Minggu, 21 Juli 2013

Another 5% Part 18



Supir itu menjalankan mobilnya dengan tenang menembus kemacetan jalan raya, sementara Selly duduk di bangku belakang mobil, merasa sedikit canggung duduk bersebelahan dengan Gabriel.

Gabriel sendiri memilih terdiam dan menatap lurus ke depan. Lelaki itu tampak geram, entah kenapa.

“Selly,”

Tiba-tiba Gabriel memanggil nama Selly membuat Selly hampir saja terlonjak karena kaget.

Selly mendongak, menatap mata Gabriel yang tajam, bertanya-tanya apa yang berkecemuk di benak atasannya itu sehingga lelaki itu tampak begitu marah.

“Ya?”


Gabriel mengerutkan keningnya,

“Mengenai Rolan, calon suamimu itu. Kau sangat mencintainya bukan?”

Selly menganggukkan kepalanya, dia sudah lama sekali mencintai dan begitu setia kepada Rolan, hingga terbiasa. Dan ya, meskipun permasalahan dengan Sabrina mengganggu benaknya, Selly masih tetap mencintai Rolan.

Dia kemudian menganggukkan kepalanya,

“Ya, saya mencintainya.”

‘Kau pasti bersedia berkorban apapun untuknya karena cintamu itu.”

Sekali lagi Selly menganggukkan kepalanya. Tentu saja. Selly masih merasakan ketulusan yang sama, berkorban untuk Rolan pasti akan dilakukannya jika perlu.

Gabriel mendengus, ‘Meskipun kalau dia mengkhianatimu?”

“Apa?” gantian Selly yang mengerutkan keningnya, tidak menyangka kalau Gabriel akan menanyakan pertanyaan seperti itu, “Apa maksud anda?”

“Aku hanya ingin tahu, kau sepertinya begitu mencintai calon suamimu itu. Kalau kemudian pada akhirnya kau menemukan bahwa Rolan berkhianat, akankah kau tetap setia mencintainya? Dan bersedia berkorban untuknya?”

Rolan? Mengkhianatinya?

Tiba-tiba saja Selly merasa takut. Telepon dari Sabrina tadi langsung terngiang-ngiang di benaknya. Apakah mungkin Rolan benar-benar mengkhianatinya? Kalau ternyata hal itu terjadi.... apakah yang akan Selly lakukan? Bagaimana dengan perasaan Selly?

“Saya tidak tahu.” Selly benar-benar tidak tahu, kemungkinan itu tidak pernah terpikirkan di benaknya sebelumnya.

Gabriel memalingkan muka, menatap lurus ke depan.

“Semoga pada waktunya nanti kau akan tahu apa yang harus kau lakukan, Selly.”

Kata-kata Gabriel itu membuat Selly menoleh dan mengerutkan keningnya dengan bingung. Apa sebenarnya maksud Gabriel dengan kata-katanya itu? Selly ingin bertanya, tetapi Gabriel sudah memasang ekspresi keras dan tak terbaca. Membuat Selly mengurungkan niatnya.

***

Dalam beberapa waktu, mobil yang mereka naiki akhirnya sampai di rumah sakit. Supir berhenti di lobby depan dan membukakan pintu untuk mereka. Gabriel dan Selly berjalan berdampingan memasuki lobby rumah sakit, hingga akhirnya Selly menoleh ke arah Gabriel dengan ragu.

“Saya... akan ke bagian pasien kanker.” Selly menatap Gabriel penuh rasa terimakasih. “Terimakasih atas tumpangannya.”

Gabriel berdiri di sana, menatap Selly dengan tatapan misterius.

“Oke.” Gumamnya tanpa emosi.

Tetapi ketika Selly membalikkan badannya hendak pergi, Gabriel tiba-tiba meraih jemari Selly dengan lembut, membuat Selly menoleh kaget, menatap ke arah atasannya itu dengan penuh tanda tanya.

