Kamis, 04 Juli 2013

The Vague Temptation Part 7

Mobil yang menjemput Alexa tiba di depan mansion keluarga Simon bersamaan dengan mobil sport milik Daniel yang berhenti di tempat yang sama. Dari balik bangku belakang mobilnya, Alexa melihat Daniel keluar dari balik kemudi. Lelaki itu mengangguk kepada pelayan yang dengan segera datang dan mengangkat barang-barangnya dari mobil, lalu tiba-tiba menoleh tajam ke mobil, menatap ke jendela belakang, seolah-olah tahu kalau Alexa masih duduk di sana dan mengamatinya.
Lalu Daniel melangkah mendekati mobil, membuat Alexa menelan ludahnya, tanpa permisi lelaki itu membuka pintu belakang mobil, dan menundukkan kepalanya, menatap Alexa yang masih duduk gugup di dalam sana dengan mata abu-abunya.
"Kenapa tidak segera turun?"
Pandangan mata Daniel sangat tajam, membuat Alexa sedikit ketakutan, sekali lagi dia menelan ludahnya dan baru menjawab dengan suara lemah,


"Aku baru mau akan turun." Tentu saja tak dikatakannya bahwa dia tadi sengaja tidak turun dulu dan menunggu Daniel masuk, karena dia takut harus berinteraksi dengan Daniel.
"Ayolah turun." Daniel mundur, membukakan pintu semakin lebar, membuat mau tak mau Alexa turun dan berdiri di sisi Daniel.
Berada di sisi Daniel sekarang ini membuatnya menyadari bahwa lelaki itu sangat tinggi, bahkan puncak kepala Alexa hanya sepundaknya.

