Jumat, 19 Juli 2013

Another 5% Part 17

Penulis curhat dulu :


Heeee berasa sudah lama sekali aku nggak posting di blog ini. Maafkan yaa.... Diawali pada hari senin yang cerah ( kok jd malahan cerita hehehe) ketika layar laptop berkedip heboh dan segala cara sudah dicoba buat bikin berhenti, tapi kedipannya ga mau berhenti.... malahan setelah beberapa lama tiba-tiba layarnya berubah menjadi putih bersih tanpa gambar apapun, usut punya usut, laptop rusak LED-nya dan ga bisa diselamatkan sehingga harus diganti yang baru jadinya harus nginep deh di tukang service.

Posting jadi terhambat selama laptop dibetulin karena aku termasuk penulis yang nekat dan ga kapok-kapok, jadi semua naskah disimpen di satu laptop itu tanpa back-up, sehingga kalo laptop itu ga bisa nyala, otomatis semua naskah ga bisa diambil T_T, pernah kejadian si laptop ini windowsnya rusak dan mati total hingga aku menangis meraung-raung di kamar, bikin misua kelabakan dan buru-buru cari cara buat menyelamatkan datanya sampe dia ga tidur semalaman, hihihihihi

Hari ini akhirnya laptop bisa diambil dari tukang service dan mulai bisa deh intip2 komen, email dan semua media sosial, lalu langsung merasa bersalah banget karena banyak yang nanyain, banyak yang doain supaya ga sakit, dan banyak yang menunggu dan juga banyak sekali perhatian lainnya dari all readers (semuanya aku baca meski ada yang belum di balas huhuhu). Huhuhuhu jadi terharu, maafkan ya membuat semuanya menunggu lama. Semoga setelah ini si laptop kesayangan sudah nggak ngambek lagi dan lancar jaya postingnya ya. 

Dan semoga aku bisa terus posting karya-karya yang menghibur all readers semuanya ya. Maafkan membuat all readers menunggu begitu lama :))


Another 5%


Sabrina membuka matanya, dan melihat Rolan duduk membelakanginya sambil menyuntikkan jarum besar ke lengannya untuk mengambil darahnya.

Dengan segera Sabrina kembali memejamkan matanya, supaya Rolan tidak tahu bahwa dia sudah sadar.

Kenapa Rolan mengambil darahnya? Apakah lelaki itu akhirnya takluk ke dalam tipuannya dan hendak memberikan darahnya kepada Sabrina secara sukarela?

Cara yang digunakan Rolan berbeda dengan Gabriel, ketika memberikan darahnya, Gabriel tidak repot-repot menggunakan jarum suntik, dia menggunakan kekuatannya untuk memindah darahnya hingga dalam sekejap, infus Sabrina berwarna merah dan darah Gabriel mengalir ke dalam tubuhnya. Tetapi bagaimanapun caranya, bukankah ujungnya sama saja? Pada akhirnya Sabrina akan mendapatkan darah sang pemegang kekuatan yang bisa memperlambat efek menyebarnya sel kankernya. Membuatnya baik-baik saja.

Sabrina tidak bisa menyembunyikan senyuman di sudut bibirnya ketika akhirnya Rolan menyuntikkan darahnya ke dalam infusnya.

Dia langsung merasakan efeknya, darah itu memasuki tubuhnya, menghentikan sel-sel kanker yang menyebar. Membuatnya merasa lebih baik.

Mungkin Sabrina akan bisa terus memanfaatkan Rolan ke depannya. Gabriel tidak bisa dipercaya, bahkan sekarang kakaknya itu tega menghukum Sabrina karena ikut campur urusannya dengan tidak memberikan darahnya dan membuat  Sabrina kesakitan.

Sekarang Sabrina punya Rolan. Jadi Gabriel tidak akan bisa menghukumnya dengan cara yang sama. Rolan tentu saja lebih mudah dimanipulasi dan dibodohi dibandingkan dengan Gabriel, karena Rolan berjiwa putih dan baik.

Sabrina tertawa dalam hati dengan sinis, menertawakan orang-orang baik yang sangat mudah dibodohi. Dia berencana akan memanfaatkan Rolan, bahkan jika bisa dia akan membuat Rolan menyembuhkannya.

Dan sementara itu, Sabrina akan memikirkan cara untuk menyingkirkan Selly secepatnya.

