banyak waktu."

Keyna menoleh ke sekeliling, lalu menunjuk permainan berperahu melewati wahana air terjun yang berkelak-kelok, "Sepertinya itu menyenangkan."

"Tapi kita akan basah." Kening Davin sedikit berkerut, tetapi kemudian lelaki itu tersenyum, "Tapi sepertinya itu layak dicoba."

*** 

"Mereka terus mengiringinya, kita harus menunggu sampai dia terpisah dari ketiga laki-laki itu."

Anak buahnya melapor kepadanya. Membuatnya mengkerutkan dahi. "Keyna bersama Davin, Jason dan Erland?"

"Ya."

Dia mengerutkan dahinya. Jason... terutama Jason. Lelaki itu sepertinya punya insting bahwa Keyna dalam bahaya. Dia telah sangat mengganggu rencananya dari kemarin, dengan menjemput dan menjaga Keyna ketika pulang kampus. Mungkin kalau ingin penculikannya terhadap Keyna berhasil, Dia harus menyingkirkan Jason duluan.

"Ikuti terus. Tunggu sampai semua lengah dan Keyna terpisah dari mereka."

"Baik," Anak buahnya membungkukkan tubuh dan melangkah pergi.

*** 

Mereka benar-benar basah akibat permainan itu. Air muncrat dimana-mana membasahi pakaian dan rambut mereka, tetapi permainan itu benar-benar menyenangkan hingga mereka tertawa-tawa ketika turun dari perahu.

"Aku harus ke kamar mandi." Keyna menoleh ke arah kamar mandi tak jauh dari situ. Ada area khusus untuk kamar ganti dan kamar mandi perempuan. "Di situ."

Davin masih berusaha mengusap rambutnya yang basah, begitupun Jason dan Erland yang sibuk menghenta-hentakkan sepatu mereka yang basah.

"Hati-hati Keyna, kami menunggu di sini ya." gumamnya sambil lalu.

Dan Keynapun berjalan ke arah kamar mandi itu.

*** 

Kamar mandi itu sepi. Mungkin karena sudah menjelang sore dan orang-orang sibuk bermain. Keyna berdiri di depan kaca besar dan mencuci tangannya di atas wastafel.

Seorang perempuan berpakaian rapi ada di sebelahnya. Keyna mengernyit, pakaiannya terlalu rapi untuk bermain ke taman hiburan...  tetapi Keyna menggelengkan kepalanya dan mengusir pemikirannya. Setiap orang punya selera sendiri-sendiri, mungkin perempuan ini merasa nyaman berpakaian seperti itu.

"Nona?"

Sapaan perempuan berpakaian rapi itu membuat Keyna mengernyit, dia menolehkan kepalanya.

"Ya?"

Perempuan itu tersenyum, "Maaf ya." 

Lalu sebuah jarum suntik di tusukkan di tubuhnya. Keyna masih sempat terperangah dan terkejut, sebelum kemudian matanya berkunang-kunang dan kesadarannya hilang.

*** 

Perempuan berpakaian rapi itu menarik kursi roda lipat yang sudah disiapkan di kamar mandi. Lalu meletakkan tubuh mungil Keyna yang tak sadarkan diri di sana. Dipakaikannya kacamata hitam besar, dan kain untuk menutup kepalanya, serta selimut untuk menutupi tubuhnya.

Dia mendorong kursi roda itu keluar, ke arah keramaian.

Tidak ada yang curiga. Dia melirik ke arah tiga lelaki yang bersama Keyna tadi. Ketiga lelaki itu sedang bercakap-cakap dan membelakanginya.

Dengan cepat dia mendorong kursi roda itu dan membawa Keyna menjauh,

Begitu berada di tempat aman dan tidak terjangkau, dia mengangkat ponselnya dan menelepon.

"Ya?" suara di seberang sana menyahut cepat.

"Aku sudah mendapatkannya."

"Bagus." Ada senyum di suara itu. "Bawa ke tempat yang sudah ditentukan."

*** 

Ketika mereka lama menunggu dan Keyna tak kunjung keluar, Davin mulai curiga. Dia melirik Jason dengan gelisah. Melempar tatapannya ke arah kamar mandi perempuan itu.

Orang-orang lalu lalang dan keluar masuk, tetapi tidak ada Keyna di sana.

Jason sendiri mulai menyadari ada yang tidak beres. Tatapannya menajam. "Kita sudah menunggu terlalu lama." gumamnya,

"Mungkin Keyna sedang sakit perut atau apa?" Erland berusaha menenangkan teman-temannya.

Tapi Davin menghela napas tak sabar, dia mengambil ponsel dan menelepon nomor Keyna. Wajahnya memucat. "Ponselnya tidak aktif."

