Selasa, 02 Juli 2013

Another 5% Part 15

PS : Maafkan postingan hari ini cuma satu T__T ini baru sampai rumah jam setengah duabelas malam, setelah menembus kemacetan luar biasa sepulang kerja hiks jd dipostingkan naskah yang sudah siap dulu yaa, maafkan yaa... semoga besok bisa ditebus T__T  InsyaAllah akan dipostingkan yang ditunggu-tunggu besok yaa 




Rolan menyentuh dahi Selly dengan lembut, ekspresinya tampak cemas,

“Kau demam tinggi sayang, ya ampun.” Jemarinya membelai-belai  dahi Selly seolah mencoba menyerap demamnya. “Tidurlah... semoga besok demamnya sudah turun.”

Selly menatap Rolan dengan penuh cinta, ada senyum terkembang di bibirnya meskipun kepala dan seluruh tubuhnya terasa sakit,

“Kau datang untukku, kau tidak melupakanku...” gumam Selly lemah.

Bibir Rolan menyunggingkan senyuman sayang,

“Bicara apa kau Selly, tentu saja aku tidak akan melupakanmu, aku di sini untukmu, Oke? Sekarang tidurlah.”

Selly menurut. Matanya terpejam dan bibirnya menyunggingkan senyuman bahagia. Kalimat Rolan itu sama seperti  janji menyenangkan yang dibisikkan di bawah kesadarannya tadi....

Aku ada di sini untukmu sayang... jangan menangis....

Kalimat itu terus menggema di benak Selly, membuat tidurnya terasa nyaman.

***

Gabriel menyandarkan tubuhnya di dinding, dia masih ada di situ. Berdiri di lorong depan pintu flat Selly dalam keheningan.

Bibrinya tersenyum sinis mendengarkan kelembutan Rolan untuk Selly. Tadi dia langsung menghilang begitu mendengar Rolan datang. Tetapi entah kenapa Gabriel bukannya pulang, malahan masih menunggu di lorong flat Selly seperti orang bodoh.

Dia hanya mencibir ketika pandangannya bisa menembus sampai ke kamar Selly.

Perempuan itu mungkin sekarang sudah tenang karena bisa bersama cinta sejatinya.... sambil menggertakkan giginya, Gabriel memejamkan mata, dan dalam sekejap bayangannya sudah ditelan kegelapan.

***

Pagi harinya, aroma sup yang harum dan menggugah selera membuat Selly membuka matanya, demamnya sudah agak turun meskipun kepalanya masih sedikit pening. Selly menyingkapkan selimut yang menutup rapat tubuhnya dan mencoba duduk, dia mengernyitkan kepalanya akibat dentuman rasa nyeri yang langsung menyerangnya,

“Kau belum boleh bangun dulu.” Rolan masuk, membawa nampan besar di tangannya berisi sup yang mengepul panas dan segelas besar jus jeruk, “Berbaringlah lagi.” Gumamnya tegas.

Selly tersenyum menatap kekasihnya itu, dia menurut dan berbaring lagi, mengganjal bantal di punggungnya hingga dia setengah terduduk,

Sementara itu, Rolan meletakkan baki itu di meja dan duduk di tepi ranjang, lalu meletakkan telapak tangannya dengan lembut di dahi Selly,

“Demamnya sudah sedikit turun.” Lelaki itu lalu meraih mangkuk sup dari atas baki,”Mau makan?”

Selly menganggukkan kepalanya, lidahnya terasa pahit, tetapi entah kenapa aroma sup yang sangat harum itu menggugah seleranya,

“Kau memasaknya sendiri?”

Pipi Rolan memerah, “Aku tidak bisa masak, ini aku beli dari rumah makan di seberang.”

Mau tak mau Selly tertawa melihat pipi Rolan yang memerah, dia tersenyum, menatap kekasihnya dengan sayang,

“Terimakasih Rolan, sudah mau merawatku.”