***

Gabriel memejamkan mata dan menggertakkan giginya, dia melihat semuanya, melihat bagaimana dengan nekat Rolan memberikan darahnya untuk membantu Sabrina memperlambat sel-sel kankernya.

Lelaki itu benar-benar sudah tertipu oleh penampilan lemah Sabrina.

Kasihan Selly...

Gabriel mengeryit ketika rasa iba itu menyeruak ke dadanya. Dia tidak pernah merasa iba, tidak setelah dia mendapatkan kekuatan itu. Hatinya dingin dan gelap sehingga tidak bisa dimasuki oleh perasaan manusiawi seperti rasa iba.

Tapi ini rasa iba. Gabriel memikirkan Selly dan merasakan sensasi rasa itu. Perasaan kasihan yang begitu dalam, memikirkan Selly harus menghadapi semua ini.

“Dia memberikan darahnya bukan?” Carlos bergumam tenang, mengamati setiap perubahan ekspresi Gabriel.

Gabriel menganggukkan kepalanya, hampir tak kentara.

“Ya. Lelaki bodoh itu takluk di kaki Sabrina dan memberikan darahnya.” Bodoh sekali!

Carlos mengamati Gabriel dalam-dalam, “Bukankah itu yang tuan inginkan? Dengan begitu ikatan cinta sejati antara Selly dengan Rolan akan semakin rapuh.”

Gabriel memang menginginkan ikatan cinta sejati antara Rolan dan Selly terputus, tetapi rencananya bukan seperti ini. Rencananya adalah merayu Selly ke dalam pesonanya sehingga perempuan itu meninggalkan Rolan, setelah itu Selly akan membuat Rolan terperosok dalam jurang patah hati yang dalam. Sekarang yang terjadi, Rolanlah yang akan menceburkan Selly ke dalam jurang patah hati itu.

“Kurasa waktunya sudah dekat, Carlos, aku akan menantang Gabriel.”

“Anda belum tahu pasti apakah ikatan cinta sejati antara Rolan dan Selly sudah putus. Akan berbahaya ketika anda menantang Rolan dan ternyata dia masih memiliki Selly sebagai cinta sejatinya. Bukankah itu tujuan anda? Menjauhkan Selly sehingga tidak bisa menjadi tambahan 5% kekuatan bagi Rolan?”

Gabriel hanya terdiam, ekspresinya tidak terbaca.

“Aku sudah tidak sabar lagi menunggu. Aku akan menantang Rolan segera. Aku muak hanya mengamati dia berbuat kebodohan demi kebodohan.”

Dan kemudian, tanpa kata lelaki itu menghilang dari hadapan Carlos, ditelan oleh bayangan hitam.

Carlos masih merenung sendiri di ruangan itu, menatap bayangan hitam yang semakin memudar di tempat tuannya tadi berdiri.

Dia merasa ada yang berubah dari diri Gabriel, bahkan pada malam itu ketika Gabriel buru-buru pergi untuk menyelamatkan Selly yang dicampakkan Rolan begitu saja di tengah hujan badai, Carlos merasa itu bukan watak Gabriel yang dikenalnya.

Tuan Gabriel bukanlah orang yang bersedia repot-repot untuk menolong manusia biasa. Apalagi seorang perempuan lemah yang notabene adalah cinta sejati musuhnya.

Atau... apakah memang Gabriel sudah berubah? Carlos sendiri curiga bahwa alasan Gabriel ingin memutuskan ikatan cinta sejati antara Rolan dengan Selly bukan karena dia takut kalah, tetapi lebih karena ingin menyelamatkan Selly. Karena buku kuno aturan semesta menyebutkan bahwa sang cinta sejati harus berkorban demi memberikan 5% tambahan kekuatan bagi sang pemegang kekuatan..... Mungkin saja hal itu berarti pengorbanan nyawa bagi Selly.

Apakah jangan-jangan... Gabriel ingin menyelamatkan Selly dari kematian karena pengorbanan?

***

“Apakah kau baik-baik saja?” Gabriel yang tadi entah berada di mana sudah kembali ke ruangan kerja mereka, dan sekarang berdiri di depan Selly, mengamatinya.

Diamati seperti itu Sely langsung merasa gugup.

“Saya baik-baik saja.”

“Kau tampak sedih.” Lelaki itu tetap menelusuri seluruh wajah Selly dengan tatapan tajam seolah ingin menembus ke dalam jiwanya.

Selly tersenyum, “Saya baik-baik saja.”  Meskipun begitu Selly tampak tidak yakin, dia mengusap pipinya bertanya-tanya apakah matanya yang sembab dan menghitam karena menangis semalaman tidak berhasil ditutupi oleh riasannya.

