Kamis, 30 Mei 2013

Another 5% Part 4

PS : untuk Another 5% ini full visualisasi yah biar puas pembaca membayangkan hihihihi ^__^



Suasana mendadak hening ketika Gabriel menyapa Selly, semua mata memandang ke arah Selly yang masih berdiri gugup di sana, sementara Gabriel tampak tenang-tenang saja, ada seulas senyum di bibirnya

"Kemarilah, silahkan duduk nona Selly." Gabriel menggerakkan tangannya, meminta Selly mendekat, ada senyum ramah di sana, senyum menenangkan yang membuat Selly akhirnya berani maju dan duduk di salah satu bangku yang mengitari meja bundar yang besar itu. Ibu Sandra ikut duduk di sebelahnya, tidak berkata apa-apa.





"Oke semua orang yang saya minta sudah hadir di sini. Sebagian dari kalian pasti masih bingung dan menebak-nebak apa yang terjadi, siapa saya dan apa hubungannya dengan Mr. Tony." Gabriel menoleh ke arah Mr. Tony yang mengangguk-angguk sambil tersenyum, "Saya akan memperkenalkan diri saya secara langsung, saya adalah Gabriel de Miguel, saya mempunya perusahaan di eropa dan amerika yang bergerak di bidang retail, penjelajahan saya atas ekspansi akhirnya berujung di negara yang indah ini, dan kemudian saya bertemu dengan Mr. Tony yang menawarkan kerjasama bisnis. Jadi mulai sekarang, saya adalah pemilik resmi perusahaan ini." 



Gabriel tersenyum menatap ekspresi seluruh orang yang ada di ruang meeting itu, ada yang tampak terkejut, ada yang tampak datar, "Perlu kalian semua tahu, dengan berpindahnya kepemilikan tidak akan mengubah apapun dalam arti yang krusial, bisnis tetap berjalan seperti biasanya, saya belum akan mengevaluasi ataupun melakukan pernggantian sumber daya manusia. Dan Mr. Tony tetap menjadi CEO di perusahaan ini, sementara saya akan mengawasi dari balik panggung. Saya harap kerjasama dari kalian semua."

Semua yang ada diruangan itu mengangguk-angguk, setuju akan perkenalan pemilik baru perusahaan mereka yang tampan dan karismatik. Lalu Mr. Tony bersalaman dengan Gabriel, sebagai simbol pemindahan kepemilikan mereka secara resmi.

Sementara itu Selly masih duduk di ujung dan mengerutkan keningnya, ini jelas-jelas pembahasan kalangan atas dan direksi, apalagi semua yang hadir di sini milimal manager dan direktur.... kenapa Selly harus ada di sini? Untuk apa dia dipanggil di sini?

Pertanyaan Selly rupanya segera terjawab ketika Gabriel melanjutkan kata-katanya.

"Dan satu lagi, saya membutuhkan asisten dari perusahaan ini yang bisa dipercaya. Seorang asisten pribadi yang bisa menyiapkan semua data perusahaan ini kapanpun saya minta." Mata Gabriel melirik tajam ke arah Selly, membuat Selly tergeragap gugup, "Dan saya sudah menentukan pilihan, Nona Selly saya sudah membaca seluruh report prestasimu di pekerjaan ini, dan saya ingin mempromosikan kamu menjadi asisten pribadi saya."

Semua yang ada di ruangan itu, kecuali Mr. Tony yang hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja dari tadi, tampak terkejut. Sekali lagi semua mata memandang ke arah Selly yang hanya bisa membelalakkan matanya dengan gugup dan bingung. 

Dia bahkan tidak tahu harus berkata apa! Kenapa Gabriel.... kenapa lelaki ini menjadi bos barunya? dan kenapa mempromosikan dirinya? Apakah ini ada hubungannya dengan pertemuan tidak sengaja mereka beberapa kali itu? Tetapi bagaimana mungkin?

"Saya harap semua bisa menerima keputusan saya, dan ke depannya kita bisa bekerjasama dengan baik demi kemajuan perusahaan. Oke meeting hari ini saya tutup." Gabriel bergumam, memberikan pengusiran halus hingga orang-orang mau tak mau beranjak berdiri meninggalkan ruangan, kemudian lelaki itu menatap Selly yang masih duduk dan terpaku, "Nona Selly anda boleh tinggal di sini sebentar, ada yang ingin saya bahas dengan anda."

