Selasa, 28 Mei 2013

Embrace The Chord Part 3

PS : buat yg menunggu Crush in Rush dan Menghitung Hujan, Naskah masih dalam proses dipoles yah untuk episode sampai end khusus untuk blog ini :) jadi masih terpending postingannya kira2 tiga sampai empat hari lagi, semoga sabar menunggu yah. Untuk sementara Embrace The Chord dan Another 5% akan diposting secara berkala :) 


Musik itu mengalun memenuhi aula. Dan seketika itu juga Jason ternganga.
Anak perempuan ini.... anak perempuan ini...

Antusiasme langsung memenuhi diri Jason, membanjirinya, ini adalah rasa yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya. Rachel memainkan setiap gesekan nada dengan begitu mudahnya, seolah setiap nada bukanlah sesuatu yang sulit untuknya. Padahal musik yang dia mainkan membutuhkan latihan intensif dan konsentrasi tersendiri. Tchaikovsky tentu saja adalah favorit Jason. Dia menguasai semuanya, dan suka mendengarkannya, amat sangat tahu tingkat kesulitannya.

Rachel memainkannya dengan begitu mudah, gerakan tangannya menggesek biola, berpadu dengan jemarinya bergerak secara alami, semuanya begitu sempurna. Perempuan ini memiliki bakat alami, hanya saja belum terasah benar.
Jantung Jason berdebar, anak ini adalah berlian yang belum diasah. Jason tidak bisa melepaskannya begitu saja, antusiasme yang dibawa oleh nada-nada yang dimainkan oleh Rachel memberikan perasaan meluap-luap di dadanya, membuatnya ingin bermain. Dia langsung berdiri, melirik ke arah salah satu pegawai yang dengan sigap mengerti maksudnya. Pegawai itu langsung mengantarkan biolanya yang dengan hati-hati diletakkan di meja khusus.
Tentu saja Jason tidak menggunakan biola berharga yang diwariskan oleh ayahnya, biola dari ayahnya adalah Stradivarius, buatan abad ke 17, salah satu dari biola langka dan Jason amat sangat menjaga biola itu yang sekarang diletakkan di kotak kaca di rumah mamanya. Biola yang sering dipakai Jason sekarang sangat mahal dan langka, diberikan oleh seorang komposer di Austria sebagai hadiah atas kekagumannya akan permainan biola Jason, dibuat ratusan tahun yang lalu. Biola ini dibuat untuk Paganini tahun 1759, seorang pemain biola luar biasa, terkenal jenius dengan permainan biola yang sangat brilian. Biola Paganini sangat sulit dimainkan karena perbedaan yang kontras antara nada tinggi dan nada rendahnya, membuat sang violinist haruslah orang yang benar-benar ahli, tetapi jika dimainkan dengan baik hasilnya sepadan, suara yang dihasilkannya amat sangat indah, bening dan memukau. Hanya ada beberapa violinist di dunia yang mampu memainkan biola Paganini dengan baik, Jason adalah salah satu orang yang istimewa itu.
Setelah biola berada di tangannya, Jason membuka tempatnya, mengambilnya, lalu berdiri, dan kemudian masuk ke tengah musik, memainkan nada mengiringi permainan biola Rachel.
Seluruh ruangan terkesiap. Semuanya takjub akan alunan biola Jason yang ajaib, alunan dari si violinist jenius yang sangat jarang bisa mereka dengarkan secara langsung. Sekarang Jason bermain di depan aula, mengiringi permainan Rachel, menjadikan kesempatan ini sebagai kesempatan yang luar biasa bagi semua peserta audisi.
Rachel terperanjat ketika merasakan alunan biola yang indah dan sangat ahli mengiringinya di belakangnya, dia membuka matanya yang sedari tadi terpejam mengikuti musik yang dimainkannya, menoleh mengikuti arah suara itu, dan langsung bertatapan dengan mata indah Jason yang tajam.
Lanjutkan. Jason memberikan isyarat dengan matanya.
Antusiasme itu menular. Alunan musik biola Jason yang indah dan tanpa cela, membuat Rachel seperti dibangkitkan, dia lalu memainkan setiap nadanya dengan sepenuh hatinya. Bermain biola dengan diiringi oleh maestro sekelas Jason itu luar biasa! Astaga... benar-benar kesempatan yang luar biasa.
Alunan nada dari dua biola itu berjalinan, menciptakan simponi yang indah, membius seluruh aula. Semuanya terpana seperti terhipnotis, mendengarkan dengan mata berbinar. Dan kemudian, jatah waktu lima menit untuk Rachel berubah menjadi dua puluh menit lebih, memainkan nada awal Tchaikovsky, Violin Concerto in D major Op.35 sampai akhir, diiringi oleh Jason.
Ketika Rachel memainkan nada tinggi dan kemudian merendah dengan dramatis di akhir musik, semua peserta audisi ikut menghela napas, Jason tentu saja mengiringi dengan sempurna. Sampai kemudian gesekan terakhir yang menyayat, semakin pelan dan menghipnotis. Lalu selesai.
Rachel berdiri di sana, terengah-engah menatap ke arah penonton yang terpana. Jason berdiri di belakangnya, ada senyum puas di bibirnya.
Kemudian salah satu penonton memecah keheningan dengan tepuk tangannya. Seketika itu juga ruangan riuh rendah oleh karena tepuk tangan dan teriakan antusias, semua peserta audisi berdiri dan memuji.
Rachel menoleh mencari-cari Calvin, dan dia melihat lelaki itu tersenyum lebar, bertepuk tangan penuh semangat, lalu mengedipkan matanya memuji ke arah Rachel, membuat pipi Rachel memerah.
Rachel menoleh ke arah Jason yang masih berdiri di sana, dan kemudian membungkukkan tubuhnya penuh penghargaan atas kesediaan lelaki itu mengiringinya, memberikan pertunjukan dan pengalaman luar biasa kepada seluruh penonton di aula itu. Setelah itu, Rachel melangkah mundur meninggalkan panggung depan aula.
Semua orang menyenggol dan tersenyum lebar kepadanya di jalannya menuju ke arah Calvin, beberapa memuji dan menyelamatinya atas kesempatan langka itu, bisa bermain diiringi oleh Jason. Tapi yang dituju oleh Rachel hanyalah Calvin. Lelaki itu tersenyum bangga dan membuka lengannya lebar, membuat Rachel tanpa bisa menahan diri memeluk lelaki itu erat-erat.
"Hebat. Hebat." Calvin memeluk Rachel, setengah mengangkat tubuh mungilnya dengan sayang. Sementara Rachel meluapkan seluruh perasaannya, bangga, bahagia, antusias dan takjub di pelukan Calvin.
Jauh di atas panggung, di bagian depan aula, Jason menatap Rachel yang menghambur ke pelukan Calvin.