“Ada apa dengan calon suamimu?” Gabriel tampaknya tidak mempercayai jawaban Selly, lelaki itu mengambil kursi dan duduk di depan meja Selly, bersikap santai seolah dia bukan seorang bos. “Masalah lagi?”

Selly menghela napas panjang, “Tidak Sir, sebenarnya hubungan kami baik-baik saja, mungkin hanya perasaan saya yang tidak enak.”

“Kenapa perasaanmu tidak enak?” Gabriel berdiri di sana, bagaikan banteng yang tidak mau menyerah sebelum mendapatkan informasi, “Selly aku memang bosmu, kita bekerja secara profesional di sini, tetapi bukan berarti kau tidak boleh kadangkala menceritakan permasalahanmu, kalau sampai permasalahan itu berimbas kepada pekerjaanmu, bukankah itu juga akan berimbas kepadaku juga?”

Selly menatap Gabriel, tampak agak tersinggung, “Saya jamin permasalahan saya tidak akan mengganggu pekerjaan saya Sir.”

Tanpa diduga Gabriel tesenyum lebar. ‘Memang, aku yakin kau orang yang kompeten. Tetapi tidak bisakah kau berbagi denganku, mungkin sebagai teman?”

Sebagai teman? Selly hampir-hampir tidak mengenal Gabriel selain di kanto dan beberapa insiden yang membuat mereka bertemu di luar kantor. Apakah dia bisa menganggap Gabriel sebagai teman?

Tetapi bisa dikatakan Selly tidak mempunyai teman, pekerjaannya sebagai asisten pribadi Gabriel membuatnya jauh dari teman-teman sekerjanya, hanya Gabriel satu-satunya rekan kerjanya sekarang, lagipula insiden di malam ulang tahun itu membuat Gabriel sedikit banyak mengetahui permasalahan Selly dengan Rolan, mungkin Selly bisa sedikit berbagi dengan Gabriel.

“Calon suami saya... namanya Rolan.” Selly tidak ingat apakah dia pernah menyebut nama Rolan kepada Gabriel atau belum, “Seperti yang saya ceritakan, Rolan pernah menderita penyakit kanker otak dan dia sembuh dengan mukjizat.... tetapi ada seorang perempuan, dia pasien kanker otak juga... akhir-akhir ini, Rolan memperioritaskannya... dan itu membuat perasaan saya tidak enak.” Selly menghela napas panjang, “Mungkin memang perasaan saya yang salah, tidak seharusnya saya merasakan kecemburuan kepada perempuan lemah seperti Sabrina....”

“Apakah Sabrina ini perempuan yang sama yang membuat Rolan tidak datang di janji makan malam kalian di hari ulang tahunmu itu?”

Selly menganggukkan kepalanya.

Gabriel tersenyum meskipun tatapannya tampak serius,

“Selly. Sebagai seorang perempuan, kau tidak boleh diam dan menyerah. Kalau kau memang mencintai calon suamimu, maka kau harus memperjuangkannya. Sikap diam dan memendam sendiri tidak akan membawa jalan keluar, yang ada kau akan terlambat dan kehilangan semuanya.”

Dan kemudian, tanpa menunggu reaksi Selly, Gabriel bangkit dari kursinya dan pergi ke mejanya sendiri.

***

Selly melangkah keluar dari toilet dan sedikit tersentak ketika ponselnya berbunyi. Dia mengeluarkannya dari sakunya dan melihat nomor Rolan di sana.

“Rolan?” Selly langsung mengangkat ponselnya dengan semangat, berharap Rolan memberi kabar baik bahwa mereka bisa bertemu sore ini.

“Selly?”

Itu bukan suara Rolan, itu suara Sabrina. Selly bagaikan dihantam dengan keras ketika mendengar bahwa Sabrina yang menyahut di sana. Kenapa Sabrina meneleponnya dengan menggunakan ponsel Rolan? Apa yang dilakukan Sabrina dengan ponsel Rolan? Kemana Rolan?

“Sabrina?” Selly tetap bertanya meski dia sudah tahu pasti, dia bisa merasakan senyum Sabrina di seberang sana.

“Selly, Rolan memintaku meneleponmu, katanya dia tidak bisa menemuimu, dia harus menemaniku menjalani serangkaian pemeriksaan malam ini. Kau tidak apa-apa kan?”