“Hati-hati.” Gabriel setengah berbisik, lalu melepaskan pegangan tangannya.

Selly mau tak mau menganggukkkan kepalanya, meskipun dia tidak tahu apa maksud kata-kata Gabriel itu.

***

Jantung Selly berdebar ketika melalui koridor menuju ke arah ruangan Sabrina di rawat, dan entah kenapa suasana begitu hening, tidak ada perawat satupun yang biasanya lalu lalang di lorong.

Langkahnya terhenti di depan pintu kamar Sabrina, matanya mengintip dari kotak kaca yang cukup besar yang ada di bagian atas pintu. Dan kemudian Selly tertegun.

Dia melihat Rolan, sedang duduk di tepi ranjang, menatap Sabrina yang setengah terduduk di atas ranjang. Sabrina sedang menangis entah kenapa, dan kemudian dengan lembut Rolan mengusap air mata di pipi Sabrina dengan jemarinya.

Pemandangan itu tentu saja membuat jantung Selly berdenyut serasa diremas dengan menyakitkan. Jemari Rolan seharusnya hanya menyentuh lembut pipi Selly bukan?

Dan kemudian terjadilah pemandangan yang sangat tidak diduganya. Rolan menundukkan kepalanya, Sabrina memejamkan matanya, dan kemudian..... bibir Rolan menyentuh bibir Sabrina, sebuah ciuman di bibir yang penuh dengan kasih sayang!

Jemari Selly yang masih memegang handdle pintu bergetar. Rasa sakit itu kian menyeruak ke dalam dadanya, membuat napasnya sesak dan matanya terasa panas.

Selly tidak tahan melihat pemandangan di depannya itu, dia membalikkan badannya, bersandar ke pintu sambil berurai air mata. Ya ampun. Rolan mencium Sabrina, dan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Rolan melakukannya dengan lembut, sama seperti ketika Rolan menciumnya, tanpa ada paksaan sama sekali.

Rolan mencium Sabrina dengan kemauannya sendiri! Apakah itu berarti apa yang dikatakan Sabrina di telepon tadi, mengenai Rolan, benar adanya? Bahwa kekasihnya itu sebenarnya sudah tidak ingin bersamanya lagi, bahwa kekasihnya itu sudah memindahkan hatinya kepada Sabrina tetapi merasa tidak enak kepada Selly.... kenapa? Kenapa Rolan bertahan dengan Selly, bersikap baik kepadanya kalau dia sudah tidak ingin bersama Selly lagi? Apa karena Rolan merasa berhutang budi, sebab Selly-lah yang merawat Rolan ketika dia sakit?

Apakah hanya hutang budi yang membuat Rolan masih bertahan bersama Selly padahal hatinya sudah berpindah kepada Sabrina?

Selly mengusap air matanya, tetapi sepertinya air matanya itu tak mau diatur, tetap deras mengalir tanpa mau berhenti. Dia menghela napas panjang, berusaha menormalkan napasnya.

Air matanya tetap mengalir, tetapi Selly sudah mengambil keputusan tegas.

Baiklah. Kalau memang yang diinginkan Rolan adalah bersama Sabrina, maka Selly tidak akan menahan Rolan lagi untuk bersamanya.

Dia melangkah, meninggalkan pintu kamar Sabrina, tanpa menoleh lagi, Keputusan sudah bulat di benaknya. Dialah yang akan meninggalkan Rolan!

Selly melangkah tergesa meninggalkan lorong bagian pasien kanker itu. Tetapi ketika sampai di ujung lorong, Selly meragu.

Beranikah dia meninggalkan Rolan begitu saja? Tanpa penjelasan? Beranikah dia melepaskan cinta sejatinya begitu saja?

Nasehat Gabriel kepadanya siang tadi langsung bergulir di benaknya. Dia harus memperjuangkan Rolan sebelum memutuskan untuk menyerah bukan?