Ternyata perempuan itu sudah punya pacar.
Jason mengernyit. Lagipula, apa pedulinya? Tidak ada hubungannya dengannya bukan?
Salah satu mentor senior kemudian mendekati mic dan meminta seluruh peserta beristirahat dan makan di area makan yang telah disediakan sementara para mentor dan Jason akan berdiskusi. Pengumuman nama-nama peserta yang lolos akan diumumkan satu jam kemudian.
***
"Kau pasti mau Rachel masuk dalam list." Mr. Isaac tersenyum menatap Jason, "Sebelumnya aku tak pernah melihatmu bermain secara spontan seperti itu, Jason. Permainan anak itu memang hebat, meskipun belum terasah benar, di bawah tanganmu aku yakin dia akan menjadi hebat."
"Ya. Masukkan dia." mata Jason tampak kosong, "Aku tidak akan bisa benar-benar mengasah berlian itu. Aku hanya akan melatihnya selama tiga bulan."
Mr. Isaac menatap Jason dan tersenyum, "Kau bisa mengangkatnya sebagai murid khususmu setelahnya. Pada usiamu, aku dulu sudah membimbing murid khususku. Dan aku hanya melakukannya pada anak-anak yang memang benar-benar kulihat bakatnya, mengembangkannya dengan sempurna."
"Akan kupertimbangkan, aku baru melihatnya bermain satu kali." Jason mengerutkan keningnya, "Jadi dimana daftarnya?"
Mr. Isaac menyerahkan kertas lembar daftar sementara itu, "Evaluasi dulu, kalau-kalau ada yang ingin kau ubah."
Jason termenung menatap dua puluh nama-nama yang terpilih itu, matanya mengarah ke nomor 199 yang masuk ke dalam list, lelaki yang dia tahu dipeluk oleh Rachel setelah permainannya tadi. Nama lelaki itu Calvin Segita... Tiba-tiba Jason tersenyum ketika menyadari bahwa itu adalah nama direktur Akademi musik ini. Jadi akhirnya anak lelaki direktur berhasil lolos juga. 
Dan anak lelaki direktur itu adalah pacar Rachel.
Sepertinya tiga bulan ke depan akan sangat menarik bagi Jason.
*** 
Semua peserta audisi duduk di meja-meja yang telah disediakan di area prasmanan. Meskipun semua  tampak ceria, tetapi Rachel bisa melihat wajah-wajah cemas yang ada di setiap siswa, tentu saja, nasib semuanya akan ditentukan dalam beberapa menit lagi.
Rachel melahap roti pisang di depannya - makanan penutupnya - dengan nikmat, ternyata dia lapar. Karena mendapatkan giliran terakhir, sepertinya Rachel yang paling lama menahan rasa tegang, karena itulah perutnya jadi keroncongan. Setelah menghabiskan rotinya, Rachel meminum teh manisnya dengan senang.
Sementara itu Calvin menatapnya dan tersenyum, lelaki itu telah menghabiskan makanannya dari tadi dan meminum secangkir kopi sambil menunggu Rachel selesai makan,
"Melihat tubuh kecilmu, orang tak akan percaya kalau selera makanmu sebesar ini." gumamnya menggoda, membuat Rachel membelalakkan matanya pura-pura marah,