Selly membeku. Benarkah? Benarkah apa yang dikatakan Sabrina itu? kalau memang begitu, kenapa Rolan tidak meneleponnya sendiri? Kenapa dia menyuruh Sabrina menyampaikannya?

“Dimana Rolan?” Selly bertanya, curiga.

Ada senyum di  nada suara Sabrina, “Rolan sedang berkonsultasi dengan dokter tentang proses pemeriksaanku.” Sabrina menghela napas, terdengar bahagia, “Aku senang sekali. Selly, Rolan baru saja membuktikan kepadaku, bahwa dia rela berkorban apa saja... rela melakukan apa saja agar aku tidak sakit lagi.”

“Apa?”

“Kau pasti mengerti apa maksudku. Sudah ya.” Tiba-tiba saja Sabrina memutus pembicaraan, membuat Selly masih ternganga dengan gagang ponsel di telinganya.

Jemarinya bergetar ketika menurunkan ponsel itu dan menatapnya. Dia tidak bermimpi bukan? Tadi benar-benar Sabrina bukan yang menelepon menggunakan ponsel Rolan?
Mata Selly masih nanar menatap ponsel di depannya. Hatinya terasa sakit, penuh gemuruh dan prasangka.

Tetapi..... dia tidak bisa menuduh Rolan begitu saja,  bisa saja Sabrina yang sengaja melakukan kecurangan dengan mencuri pakai ponsel Rolan bukan? Mungkin memang Sabrina ingin menjauhkan Selly dari Rolan, karena itulah dia memakai cara licik ini.

Selly tahu persis sifat Rolan. Tidak mungkin Rolan melakukan ini kepadanya.

Jantungnya berdebar penuh antisipasi. Dia langsung teringat kata-kata Gabriel tadi, kalau dia mencintai Rolan dia tidak boleh diam saja, dia harus memperjuangkan Rolan sebelum terlambat.

Sore nanti, mengabaikan kat-kata Sabrina, Selly akan menyusul ke rumah sakit.

***

“Kenapa tampak buru-buru?” Gabriel mengerutkan kening ketika melihat Selly segera mengemasi tas-nya ketika jam lima tepat ditunjukkan di jam dinding.

Selly mendongakkan kepalanya, menatap Gabriel yang mengerutkan keningnya dan menatap Selly ingin tahu. Tiba-tiba pipi Selly memerah karena dia terdorong perasaannya akibat nasehat Gabriel tadi. Selly memang berencana untuk bergegas menyusul ke rumah sakit dan menemui Rolan, memastikan apa yang dikatakan Sabrina tadi kepadanya melalui ponsel dan mengkonfirmasinya langsung baik kepada Rolan maupun kepada Sabrina.

“Saya ingin ke rumah sakit.” Selly bergumam pelan, “Saya ingin memastikan sesuatu.”
“Ini tentang Rolan lagi?”

Pipi Selly memerah, merasa malu karena permasalahannya dengan Rolan begitu pelik sehingga Gabriel sampai terganggu karenanya.

“Iya...” Selly menelan ludahnya dengan ragu. “Ada telepon dari Sabrina yang mengatakan bahwa Rolan... bahwa pada dasarnya Rolan ingin meninggalkan saya dan memilih Sabrina.” Dia menggigit bibirnya, merasakan dorongan menyesakkan untuk menangis, “Anda bilang saya harus berjuang dan memastikan, karena itu saya akan datang ke rumah sakit untuk memastikan semuanya.”

Gabriel mengerutkan keningnya, menatap Selly yang menahan tangisnya, Dia menggertakkan giginya dan kemudian menggunakan kekuatannya, hanya beberapa detik hingga Selly tidak menyadarinya, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit.
Setelah mendapatkan pengelihatannya, matanya menyala.

“Kupikir lebih baik aku mengantarmu Selly.” Gumam Gabriel tenang meskipun ada kemarahan di dalam suaranya, “Aku kebetulan berencana ke rumah sakit yang sama hari ini, untuk menengok salah seorang kolega bisnisku yang dirawat hari ini, kau bisa ikut mobilku dengan begitu kau bisa lebih cepat sampai dibandingkan naik kendaraan umum.”

Sejenak Selly merasa ragu. Tetapi bukankah dia beruntung karena Gabriel ternyata sedang berencana untuk mengunjungi rumah sakit yang sama?

Selly lalu menganggukkan kepalanya,

“Terima kasih Sir. Saya rasa saya akan menumpang mobil anda.”