“Tentu saja sayang.” Rolan menggenggam jemari Selly dengan sebelah tangannya, “Karena aku mencintaimu.” Dikecupnya jari Selly dan kemudian dia mengedipkan sebelah matanya, “Ayo makan supmu, setelah itu minum obat turun panas.”

Selly meenganggukkan kepalanya, kemudian dia mengerutkan keningnya ketika teringat sesuatu,

“Jam berapa ini?”

“Jam enam pagi, kenapa?”

Selly tampak cemas, “Aku... aku harus ke kantor.”

Rollan menggelengkan kepalanya tidak setuju, “Selly, kau demam, kau butuh istirahat, perusahaan pasti mengerti kalau kau sedang sakit dan tidak bisa bekerja, nanti siang kita ke dokter dan meminta surat dokter untukmu, oke?”

Selly merenung, “Tapi aku harus menelepon bosku untuk meminta izin...”

“Teleponlah. Nanti, habis makan sup ya, sekarang makanlah dulu.”

***

Ponsel Gabriel berkedip-kedip, dan nama Selly tertera di sana.

“Selly?” Gabriel langsung menyebut nama Selly dengan suara tenang.

“Sir? Mohon izin... saya .. saya eh sakit jadi tidak bisa masuk hari ini.”

“Apakah demammu sudah turun?” Gabriel langsung bertanya, suaranya terdengar tanpa emosi, dia bisa membayangkan Selly yang mengerutkan keningnya di seberang sana, tetapi kemudian Selly menjawab juga.
“Sudah mendingan, Sir. Terimakasih.”

“Bagus.” Gabriel menyahut, “Istirahatlah selama yang kau mau, kau mendapatkan izinku.” Lalu tanpa menunggu jawaban dari Selly, Gabriel menutup percakapan mereka.

***
“Kenapa?” Rolan yang sedang membereskan piring dan gelas kosong di baki menoleh dan bertanya ketika melihat Selly memeluk ponselnya dengan dahi berkerut.

Selly tersenyum kepada Rollan, meski kebingungan tertera di wajahnya,

“Tidak... itu bosku... dia dia tadi bertanya apakah demamku sudah mendingan, padahal aku belum mengatakan kalau aku sakit demam...”

Jemari Rolan mengusap rambut Selly dengan lembut, “Mungkin kau sudah kelihatan demam waktu kau berkantor kemarin dan dia melihatnya.”

“Mungkin juga ya.” Selly masih tetap mengerutkan keningnya, mencoba mengingat-ingat. Tetapi sepertinya kemarin siang Gabriel sama sekali tidak menunjukkan perhatiannya kepada kondisi Selly? Setahunya Selly berhasil menyembunyikan kalau dia demam dengan topeng ceria dan senyumannya. Tadi... Gabriel tampaknya sangat yakin dengan kata-katanya.

Selly menghela napas panjang, berusaha melupakan kebingungannya. Dia mungkin terlalu sering menganalisa hal yang tidak perlu dan malahan membuat kepalanya semakin pening. Mungkin memang alasannya sesederhana itu seperti yang dikatakan oleh Rolan tadi.

Selly tersenyum menatap ke arah Rolan, benar-benar tidak disangkanya lelaki ini kemarin ada dan menolongnya, padahal Selly kemarin berpikir bahwa Rolan sedang sibuk mengurus Sabrina dan melupakannya. Karena itulah dia pergi dengan berurai air mata, tidak mempedulikan tubuhnya yang sakit, dan malah menantang hujan. Ingatan terakhirnya adalah ketika dia merasa pening dan pandangannya berputar, lalu dia merasa takut karena tahu bahwa dia akan pingsan....Untunglah ada Rolan yang menolongnya, kalau tidak entah bagaimana nasibnya.

Selly kemudian  bergumam,

“Terimakasih ya kau semalam menolongku.. kalau tidak ada kau mungkin aku sudah terbaring sendirian di tengah hujan tanpa ada yang membantu...”