"Aku lapar." gumamnya sambil tertawa.

Calvin tersenyum, menatap Rachel kagum, "Kau hebat sekali tadi, luar biasa bisa membuat Jason mengiringi permainanmu, dan kau hebat, bisa mengimbangi permainannya, kalau aku berada di posisimu, aku pasti akan gugup dan jemariku membeku."

Rachel tertawa, "Mungkin aku hanya beruntung. Jason sepertinya telah merencanakan memberikan penutup kejutan untuk semua peserta audisi, kebetulan aku berada di nomor urutan terakhir, jadi akulah yang beruntung."

Tidak. Rachel tidak sekedar beruntung, Calvin tahu pasti akan hal itu. Ketika Rachel memainkan biolanya, dia kebetulan sedang mengamati ekspresi Jason. Lelaki itu telah memasang wajah datar sepanjang audisi, tetapi ketika mendengar permainan Rachel, matanya bercahaya, mula-mula terkejut, lalu antusias. Calvin tahu pasti bahwa Jason ikut bermain tadi karena dorongan spontannya, bukan direncanakan.

Suara panggilan terdengar di ruang besar aula, membuat Calvin terkesiap. Itu panggilan untuk berkumpul karena nama-nama yang lolos audisi akan diumumkan. Calvin menyesap kopinya untuk terakhir kali, lalu setengah berdiri dengan bersemangat,

"Ayo Rachel." ajaknya, dan tanpa kata Rachel mengikuti langkah-langkah cepatnya ke ruang besar aula.

***

Semua orang berkumpul dengan harap-harap cemas, menatap Jason yang duduk tenang di kursinya, masih dengan wajahnya yang tak terbaca. Lelaki itu menyerahkan selembar kertas kepada mentor senior yang mendampinginya, dan mentor itupun menghadap mic, mengumumkan semua nama.

Nama-nama disebut secara berurutan. Menimbulkan berbagai emosi, bagi yang disebut namanya tentu saja itu merupakan kebahagiaan yang luar biasa, ucapan syukur terdengar diantara kerumunan, beberapa menerima ucapan selamat dari yang lain. Tetapi semakin banyak jumlah nama yang diumumkan, semakin banyak pula wajah-wajah cemas dan tegang di antara semua peserta audisi, karena kesempatan mereka dipanggil akan semakin kecil.

Calvin tanpa sadar menggenggam tangan Rachel erat-erat, Matanya menatap tegang, terpaku pada sang mentor yang mengumumkan semua nama berurutan. Rachel melirik jemari mereka yang bertaut dan tersenyum, sesungguhnya dia tidak peduli dengan hasil pengumuman ini. Berdiri di sini, berbagi rasa tegang dengan Calvin dan bergenggaman tangan sungguh merupakan suatu momen yang tak tergantikan.