Dengan gerakan cepat dia melangkah ke arah kamar mandi perempuan itu. Tidak  dipedulikannya seruan-seruan para perempuan yang sedang ada di sana.

"Maafkan saya." Davin menatap panik ke sekeliling ruangan. "Adakah yang melihat adik saya di sini?"

Tetapi Keyna tidak ada. Pintu kamar mandi itu terbuka. Kosong. Dan hanya ada dua orang perempuan tak dikenal di depan wastafel, menatapnya mencela karena berani-beraninya melongok ke kamar mandi khusus perempuan.

Davin bergegas keluar, menghampiri Jason dan Erlan, jantungnya berdebar kencang,

"Keyna tidak ada di kamar mandi itu. Dia tidak ada di mana-mana!"

*** 

Tubuh Keyna yang tak sadarkan diri dibaringkan di atas ranjang.

Dia mengamati Keyna, lalu menoleh ke arah anak buahnya. "Kapan dia akan sadar?"

"Mungkin sekitar satu atau dua jam lagi."

Dia tersenyum, "Bagus. Kau tunggui dia di sini. Begitu dia sadar, hubungi aku. Aku ingin ada di sini ketika dia membuka matanya."

*** 

Bersambung ke part 9

80 komentar:

  1. mbak shanti memang sypa yg menculik keyna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih misterius sayang siapa dia dan apa tujuannya
      nanti di part 9 akan ada jawabannya :))

      Hapus
    2. ok deh mbak,saya tunggu part 9 nya segera ya...

      Hapus
  2. mba santhy,sudah sembuh sakit ya,skrg giliran sya yg sakit batuk en pilek lg,,,,,,,,,capa sih yg berani2 ya nyulik keyna kan dia bkn anak org kaya jga psti karna demdam deh. trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sayaang udah baikan badannya *semangat*
      waduuuuh ketularaan? huhuu maapkan yaah... dear banyak istirahat, banyak minum air putih, minum yg hangat2 kalau flu itu senjata utama melawannya adalah istirahat yah, semoga cepat sembuhh :))
      hmm penculiknya masih misterius kok hihihi

      Hapus
  3. lapor pak polisi keyna diculik orang...!!!
    bantu pak polisi cari keyna aaahhh, mbg shan ikutan yuukk.........
    mbg shanty udah sehatkan....??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi ga mauuu bantu pak polisi habis pak polisi sering nilang aku :D :D hihihihi
      udah sehat sayang :)) semoga ke depannya jarang sakit amiin hihihihi :D

      Hapus
  4. Pasti yg nyulik sefrina ya???hehe*sotoy bgt y* tp aq ykn psti sefrina....sirik tuh dia ma keyna.

    BalasHapus
  5. emmm, dalang dari penculikan itu pasti sefrina.. dan dalang OVJ udah pasti parto. qiqiq.. :D

    thanks ya mbak santhy.. *peluk cium

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakakka
      ngikik di kantor baca komenmu sis,,,

      Hapus
    2. Melisa melisa
      dirimu yaaa
      ckckckck
      *berasa manggil ayam* :p

      Hapus
    3. hihihihi ikutan ngikik, dasar melisa hihihihi :D

      Hapus
  6. Pastii sefrina deh..
    Soalnya dy dendam gara2 batal jd calon istrina davin..trus dy cemburu gara2 davin care bgt sm keyna..
    Si sefrina itu pura2 jadi tmennya keyna spy dy tau kelemahan keyna apah...

    #sok.tau+emosii

    Qtunggu part 9 nya mbak cantiik..
    Tp jgn lama2 yaa..pliiizzz..
    Kepo sangat nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe masih misterius sayaang *ga berani ngasih spoiler*
      waa jangan emosi yaah
      siaaap semoga mau menunggu yaah :))

      Hapus
  7. ternyata ga sia-sia mantengin blog ini, meski bos dari tadi mondar-mandir ngasih kerjaan hehehehe
    ada yg diposting juga

    pasti si Sefrina deh yg nyulik...
    mba buruan post bab yg selanjutnya, aku mau ngasih tau Davin di mana Keyna diculik,,,buruan yah postingnya, keburu Keyna diapa2in sama penculiknya
    #edisi sok jadi pahlawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe hati2 nanti ketahuan bos lhoo
      "Pak boossss itu meyke di jam kerja malah buka blog" ( sambil teriak2 manggil bosnya meyke* hihihihi

      hmmm penculiknya masih misterius kok *ga berani ngasih spoiler hiihii*

      Hapus
  8. kaka,, cerita ini tiiap ariie ajha dipost hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi semoga bisa yah sayaang tungguiiin :D :D