Mau tak mau Selly menganggukkan kepalanya. Dirinya masih diselimuti oleh rasa terkejut yang luar biasa hingga bahkan kalaupun dia mau, dia tak bisa bergerak.

Setelah semua orang pergi dan hanya tinggal Selly dan Gabriel di ruangan itu, Gabriel menopangkan kedua tangannya di meja dan mengaitkannya di bawah dagunya, ada senyum yang lembut dari bibirnya.

"Kau pasti terkejut." gumamnya memecahkan keheningan yang kaku itu.

Selly mendongakkan kepalanya dan menatap langsung mata Gabriel yang tajam itu, yang seolah-olah menembus ke dalam hatinya. Bibirnya bergetar, merasa kalau lelaki ini sedikit mengintimidasi.

"Ya. Mohon maaf. Saya.... saya masih tidak mengerti kenapa anda memilih saya untuk menjadi asisten pribadi." setelah berdehem beberapa kali akhirnya Selly bisa berkata-kata. 

Gabriel tersenyum lalu bertopang dagu sambil menatap Selly dengan tajam,

"Mungkin memang semua hanya kebetulan dan aku memakai alasan klise yang aneh, kuharap kau mengerti Selly. Aku adalah orang asing di negara ini, tidak ada yang kukenal, dan kemudian seperti sebuah petunjuk aku bertabrakan denganmu di jalan.... lalu kita bertemu lagi di perusahaan ini." Mata Gabriel tampak berkilat, "Aku adalah orang yang percaya dengan intuisiku, jadi aku menganggap bahwa pertemuanku denganmu mungkin sebuah petunjuk. Aku percaya dengan kapabilitasmu sebagai pegawai, karena itu, dengan tidak ada maksud lain di baliknya, aku murni memintamu membantuku di perusahaan ini, menjadi asistenku. Apakah kau bersedia? Karena ini bukan paksaan, kalau kau tidak bersedia, aku akan mempertimbangkan orang lain."

Lelaki itu menjelaskan semua alasannya bahkan tanpa berkedip sekalipun. Selly tercenung dan menghela napas panjang. Ini adalah promosi yang luar biasa, dirinya yang hanya staff akunting dalam sekejap bisa menjadi asisten orang nomor satu di perusahaan ini, lelaki itu tadi menyinggung tentang kapabilitasnya sebagai pegawai, dan Selly merasa ini mungkin waktunya dia menunjukkan kemampuannya.

"Saya bersedia. Saya akan berusaha sebaik mungkin." jawab Selly mantap kemudian, membuat Gabriel tersenyum penuh arti.

"Bagus, terimakasih Selly, kemasilah barang-barang di ruangan kantormu yang dulu. Kau akan pindah di ruangan besar bersamaku supaya kita lebih mudah berkomunikasi."

*** 

Ketika Selly kembali ke ruangannya, staff-staff yang lain memandangnya dengan tatapan mata aneh, bahkan bu Sandra pun tampak aneh kepadanya.

Selly segera mengetuk pintu ruangan bu Sandra, perempuan setengah baya berusia empat puluhan itu menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Selly masuk.

Dengan gugup Selly duduk,

"Saya menerima promosi itu, bu Sandra." gumamnya pelan.

Ada kilat di mata bu Sandra, tetapi perempuan itu berhasil menyembunyikannya dalam sekejap.

"Bagus. Dan kurasa kau harus mengemasi barang-barangmu dan pindah ke ruangan besar?"

"Iya bu."

"Berpamitanlah dengan rekan-rekan kerjamu sebelum pindah, aku sudah menginformasikan promosi yang kau terima kepada mereka semua." dan setelah itu bu Sandra memalingkan muka ke arah kertas-kertas di tangannya, memberi isyarat pengusiran halus kepada Selly.

Selly akhirnya berdiri dengan gugup, "Baik bu... eh terimakasih atas semua kebaikan ibu selama saya berada di divisi ini." Ketika bu Sandra hanya mengangguk tanpa ekspresi, Selly akhirnya keluar dari ruangan atasannya itu.