Selly menghela napas panjang, membalikkkan badannya kembali dan melangkah balik menuju ke arah kamar Sabrina lagi.

***

Rolan melepaskan bibirnya dari bibir Sabrina yang pucat dan lembut, menemukan air mata masih mengalir di pipi Sabrina.

“Kenapa kau masih menangis? Aku sudah menciummu bukan?”

Sabrina mengusap air matanya, bibirnya tersenyum malu, tetapi dia masih sesenggukan.
“Maafkan aku.” Gumamnya lemah, “Aku Cuma terlalu bahagia.”

Rolan menghela napas panjang, “Maafkan aku Sabrina, karena tidak bisa membalas perasaanmu. Kau tahu, aku sudah mengikat janjiku kepada Selly...”

Sabrina buru-buru menganggukkan kepalanya, “Aku mengerti kok. Aku hanyalah perempuan yang tidak tahu diri, berani-beraninya menumbuhkan perasaan kepadamu, mengkhianati Selly yang sangat baik kepadaku.”

“Jangan berkata begitu Sabrina.” Rolan langsung menyela, merasa tidak enak karena Sabrina menyalahkan dirinya sendiri. Salahnya juga bukan kalau Sabrina sampai menumbuhkan perasaan yang lebih kepadanya? Dia terlalu baik kepada Sabrina dan seolah-olah memberikan harapan kepadanya...

Sabrina tersenyum lembut, “Aku akan belajar memadamkan perasaan ini. Lagipula Selly perempuan yang sangat baik, kalian adalah pasangan serasi. Semoga kalian berbahagia ya..?”

Baru saja Rolan hendak membuka pintu untuk menjawab pertanyaan Sabrina, pintu kamar itu terbuka.

Rolan menoleh dan terkejut mendapati Selly berdiri di sana. Dia melirik jam tangannya,

Astaga! Rolan lupa, dia tadi berjanji akan menjemput Selly sepulang kerja dan mereka akan bersama sesudahnya, tetapi pernyataan cinta dari Sabrina benar-benar membuatnya lupa!

Selly pasti menyusul kemari karena tidak ada kabar darinya. Rolan langsung menatap Selly dengan penuh rasa bersalah.

Sayangnya tatapan mata bersalah Selly diartikan lain oleh Selly, dia mengira Rolan merasa bersalah karena telah memindahkan hatinya kepada Sabrina. Selly lalu bergumam dengan bibir bergetar.

“Kau mencium Sabrina, aku rasa itu sudah menunjukkan perasaanmu yang sebenarnya, Rolan.”

Wajah Rolan langsung pucat pasi, Selly melihatnya mencium Sabrina?

Itu pasti adalah pemandangan yang membuat siapapun salah paham, terlebih bagi Selly....Rolan hendak membuka mulutnya, menjelaskan semuanya tetapi Sabrina dululah yang sudah berkata-kata.

“Aku bisa menjelaskan semuanya Selly, jangan marah...” Sabrina memasang ekspresi sedih dan rapuh, membuat Selly menghela napas panjang, mengeraskan hati dan tidak jatuh dalam rasa kasihan, dia menatap Sabrina dan Rolan berganti-ganti. Rasa sakit menyeruak ke dadanya, membuatnya merasa getir.

“Sepertinya kalian memang seharusnya bersama.” Matanya menatap Rolan, menahankan air matanya lalu dia mengalihkan pandangannya kepada Sabrina, “Selamat Sabrina kau mendapatkan apa yang kau mau, aku menyerahkan Rolan untukmu.”

“Selly!” suara Rolan sedikit meninggi, berusaha menarik perhatian Selly, tetapi yang didapatinya adalah tatapan kemarahan dan dikhianati dari Selly.

Rolan menghela napas panjang,

“Jangan berkata begitu kepada Sabrina, dia tidak seperti yang kau pikirkan...kau salah paham Selly, aku dan Sabrina bisa menjelaskan kenapa ciuman itu bisa terjadi, aku...”