***

Hari sudah beranjak sore ketika Rolan memasuki ruangan Sabrina lagi, dia barusan bertemu dengan dokter Beni dan berbicara mengenai kondisi kesehatan Sabrina. Nanti malam mereka akan melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada Sabrina, dan Rolan yakin hasil pemeriksaan itu akan mengatakan bahwa Sabrina sudah kembali baik-baik saja.

“Dokter sudah menjadwalkan pemeriksaan nanti sore, sepertinya kondisimu sudah membaik ya.” Rolan mengamati wajah Sabrina dan menyadari bahwa sudah ada rona di sana. Berarti darah yang diberikannya memang memberikan efek yang baik kepada Sabrina, tadi dia memberikan darah itu pelan-pelan, masih menggunakan metode manual dengan jarum suntik untuk memindahkan darahnya kepada Sabrina, karena dia masih belum bisa memindahkan darahnya dengan kekuatannya.

“Iya. Sepertinya... sepertinya rasa sakitku hilang begitu saja.” Sabrina bergumam lembut, menyentuh rona di pipinya dengan jemarinya yang kurus, “Terimakasih Rolan, karena kau menemaniku....” Perempuan itu lalu menghela napas dan tampak sedih.

“Kenapa Sabrina?”

“Aku... aku merasa tidak enak kepada Selly... apakah kau tidak menyadari tatapan Selly kepadaku kemarin? Dia.. dia sepertinya marah kepadaku.”

Rolan mengerutkan keningnya. Benarkah? Selly memang sedikit cemburu kepada Sabrina, tetapi setelah Rolan menjelaskan, bukankah Selly kemudian mengerti? Kemarinpun ketika mereka berpisah, Selly tampak baik-baik saja.

“Selly tidak mungkin marah kepadamu Sabrina, dia perempuan yang sangat pengertian. Lagipula dia pasti tahu bahwa aku menyayangimu seperti adikku sendiri.”

Sabrina menghela napas, memalingkan muka dengan mata berkaca-kaca.

“Bagaimanapun aku harus meminta maaf kepada Selly... dia begitu baik dan aku...” Setetes air mata bergulir di pipinya, “Dan aku telah mengkhianatinya.”

“Mengkhianatinya? Rolan mengerutkan keningnya, bingung dengan kata-kata Sabrina, “Apa maksudmu?”

Sabrina menundukkan kepala, ketika dia mengangkat matanya dan menatap Rolan, wajahnya tampak bersemu merah,

“Karena aku menyimpan perasaan lebih kepadamu.” Suara Sabrina tampak sedih, “Aku tidak tahu itu tidak boleh, tapi kau begitu baik kepadaku, tidak pernah ada yang begitu baik dan perhatian kepadaku, membuat perasaan itu tumbuh begitu saja....”

“Sabrina.” Rolan mengerang, ekspresinya tampak serba salah. Dia menyayangi Sabrina tentu saja, dan kebaikannya itu lebih karena didorong perasaan empati karena dia pernah merasakan sakit yang sama, tetapi tidak pernah ada di dalam benaknya untuk merasakan perasaan yang lebih kepada Sabrina. Hatinya hanya untuk Selly......

Rolan menatap Sabrina yang begitu rapuh dan tiba-tiba merasa bersalah, salahnya sendiri. Dia terlalu baik dan perhatian kepada Sabrina, lebih daripada yang seharusnya sehingga membuat Sabrina berani menumbuhkan perasaan itu kepadanya. Salahnya membuat Sabrina patah hati...

‘Maafkan aku Sabrina, kau tahu.. aku dan Selly, perasaanku hanya kepada Selly...”

Sabrina menundukkan kepalanya kembali, setetes bening turun mengalir di pipinya yang pucat.
“Tapi kau tak perlu cemas Rolan, aku sendiri merasa bersalah dengan perasaan ini, aku merasa bersalah kepada Selly... dia begitu baik...” Bibir Sabrina bergetar ketika berkata, “Aku.. aku akan menghapus perasaan ini segera... tetapi sebelumnya bolehkah aku meminta satu hal?”

Rolan menghela napas panjang, “Apa Sabrina?” Kalau satu permintaan itu bisa menebus rasa bersalahnya kepada Sabrina dan mengurangi sakit hati Sabrina, dia akan melakukannya.