Ketika Selly keluar, bu Sandra menatap marah ke arah punggungnya dari belakang. Benaknya dipenuhi rasa iri yang menggelora. 

Bagaimana bisa?? Bagaimana bisa anak ingusan itu tiba-tiba saja mendapatkan jabatan penting yang bahkan lebih tinggi darinya?

Sudah sepuluh tahun dia bekerja di perusahaan ini, memberikan dedikasi yang terbaik yang bisa diberikannya, dia adalah pekerja yang hebat dan berpengalaman. Jadi kalau ada yang berhak diberikan promosi, seharusnya adalah dia! bukan pekerja ingusan yang tidak punya kemampuan apa-apa seperti Selly!

Benaknya membayangkan owner baru mereka yang masih muda dan luar biasa tampan. Tiba-tiba dia bertanya-tanya, mungkinkah ada hubungan khusus antara Gabriel dengan Selly?

*** 

Selly diberi ruangan khusus berada di sudut ruang besar. Ruang besar adalah ruangan paling besar di kantor itu, yang menjadi ruang khusus owner perusahaan mereka. Selly mendapatkan meja besar di sudut ruangan , lengkap dengan seluruh peralatan penunjang pekerjaannya. Sementara di tengah ruangan itu, ada meja gelap yang besar, tempat owner perusahaan  mereka berkantor. Ruangan itu memiliki pintu sambungan khusus ke ruang sebelah yang nyaman dan berisi sofa dan rak buku, tempat owner perusahaan menerima tamunya.

Mungkin pekerjaan Selly akan lebih seperti sekertaris pribadi, batinnya dalam hati waktu mengatur barang-barangnya di mejanya yang baru, menyadari bahwa dia menempati meja bekas sekertaris pribadi owner yang lama. Kalau begitu, kemana sekertaris pribadi owner yang lama sekarang...?

Selly menghela napas panjang, berkesimpulan bahwa sekertaris pribadi owner yang lama pastilah sudah diberikan posisi lain yang bagus, bukankah Gabriel di meeting tadi bilang bahwa dia tidak akan mengevaluasi ataupun mengganti pegawai di sini?

Bicara tentang Gabriel... dimana lelaki itu? Selly memandang ke arah meja besar yang kosong, lalu termenung, kalau tidak ada lelaki itu, dia tentu saja tidak ada pekerjaan. Lama kemudian Selly duduk di ruangannya, merasa bingung, sampai kemudian pintu ruangan itu terbuka.

"Sudah merasa nyaman dengan tempat barumu?" Gabriel tersenyum di sana menyapa.

Selly menganggukkan kepalanya dengan gugup, menunggu instruksi selanjutnya.

Gabriel sendiri tampak membawa berkas-berkas dan laptop di tangan kirinya, dia meletakkannya di meja besarnya, lalu berdiri di sana dan menatap Selly,

"Aku masih mempelajari perusahaan ini, bagaimana penjualannya, seperti apa konsumennya, barang apa yang kita jual, dengan supplier mana kita bekerjasama dan sebagainya." Matanya mengernyit tampak tidak senang, "Sayangnya data yang ada masih berantakan, maukah kau merapikannya untukku? buatlah susunan data yang teratur dan terperinci menyangkut seluruh informasi tentang perusahaan ini, kau pasti tahu caranya bukan?"

Selly menganggukkan kepalanya, dia harus menghubungi banyak divisi untuk meminta semua data sebelum merangkumnya menjadi laporan lengkap.

"Bagus." Gabriel menganggukkan kepalanya, tampak senang." Dan perlu kau tahu Selly kau adalah asisten pribadiku, dan bukan hanya di perusahaan ini tetapi di perusahaanku yang lainnya, jadi sebisa mungkin aku akan membawamu kemana-mana." Lelaki itu mengedikkan bahunya, tidak mempedulikan eskpresi Selly yang terperangah, "Sekarang aku ada janji, jam tujuh malam aku akan kembali di sini, kuharap seluruh laporan itu selesai, kalau kau pulang duluan, letakkan saja di meja ini."

Dan kemudian tanpa menunggu jawaban Selly, Gabriel melangkah pergi, meninggalkan Selly yang benar-benar panik. Astaga! Gabriel menginginkan seluruh laporan yang rumit itu dikerjakan sekarang? Biasanya laporan seperti itu membutuhkan waktu beberapa hari!