Pengumuman sudah sampai ke nomor sembilan belas, jantung Rachel tiba-tiba ikut berdebar, tinggal dua nama lagi dan Calvin belum disebut. Dia berdoa dalam hati memohon supaya Calvin lolos, memohon dengan sangat supaya lelaki itu tidak mendapatkan kekecewaan lagi.

Dan ternyata Tuhan mengabulkan doanya. nama Calvin disebut. Lelaki itu menegang, dan kemudian tersenyum lebar ketika Rachel memeluknya setengah memekik dengan bersemangat. Calvin memeluk Rachel erat-erat.

"Akhirnya aku lolos Rachel!" serunya penuh kegembiraan, menenggelamkan Rachel dalam pelukannya.

Dan pada saat yang sama, nama terakhir yang lolos diumumkan, dan itu adalah nama Rachel. Calvin dan Rachel membeku, bertatapan seakan tak percaya. Lalu Calvin tertawa bahagia,

"Kau lolos juga!" serunya senang, "Kita akan masuk kelas khusus bersama-sama!" dengan bahagia dipeluknya tubuh mungil Rachel, setengah diangkat.

Orang-orang berkerumun memberi selamat. Ada wajah kecewa ada wajah bahagia dalam kerumunan itu, sebagian pasti juga berpikir akan mencoba lagi tahun depan di kesempatan berbeda. Setelah pengumuman ditutup, kerumunan itupun bubar.

Dalam perjalanan ke mobil mereka, Calvin dan Rachel masih berangkulan, tertawa begitu bahagia, masih tidak percaya dengan keberuntungan mereka.

"Tiga bulan ke depan pasti akan luar biasa, aku tidak percaya kita berdua lolos bersama-sama, sungguh menyenangkan." Calvin masih bergumam tidak percaya akan betapa beruntungnya mereka.

Rachel sendiri tentunya terkejut. Dia tidak menyangka bahwa dia akan menjadi salah satu dari dua puluh anak yang beruntung. Setahunya, masih banyak peserta dengan teknik yang lebih sempurna dari dirinya. Tetapi bagaimanapun juga, dia tidak tahu bagaimana pertimbangan penilaian audisi itu. Mungkin saja mereka semua memiliki pertimbangan sendiri.

Tiba-tiba langkah Calvin yang masih merangkulnya terhenti, membuat langkah Rachel yang sedang melamun terhenti seketika. Rachel mendongak, menatap bingung ke arah Calvin.

"Kenapa kita berhenti...." matanya mengikuti arah mata Calvin yang terpaku dan tertegun, dan kemudian dia melihat Jason... lelaki itu berdiri dengan tenang di tempat tersembunyi di area parkiran mobil hanya sekitar empat langkah dari posisi mereka berdiri sekarang. Pandangannya lurus ke arah Rachel, dan sepertinya dia sedang menunggu mereka....

Karena Calvin masih terperangah membeku tak percaya akan apa yang dia lihat, Jasonlah yang melangkah mendekat lebih dulu. Tersenyum dengan senyum khasnya yang mempesona,

"Selamat, kalian berdua lolos masuk ke kelas khusus." lelaki itu mengulurkan tangan dengan sopan.

Calvin tampak terpaku, tetapi dengan cepat dia menjabat tangan Jason, tak kalah sopan,

"Terimakasih, sungguh suatu kebanggan sendiri bisa masuk ke kelas anda. Anda adalah motivasi terbesar saya dalam bermain biola..." Calvin langsung menghentikan kalimatnya, menyadari kalau dia terlalu banyak berkata-kata.

Jason hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia lalu menolehkan kepalanya kepada Rachel.

"Hai. Kita bertemu lagi. Meskipun pertemuan terakhir kita sepertinya tidak begitu menyenangkan." tatapannya tersirat, penuh arti membuat pipi Rachel memerah.

Apanya yang tidak menyenangkan? Bukankah lelaki itu yang bersikap galak di pertemuan terakhir mereka? Rachel kan hanya mengikuti alunan musik secara tidak sengaja?