Selly melangkah mundur dengan defensif menatap Rolan, “Jangan menjelaskan apapun, Rolan. Aku percaya dengan mataku, hatimu sudah berpindah dan tak ada gunanya aku mempertahankanku.” Kali ini Selly tidak mampu menahan air matanya, “Bahkan sekarang aku mulai mempertanyakan apakah aku masih mencintaimu atau tidak...” Selly tidak tahan lagi berada di ruangan itu bersama Rolan dan Sabrina. Dia sudah tidak mampu lagi. Semula dia ingin mempertanyakan perasaan Rolan baik-baik, tetapi kemudian hatinya sakit ketika Rolan bukannya membelanya, malahan menyuruh menjaga ucapannya kepada Sabrina, Rolan membela Sabrina! Itu sudah cukup untuk menunjukkan perasaan Rolan yang sebenarnya bukan?

Tanpa kata-kata lagi, Selly membalikkan badan dan menghambur keluar dari kamar Sabrina.

“Selly!” Rolan berteriak, hendak mengejar. Tetapi di saat yang sama, Sabrina sepertinya juga hendak mengejar Selly, tetapi dia melupakan tubuhnya yang lemah. Tubuh Sabrina langsung roboh jatuh ke lantai bersama selimut yang membungkus tubuhnya ketika dia mencoba beranjak dari ranjangnya.

Rolan langsung membalikkan badannya, tidak jadi mengejar Selly dan menolong Sabrina yang terbaring tak berdaya di lantai. Perempuan itu menangis penuh air mata penyesalan sampai terisak-isak kehabisan napas,

“Jangan pedulikan aku.” Sabrina terisak-isak, “Kesanalah, kejar Selly dan jelaskan semuanya.”

Rolan tampak pucat pasi, kebingungan. Pada akhirnya, dia mengangkat tubuh Sabrina dan membaringkannya di atas ranjang, menyelimutinya kembali dengan lembut.

“Aku... aku akan mengejar Selly dulu ya.” Bisiknya panik.

Sabrina menganggukkan kepalanya, “Pergilah Rolan, semoga Selly mau mengerti...” air mata membanjir deras di pipinya, “Aku... aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau sampai aku menjadi penyebab pertengkaran kalian.”

Rolan menganggukkan kepalanya, dengan lembut mengecup dahi Sabrina, lalu membalikkan badan keluar dari ruangan kamar Sabrina, mengejar Selly.

***

Sepeninggal Rolan, Sabrina mengusap air matanya dan tersenyum.

Ternyata benar-benar sesuai yang direncanakannya. Sabrina sebenarnya tidak menyangka kalau Selly akan muncul di kamarnya tepat setelah Rolan menciumnya, dia mengira Selly sudah mundur dan menyerah akan Rolan, tetapi ternyata perempuan itu  tak tahu malu dan masih berusaha mengejar Rolan.

Bukan salah Sabrina kalau Selly melihat pemandangan itu, pemandangan Rolan mencium Sabrina dengan lembutnya. Dari ciuman itu saja, Sabrina sudah tahu bahwa sebentar lagi, tidak perlu menunggu lama, Rolan akan menjadi miliknya.

Dan dengan begitu Sabrina tidak perlu mengharapkan belas kasihan dari Gabriel lagi, Gabriel yang dicintainya tetapi hatinya terlalu kelam untuk dilembutkan olehnya. Sabrina akan bisa menguasai Rolan, dan dengan Rolan menjadi kekasihnya nanti, itu berarti Rolan akan terus mensupplay darahnya untuk membantu Sabrina bertahan dari penyakitnya.

Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan pelan dari ujung ruangan, Sabrina menoleh dengan waspada dan mendapati Gabriel berdiri di sana, setengah melayang, diliputi oleh bayangan gelap, wajah Gabriel tampak sinis luar biasa.