Selly duduk dan menekan telepon untuk meminta data kepada semua divisi. Dia harus bergegas mengumpulkan semua data, kalau tidak dia bisa terlambat untuk bertemu dengan Rolan.

*** 

Rolan mengernyitkan keningnya, sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi Selly tapi teleponnya tidak diangkat, Selly tidak pernah begini sebelumnya, perempuan itu selalu siap sedia kapanpun Rolan menghubunginya, tiba-tiba saja benak Rolan merasa cemas, perasaan itu menyeruak di dalam dirinya seakan ada kekuatan jahat yang sedang mengancam Selly.

Setelah percobaan yang kesekian kalinya, akhirnya teleponnya di angkat, Rolan menghela napas, merasa sangat lega,

"Selly! Astaga, kenapa tidak kau angkat teleponmu?"

Suara Selly di seberang sana tampak gugup dan lelah, "Rolan... ya ampun maafkan aku Rolan, aku sibuk mengerjakan pekerjaanku hingga meninggalkan ponselku di tas, aku tidak mendengar kau menelepon, maafkan aku."

Rolan mengernyitkan keningnya, melirik jam tangannya, sebentar lagi ada pertemuan dengan dokter untuk membicarakan hasil tes, karena itulah Rolan menunggu-nunggu Selly,

"Kau masih di kantor?" tanyanya gusar. Kenapa Selly masih di kantor? bukankah butuh waktu hampir satu jam dari kantor Selly ke rumah sakit?


"Iya Rolan, maafkan aku. Aku... aku menerima promosi, sekarang aku menjadi asisten pribadi pemilik baru perusahaan ini, dan pekerjaan pertamaku adalah mengumpulkan seluruh data perusahaan, aku berusaha mengerjakan secepat mungkin... maafkan aku, tapi ini benar-benar banyak.... mungkin dua puluh menit lagi aku baru bisa ke rumah sakit, Rolan."

Tiba-tiba kegusaran di benak Rolan menghilang ketika mendengarkan bahwa Selly sudah hampir menangis. Ah. Ya Ampun, Rolan sama sekali tidak berhak memarahi Selly, pun Selly tidak seharusnya meminta maaf sampai seperti itu kepadanya. Selama ini Selly sudah memberikan waktunya tanpa pamrih dengan tulus kepada Rolan. Dan sekarang adalah waktunya Rolan yang mendukung Selly,

"Jangan terburu-buru sayang, ini cuma pertemuan dengan dokter kok. Lakukan pekerjaanmu sebaik-baiknya yah, aku tidak apa-apa sayang." 

Selly menghela napas panjang, "Terimakasih Rolan, aku akan segera ke rumah sakit setelah beres." janjinya sungguh sungguh, membuat Rolan tersenyum dan memberikan cium jauh sebelum menutup pembicaraan.

Rolan menghela napas panjang, dia lupa memberi selamat kepada Selly atas promosi yang diterimanya, tapi nanti pasti ada kesempatannya bersama Selly.... nanti... Rolan tersenyum tahu bahwa besok dia pasti sudah boleh keluar dari rumah sakit ini yang selama beberapa tahun telah menjadi tempat tinggal keduanya.

Dan setelah itu waktunya bersama Selly akan sangat panjang, mereka akan bebas menikmati waktu bersama-sama.... Begitu keluar dari rumah sakit, Rolan akan mengunjungi toko cincin. Ya,  dia akan langsung melamar Selly, menunjukkan kesungguhan hatinya dengan menikahi cinta sejatinya itu.

*** 

Rolan berjalan di lorong, hendak menemui dokter. Yah pada akhirnya dia akan menemui dokter itu sendiri, meskipun dia sudah tahu hasilnya, tidak akan ada yang berubah dari hasil pemeriksaan yang kedua ini, 

Dirinya sudah sembuh total... dan selain itu ada kekuatan besar  didalam dirinya yang terasa meluap-luap, seakan meminta untuk dipergunakan....

Sambil bersenandung Rolan berjalan menyusuri lorong rumah sakit itu, dan kemudian mengeryit ketika melihat ke depan.