Ketika Rachel hanya diam saja, Jason melanjutkan.

"Permainan biolamu sangat hebat, dan duet kita tadi menyenangkan. Semoga tiga bulan ke depan banyak ilmu yang bisa kau dapatkan." gumamnya lembut.

Dan kemudian tanpa diduga, Jason meraih tangan Rachel dan mengecupnya lembut. Membuat Rachel terperangah sampai lupa menutup bibirnya.

"Sampai jumpa lagi." gumam Jason setengah geli melihat ekspresi Rachel. Lelaki itu lalu menganggukkan kepala kepada Calvin dan kemudian melangkah pergi. Meninggalkan Calvin dan Rachel yang masih terpaku kebingungan.

***

"Kenapa kau diam saja sepanjang malam ini, sayang?" Arlene, kekasih terbaru Jason. Seorang janda muda dan kaya berusia tiga puluh tahun yang sangat cantik cemberut dan melirik ke arah Jason yang hanya diam sepanjang tadi. Mereka berdua sedang berada di pesta yang diadakan oleh sahabat Arlene. Sejenis pesta jamuan malam yang diakhiri dengan acara bincang-bincang. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tetapi pesta ini masih ramai, Arlene dan Jason duduk di sofa besar di sudut ruangan, bersama pasangan lainnya dan sedang membicarakan hal-hal tidak berarti.

Jason melirik ke arah Arlene dan tiba-tiba saja merasa muak. Oh Tentu saja, Arlene adalah korbannya yang berikutnya. Perempuan ini jelas-jelas murahan dan gila harta seperti ibunya, Arlene telah memperoleh bagian cukup besar dari perceraiannya yang menghebohkan itu dan kemudian menggunakannya untuk berfoya-foya. Perempuan itu memang memiliki koneksi di dunia musik karena suaminya adalah mantan promotor konser musik klasik di negara ini. Mereka bertemu tanpa sengaja di suatu pesta dan tanpa malu-malu Arlene melemparkan umpan kepada Jason, mengatakan bahwa dia benar-benar tertarik kepada Jason.

Jason tentu saja langsung memakan umpannya. Perempuan seperti inilah yang dicarinya, perempuan bodoh, genit, gila harta yang akan menjadi pelampiasan tepat untuk dendam yang masih membara di benaknya. Saat ini, seperti biasa dia sedang berperan sebagai kekasih yang baik. Arlene akan dibuatnya jatuh cinta setengah mati kepadanya. Dan ketika sampai di titik Arlene tidak bisa hidup tanpanya, Jason akan mencampakkannya dengan kejam.

"Aku lelah, kau tahu aku baru saja mengaudisi dua ratus siswa tadi." Jason bergumam dingin, berusaha bersikap biasa ketika dengan menggoda Arlene duduk merapat padanya, dengan sengaja menyenggolkan payudaranya yang ranum dan hanya dibungkus gaun dengan belahan dada sangat rendah untuk memamerkan belahannya.

Tapi Jason sedang tidak tertarik, pun ketika Arlene berusaha memberi isyarat meminta untuk bercumbu dengannya. Lelaki itu malahan berdiri dan menggelengkan kepalanya,

"Kurasa aku harus pulang. Aku lelah." dia mengedikkan bahunya kepada Arlene, "Sampai nanti Arlene."

Dan kemudian Jason meninggalkan Arlene yang masih memanggil-manggil namanya. Dia tidak peduli. Lagipula dia tidak berkewajiban mengantar Arlene pulang karena perempuan itu tadi datang kemari sendiri dengan diantar oleh supirnya.

***

Sekali lagi Jason terbaring dalam keheningan malam di kamarnya. Matanya menatap langit-langit kamarnya. Sekelilingnya gelap karena Jason mematikan semua lampu.

Seharusnya dia bisa langsung tertidur karena dia lelah sekali. Tetapi dia tidak bisa tidur. Ketika dia memejamkan mata, alunan musik itu terbayang di benaknya, alunan musik yang memainkan nada indah... nada duetnya bersama Rachel.

Anak perempuan kecil itu adalah berlian. Jason mengulang kembali kesimpulannya. Berlian itu harus diasah di tangan yang benar, kalau tidak dia akan rusak. Dan Jason tidak akan membiarkannya rusak.