“Terbaring sendirian di tengah hujan?” Rolan mengerutkan keningnya, lalu tersenyum, “Ada-ada saja kau Selly, tentu saja aku tidak akan membiarkanmu sampai terbaring sendirian di tengah hujan.  Sudahlah, tidurlah ya, dan minum obatmu.” Rolan melirik gelas air putih dan obat yang sudah disiapkannya di meja samping ranjang, lalu mengecup dahi Selly dengan lembut.

Tiba-tiba rasa cemas melanda diri Selly, dia meraih jemari Rolan,

“Kau akan pergi kemana?”

Rolan terkekeh, “Aku akan mencuci piring dan gelas kotor ini, dan aku akan kembali kemari, oke?”

Selly menganggukkan kepalanya, menurut untuk meminum obatnya, setelah itu dia menarik selimutnya hingga ke dada dan memejamkan matanya.

***

“Bagaimana kondisi Sabrina, dokter?” Rolan bergumam pelan melalui ponselnya, membanting tubuhnya ke sofa ruang tamu Selly.

“Dia belum sadarkan diri, kondisinya benar-benar menurun.” Suara dokter Benni di seberang tampak cemas, dan hal itu membuat Rolan cemas juga,

“Belum sadarkan diri?” Rolan teringat bahwa dia harus mengantar Selly ke rumah sakit nanti, mungkin bisa sekalian sambil menjenguk Sabrina bersama Selly, “Saya akan ke sana untuk menengoknya nanti, dokter.”

Setelah menutup pembicaraan, Rolan termenung, menatap layar ponsel di tangannya.

Kondisi Sabrina makin menurun..... Rolan teringat kata-kata dokter Benni kemarin bahwa Sabrina mempunyai kemampuan aneh di tubuhnya untuk memperlambat penyebaran sel-sel kanker di tubuhnya... dan sekarang kemampuan itu menghilang, membuat kondisi Sabrina makin kritis.

Sabrina bisa makin parah... apakah ada yang bisa dilakukan Rolan untuk Sabrina?

Dia memejamkan matanya, seperti yang diajarkan oleh Marco kepadanya, bahwa dia bisa memanggil Marco kapan saja dan Marco punya kemampuan mendengarnya dan datang dengan segera.

Seketika itu juga ada ketukan di pintu, dan ketika Rolan membuka pintu, Marco sudah berdiri di sana.

***

“Tuan tidak memberikan darah tuan kepada nona Sabrina? Saya baru saja melihat kondisinya di rumah sakit, kondisinya menurun dan semakin parah, tuan. Ketika tidak ada darah anda untuk memperlambat sel-sel kankernya, sel kankernya menyebar dengan pesat, membuat kondisinya makin lama makin parah, saya takut nona Sabrina tidak akan terselamatkan lagi.”

Gabriel melirik ke arah Carlos, dan mengerutkan keningnya,

“Berapa lama lagi dia bisa bertahan tanpa darahku?”

“Kalau anda tidak segera menolongnya, dia mungkin akan berakhir hanya dalam beberapa hari lagi... dan kalau dia tidak segera mendapatkan darah anda malam ini, kondisinya tidak akan bisa mundur lagi, dia akan lebih sakit karena sel kanker sudah menyebar pesat. Darah anda akan memperlambat lagi sel kankernya, tetapi kondisinya menjadi lebih parah.”

Gabriel memasang wajah tanpa ekspresi, “Aku berencana untuk menghukumnya, dia terlalu banyak ikut campur, terlalu sering menggangguku, mungkin aku akan membiarkan kondisinya lebih parah dulu, baru aku akan memberikan darahku.”

Mata Carlos menatap Gabriel, takut-takut untuk mengutarakan pertanyaannya,

“Apakah anda akan melupakan janji anda kepada mama anda? Beliau meminta anda untuk menjaga nona Sabrina, bukan?’

Gabriel hanya diam.

Haruskah dia menyelamatkan Sabrina?

***

“Tidak, anda tidak bisa melakukannya.” Marco langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas, setelah Rolan selesai mengutarakan permasalahannya dan keinginannya untuk menyembuhkan Sabrina.

“Kenapa Marco? Bukankah aku mempunyai kekuatan penyembuh? Bukankah aku bisa menyembuhkan penyakit apapun?”