Di depannya ada seorang perempuan berambut panjang dengan gaun kuning cerah berbunga-bunga, dia berjalan sendirian.... sambil berpegangan pada tepi lorong rumah sakit. Dan kemudian mulai terhuyung-huyung seakan hendak pingsan.

Secepat kilat Rolan langsung melompat dan menangkap tubuh kecil yang oleng ke belakang itu, tubuh itu terasa begitu ringan...

Rolan menatap perempuan yang masih lunglai dengan mata terpejam di pelukannya itu, dan menyadari betapa cantiknya perempuan yang ada di tangannya, tapi... perempuan itu pucat... sangat pucat hingga tubuh dan wajahnya seputih kertas.... apakah perempuan ini sakit?

Perempuan itu menghela napas panjang, lalu membuka matanya, mata hijau besar yang sangat bening, bibirnya tampak pucat dan bergetar ketika berkata-kata,

"Maafkan aku...namaku Sabrina." suaranya kecil dan lemah, "Seharusnya aku tidak boleh berjalan-jalan, tapi aku mencari perawatku... dia tidak ada."

"Anda pasien di sini?" Rolan makin cemas ketika melihat wajah perempuan itu semakin pucat, "Katakan di mana kamar anda, saya akan mengantarkan..."

Perempuan itu mengangguk, dan kemudian bibirnya membuka lalu menutup lagi, seakan kesulitan berbicara, setelah menghela napas panjang, dia berkata,

"Te... terimakasih.... aku, aku ada di bagian pasien kanker....maafkan aku.. sepertinya pandanganku berkunang-kunang" perempuan itu memejamkan mata, tubuhnya lunglai.

"Saya akan mengantar anda ke sana." Dengan sigap, Rolan mengangkat tubuh ringkih perempuan cantik itu ke dalam gendongannya, "Seharusnya anda tidak berjalan-jalan sendirian seperti ini." Sabrina, begitu tadi nama perempuan ini, dan ternyata Sabrina juga mengidap kanker. Rolan sendirilah yang paling tahu bagaimana lemahnya tubuhnya ketika digerogoti oleh penyakit itu. Dia pernah mengalaminya dan mengerti bagaimana rasanya.

Jauh di belakang lorong, Gabriel bersandar di dinding. Dari tadi dia mengamati semua kejadian itu, dan kemudian setelah Rolan menghilang di ujung lorong bersama Sabrina, Gabriel  tidak bisa menahan senyumnya. 

Ternyata mudah sekali .... Sabrina akan memuluskan rencananya yang berikutnya...


Bersambung ke part 5


63 komentar:

  1. Entah kenapa kebayangnya si selly bakal ama gabriel yg jd baik en jdnya musuhan ama rolland yg jd jahat krn ditinggalin selly...

    BalasHapus
    Balasan
    1. huwahaha...setuju banget!!! Q dari kemarin juga langsung bayangin selly ma gabriel yg perlahan-lahan tobat n justru rollandnya yang jadi jahat. *lirik mbak shanty penuh harap*

      Hapus
    2. Soalny dibicarakan ada jahat ada baik, ada keseimbangan kl gabriel jd baik pasti roland jadi jahat...tapi aku sumpah ga iklas kalau begono kejadiannya...ga suka kisah spt itu...klise seandainya begitu...tapi curiga yg jd tokoh utama malah gabrielnya...*super ga rela

      Hapus
    3. heeeeee naskah ini udah ada draftnya sampai tamat dear xixixixi semoga nanti tetep memberikan efek kejut dan menghibur semuanya yaah *ngitung2 jumlah pendukung rolan dan gabriel* hee :))

      Hapus
  2. Berhubung aku ngefansnya sama Gabriel, jadi aku dukung deh kalau Gabriel pedekate sama Selly, apalagi sampai jadian. Kkkkkkkkkkkkk,, #upsss so sorry Rolan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuuu!!! Jadian dg Gabriel aja...
      * Sorry buat Fans-nya Rolan ya*

      Hapus
    2. xixixixixi :D waaaa pendungkungGabrielGarisKeras *jadi ingat masa2 SWTD dulu hehehe*

      Hapus
  3. Aaarrrrhhh.... gabriel kereeennn.. harap selly bisa jatuh cinta ama gabriel..