“Sepertinya aku harus memuji kemampuan beraktingmu.”

Sabrina masih menatap Gabriel dengan waspada, “Kau datang.”

“Aku datang bukan untuk memberikan darahku.” Gabriel bergumam dengan tajam, “Kau sudah mendapatkan dari pemegang kekuatan terang yang bodoh itu bukan? Yang dengan mudahnya jatuh ke dalam rayuanmu?”

Sabrina mendongakkan dagunya, mencoba menantang Gabriel,

“Aku merayunya karena kau tidak memberikan darahmu lagi, kau begitu kejam tega membuatku kesakitan!”

“Itu hukuman untukmu Sabrina, karena selalu mencampuri urusanku.” Mata Gabriel menyipit. “Dan aku akan menghukummu sekali lagi karena bertindak sendiri dan mengganggu rencanaku. Seharusnya kau mati sejak dulu, aku yakin semesta akan mendukungku jika melenyapkanmu. Kau sebenarnya sudah mati bertahun-tahun lalu. Aku memberikan darahku untuk mempertahankanmu hanya karena janjiku kepada mama. Tetapi kupikir sekarang saatnya mematuhi aturan semesta dan melenyapkanmu sesuai takdirmu.” Tiba-tiba tanpa peringatan, dari telapak tangan Gabriel keluar api. Api itu membesar, membakar gorden di kamar Sabrina, menjalar ke karpet, dan pada akhirnya membakar semuanya yang ada di kamar Sabrina, membuat Sabrina menjerit ketakutan

***

Selly setengah berlari meninggalkan kamar Sabrina, tadi dia masih sempat mendengar Rolan memanggil namanya dan menoleh, sayangnya pemandangan yang dia dapat malahan lebih menyakitkan hati, Rolan sedang berjongkok, memeluk Sabrina yang terjatuh dari ranjang dan menolongnya.

Hal itu sudah jelas-jelas menunjukkan siapa yang dipilih Rolan bukan? Karena lelaki itu menunda untuk mengejarnya demi menolong Sabrina...

Ketika keluar dari sayap rumah sakit bagian penyakit kanker, Selly sama sekali tidak mengurangi langkahnya, dia ingin sekali meninggalkan rumah sakit ini dengan segera, rumah sakit yang penuh dengan kenangan manis baginya, tetapi ternyata pada akhirnya menyajikan kenangan buruk untuknya. Selly ingin pergi sejauh mungkin, Selly tidak mau melihat ataupun memikirkan Rolan lagi...

Selly berlari keluar dari lobby rumah sakit, menghambur ke ujung jalan, dan menyetop taxi pertama yang dilihatnya. Dia lalu masuk ke dalam taxi itu, berurai air mata.

Di belakangnya ada Rolan yang mengejar, berteriak memanggil nama Selly sekuat tenaga dari ujung trotoar, sayangnya Taxi itu terus melaju kencang dan Selly tidak mendengar.
Rolan menoleh ke kiri dan kekanan, memastikan tidak ada yang melihat, lalu dia mengulurkan tangannya ke arah taxi yang dinaiki Selly, berusaha membuat Taxi itu berhenti melaju dengan kekuatannya.

Tetapi kemudian teriakan-teriakan panik di belakangnya membuatnya teralihkan, dia menoleh dan mendapati asap hitam membubung dari bagian belakang rumah sakit. Orang-orang berlarian dengan panik sambil berteriak-teriak.


“Kebakaran! Ada kebakaran!”