Daniel melirik ke arah sopir yang membawa tas koper Alexa dan mengangkat alisnya,
"Hanya itu barangmu."
Alexa menganggukkan kepalanya, masih bingung harus berkata apa.
Tiba-tiba ekspresi keras Daniel menghilang, lelaki itu menghela napas seakan lelah.
"Kita tidak boleh bersikap kaku seperti ini. Kau tahu kita akan menghabiskan tiga bulan tinggal bersama di rumah ini, dan aku tidak ingin hubungan kita buruk." Daniel mengernyit, "Kurasa aku akan bersikap baik padamu, mau tak mau karena aku membutuhkanmu untuk menyelamatkan mukaku bukan?" ada nada getir di dalam suaranya, membuat Alexa merasakan sengatan rasa pedih yang mengganggu.
Ya... berada di posisi Daniel pasti sangat sulit. Apalagi sekarang, ketika sang kakek malahan membuatnya bersaing terang-terangan dengan saudara tirinya sendiri.
Alexa tidak suka berada di posisi ini, dia merasakan beban berat di pundaknya, menjadi penentu dari sebuah keputusan besar di keluarga ini.
Seandainya saja dia bisa lari.....
Daniel dan Alexa berjalan dalam keheningan memasuki rumah itu, ketika mereka sampai di lobby Albert Simon telah menunggu mereka di sana, lelaki itu langsung berdiri dan menyambut dengan hangat.
"Alexa, selamat datang di mansion ini." dengan ramah lelaki itu menyambut tangan Alexa, dan kemudian menariknya ke pelukannya dengan sayang. "Aku sudah lama menunggu saat ini tiba."
Alexa tersenyum menyambut sikap hangat lelaki itu, dan ketika Albert melepaskan pelukannya, dia menoleh ke arah Daniel.
"Selamat datang Daniel."
Daniel hanya menatap datar ke arah kakeknya, lalu tatapannya menjadi tajam seolah ingin membunuh ketika melihat sosok yang berjalan di belakang kakeknya.
Nathan.
Nathan tersenyum lebar menyambut Alexa dan menyalami tangannya, "Selamat datang di sini Alexa, kuharap kau akan merasa nyaman.
Daniel langsung mencibir, "Ini bukan rumahmu, kau hanya menumpang di sini dan  kau tidak berhak menyambut Alexa datang." gumamnya kejam.
Suasana langsung menjadi hening, hening yang tidak enak hingga Albert Simon berdehem dan mencoba mencairkan suasana.
"Kau pasti lelah Alexa." gumamnya, memusatkan pandangan kepada Alexa dan berusaha mengabaikan kedua cucunya yang saling bertatapan dengan tatapan tajam, "Ayo, aku akan tunjukkan kamarmu. dan kau bisa beristirahat."
Alexa menoleh ke arah Nathan dan Daniel yang masih berpandangan dalam keheningan yang menegangkan, lalu dia memutuskan untuk mengikuti Albert Simon ytang sudah berjalan ke arah tangga dan menunggunya.
Lebih baik dia pergi ke tempat netral bersama Albert Simon daripada berada di antara dua saudara yang siap saling membunuh ini.
***
"Aku sudah menerima telepon dari supirku." Suara Albert Simon tampak berwibawa dan ramah, "Ayahmu sudah sampai di pusat rehabilitasi, dia akan dirawat dengan baik, Alexa."
Hati Alexa merasa hangat, merasakan harapan untuk ayahnya, semoga saja setelah keluar dari pusat rehabilitasi, ayahnya bisa terlepas dari kecanduannya terhadap minuman dan menghentikan pelariannya pada perjudian.
"Terimakasih tuan Albert atas bantuannya kepada ayah saya."
Albert Simon menganggukkan kepalanya, dan kemudian tersenyum sedih, "Kau pasti merasa aku jahat, karena seolah aku mengadu kedua cucuku. Tetapi ketahuilah Alexa, aku hanya ingin bertindak adil kepada kedua cucuku.....aku ingin mereka mempunyai kesempatan yang sama." Albert Simon menghela napas panjang, "Kuharap pada saatnya nanti kau akan mengerti kenapa aku mau melakukan ini."
Alexa masih tidak bisa mengerti. Tetapi lelaki tua di hadapannya ini tampak bijaksana, jadi entah kenapa Alexa percaya bahwa semua hal ini, yang terpaksa menyeret dirinya ke dalamnya, akan berujung baik.
Albert Simon berhenti di sebuah pintu kamar besar di lorong, dan kemudian membukanya, "Selamat beristirahat Alexa, kau bisa turun jam tujuh nanti untuk makan malam bersama kami." Matanya melirik ke arah pintu lain di sebelah kanan kamar Alexa, "Yang di sebelah kanan ini pintu kamar Daniel, kamar itu selalu dia pakai kalau menginap di sini sejak masih kecil, sementara yang di sebelah kiri adalah kamar Nathan. Kamarku sendiri ada di lantai satu, kau tahu usiaku yang sudah tua ini membuatku mencoba sesedikit mungkin naik turun tangga."
Dan setelah mengucapkan selamat beristirahat sekali lagi, Albert Simon berpamitan dan melangkah pergi, meninggalkan Alexa yang masih terpaku di depan pintu kamarnya, menatap nanar ke arah lorong.
Matanya melirik ke pintu besar di kanan dan kiri kamarnya.
Apakah ini kebetulan atau kesengajaan? Kenapa Albert Simon meletakkan kamarnya di antara kamar kedua saudara itu?
***
Alexa melangkah memasuki kamar besar itu dan terpesona. Segala yang ada di kamar itu berwarna peach, seakan-akan memang di buat untuk seorang puteri. Dia melirik kopernya yang sudah diletakkan oleh pelayan di dalam sana.
Hampir satu jam kemudian digunakan Alexa untuk membongkar kopernya dan mengaturnya di lemari, setelah selesai Alexa melangkah ke ujung ruangan. Di ujung kamarnya, ada sebuah balkon yang ditutup oleh pintu kaca besar berlapis tirai, langsung mengarah ke luar.
Alexa membuka pintu kaca itu, dan udara segar dari luar langsung menyambutnya. Dengan senang dia melangkah ke arah balkon yang dipenuhi dengan pot-pot bunga yang sangat indah itu. Alexa melangkah semakin maju ke ujung balkon dan menatap ke bawah, ke arah taman luar yang berada di belakang rumah ini.
Kemudian dia mengernyit ketika menyadari bahwa kamar Nathan dan Daniel juga mempunyai balkon yang sama di kiri dan kanannya, balkon itu hanya dipisahkan oleh pagar tembok berukir gaya renaissance setinggi betis.
Kalau Daniel dan Nathan mau... mereka bisa melompat ke balkon kamar Alexa dengan mudah...
Alexa langsung menggelengkan kepalanya, berusaha menyingkirkan pemikiran yang mengganggu itu
"Sudah mulai kerasan di sini?"
Alexa terpekik kaget mendengar sapaan itu, jantungnya berdebar ketika menoleh ke samping dan menemukan Nathan sedang bersandar di pintu balkon kamarnya sendiri, tersenyum menatap Alexa.
Astaga... Alexa benar-benar tidak menyadari keberadaannya, Nathan pasti baru saja melangkah ke balkon dan menemukannya merenung di sini.
"Maafkan aku." Nathan tampak geli melihat kekagetan Alexa, "Aku tidak bermaksud membuatmu terkejut."
Alexa menggelengkan kepala setelah berhasil menenangkan debar jantungnya, "Tidak apa-apa... maafkan saya hanya tidak menyangka...."
"Jangan gunakan saya dan anda. Memang di kantor aku adalah atasanmu kau boleh bersikap formal di sana, tetapi di sini aku adalah tunanganmu dan kita akan tinggal bersama tiga  ke depan... jadi aku harap kita bisa meninggalkan sikap formal itu di rumah ini." Nathan tersenyum, "Maafkan kami semua mendesakmu ke dalam situasi seperti ini. Itu pasti sangat membingungkan bagimu." 
Alexa tersenyum. Dibandingkan dengan menghadapi Daniel, Alexa merasa lebih nyaman kalau harus berhadapan dengan Nathan, mungkin karena sikap Nathan baik dan tidak menyerangnya. Berbeda dengan Daniel yang begitu mengintimidasi.
"Ya... memang membingungkan." Alexa menatap ke arah balkon, "Saya... aku tidak menyangka akan berada di posisi ini."