Mata Marco bersinar tajam, “Apakah anda tidak ingat ketika saya menyinggung tentang buku aturan semesta dan larangan untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tertulis pada takdir kematian?”

“Aku juga sudah hampir mati saat itu.” Rolan tetap bergumam keras kepala, “Tetapi Matthias menyembuhkanku dan menyelamatkanku dari kematian.”

Marco langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, “Tidak tuan Rolan, tuan Matthias tidak menyembuhkan anda, dia memberikan kekuatannya kepada anda, kekuatan yang membangkitkan kemampuan otak anda hingga mencapai 95% kapasitasnya. Otak anda yang berkembang hampir sempurna, membuat tubuh anda menyembuhkan diri sendiri dari penyakitnya. Jadi tuan Matthias sama sekali tidak melanggar aturan semesta.” Marco menghela napas panjang, “Berbeda ketika anda berusaha menyembuhkan perempuan sakit yang anda ceritakan itu, anda melanggar takdir semesta karena penyakit perempuan itu sudah terikat pada takdir kematian, penyakit yang seharusnya tidak tersembuhkan.”

“Tapi dia begitu kesakitan, dan menderita, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak adakah sesuatu yang bisa kulakukan untuk menolongnya? Meringankan penderitaannya? Aku merasa bodoh dan curang, mempunyai kekuatan sebesar ini tetapi tidak bisa menolong perempuan yang aku mau.”

Marco menghela napas panjang, “Aturan semesta harus dipegang teguh, kadang memang harus melawan hati nurani anda. Apakah anda tahu, betapa tuan Matthias harus menekan dorongan nuraninya sendiri ketika harus menolak permohonan orang-orang yang menginginkan dia menyelamatkan orang-orang yang mereka sayangi?” Benak Marco langsung mengingat kenangan itu, kenangan masa lampau, penyulut semua masalah ini, ketika Matthias yang kala itu masih menjadi tuannya, menolak permohonan Gabriel kecil yg berlutut dan tak berdaya. “Ada kutukan yang luar biasa menakutkan kalau anda melanggar aturan semesta. Anda tidak boleh menyembuhkan penyakit perempuan yang sakit kanker itu.... tapi, kalau anda ingin meringankan penderitaannya, ada sebuah cara.”

Rolan langsung tertarik,

“Cara apa?”

Marco menghela napas panjang, “Cara ini sebenarnya tidak  dianjurkan, ada dua cara meringankan penderitaan Sabrina, cara pertama, anda bisa meringankan penyakitnya, dengan menyerapnya, perempuan yang sakit kanker itu akan tetap sakit, tetapi setidaknya dia tidak merasa sakit.” Mata Marco menyipit, “Konsekuensinya, ketika anda entah karena sesuatu hal kehilangan kekuatan anda, rasa sakit yang anda serap itu akan menumpuk dan menyerang anda, dalam kasus ini, kalau anda menyerap rasa sakitnya dan kemudian anda kehilangan kekuatan anda, kanker otak ganas akan langsung menyerang anda.”

Rolan menelan ludah, meskipun kemungkinan dia kehilangan kekuatannya sangat jauh sekarang, tetap saya kata-kata Marco membuatnya tidak nyaman. Dia pernah menderita kanker otak yang parah, dan sepertinya dia tidak akan mampu untuk menanggungnya lagi, meskipun seharusnya dia tidak perlu cemas bukan, Marco pernah bilang bahwa sang pemegang kekuatan hanya bisa kehilangan kekuatannya kalau dia melepaskannya secara sukarela, dan memberikannya kepada penerusnya. Dan sementara ini, Rolan tidak berencana melepaskan kekuatannya kepada siapapun.

“Bagaimana dengan cara yang kedua?”

Marco menatap Rolan dalam-dalam, “Anda bisa memberikan darah anda kepada perempuan yang sakit kanker itu secara berkala.”

“Memberikan darahku?” Rolan mengerutkan keningnya.