Bersambung ke Part 19


37 komentar:

  1. Yes..yess.. gabriel gw muncul lg.. makasih mba san.. lup u fulllllll.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAYA SANGAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH DAN SANGAT BERTERIMAKASIH BANYAK KEPADA KI WARA,ATAS BANTUANNYA YANG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA YAITU {4714} DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..WAKTU SAYA DIBERI TAU SAMA TEMAN KALAU ANKA YANG SAYA PASAN NAIK,SAYA HAMPIR PINSAN DAN TIDAK PERCAYA TAPI INI JUGA BENER2 KENYATAAN,,BERKAT BANTUAN KI WARA KINI SEMUA HUTANG-HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUANYA DAN RUMAH JUGA YAGA DILUNYA SEMPAT KUGADAIKAN KINI SAYA SUDAH MENEBUSNYA KEMBALI..SYUKUR ALHAMDULILLAH KINI KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,,DAN JIKA ANDA INGIN ANKA JITU DAN BUKAN OBRAL JANJI YG SERING ANDA DAPATKAN SILAHKAN HUBUNGI KI WARA DI 082322214888 DIJAMIN INSYA ALLAH 100% PASTI TEMBUS KLIK BOCORAN TOGEL JITU DISINI










      SAYA SANGAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH DAN SANGAT BERTERIMAKASIH BANYAK KEPADA KI WARA,ATAS BANTUANNYA YANG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA YAITU {4714} DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..WAKTU SAYA DIBERI TAU SAMA TEMAN KALAU ANKA YANG SAYA PASAN NAIK,SAYA HAMPIR PINSAN DAN TIDAK PERCAYA TAPI INI JUGA BENER2 KENYATAAN,,BERKAT BANTUAN KI WARA KINI SEMUA HUTANG-HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUANYA DAN RUMAH JUGA YAGA DILUNYA SEMPAT KUGADAIKAN KINI SAYA SUDAH MENEBUSNYA KEMBALI..SYUKUR ALHAMDULILLAH KINI KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,,DAN JIKA ANDA INGIN ANKA JITU DAN BUKAN OBRAL JANJI YG SERING ANDA DAPATKAN SILAHKAN HUBUNGI KI WARA DI 082322214888 DIJAMIN INSYA ALLAH 100% PASTI TEMBUS KLIK BOCORAN TOGEL JITU DISINI

      Hapus
    2. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.



      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


      Hapus
  2. dasar sabrina.. cewek psyco.. -_-
    tapi si rolan nya ya jgn bodo2 bgt gitulah.. -_-
    terus si gabriel ini ya kalau suka bilang aja.. yg pasti , man!
    udah selly jgn mau sama 2 cowok aneh itu.. cari yg normal aaja.. hohoho :D
    mbak santy aghata sekarang suka cerita cinta segitiga yah,. hehehe

    BalasHapus
  3. sabrina d mati in aja mba san,gemes ma sabrina.musuh dlm combro.wkwkwk

    makasih postingnya mba san.

    BalasHapus
  4. mbak...sabrina jangan dibikin mati dulu. keenakan tuw...pngen dia disakitin terus perlahan2 ampe dia lebih milih mati daripada hidup...*kejam *. Dia nyebelin banget sih!!!

    Roland bodoh!! Awas kalo ntar selly balik sama Roland lagi. Ga rela!!! Go Gabrielll kesempatanmu nih wat mendapatkan selly...Oh ya, Good job buat gabriel karena uda nyakitin sabrina. lanjutkan,hihi...

    makasih mbk shan....

    BalasHapus
  5. Ahh Bagus!! Akhirnya Selly ambil sikap, tau rasa tuh Rolan! Dasar Roladeeeee! Selly tabah ya, asli kasian banget si Selly. Kenangan indah RS jadi kenangan buruk. Rolan hatinya gitu banget sehh?