Nathan bersandar di balkonnya sendiri, "Semoga kau akan memilih yang terbaik Alexa." lelaki itu melirik jam tangannya, "Aku harus pergi, beristirahatlah." senyum Nathan tampak misterius, "Seandainya kau memilihku, aku pasti akan membuatmu bahagia." Lalu setelah menganggukkan kepalanya sopan, Nathan masuk ke pintu kaca balkon, menuju ke kamarnya sendiri.
Alexa menatap ke arah pintu kaca di balkon Nathan, dan merenung....ada janji di kata-kata Nathan. Nathan tampak begitu baik dan menyenangkan, mungkin lebih aman bagi Alexa kalau dia memilih Nathan.... tetapi bukankah ini masih terlalu dini untuk menentukan? masih ada tiga bulan yang panjang dan mungkin saja Alexa bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk lebih mengenal kedua cucu Albert Simon bukan?
Alexa sudah tidak bisa mundur lagi. Seperti yang direncanakan oleh Albert Simon, Alexa harus menikah dengan salah satu dari lelaki itu. Dan kalau memang harus terjadi seperti itu, Alexa akan memastikan bahwa dia akan menghabiskan seluruh sisa hidupnya bersama yang terbaik...
***
Sudah hampir pukul tujuh ketika Alexa menatap dirinya di cermin. Pakaiannya sederhana tentu saja, tetapi dia berharap pakaiannya cukup pantas untuk makan malam resmi di lantai bawah.
Dia tidak pernah makan malam resmi sebelumnya, apalagi di mansion seindah ini. Tidak sedikitpun dalam mimpinya dia pernah membayangkan hal seperti ini terjadi kepadanya.
Alexa menatap jam tangannya. Tiba-tiba saja merasa tegang menghadapi apa yang akan terjadi di bawah nanti. Apakah dia akan seperti ini selama tinggal di mansion ini? berada di antara permusuhan terang-terangan antara Nathan dan Daniel?
Sebuah ketukan di pintu kaca balkonnya membuat Alexa menoleh, dan dia ternganga, merasa takut ketika melihat Daniel berdiri di sana. Lelaki itu sudah memakai pakaian resmi untuk makan malam, dan sekarang berdiri di sana, menunggu Alexa untuk membuka pintu.
Apa yang dilakukan Daniel di balkonnya? lelaki itu melompati pagar di antara balkon mereka....
Daniel mengetuk lagi, dan membuat isyarat agar Alexa mendekat, lelaki itu tampak tidak sabar.
Mau tak mau Alexa melangkah ke arah pintu kaca yang dikuncinya dari dalam itu, berdiri di hadapan Daniel hanya dibatasi pintu kaca yang bening dan membuka kunci pintunya dengan hati-hati.
Ketika pintu itu dibuka, Daniel sama sekali tidak melangkah masuk, dia masih berdiri di sana, menatap Alexa.
"Kau tampak cantik."
Suara gumamannya begitu dalam dan mata abu-abunya tampak bersinar di kegelapan, ada sesuatu yang intens di kata-katanya, membuat pipi Alexa merona dan jantungnya berdebar.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
Ekspresi Daniel tidak berubah, "Aku cuma mau mengatakan bahwa kau tidak terikat perjanjian denganku. Uang yang kuberikan kepadamu itu memang semula kuberikan dengan tujuan membuat semuanya mudah, membuatmu memilihku. Tetapi kemudian aku sadar, bahwa kalau aku ingin mengalahkan Nathan, aku akan melakukannya dengan cara yang adil." Lelaki itu menunduk menatap ke arah Alexa, "Semua tergantung kepadamu Alexa, aku tidak akan mengambil uang itu darimu, tetapi uang itu tidak akan mengikatmu lagi."
Lalu lelaki itu membalikkan badannya, tanpa menanti reaksi Alexa, dia hanya bergumam dari balik punggungnya.
"Sampai jumla di makan malam nanti."
Dan kemudian, dengan mudah lelaki itu melompati pagar pembatas di balkon kamar mereka dan masuk ke kamarnya sendiri.
Alexa menatap ke arah menghilangnya Daniel.... merasa bingung....
Kenapa dia bisa berada di posisi ini? di posisi dia harus memilih di antara dua lelaki yang sepertinya baik dengan caranya sendiri?
Bersambung ke Part 8