“Darah anda bisa memberikan efek memperlambat penyakit ganas yang sedang tersebar, kalau anda memberikan darah anda kepada perempuan yang sakit kanker itu, anda bisa memperlambat penyebaran sel kankernya dan menyelamatkannya dari kondisi kritis.”

Rolan tampak tertarik, “Jadi aku tinggal memberikan darahku kepadanya?” cara kedua tampaknya lebih aman, dan dari kata-kata Marco, sepertinya tidak akan ada konsekuensi apapun.

Marco mengamati ekspresi Rolan dan kemudian mengangkat alisnya, “Perempuan yang sakit kanker ini, entah siapapun dia tampaknya sangat penting bagi anda.” Marco melirik kamar tempat dia tahu Selly sedang terbaring sakit, “Saya cemas ini akan menggangu hubungan anda dengan cinta sejati anda. Bukankah saya sudah bilang, cinta sejati anda sangat penting karena dialah satu-satunya jalan kemungkinan anda bisa memenangkan pertarungan...”

“Selly tidak akan terlibat dalam pertarungan apapun, Marco, aku tidak mau mendengarnya. Kalaupun aku harus menghadapi si pemegang kekuatan gelap, aku tidak mau sampai Selly ikut terlibat.”

Marco hanya diam, dan memilih tidak membantah. Rolan masih harus disadarkan, bahwa Selly memegang peranan penting dalam pertarungan yang akan datang, sampai dengan saat ini, Rolan tidak tahu secara spesifik bahwa Selly, cinta sejatinya, mungkin adalah pemegang kartu As dengan tambahan kekuatan 5% yang bisa membuat Rolan menghancurkan Gabriel dengan mudah.

Sayangnya, bahkan Marco sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk Selly memberikan kekuatan 5% itu... dia membaca puisi di buku kuno berisi aturan semesta itu, tentu saja, yang dia tahu, hal itu melibatkan pengorbanan.

Dan sekarang, Rolan tampaknya lebih peduli kepada perempuan lainnya.. Marco menjadi cemas kalau-kalau hal ini menyebabkan Rolan kehilangan cinta sejatinya.

***

"Apa maksudmu?" Gabriel mengerutkan kening ketika Carlos melapor, "Apakah kau yakin?"

"Yakin tuan, saya memata-matai Marco saudara kembar saya, dan saya tahu bahwa Rolan berencana memberikan darahnya untuk memperlambat sel-sel kanker itu menyerang Sabrina."

Gabriel memasang wajah sinis, "Kalau sampai dia melakukannya, dengan kemauannya sendiri hanya karena Sabrina, berarti dia tidak pantas untuk menjadi cinta sejati Selly."

"Apa maksud anda, tuan?"

Pandangan Gabriel tampak kejam, "Mungkin hatiku begitu kelam hingga terkutuk dan tidak bisa merasakan cinta sejati, tetapi dulu mamaku pernah berkata, kalau kita menemukan cinta sejati, maka benak dan pikiran kita akan penuh, tidak ada tempat untuk memikirkan orang lain di atas cinta sejati kita."

Gabriel tampak dingin dan muram seperti biasanya, tetapi Carlos melihat ada yang berbeda dari tuannya itu. Lelaki itu seolah-olah sedang membicarakan dirinya sendiri...

Tetapi apakah itu mungkin? Bukankah sang pemegang kekuatan kegelapan dikutuk untuk tidak bisa merasakan cinta sejati?

Bersambung ke part 15 



47 komentar:

  1. gapapa mba san ^^
    mksh yah mba san ^^
    jaga kesehatan ^^

    BalasHapus
  2. Wuahhh kangen banget aku seharian bolak-balik buka blog Mba Santhy nungguin update.. hihi akhirnyaaa.. makasih Mba Santhy :D


    Gabriel jatuh cinta sama Selly! Uhh seneng deh, Rolan makin susah dipercaya, terlalu peduli sama Sabrina hmm

    BalasHapus
  3. makasih karena udah repot-repot posting mbak san, selamat istirahat :)