Ada yang harus dilakukannya besok, pagi-pagi sekali.

***

"Aku tak percaya kau lolos." Mamanya meletakkan sepiring omelet di depan Rachel, yang langsung dimakan Rachel dengan lahap.

Mereka sedang sarapan bersama di pagi hari. Dan mamanya masih saja membahas hasil pengumuman kemarin.

"Mungkin permainan biolaku cukup bagus." Rachel tertawa, menggoda mamanya yang mengerutkan keningnya. Mamanya tampaknya sangat serius dalam segala hal terutama menyangkut musik, Rachel takut hal itu akan menambah keriput di wajah mamanya yang masih cantik.

"Mama yakin masih banyak yang lebih sempurna darimu. Kau selama ini hanya mempelajari biola setengah-setengah, tidak sepenuh hasratmu." Mama Rachel duduk di depan Rachel dan tatapannya berubah serius, "Kalau kau sudah menjalani kelas khusus bersama Jason ini, kau harus menetapkan pilihanmu pada biola dan menjalaninya dengan serius Rachel."

Sebelum Rachel menjawab, telepon rumahnya berbunyi. Sang mama mengerutkan keningnya, bergumam tentang siapa yang menelepon rumah sepagi ini, lalu beranjak berdiri dan mengangkat telepon.

Rachel tentu saja tidak mendengarkan pembicaraan mamanya ditelepon yang terdengar sangat serius itu. Dia malahan asyik melahap omelet buatan mamanya yang sangat enak.

Sampai kemudian mamanya meletakkan telepon, wajahnya pucat..... mungkin efek dari pembicaraannya? Dan kemudian dia duduk di depan Rachel dengan mata membelalak tak percaya.

Lama kemudian mamanya masih seperti itu hingga Rachel merasa cemas,

"Ada apa mama?"

Mamanya tergeragap, seolah dibangunkan dari lamunannya, tetapi ekspresi takjub masih tampak di matanya, bibirnya membuka sedikit gemetar,

"Itu tadi..... Astaga. Itu tadi Jason sendiri yang menelepon! Dia meminta kita datang ke akademi, katanya dia ingin menjadikanmu murid bimbingan khususnya yang pertama!"

Bersambung ke part 4
 

57 komentar:

  1. I like the existing posts in this blog. Yes for blog success and continue his work
    few want to share
    opportunities financially free

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Ilham Pratama.. You should have permit first if you wanna make an Ads in this blog..
      Make permisi, say..orang Indo kan?? Belajar PPKn kan jaman skul dulu??

      Ga malu yee???
      masuk dblog yang mayo followersnya kaum Hawa??

      Maaph mbak Santh aq ngamuk..ga suka aja aq ama org yang g permit nyebar2 Ads..nie juga kjadian di blognya mbak Shin soalnya--walo dg org yg beda--

      Anw,,,still hoping ini bakal naik cetak, amiiiin.

      Hapus
    2. Sebagai sesama fans mbak Santhy Agatha Aku Setuju sama mbak riska nova..
      Kalo orang Indo yg sopan+baik itu pake permisi..

      Sabar ya mbak..

      Hapus
  2. Crush in rush :'( 3-4 harii hiks.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sbar yah.. Msih proses editing..:)

      Hapus
  3. Jadi iri pengin denger permainan biola jason, pasti sabar mb Santhy menanti;-)

    BalasHapus
  4. keren.................
    kak shanty emank hebat...critanya bagus banget

    BalasHapus
  5. embrace chord 3 nya kerrreeeeennnn!!! Suka duet jason dan Rachel. ( Tapi nama Jason ada yg salah ketik jadi Joshua mbak,hehe...)
    I Love Santhy Agatha ^0^

    BalasHapus
  6. Woww, Jason aku padamuuuuu ^^

    BalasHapus
  7. waah si jason punyaa niat terselubung tuuh...heee
    lnjutanx donk mbak...heee
    maaf yaa mbak san.. ru krang nimbruungx...
    coalx dri kmrin bgung gmna cra masuin coment...hahaaa

    BalasHapus
  8. I do love you, Jason! I really do! <3

    BalasHapus
  9. kangen joshua mb santhy.,,,,
    mksh bwt jason ny.,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sbar yah.. Msih proses editing..:)

      Hapus
  10. Mbak ada typo lagi.....Jason jadi Joshua.....hihihi
    Kok Jason suka tante-tante sih...aaaaaaaa kepo!!
    Keren bangettttt!!