55 komentar:

  1. Makasih banyak Mbak Shan :* Aku udah nunggu2 banget :)

    BalasHapus
  2. akhirnya setelah bolak-balik buka blognya mba' shan....
    diposting juga...
    thankz mbak shan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga sering bolak baliok ke blog ini.. :)

      salam kenal, aku ajeng.. :)
      kamu ada blog? :)

      Hapus
  3. Mbak maaf ya, itu kok 'tiga puluh hari ke depan ya' kata Nathan. Kan 3 bulan jd 90 hari dong. Hehehe..

    BalasHapus
  4. Akhirnyaaaaaaaaa, muncul jugaa. Hihi, jd makin bingung nih, pilih daniel atau nathan. Sama2 kereeennn :*
    Lanjut dong mbak santhy, sklian posting not the sweetest love jugaa :)

    BalasHapus
  5. aah mau part 9 mbak shan wkwkwk. nambah menarik alur kisahnya..

    BalasHapus
  6. Huaahhh... lagi dunk Mba San, kendekan certana *di jitak ma Mba San #_#
    Xixixi.....bis penasaran dgn kisah selanjutna :D
    Makasih Mba Santhy ^^

    BalasHapus
  7. hidup si mata bu2.. :D

    klo alexa enggak mau sama si mata abu-abu..
    ya udah sama saya saj :D

    #ngelindur

    BalasHapus
  8. thankz mbk san.,

    Ak milih daniel z deh,, hehehe

    BalasHapus
  9. daniel is the best.. *puk-puk nathan
    ngiri sama alexa.. punya 2 calon yg keren...

    makasih kak..uda d posting..
    ayooo..lainnya mana *maruk... dijitak kak santhy*

    BalasHapus
  10. Tuh kan sebenarnya Daniel itu baik cuma agak sedikit arogan.....hihihi
    Pokoknya Alexa harus milih Daniel!!!!!
    Go Daniel! Go Daniel Go!