    BalasHapus
    Balasan
    1. misi ya mba2 smua..*lirik kiri kanan*
      ini club pendukung ny gabriel ya..
      klw iya, aku ikutan nimbrung juga ya..aku juga milih selly jadian ama gabriel..
      ayo kita dukung gerakan 100 komen bwt selly n gabriel..
      mdh2an d kabulin mba santhy..*lirik mba santhy*..
      hehehehehe

      Hapus
    2. xixixixixi kayaknya ini perlu dibikin poling deh buat memilih mana yg dipilih Selly hehehe :D

      Hapus
  4. yaah mbaa.. Rolan nya jgn dibikin jahaaatt..hikshiks *fansRolan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju meyra ahmad. Dan roland jangan d bikin selingkuh ma sabrina ya mba shanty. Plisss....

      Hapus
    2. Rolan ga akan jahat kok, kisahnya nggak semudah itu, nanti dibikin lebih rumit dan bikin campur aduk perasaan *singsingkan lengan baju dengan semangat* hehehe :)

      Hapus
  5. Huaaa kenapa pada dukung Gabriel, aku sama sapa donk hihi ...

    Ishhh Sabrina rekayasa Gabriel y mb *oh no*
    Kalo Selly seruangan dengan Gabriel bisa2 cintrong donk hadeuh ...

    Thanks mb Santhy karyanya selalu mencerahkan hatiku :) #Eeeaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sini sayaang sama akuu eeh iyaa harusnya udah dikirim2 dear cuma krn ada 500an alamat yg berbeda jd mungkin ngantri yah dear takut salah kirim, kmrin aja udah ada 4 yg dibalikin krn salah alamat T__T

      jadi sayangku dukung siapa nih Rolan atau Gabriel hihihihihi

      Hapus
    2. Asyikkkk mb Santhy dukung Rolan aja ya *sodori cheese cake* hihi

      Oh kirain gegara diriku nambah CIR mb jadi luamooo pi ndak apa kok mb *selalu sabar sambil menopang dagu*
      Oh ya mb Dating ampe berapa part kah ???

      Aq dukung Romeo aja deh *ehhhhh *fans Damian nd keturunannya nih*

      Hapus
  6. Kyaaaaaaaaaa sebel ah sebel!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa jangan sebel sayaang, sini sini *usep2 kepalanya*

      Hapus
  7. gk boleh. rolan gk boleh jd jahat. rolan hrs ttp sma selly y mbak san san..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihihi banyak kejutan di kisah ini :) jd diusahakan ga ketebak readers yah :)

      Hapus
  8. WoW.. Mbak santhy.. gak tau mau nulis pujian kayak gimana lagi..
    TOOOOOOOOOPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP

    Peluk erat banget mbak santhy..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayaaang makasih yaaaaah heheheheh *balas peluk seerat2nya* :D

      Hapus
  9. wah makin seru aja....ih kasian rolan...huhuhuhu
    banyak bgt halangannya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe ke depannya lebih banyak lagi dear T___T

      Hapus
  10. mba santhy yang embrace thr cord nya kapan di posting
    penasaran nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah hari ini yah dear daku lagi meriang nih tapi diusahakan yah :))

      Hapus
  11. mbak shanty...etc pliisss...kangen ma jason nih, hiks2....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sayang lagi meriang nih, diusahakan hari ini maksimal besok yaah :))

      Hapus
    2. duh mbakq...jangan sakit,hiks2... Minum obat, selimutan,bobok sehari semalam biar cepet sembuh ya mbak? I Love Shanty Agatha ^0^

      Hapus
  12. ahh...gabriel dirimu kejam..tapi aku suka.:)
    karna ronal pya nya sih selli..:(

    thx mb san...^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehehe siaaap sayaaang semoga suka dengan bab2 berikutnya yaah :))

      Hapus
  13. walau si Gebril jahat tapi...wajahnya wow... menurutku lebih tampan dari Rolan hehe... Rolan kamu harus kuat & berhati" jebakan demi jebakan sedang menanti kamu di depan sana, Gebril sengaja memberi tugas berat soal laporan perusahaan supaya selly G bisa kerumah sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehehe kita lihat siapa yang menang dalam adu kecerdikan ini yah sayaang, ayooo selly kuaaattt :D