    BalasHapus
  11. huahhh...keren banget mbak shanty.. :)

    BalasHapus
  12. lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuut mbaaaaaaaaaaa

    BalasHapus
  13. Kerennn mba shanty...
    Penasaran sama part selanjutnya..
    penggambaran mamanya abis nerima telpon lucu bangetttt..
    Kaya abis dapat berita duka heheheheheh
    semoga lanjutnya cepettt

    BalasHapus
  14. Wow ...

    ikh kok ada Arlene juga sih *jambak2 rambutnya* hihi ...

    Jason so sweet :*

    Malasih mb San ..

    BalasHapus
  15. hahhh Mba san kerenn...
    Itu jason hahh
    mba aku ska smua tulisan mba karna jenis tulisan seperti ini yg aku suka #plakk

    BalasHapus
  16. akhirnya jason ketemu wanita yang sesuai :D

    BalasHapus
  17. hey..hey apaan itu si jason maen kecup2 tangan Rachel...knpa gk tanganku aja???? Wkwkwk (*´∩`*)

    aku bacanya sambil bayangin visualisasiny jason, jd mesam mesem gitu mbak.
    crush in rush nya selalu dinanti mbak cantik (·ε·;)

    BalasHapus
  18. Jason mank tipe bad boy qt smua~
    Jason, love u so much dehh ~♡♡

    Makasie mbak San cantikk.. :D

    BalasHapus
  19. Siapa yang nyangka cowok Flamboyan spt Jason akan bertekuk lutut didepan gadis kecil spt Rachel ....:-)br menunggu ...
    Smgt trus mbaa Santhhh....!

    BalasHapus
  20. Suka bangeeeeeeettt ETC part 3 ny. Emosi ny dapet banget.

    Aaaakkk.. Nahan rindu 3-4 hari lagi sama Joshua. Ga sabar tapi harus tetep sabar for best ending.

    Thaaankkkss a lot mbak postingan ny. Aku suka semua tulisan mbak san :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sbar yah.. CIR-ny msih dlm proses editing ;)
      Scepatny akn d slesaikn..:D

      Hapus
  21. mba santhy, yang ini dijual bukunya ga? kalo yang crush in a rush masih bisa mesen???

    BalasHapus
    Balasan
    1. @anindisa : utk info aj ya..:), crush in rush bsa d PO dlu.. Tpi msih dlm proses edit n blm naik cetak..:), klo udh naik cetak n mau psen, bsa lsg d psen d nulisbuku.com :)

      Hapus
  22. yiiihhhaa..:D Jason you rock man..:)

    thx mb san..berbaik hati memposting jason..:^^

    BalasHapus
  23. jason terpesona dengan mainan biola rachel atau dengan orangnya juga nehhh?

    BalasHapus
  24. Itu Rachel nya yaampuuun beruntung banget eksklusif nyicipin jadi murid pertama Jason hoho aku pengen juga._. Ah yaampuuun kangen sama Kiara & Joshua mesti sabar2 ini menanti hoho~

    BalasHapus
  25. jason terpesona dengan mainan biola rachel atau dengan orangnya juga nehhh?

    BalasHapus
  26. Keren... keren... nggak sabar ♥♥♥

    BalasHapus
  27. KYAAAAAAAAAA.... JASON CEMBOKUUUUUUUR MA CALVIN......

    AKHIRNYA.. Jason terpesona jg sm "anak kecil"
    HAHAHAHAAAAAAAAAA.....