    BalasHapus
  11. Tuh kan.. Daniel itu baik.. Cuma caranya aja yang aneh.. Hihihi..
    Alexa harus pilih Daniel..!! Awas kalau enggak.. *siapa gue maksa-maksa*
    Kalau si Alexa gak mau ama Daniel, sini deh Danielnya, kasih ke aku.. Aku terima dengan hati yang berbunga-bunga..
    Kenapa aku gak bisa berenti negative thinking ama Nathan ya.. Soalnya kata pribahasa, air tenang itu menghanyutkan.. #ditimpuk para fans Nathan#

    Mbak, Jason dong.. *kedip-kedip mata*

    Makasih Mbak San.. Ditunggu next partnya.. ^^

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. aduuuh, gagal deh koment yg prtma.. (T_T)

    Tp, mksiiih buat mbak Santhy.. semangaaat, mbak saaan\(~o~)/

    BalasHapus
  14. jangan kan alexa, aku aja bingung mau milih siapa !!! danniel kah /nathan ????

    BalasHapus
  15. akhirnya di post juga . hehe
    terimakasih mba sant :)

    semakin seru , penasaran siapa yg dipilih alexa ? hihihi

    BalasHapus
  16. Hmmm yg satu membuat alexa merasa nyaman dan aman, yg satu membuat nya terintimidasi namun sekaligus merona dan berdebar. Aha! Endingnya pasti Alexa dgn Daniel. Gooo Daniel! Xixixixi
    Btw tq ya mba San untuk postingannya.

    BalasHapus
  17. Makasih mba san.. Sukses buat Daniel sama Nathan.. Semoga Alexa bisa menentukan yg terbaik..

    BalasHapus
  18. mbak itu ada yg typo :p 3 bulan bukan tiga puluh hari :p

    BalasHapus
  19. go daniel..!! aku mendukungmu *goyang2 pompom*

    BalasHapus
  20. daniel pada dasarnya memang baek.. love u daniel..
    mata abu-abu forever lah..
    makasih mbak san..big hug deh..

    BalasHapus
  21. mbk saaaaannn..... ngegantung bgt bikin penasaran....


    si mata abu-abu bikin hatiku serrr serrrrr-annnn.. ....

    BalasHapus
  22. mbk saaaaannn..... ngegantung bgt bikin penasaran....


    si mata abu-abu bikin hatiku serrr serrrrr-annnn.. ....

    BalasHapus
  23. aaah... Daniell.. mbak santhy, ntar Alexa sama Daniel ajah... :)
    Lanjut dong mbak...

    BalasHapus
  24. lanjut lagi mbak san ceritanya y *kedip" mata;D
    mbak posting yang jasonnya dong....hehehehe ga sabar bgt nungguinnya...

    BalasHapus
  25. MBAAAK SHAAAN. I LOVE DANIEL MORE THAN NATHAN. I LIKE DANIEL UWOOOOOOOOO.

    BUANG NATHAN. MASA BODO SAMA NATHAN. AKU SELALU MENANTI SETIAP MOMENT ALEXA DANIEL. MESKIPUN KRIK KRIK TAPI SO SWEET (?) HAHAHA.

    NATHAN KETAUAN JAHAT SIH MAKSUDNYA JADI BAIBAI NATHAN. LAGIPULA DANIEL JUGA LEBIH CAKEP <3

    OKE CUKUP. INI LUPA CAPS KEPENCET HIHI. DANIEL ILOVEUUUUU.

    BalasHapus
  26. Dua lelaki yang sepertinya baik dengan caranya sendiri wuihhhh ...
    semua keputusan ada di tangan mb Santhy bukan di Alexa hihi ...

    Thanks mb Santhy postingannya :)

    BalasHapus
  27. makasih mba sa :D

    jatuhkan pilihan yang terbaik ya alexa haha

    BalasHapus
  28. visualisasi alexa nya yg manis dong mba shan hehe
    ah daniel nya keren itu!

    BalasHapus
  29. visualisasi alexa nya yg manis dong mba shan hehe
    ah daniel nya keren itu!

    BalasHapus
  30. akhirnya upload jg
    tanks mba san

    teman reader kunjungi blog ku ya, baca hold me tigh part 3
    klik link di bawah ni aj :
    http://siecezyerna.blogspot.com/2013/07/hold-me-tight-part-3.html

    tanks all & hope u like it :)

    BalasHapus
  31. Aaaa mb santy madih kurang puasss bacanya gantung mb d lanjut lagi donk mb pleasee,,,

    Mb san ini ada novelnya juga gk mb? ?
    Aku mau donk mb kalo ada!