“Maukah kau menciumku, satu kali saja?” Sabrina tampak begitu rapuh dan menderita, “Aku belum pernah dicium lelaki sebelumnya, sakitku ini membuatku tidak mengenal banyak lelaki. Dan seandainya aku bisa memilih lelaki pertama yang akan menciumku, aku ingin kau yang melakukannya Rolan, maukah kau menciumku satu kali saja? Dan setelah itu mungkin aku bisa melepas perasaanku dan belajar menekan cintaku kepadamu.”

Rolan tertegun. Bingung antara keinginannya meredakan sakit hati Sabrina, dan teriakan nuraninya yang menahannya karena dengan mencium perempuan lain, itu sama saja dengan mengkhianati Selly.

Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang?


Bersambung ke Part 18

44 komentar:

  1. ternyata si laptop yg error.. mg2 tu laptop g pingsan lg mbak san.. makasih yak udah posting lg.. gak sabar nunggu ETC.. hehe.. selamat berpuasa..

    BalasHapus
  2. alhmdllh klo mba santi baik2 saja,makasi udah post mba,,,
    Rolan kenapa hatimu begitu baik,,,kasihn selly,

    BalasHapus
  3. AAAAAAAAA....ROLAAAANNNN!!! Kau polos sekali X(
    Sebel banget liat Rolan.... O.o
    Kan kasihan Sally nya TT
    Untung masih ada Gabriel #hug
    Ditunggu lanjutannya mbak :)
    Seemoga laptopnya nggak rewel lagi :D
    ditunggu ETC juga :)

    BalasHapus
  4. Ouwalah kirain mb san kenapa2
    Alhamdulillaah ternyata baik2 aja, tp laptop nya yg ga baik2 ihihihi
    Makasih ya mb san, udah posting :D
    Ish makin kesel ama roland, plin plan bgt huuu
    Ayo gabriel rebut selly ihihihi

    BalasHapus
  5. waaa selamat buat lappynya mb Santhy uda sembuh :) ...
    Huaaa Sabrina tak bejek2 kamu ya ...
    Minta cium lagi enak aja *makin lama makin makin makin makin gregetinnn tuh orang*
    Jangan mau Rolan ..

    BalasHapus
  6. akhirnya update juga, ouchh laptopnya toh yg rusak !!
    Yakkk, si Sabrina nglunjak tuh... Di kasih hati minta jantung (?) #esmosi nnti selly liat mereka ciuman lagi -_- !

    Makasih mbak san .... ^^

    BalasHapus
  7. yeahh akhirnya...mbak santhy comeback...jd si lappy yg berulah mbak??? ditunggu jasonnnnnya ya mbak :)

    dohh sabrina lama2 minta ditabok para reader sekalian ini huh~

    BalasHapus
  8. Huhuhu sabrina mati aja dongg. Maunya selly sm rolan huaaa mbak santhy

    BalasHapus
  9. akhirnya, kangen banget sama mba San, udh lama gk posting hehe semoga laptopnya gak rusak lagi ya :D

    Uhh pasti nanti pas Rolan nyium Sabrina, Selly liat deh. Ckck mending Selly cepet2 sama Gabriel aja hihi

    BalasHapus
  10. pingin gw jambak tuh sabrina,grrrrr x(

    BalasHapus
  11. Akhirnyyaaaa hahahah...
    Blog sepi banget ya semingguan. Akhirnya comeback! WKWKWK

    Ahh tau itu scene terakhir bikin bete, semoga Rolan gak kemakan tipu muslihat ular. Ahh kasian Selly, udahlah Gabriel aja gabriel. Tapi Rolan juga baik, duhhh labil...
    Semoga part selanjutnya cepet ^_^

    BalasHapus
  12. ih rolan begoooooo jgn mau kalo d sruh nyium sabrina...
    sabrina, ,pgn ku bejek2 tu dia,, #esmosi tingkat dewa

    BalasHapus
  13. Owh tidaAakkk,,jgn rolan kasian selly nya.jgn2 selly nya liat lg pas rolan cium sabrina...hikshiks...
    Another 5% ini cerita pny mba shanti yg paling bikin galau,,bingung milih pasanganny selly sama sp,klo sama rolan,gabrielny jg baik bgt n pantes sama selly.klo sama gabriel kasian rolannya.binguungg
    Sabrina dibikin meninggal aja mba bikin kesel bgt,,,toh diakan takdirnya harusnya uda mninggal dari dulu.
    Btw..mba postingan ulang TVT part 9nya aku kok ga bs buka jg ya???