      Hapus
    2. iiaa mbak,, aq suka banget cerita mbak, oia mbak boleh kasih kritikan gg niih mbak ;)

      Hapus
  9. Lanjutannya ntr malem ya mbak Shanty hehee...
    Makasih makasih... Cipika cipiki hemmmm ehemmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. #kabuuurrr
      hihihihihi iyaa gantian sama menghitung hujan soalnyaa :))

      Hapus
  10. apakah sefrina? Drimana penculik itu tau keyna pergi kemana? Ukh, g sabar nunggu chapter 9
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu diaa hehehe semuanya masih misterius heee :))

      Hapus
  11. aaaa.. nanggung banget mbak santhy...
    jangan lama2 part 7 nya hehe :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iyaah sayaang semoga mau menunggu yaa :))

      Hapus
  12. mbaaaaakkk.. makin penacalan T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. heeeee semoga mau menunggu sayaang hee
      nanti di part berikutnya semoga penasarannya ilang yaah :))

      Hapus
  13. I love you JASON....!!!
    gak sabar nunggu versi cetaknyaaaaa..... hehe
    *peluk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. eeeh tokoh utamanya Daviin
      tapi sayang love sama Jason hihihihi
      *balas peluk*

      Hapus
  14. cuma. bisa bilang sungguh keen thang >.<

    gak sabar nunggu next chapter..
    thx mbak santhy :-*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihhi hayuuu kentang siaapaa mau beli kentaang hehehe
      semoga sabar menunggu yah sayaaang :))
      *peluk*

      Hapus
  15. Aduhh.. Mbak santhy emang paling bisa.... bwat org pnasran 1/2 hidup.(he..he..lebay mode on)

    Siapa tuch yg nyulik si keyna?? jadi ikut deg2an..
    Thanks ya mbak dah diposting. Gak sia2 mondar-mandir cek blogx mbak santhy cantik.
    Semoga mbak santhy cantik sehat terus biar nulis n postingx gak terganggu..
    Mbakkk santhyy cantikkk,..besok posting lg ya..(ngarepbanget.com)

    Semangat mbak santhy cantikk.
    Peluk erat mbak santhy..

    BalasHapus
    Balasan
    1. fyuuuh untung setengah hidup dear hihihih

      hmmm yang nyulik Keyna masih misterius deaar
      semoga sabar menunggu yaah di part 9 akan terbuka semuanya

      amiin doanya sayaaang...aku akan semangat menuliss hehehe :))
      *peluk sayang*

      Hapus
  16. Balasan
    1. waaa kok sukanya sama jason tokoh utamanya kan Davin ? hihihi :))

      Hapus
  17. ga sabar nunggu part 9.......

    BalasHapus
  18. ga sabar nunggu part 9.......

    BalasHapus
  19. ahhh sefrina jahat nya bikin w empet,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heehehe penculiknya masih misterius lho sayang :))

      Hapus
  20. aduh apa mksud nyulik2,kepoo mba santhy.cantik bgt bkn kentang,heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa renaa disini ketemu kentang lagi yaah hehehe maapkan akuuuu T___T

      Hapus
  21. Duh, kok skrg yg mendominasi pikiranku si Jason terus y...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmmm pasti karena mas Jason lembut dan dewasa yaah
      eeh tokoh utamanya kan Davin?? hehehehe :))

      Hapus
  22. huuuuuuu........
    we want more...we want more....
    #gebrakgebrakmeja

    qeqeeqeqeqeqqeq....

    BalasHapus
    Balasan
    1. *ambil mejanya dari nema trus disembunyiin*
      hhiihihihi
      semoga sabar nungguin yah sayaang :))

      Hapus
  23. WHOA..tambah seru nih..kok bisa-2nya sih si sefrina jahat gitu,,huuh..
    thanks mba shanty

    BalasHapus
    Balasan
    1. sefrina memang agak 'sakit' dear hehe
      eeh tapi penculiknya masih misterius lho :))

      Hapus
  24. mb saaannn...
    ga sia - sia aq keluar masuk bloq ini tiap hari
    ^^,

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa semoga ga bosan2nya masuk2 blog ini tiap hari yaah hehehe :))