    BalasHapus
  32. huaa,aku ktnggalan.
    Trnyata udah dposting,
    penasaran bnget siapa ia yg akhrnya bkal jd pndamping alexa.
    Hmm,msh hrus sbar mnunggu.
    Mksh mbak san,

    BalasHapus
  33. mba san lagiii dooong *di gaplok :)) , thx ya mba san :*

    BalasHapus
  34. Woaaaa
    Galau,galau dah alexa
    Daniel gantengnyaaaah :3
    Go Daniel, dapetin alexa ihihihi
    Makasih mb san :))

    BalasHapus
  35. Danieeeeeeeeeeeeeeeellllllllllll!!!!!!!!!
    Go Daniel Go Daniel Go!
    Go Daniel Go Daniel Go!
    Go Daniel Go Daniel Go!
    Go Daniel Go Daniel Go!
    Alexa padamu Daniel!!!!!
    xixixi
    makasih mba, buat Alexa milih Daniel ya? *rayu mba San* hehe

    BalasHapus
  36. membingungkan..
    ke2'y sma2 baik,tpi ngungkapin kebaikn'y dengan cra'y masing2....

    BalasHapus
  37. "puncak kepalanya hanya sepundaknya" aaaakkkk kata-kata ini bikin inget ama seseorang. Aku hanya sepundaknya. Gamon. Gagal move on akuuu. Hahahahaa.

    Thanks kak buat ceritanya. Jason please. Sama epilog Joshua-Kiara *nglunjak :)))

    BalasHapus
  38. Ayo Daniel! Aku mendukungmu! \:D/

    kalo Alexa gag mau sama kamu, sama aku aja :)

    hihihi

    BalasHapus
  39. Aku tetap pilih Daniel....
    Mata abu-abunya bikin lumer... *emangnya es bisa lumer*
    Mbak, buku ini kapan diterbitin?

    BalasHapus
  40. alexa jd galauuuuuu... Yg satu sudah menunjukan kebaikannya di awal perjumpaan tp gak tw aslinya gimana.. Sdngkn yg satunya baru menunjukan sisi baiknya wah yg jelas daniel lebih apa adanya... Go danie go!

    BalasHapus
  41. Aww aww, hati-hati Alexa malem-malem ada "setan" dua masuk kamar. Hhahahha harusnya 90 hari ke depan hhee bukan 30 hari mbak San :P

    Daniel emang sejuta pesona ya walaupun gak keliatan mukanya, cuma ngebayangin doang dari tulisan doang. Makasih publishannyaaa :)

    BalasHapus
  42. Akhirnyyy..:D\=D/
    Mkasih mbak Santhy n tntuny om Irawan..:D
    Krn udh mau brbaik hti mau bntuin mbak Santhy post..:D

    BalasHapus
  43. DANIELLLLLLLLLLL !!!!
    AKU PADAMUUUUUUU !!!
    KAU MEMBUAT HATIKU MELELEH !! *.*


    #caps jebol mbak san
    Hihihi XD

    BalasHapus
  44. Uuuuwooo
    Setiap hari aku buka2 blog nya mba Santhy krna menanti Daniel.. Huu huu huu
    Danieeeel Love U full.
    Mba Santhy Keceeeh badaaaaaiii. Karya2 nya wokeeh wokeeeh
    XD

    BalasHapus
  45. Uuuuwooo
    Setiap hari aku buka2 blog nya mba Santhy krna menanti Daniel.. Huu huu huu
    Danieeeel Love U full.
    Mba Santhy Keceeeh badaaaaaiii. Karya2 nya wokeeh wokeeeh
    XD

    BalasHapus
  46. OMG.... Jadi mau d posisi alexa.

    Go daniel,pendukung daniel ;-)

    BalasHapus
  47. DANIEL!!!!!!! LANJUTKAN!!!!!!!

    BalasHapus
  48. akhir y d post juga,loph you pull mata abu-abu :-)
    makasih nsalam kenal mba santy...:-)

    BalasHapus
  49. aku tetep pro daniel mba santhyy! walaupun nathan baik, tapi niatnya jahat.. dan daniel ituu... awesome:3 haha lanjut mba shanty!! ga sabaar

    BalasHapus