    BalasHapus
  14. aaaa akhirnya mba san balik ke blog..welcome home mbaaa^^
    iya mba smoga lepinya ga rewel lagi biar smua kerjaan mba lancarr carrr carr :))

    BalasHapus
  15. akhirnya :)
    makasih mbak santhy :)
    semoga ke depan leptopnya baik baik aja..
    buat gabriel, aku dukung deh pokoknya..

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. ternyata laptopnya toh yang harus rawat inap...

    ini sih kalau kata aku, nanti si Rolan bakal ketipu, terus nyium Sabrina.. terus, Selly ngeliat.. walau aku kasihan banget ama Selly karna harus sakit hati ama si piln-plan Rolan, aku suka kok dia ngeliat adegan itu (kalau adegan itu beneran bakal ada), supaya gak polos-polos amat jadi cewek..
    Dan menurutku, Rolan bukan cinta sejatinya Selly.. karna kae yang pernah dibilang Gabriel, harusnya kalau sang pemegang kekuatan udah menemukan cinta sejatinya, dia gak bakal memprioritaskan orang lain.. Dan sayangnya, disini Rolan care banget ama Sabrina, bahkan menomorduakan Selly...
    udah, Gabriel aja.. dari awal emang lebih suka Gabriel.. hihihi..
    lagian, siapa tau setelah ternyata Selly itu cinta sejatinya Gabriel, Gabriel bisa berubah dan lebih bijak menggunakan kekuatannya untuk keseimbangan.. karena, seingat aku, pemilik kekuatan gak boleh saling membunuh kan ya ? soalnya dunia bakal jadi gak seimbang.. kalau dunia cuma dipenuhi hal2 baik, itu juga gak bakalan bagus..
    btw, si Sabrina kapan matinya sih Mbak ? ngeselin banget tuh orang.. lagian, walau gak melanggar buku peraturan, tapi bukannya menghambat kematian yang harusnya udah datang tetap bertentangan dengan alam dan keputusan Tuhan ?
    ok deh, kaenya comentku panjang bener..

    aku tunggu Mbak ETCnya.. semoga Mbak San nggak kejam2 amat sampai ngebuat Jason gak bisa maen biola lagi..
    makasih Mbak San.. ditnggu next partnya.. ^^

    BalasHapus
  18. sebel bgttttt,, sma rolan.. Bner2 oneng deh.. G suka ak sma rolan.. Selly..lupain z rolan, mndg sma gabriel deh.. Sakit hati ak, liat rolan trllu baik...huft.. Mbk san..ak emosi bgtbgt nie bca part nie.. Huwaaaaa lari2

    BalasHapus
  19. aissh dasar sabrina,gk tau trma kasih ia .
    Awas aja kalo ktmu ntar,aku clok idungnya.

    aio om gabriel lakukan sesuatu,biar selly gk liat rolan lg cium sabrina.

    BalasHapus
  20. Mba san.. huhhhuhh. Aku dah kangen bgt ama mba san.. hampir 10 hari mba san. Gak ada kabar mba san.. anyway yg penting mba san sehat2 aje.. senang bisa baca another 5%.. always luv gabriel..

    BalasHapus
  21. ya ampun mba sant , aku selalu menanti cerita mu . akhirnya di post juga :)

    kasihan selly , sabrina jahat!

    ditunggu post selanjutnya mba :)

    BalasHapus
  22. aaahh,,Rolan, tapi baguslah klo selly liat Rolan nyium sabrina. biar dia sadar Rolan g pantas buat dia

    Laen kali di back up mb Santhy biar gak nyesel ntar hehe...

    BalasHapus
  23. Mbak Shanty kok samaan sih sama aku. Tp laptopku ud dr hari Minggu minggu lalu. Sampe sekarang ga jelas kabarnya karena papaku yg ngurusin dan aku ga berani nanya2 karena bs dibilang rusaknya gara2 keseringan aku forsir. T.T
    Aku kesepian 2 minggu ga bs make laptop tp yg paling aku takutin datanya ilang :( My precious file ><
    Semoga ga ilang deh. Udah ah ikutan curhatnya hehehe.. Time to reading :) Thanks for this chapter ;)

    BalasHapus
  24. kyaaa...
    akhirnya...
    makasih banyak mba san.. >_<

    Rolan jangan bodoh, jangan berikan permintaan sabrina.. dia penipuuu >o<
    #cakar-cakar sabrina

    BalasHapus
  25. Akhirnya.............. Mbak shanty,,,, AKU MERINDUKANMU......... :* ;* ;*

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. Akhirnya.............. Mbak shanty,,,, AKU MERINDUKANMU......... :* ;* ;*

    BalasHapus
  28. Akhirnya.............. Mbak shanty,,,, AKU MERINDUKANMU......... :* ;* ;*

    BalasHapus
  29. Rolan bego bgt! Mau2ny aj diperdaya sma ular Sabrina!
    Typo mbak!:D
    ”Kurasa waktunya sudah dekat, Carlos, aku akan menantang Gabriel.”
    Hrusny kn "Kurasa waktunya sudah dekat, Carlos, aku akan menantang Rolan.”