    BalasHapus
  4. ya ampun mbak shan..surprise banget malam2 posting. mksh mbak...met istrht ya??

    btw q semakin lama semakin ngefans sama gabriel. and roland...duh tuh anak bener2 ya...pengen tak jewer aja telinganya. ga inget apa dulu waktu dia sakit siapa yang jagain? sekarang malah selly di sia-siain. huh...roland palingan sekarang uda lupa rencanax mw ngelamar selly cz otaknya penuh ama sabrina, ckckck *jewer roland*

    BalasHapus
  5. Nener baget tuh kata emak emak... rolan mesti siap2 kehilangan selly...

    BalasHapus
  6. hallo tante(?)/kakak(?) santhy agatha :D saya pembaca baru yg langsung ngefans sm tante, salam kenal ya. Saya suka sama jalan cerita another 5% :) izin ngubek2 postingan yg lain ya kak. Jgn terlalu diforsir ya tente tenaganya terus istirahat yg cukup soalnya aku baca tante gampang sakit deh kayaknya. semangat terus ya tante, peluk cium penggemar baru :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Asta : pnggilny mbak/kak aj.. Hehe.. Msih muda kli si mbak/kak Santhy.. Wkwk

      Hapus
  7. Makasih udah di post mbak santhy *peluk*
    jujur aku makin greget sama Rolan, dia skarang lebih care sama Sabrina, lupa kalau dulu cuma Selly yang temani dia waktu sakit... ._.
    Tapi ada Gabriel nih yang mulai keliatan ada 'rasa' sama Selly >_<
    Lanjut mbakkk :D *bawa bendera*

    BalasHapus
  8. Salam kenal mbak san..
    Sebenarnya aku reader lama disini cuman baru berani coment sekarang..
    Hehe..

    Kenapa di part yg ini aku jadi mikir kalo Selly tu cinta sejatinya Gabriel ya, bukan Rolan??

    BalasHapus
  9. Rolan itu ga nyadar y kl hatinya udh brpaling n kyknya udh numbuh tuh benih cinta d hati Gabriel,hhmm... Mbk mkasih y ats crtnya

    BalasHapus
  10. Makasih mba san.. Pulang kerja pasti capek.. Tp masih nyempetin post..

    BalasHapus
  11. Gabriel jatuh cinta niyeee.....

    BalasHapus
  12. wow ada postingan dmlam hri,
    mksh mbak san .
    Ska bnget ma kta-kata gabriel,
    'benak qta akn pnuh olh cnta sjati,dan tk ada tmpat untk yg lain'
    Great job,untk seorg mnusia yg dtkdrkan tdak bza mrasakan cnta.

    BalasHapus
  13. uwow.semakin seru saja nih mba sant :) makasih ya mba sudah dipost :)

    BalasHapus
  14. Arghh Rolan kenapa sih?? Aku tuh setuju banget Rolan sama Selly, soalnya kayaknya bakal makmur gitu punya suami kayak Rolan tapi tapi Gabriel gak bisa dibuang gitu aja. Dia romantis pake cara dia sendiri...
    Buat Selly tabah ya guys punya calon suami berhati malaikat...
    Gabriel kutukannya mulai meluntur hahhaa, falling in love cieee...

    BalasHapus
  15. rolaaaaannnnn kmu nyebelin bgt

    BalasHapus
  16. Rolan makin engga ngenakin, makin kesini jadi yakin kalau Gibrel yang bakal menemukan cinta sejatinya ,seperti kata Gibrel Rolan pasti akan kehilangan cinta sejati nya karna perhatiannya sudah terbagi dua tidak lagi ke Sally

    BalasHapus
  17. jadi benci banget ama rolan

    BalasHapus
  18. Tambah suka deh sama gabriel....
    Go go gabriel...

    BalasHapus
  19. Akhirnya di post juga mbak xixi..
    Kok tambah rumit yaa, Rolan sadarlah!