      Hapus
  14. ah~ mba santhy keren bngt ih #peluk2
    itu itu, gabrielnya ganteng tp nyebelin :/
    mksh mba santhy :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehehe iyaa Gabriel super jahat soalnya dia mewakili kekuatan kegelapan dear :)

      Hapus
  15. Ingat Rolan.... ingat kesetiaan Selly... please.....
    Kasihan Selly klo Rolan selingkuh.... hiks....
    Abis Gabriel sungguh kejam.... ugh.....
    Makasih Mba Santhy *peluk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehhe iyaa rolaaaaan ingaatttt *sambil menatap Rolan dengan serius* heeee
      sama2 sayaaaang

      Hapus
  16. kalau sampai selly jatuh cinta ke gabriel karena sering bersama, itu membuktikan bahwa selly ga bener2 setia. cuman masalah ga ada kesempatan aja tuh...

    ayolah mbak san, roland tetep sama selly ya.. masa kejahatan yang menang. masa kakek tua salah pilih orang kalau sempat roland berubah jadi jahat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati manusia ga ada yang tahu kita lihat hati siapa yg paling kuat yah Rolan, Sely atau Gabriel hehehe kisah ini nanti akan banyak intrik banyak hal2 nggak terduga dibaliknya heee maunya dibikin kisah yang super mengaduk2 perasaan dear :)

      Hapus
  17. gak suka ma Gabriel........ayoooo Selly n Roland jgn kalah ma kejahatan.*ketok kepala Gabriel pake sapu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Tuh kan Gabriel, kamu jahat sih banyak yg benci kan jadinya" bergumam sambil lirik si Gabriel yg kepalanya benjol diketok pake sapu hihihihi

      Hapus
  18. Dari awal ga suka Gabriel. Rolan for the winner.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehhehe semnagaattt rolaan, satu angka lagi buat rolan :)

      Hapus
  19. Mb, novel ARSAS ny, dikasih full visualisasi jg dunkz, soalnya aq msh sering bc ARSAS berulang2...
    Biar kebayang Damian Serena nya...
    O Damian....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe di blog ini udah ada dear nanti dikasih yah visualisasinya tunggu yaah :))

      Hapus
  20. mbak santhy kan identik dengan cerita romance yg laki2nya kejam di awal trus ujung2nya luluh. tp utk kasus ini aku dukung Roland mbak *eh hehee.. gabriel cariin couple lain aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hueeee iyaaaaa *korban pesona lelaki2 kejam yg bertobat* hiks hhiksskss *nangis di pojokan* hehehehe

      Hapus
  21. Gabrielnya Matt Bomer nooooo >.<
    Aku kan suka banget sama Matt Bomer...
    Dia cocoknya jadi Christian Grey :v
    hohohoho

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan sayaang bukan matt bomer, ini yang jadi castnya JAVIAR DEL MIGUEL seorang model Spanyol yg ganteng hehehe :D

      Hapus
  22. Wah..Wah...
    kalau saya nebak cinta sejatinya Gabriel itu Sabrina...

    BalasHapus
    Balasan
    1. heee Sabrina perannya lumayan penting di kisah ini :)

      Hapus
  23. q dkung joshua aja,hehe

    joshua n kpan mb santhy???!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah tar malam yaah naskahnya belum disiapin, semalam baru siapin another 5% part berikutnya :) kalo kondisi badan enakan nanti malam dipostingin yah sayang, agak meriang nih T__T

      Hapus
    2. ok mb santhy,semangat ya mga cpet sembuh.,

      Hapus
  24. Penasaran dengan photo Gabriel.
    Setelah searching di google,
    ternyata model terkenal bernama
    "Javier de Miguel"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaaapp betuuuul dia yang jadi castnya hehehehehe wajahnya cocok :D

      Hapus
  25. wahhhh , seru nihhh . ditunggu cap. selanjutnya . heheheh

    BalasHapus
  26. Binun milih sypa...*emot mikir
    Milih joshua aj deh,kangeeeeennn am joshua mba san
    Hiksshikss
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°ºea mba

    BalasHapus
  27. owhhh sabrina itu suruhan gabriel kah? Wah bakal makin mudah buat gabriel ngedapetin selly

    BalasHapus