    BalasHapus
  30. Sabrina...seeigala berbulu kelinci....

    BalasHapus
  31. Ya ampuuuuuunnnn
    Nyesek pengen nangis bacanya....

    BalasHapus
  32. mbk saaannn....I miss u pull....
    sebel bgt ma rolan....

    BalasHapus
  33. kalau sampai Rolan mencium sabrena makanya ketika itu juga rolan akan kehilangan cinta sejatinya dan aku engga dkung Rolan sama sally aku jadi makin yakin pemenangnya pasti Gibrel, Rolan Bodoh kalau mau mencium wanita lain

    BalasHapus
  34. huyuuu,,,, mbak san,, syukur lh.. ternyt laptop a yg ngambek..
    mbak Fighting ya... ciusss..

    gabriel,, dari pertama,, hehe... maju gabiel,, rebut selly.. maaf ya rolan..

    BalasHapus
  35. Aaaaaaaaaaaaaa saya emosi!!!!!!!

    BalasHapus
  36. tp mba san, klo datanya di fd juga ga bagus mba, mending..pny laptop lbh dr satu mba heehehehe
    buat mba san, mksh bnyk yah..bela2in readernya bngt, nambah sayang ajah sm mba san ^^

    BalasHapus
  37. Ternyata laptopna yg lg sakit toh....
    Aku kira Mba San yg gi sakit.
    Lama2 jg sebel banget ma Rolan.
    Kasian seh kasian ma Sabrina, tp ‎​‎​G̶̲̅ÃK̲̅ gt jg X Lan.... X( *tepok jidat Rolan pake sepatu* yg hrs kau prioritaskan ya Selly dunk ('o')...
    Udah deh klo gitu ma Gabriel ja Selly na. Gabriel ja merasa kasian ma Selly.
    Awas Rolan!!! Jgn sampai engkau MENYESAL dikemudian hari hu-uh....
    ( ´ ▽ ` ) mαkαsíhhhh..... Mba San *peluk eraattt*

    BalasHapus
  38. akhirnyaaaa... *peluk mba ama Lappy'nya*

    BalasHapus
  39. Aduh kasihan banget mbak shanty...lapto erroe itu bencana low. ngingetin aku pas laptopku juga error. padahal skripsiku ada disana dan uda selesai 100%. parahnya datanya ga bisa diselamatkan jadi ngetik ulang dari awal cz ga punya back up an. Semangat ya mbak Shan...^0^

    Roland ga polos tapi bodoh !BODDDDOOOOHHHHHHHH!!!! Kok bisa sih kamu ampe segitunya sama sabrina...jadi inget sinetron Indonesia aja. Bikin atiku cenut2...Sakit hatiku. Uda Gabriel...curi Selly dari Roland, Ikhlas aku, hehe...

    BalasHapus
  40. bolak balik jenguk ni blog, update2annya gak gerak2, ternyata lappienya sakit, kirain mbk san yg sakit..thanks mbak akhirnya update lagi...

    Kalau rolan nyium sabrina, berakhir sudah.. Moga sely ngeliat dan mutusin rolan.. Supaya gabriel bisa merebut selly

    BalasHapus
  41. Sabrinaaaaaaaa! Awas km, ati2 aja kalo ketemu saia. Km jd org kok nyebelin nya pke bgt! >,<

    BalasHapus
  42. rolan lugu bgt!!! pasti ntar dia cium sabrina, udah selly sama gabriel aja,
    sabrina emang asemm, ngerebut pacar orang -_-
    mbak san , next secepatnya yaa, aku paling nunnggu another 5% sama Embrace the chord lho :3
    GWS buat laptop mbak san :)

    BalasHapus
  43. satu kalimat saja mbak san...
    "saatnya beli laptop baru" wkwkwkwwk :D

    BalasHapus