    BalasHapus
  6. Waduh aku kok ngdukung gabriel buat ngsih hukuman ma sabrina ia,
    skap sisabrinanya sich bkin ksel stngah mti,tp mdah2an gk ada pertumpahan darah yg trjdi.
    Ngeri juga,liat sabrina kebakar idup2 .
    Makasih mbak san,

    BalasHapus
  7. mbak santhy,,,, ini berapa bab kah??
    mkiiiin penasaaaaraan neaaah,,,,
    hikshikshikshiks

    BalasHapus
  8. ahhh..mending selly sama gabriel aja mbak.
    jangan sama rolan yg plin plan gtu.
    biarpun maybe krn gak tegaan..tetep gak sukaaaa..:((

    BalasHapus
  9. mbak, gabriel sama si selly aja, nanti si rolan kasi org lain aja mbak, habis biken kesel..
    makasi mbak udh ngeposting, ceritanya sukses bikin jantung ku cenat-cenut ikt meng-galau,, :D
    gak sabar nunggu bab selanjutnya...

    BalasHapus
  10. Huaaaa sumpehh deh mb gondok baca Another 5% sama seperti Menghitung Hujan ..
    Rolan sungguh2 kau hmmmm pengen cubittt kamu deh saking gregetennnn ...
    Buat Sabrina mati aja deh lhoooo...

    BalasHapus
  11. moga Si sabrena benar " mati terbakar aku mendukungmu Gibrel sekrng Gibrel yg jadi malaikat pelindung sally, kamu kelaut aja sana Rolan

    BalasHapus
  12. huwaaaa makin seru ,keren banget mba sannn,thengkyuuu

    udahlah sabrina mati aja ,kasian selly x))

    BalasHapus
  13. Mbak San, aku suka banget part ini..!! ^^
    apapun yang terjadi, Mbak, aku gak akan rela, gak akan ikhlas, gak akan terima, kalau nanti Selly balikan ama Rolan..
    apapun alasannya Rolan nyium Sabrina, intinya dia udah mengkhianati kepercayaan Selly.. dan itu bener bener sangat amat tidak termaafkan sekali banget.. *kalimat yang gak menerapkan EYD*
    dan entah kenapa, aku malah mendukung apa yang dilakuin Gabriel ke Sabrina.. kejam sih.. tapi pantas.
    Sabrina udah terlalu lama hidup dan menentang hukum alam, dan yang dia lakukan malah berbuat hal-hal yang jahat..
    yang jelas, aku berharap Selly bisa sama Gabriel.. Go Gabriel Go Gabriel Go..!!

    makasih banget Mbak San.. Ditunggu next partnya.. ^^

    BalasHapus
  14. oh tidak , gabriel murka ! huhuhu

    aku fikir gabriel akan membela selly pas rolan ngejar selly . gak diduga akan trjadi kebakaran .huh

    l

    BalasHapus
  15. duh...rolan bikin geregeten,....

    BalasHapus
  16. Yes5!!!
    Sabrina mati!!! Lalala~
    Selly sma Gabriel aj..;;)
    Rolan ga pntes diperthankn!>=o

    BalasHapus
  17. Duh kapok deh tuh Sabrina. biar tau rasa -_- Aheyyyyy Gabriel ayooo deketin Selly terus, Selly udh sakit hati banget gara2 Rolan, Gabriel pasti bisa jd penggantinya sekaligus cinta sejatinya hihi

    BalasHapus
  18. hah.. akhirnya.. selly tau bahwa rolan bukan cinta sejatinya.. hehe.. maaf ya rolan...
    nah, gabriel.. ayo maju... hehe

    trims mbak san, , hormat! ???

    BalasHapus
  19. jangan2 gabriel bakar korden kamar sabrina agar rolan nggak ngejar selly.... aduw aduwwwww

    BalasHapus
  20. Gabriel selalu, setuju dah saya kalo gabriel sama selly, :)

    BalasHapus
  21. *menghela nafas lihat kecurangan sabrina. (bukan sabrina aku)
    *pengen jitak rolan kenapa begitu bodoh

    BalasHapus
  22. GABRIEL!!!!!SUKURIN ITU SABRINA!!!!MAMPUS!!