    BalasHapus
  20. bener gk ya yang bakal jd cinta sejatinya selly tu gabriel...
    soalnya roland kyaknya udah gk perduli lg sm perasaannya selly,
    go gabriel kamu harus dapetin cinta sejatinya selly dan berubah jadi baik ya...*dorong roland jauh2 dari selly

    BalasHapus
  21. akhirnya di posting jg ,thx mba santhy :*

    BalasHapus
  22. mkasih mba san , oh iya istirahat ya mba jaga kesehatan

    wuah hayooo gabrielnya udah mulai suka sepertinya sama selly haha. duh apa yang akan terjadi ya hmm

    BalasHapus
  23. rolan bakal ngasih darahnya ke sabrina? Berarti selly sudah tak terlalu penting buatnya.. Ayo gabriel rebut selly

    BalasHapus
  24. Perbanyak istirahat ya mba sant..
    tengkyu udah sempet posting *peyuk*

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Aku dukung gabriel sama sally..
    Rolan nyebelinnnn
    Bikin bete ...

    #makasih teteh ...
    D tunggu lanjutannya y teh

    BalasHapus
  27. “Aku juga sudah hampir mati saat itu.” Rolan tetap bergumam keras kepala, “Tetapi Matthias menyembuhkanku dan menyelamatkanku dari kematian.”

    Marco langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, “Tidak tuan Rolan, tuan Matthias tidak menyembuhkan anda, dia memberikan kekuatannya kepada anda, kekuatan yang membangkitkan kemampuan otak anda hingga mencapai 95% kapasitasnya. Otak anda yang berkembang hampir sempurna, membuat tubuh anda menyembuhkan diri sendiri dari penyakitnya. Jadi tuan Matthias sama sekali tidak melanggar aturan semesta.” Marco menghela napas panjang, “Berbeda ketika anda berusaha menyembuhkan perempuan sakit yang anda ceritakan itu, anda melanggar takdir semesta karena penyakit perempuan itu sudah terikat pada takdir kematian, penyakit yang seharusnya tidak tersembuhkan.”

    hahaha ternyata Rolan ndak mudeng seperti saya dulu ya mb hihi ...
    apahhhhhhhh Gabriel cinta ya mb sama Selly oh no ...
    Ayolah Rolan jangan dikasih darahmu ke Sabrina biar aja dia deae *kejamnya diriku* hiihiii ...

    Thanks mb Santhy postingannya ...

    BalasHapus
  28. Sudah Gabriel, km mulai jatuh cinta, dapatkan Selly segera. Jangan biarkan dia lbh menderita lg gr2 Rolan yg makin lm pedulinya ke Sabrina mulai berlebihan :)

    BalasHapus
  29. Ish gondok banget roland
    Jadi benci ish ama dia
    Ayo gabriel, rebut selly woooo
    Makasih mb santhy :))

    BalasHapus
  30. Rolan lupa daratan dan melupakan selly, kalo sampe kehilangan selly pasti nyesel ntar,, gabriel rebut selly

    BalasHapus
  31. yes... gabriel..love you so much..... sabrina jadi cinta sejatinya rolan kah????

    BalasHapus
  32. Setiap baca novel ini makin suka . N makin jatuh cinta dengan sosok gabriel.. lanjut lagi donk mba san.. ngarep.com.. makasih mba san.. n take care ya.. \^o^/

    BalasHapus
  33. kapan istirahatnya mba santhy? bangun tidur pagi, kerja lagi, pulangnya malam.....kapan ya waktu untuk keluarga? hebat deh mba bisa ngaturnya, klo saya pulang kerja terlambat dikit dah ditunggu anak ....jaga kesehatan ya mba.....

    BalasHapus
  34. berubah haluan. dari rolan ke gabriel.
    #plinplan

    BalasHapus
  35. wah mba san cinta banget sama readers smp bela2in posting larut malam.
    thanks ya mba...makin suka sama jln ceritanya.
    Gabriel, fighting!!!

    BalasHapus
  36. wah mba san cinta banget sama readers smp bela2in posting larut malam.
    thanks ya mba...makin suka sama jln ceritanya.
    Gabriel, fighting!!!