    BalasHapus
  28. eaaaaaa.. Jason modussssss.. kekekeke

    BalasHapus
  29. gak sabar buat part selanjutnyaaa.. U,uu..
    Part 4nya post dong kak.. :(

    BalasHapus
  30. berarti wiken ini CIR tamat ya mbak? hehehehe.... maruk minta di post banyak banyak... ;D
    jasooon keren. makasih mbak shanty... ketjup ketjup :*:*

    BalasHapus
  31. wah jason bkal ngluarin jrus ap y tuk deketin Rachel??wkwkwk

    jason jealous??? itu akn mnjdi hal yg mnrik dr crta nie :)

    semangat trus y mba San ♥♥♥ :D

    BalasHapus
  32. Mba santhy.. keren bgt wooww dtggu nezt chap

    BalasHapus
  33. jason kece hahha.. makin seru nih ^_^

    BalasHapus
  34. Lagi...lagi.... 1 bab lagi dunk Mba San... *wajah memelas*

    BalasHapus
  35. Aaaah aku suka banget sama cerita2nya Mbak Santhy :D
    Udah kangen sama Joshua tapi terobati sama ceritanya Jason :)
    Btw, baru kali ini lho aku comment di sini hehe soalnya biasanya agak susah via HP jadi baru sekarang deh via laptop hehe..

    BalasHapus
  36. jason
    udah punya ksah sendiri, pantesan jrg nongol d apartment joshua
    ●๋•нι..нι..нι..●๋•
    menanti CR :)
    mbak san. .
    tingkyu. . :)

    BalasHapus
  37. itu sebelum nginep d tempat joshua y mba critanya? critanya bgus,great mba san.. sampe aq ikut sebel ma jason, abis sikapnya dingin bgt.. tp knp yg lain malah tergila-gila yah ma jason.. hmmm -_-

    BalasHapus
  38. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  39. Mbak~~~ gregetan! Mbak hari ini post lagiya mbak? /puppy eyes/ Ayolah mbak kkk~~

    Mbak, itu Jason asdfghjkl banget. Masak langsung maim cium tangan terus telfon lagi, udah sampe ibunya begitu dan Calvin, kamu sukakan? kamu sukakan sama Rachel haha? /sotoy/

    Ih, mbak pacarny Jason masak janda sih? kenapa gak aku aja? kan lumayan meskipun nanti dipatahin /jeder/ Dan aku tunggu lanjutannya ;)

    BalasHapus
  40. Aduhhhh...jason knp hrs ma tante2 siy...
    Ma aq aja sini

    BalasHapus
  41. Jason mulai penasaran juga, perkembangan yang oke. Yah... walau awalnya karena biola, lama kelamaan Jason bakal jatuh juga karena sikap cuek nya Rachel. Giliran Jason yg ngemis2 cinta ma cewek. Kualat hahaha....

    Btw... Jason bakal ganggu Rachel n Calvin ya. Secara dia kan ga tahu kalau mereka ga pacaran. Satu lagi kesalahan prediksi Jason.

    Mbak... itu typo ya. Kok mama nya Rachel umurnya 30 sih? Sedangkan Rachel umurnya 18 tahun. Masa mama nya punya anak umur 12 tahun.

    Cepet update ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayaang yang usianya 30 tahun bukannya Arlene, pacarnya di Jason yah?
      aku belum nulis atau menginfookan umurnya mamanya Rachel sayaang di bab ini T___T

      Hapus
  42. thankies mbak Santh..
    Masih dengan koment yg sama...
    Aq b'harap nie bakal naik cetak... #Fingercross.. Amiiinn..

    BalasHapus
  43. Aiiihhhhh,,,, jasoonnn akhrny ktmu sm 'pnakluk'ny.. Xixixixi
    Siaappp!! Siappp mnunggu Joshua dtg krmh,, xixixixi
    Mksh Mba Santhy...

    BalasHapus
  44. Jujur y mba santy yg baik hati...aku mah ga pduli crita yg mn yg d posting, asalkan itu crita karya mba santy pasti aku udah excited buangettt! ^,^ Heheheh

    BalasHapus
  45. Jason.. I luv U..
    Asyik...
    Mbak.. jangan lupa jaga kesehatan ya..
    Mbak san2 semangat ya.. Lanjut..
    Makasih MBak San2 dah dipostingin..

    Luv U full.

    BalasHapus
  46. jason jason... Oh my..! Bagaimana cara ngedeskripsikan seorang yang bernama jason ini ya... Aduuuh... Beruntung sekali rachel bakal jd seseorang yg spesial.. Cieeee bunga bunga cinta...

    BalasHapus
  47. Salam kenal...
    Saya fans baru mbak shanty agatha
    Gk sabar nuggu embrace the chord

    BalasHapus