    BalasHapus
  23. mbk san makin lama aq jadi jijay bajaj ma rolan.bego bgt

    BalasHapus
  24. aduh pasti rolan dtg lagi buat nyelamatkan sabrina, mati aja tu cwek sekalian... Gabriel rebut selly!

    BalasHapus
  25. Yayayay sabrina meninggal. Amen. Huehehe seneng bgt kalo sabrina meninggal. Please ronal ga ush kepo bantuin sabrina keluar dr kebakaran ittuuuu

    BalasHapus
  26. sabrina sabrina..bo'yo km kn sedang sakit keras, banyakin berbuat baik biar cepet sembuh, malah ini mah jahatnya ge ketulungan duh duh #sambil geleng2
    gmn mau di sembuhin tuh penyakit sm Tuhan :D
    kyanya..mati juga terlalu baik untuk kamu sabrina hahahahaha :v
    mba san tega amat sih bin tokoh sabrina jahatnya sampe ubun2 :D

    BalasHapus
  27. aku gak bsa berkata-kata lg..
    dlm part ini, emosi aku trun naik sprti jet coaster..

    entah knapa, aku lbih suka Selly sama Rolan aja.. ∞d tabok fansnya Gabriel∞

    Keren banget, mbak San..

    BalasHapus
  28. Geregetan ngebaca tingkahnya si Rolan..
    Nyium Sabrina? Astaga... Apapun alesannya kalo udah punya pasangan, jangan dilakuin donk..
    Dan Gabriel? Kenapa musti rumah sakitnya yg dibakar? Langsung Sabrina aja, biar gak ada waktu buat si Rolan nyelametin tu cewek psyco!!
    Tapi tetep, Selly harus sma Gabriel. Dari ciri"nya Gabriel yg gak bisa baca pikirannya Selly bikin aku yakin kalo selly tu cinta sejatinya Gabriel..
    Dan Rolan, aku gak ikhlas kalo Selly sama dia..

    BalasHapus
  29. wow.. crita'a ngegemesin...
    bkin mls rolan'a..

    BalasHapus
  30. Siiip! Rest In Peace, Sabrina!!! \:D/
    eh, Sabrina mati kan mb? Iya kan? Hehe,

    disini yg keliatan nya baik malah jd Gabrielnya.
    yo yo, Gabriel, dapatkan cinta sejatimu. \:D/

    BalasHapus
  31. huaaaa gregetan bgt liat ulahnya sabrina di chapt ini, tapi seneng dech klo sabrina ikut kebakar yeaaa \(=D)/

    makasih mbak shan2 emang top markotop bikin para pembacanya naek turun emosinya ketika baca critanya. \(^_^)/

    BalasHapus
  32. aneh, dengan ngeliat judulnya aja udah bikin hatiku terasa nyeri... santhy emang hebaatttt....

    BalasHapus
  33. eh, postingan another 5% jangan lama-lama ya... biar aku ga kelamaan nanggung rasa nyeri ini. aku pengen lihat penyesalan dan jatuhnya rolan karena udah nyakitin sely.

    BalasHapus
  34. Gabrieeeellllllll bodooooooohhhhhhhh,,,knp cm ngsh api??knp g lgsg jatohin atap gedung ke bdan Sabrina???bkin gmpa bumi!!! Huaaaaaaaaaaaa Sabrinaaaaaaa aarrrggghhhhhh *jambak2*
    Aahhh,,puasa,,puasa,,puasa....
    Klo bgni crny saiia mnding pndah k Gabriel,,toh dy jg g bs make kkuatanny k Selly,,bs jd jstru nnti dy cnta sjatiny Selly,,yg bs lgsg nmbus htiny yg dngin *eaaa*
    Mksh Mba Santhy....
    Amat sangat bagus,,bedaaaaa bgtz genreny sm yg sblm2nya... :D

    BalasHapus
  35. Hhahha liat sabrina di hukum sama gabriel seneng2 aja ....hahahahha, jd suka sama gabriel selly hahahahaa...

    BalasHapus