      Hapus
  25. ohh yeah aku tau siapa yg nyulik keynaa dn itu pasti.. ><" ahhh.. Apa sihh motif itu orang.. Hayya awas aja klu smpe keyna kenapa2.. *asah golok*

    ohh davin ayo selamatkan keyna.. ><" dn jason.. Aigoo.. I love u pull.. I'm yours Jason.. *kisssue2 Jason* kkk :p

    kak.. Itu si davin kenapa oon bnget seehh.. Masih gk nyadar ya klu cinta sm keyna.. Minta dijitak nii davin biar ngeh.. *tabok2 davin* kkk..
    Keren kak makin penasaran sm part brikut'y.. Jan lama2 ya.. Lanjoot.. Fighting.. ^^v *peyuk2 mesra*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe siapaa yaah *senyum2 misterius*
      hehehehe ini jugaa sukanya sama jasooon huhhu akang Davin siapa yah yang suka? T_____T

      hehehe davin memang gengsian dear dia kan nggak pernah jatuh cinta sebelumnya sama cewek makanya bingung hihihihihi
      :))
      siaap aku akan semangaattt
      *balas peluk sayang* hihihi

      Hapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  28. Mbaaa saaannnnnnnnn
    #gaya auooooo gitu,.
    Salam kenal..
    Chriswijaya disini..


    Siapa2 z sih yg jahat ini...
    Ugh, tambah lagi calon penghuni neraka
    x)

    Mbak..
    Pn lgi super duper sibukssss ya?
    Unforgiven hero nya lhm nambah2....
    :(
    ♥♥♥

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi balas sambil teriak ala tarsan jugaa
      *sayaaaaang salaaam kenaaal jugaaaaa*
      hihihi

      yang penculiknya masih misterius deaar
      waaa ngeriii ancamannya neraka hehehe

      UH jadwalnya malam ini dear diposting di PN :)

      Hapus
    2. Thanks mbakkk
      Yg novel warna warni full colour tu
      Diperjuangkn y mbak....
      Biar cepat ready...
      Udh gak sabar...
      #kedip2 gak jelas#

      Thanks mbak udh hadir di dunia maya ini...
      Jdi tmbh aktvts qntiapnmlm menunggu postingannya...
      Hehe
      Met menulis mbak...

      Hapus
  29. Hadiah pagi dari mba santi... Thx mba... Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 sayaaang :))
      semoga menikmati yaah
      salam kenal jugaaa :D

      Hapus
  30. uuuuh....sapa yg brani2 nyulik Keyna????
    ngga' gentlemen banget....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe hayoo siapaaa masih misterius soalnya hee :))

      Hapus
  31. Aduuhhh kok bsa lolos gtu sih penculiknya
    Mereka ber3 liat k dpan lgi
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaa tuhh pas banget pada membelakangi kamar mandi perempuan semuanya hihihihi

      Hapus
  32. penasaran abis Mba'....
    Sweet Enemy ampe part brapa yah????
    (muka penasaran)

    BalasHapus
    Balasan
    1. SE kalau versi novel full sampai 16 part dear
      kaalu versi cerbung lebih pendek sedikit :)

      Hapus
  33. Apaa?? Keyna di culik??
    Tidaak, jangan apa2in keyna
    *brb telpon polisi*
    Ayo jason,davin selamatkan keyna hahahaha
    Davin cepet2 sadar yah kalo cinta ama keyna hihihi
    Makasih ya mb santhy, ga sabar nunggu lanjutannya *peluk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheehhe *teriak2 manggil pak polisi*
      heheehhe nanti di bab berikutnya akan terbuka misterinya dear hehe
      semoga sabar menunggu yaah :))

      Hapus
  34. pasti yang nyulik keyna, sefrina, tapi apa alasannya sefrina nyulik keyna, nggak sabar tgg part selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi penculiknya masih rahasia lhoo :)) hehehe
      semoga sabar menunggu yaah

      Hapus
  35. Baru nggeh kalo SE part 8 dah dipost hu.hu ketinggalan, sapa sie penculik misterius tu Mb coba da Sinichi Kudo pasti langsung kusuruh investigasi he.he mksh Mba Santhy;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihihi detective conaan mau dataang? hihihihi
      di bab 9 udah kebuka yaah semoga tebakannya bener hehehe :))

      Hapus
  36. kyaaaaaa.... aku baru tau klu ini dibikin novel juga akhirnya xD
    suka suka suka, baca ngebut hari Sweet enemy hari ini :)

    feelingku mengatakan yg nyulk itu pasti si safrina :p *sotoy kumat*
    habis di part sebelumnya dy ngamuknya ajahh ampe kaya gt ==" jadi ilfeel~~ ckckk..

    klu udah rilis novelnya aku mauuu~~ :Dv

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya sayang versi novel lebih lengkap dan ada epilognya hihihihi
      hmmm yang nyulik sekarang udah ga penasaran lagi kan dear hihihi
      siaap nanti dikabarin sayaang :))

      Hapus
  37. jangan2 yg nyulik sefrina yah???

    BalasHapus