    BalasHapus
  37. Jgn2 Selly bkan cinta sejati Rolan, melainkan Gabriel! Oh no!

    Tpi gpp deh klo Selly jdian sma Gabriel.. Biar tw rsa si Rolan khilangan Selly krn dia menyia-nyiakan Selly demi Sabrina yg bkan spa2ny! Ckckck

    Spa tw aj, Sabrina jdi cinta sejati Rolan.. N Selly jdi cinta sejati Gabriel.. Klo Selly n Sabrina jdi mengorbankan diri.. Otomatiskan 2 2-ny seimbang n takkan ad yg mnang ato klah.. Klo gtu kn jdi enak, krn dunia jdi seimbang lgi!=D

    Go Gabriel!

    Maaf, kpanjangan komenny..x_x

    BalasHapus
  38. huh mbak san,,aku benci rolan,,bunuh saja dia mbak san,,,,benci benci benci aku,,,lelaki brangsaekkkkkkkkkkkkk!!(hihihihi,,penggemar rolan,,,peace!!!)..btw tq mbak san

    BalasHapus
  39. mbaaaa san ... selly sama gabriel aja deh gpp asalkan rolannya buat aku haha :D #ngaco
    maaciw ya mba atas kebaikan hatinya menyempatkan post setiap hari dalam keadaan apapun jadi terharu para readers :") hwaiting mba take care #peluk

    BalasHapus
  40. Wachh.. Mbak san2 pulangnya malam banget.. Hati2 mbak ntar kesehatannya menurun lg.. Jangan lupa jaga kesehatan (No. 1..
    Makasih pake banget udah disempetin ngepost meski baru pulang kerja.. Terharu...

    "Makin kesini makin sebel dech sama rolan, padahal awalnya dukung rolan. Kalau gini terus aku pindah ke hati gabriel aja dech.. (siap2 tendang rolan)
    Makin seru.. jdi ketagihan..

    Lanjutttttttttt..

    Semangat..
    Luv U full Mbak santhy cantikkk, Peluk erat ^_^

    BalasHapus
  41. GWS mb san..""

    gabriel aku padamu..:D

    BalasHapus
  42. Maacih Mba Santhy *peyuk erat*
    sehat selalu, jd bisa posting lanjutannya (^*^)


    Ikut Timnya Gabriel
    Gabriel Gabriel (^_^)/

    BalasHapus
  43. Mbaak shaaan~~~ aku pengen pites Roland dan aku dukung Gab~~ Meskipun aku lebih suka si Roland. Kecean dia sih wkwk. Tapi kalo urusan cinta pilih Gab hahaha.

    Mbak ditunggu ETCnya. Mau post jam berapa mbaa?

    BalasHapus
  44. berusaha menebak akhir cerita...
    tanks mba santi...gmn caranya ya mba buat cerita yang ada misteriusnya?

    mba nompong promo blog y...

    buat para reader tersayang mampir ke blog aku ya ada cerbung Hold me tight part 2
    klik link di bawah ini aja.
    http://siecezyerna.blogspot.com/2013/07/hold-me-tight-2_3.html

    tanks all :)

    BalasHapus
  45. Berharap Rolan & Selly bisa bersatu sepertinya mustahil *aku udah mulai pesimis mba* Rolan aja udah kayak gitu, pengen deh nonjok mukanya Rolan
    mungkin yg akan jadi pemegang kekuatan putih sabrina krn kekuatan Rolan diberikan pd sabrina. Klo pemegang kekuatan hitam mungkin Selly krn kekuatan gabriel diberikan pd Selly atau mungkin pemegang kekuatan hitam tetep Gabriel krn 5% gabriel adalah Selly
    masih bingung dengan siapa cinta sejati Selly, baik Rolan maupun Gabriel sama2 gak bisa membaca pikiran Selly kan..
    Jadi mulai part 16 aq lebih memilih mengikuti jalan cerita aja tanpa berpihak pd Rolan maupun Gabriel...
    Aq menunggu 7 part terakhir mba ><

    BalasHapus