Jumat, 21 Juni 2013

The Vague Temptation Part 3



PS : Visualisasi si mata abu-abu diganti yang lebih cocok ya :) enjoy !

"Oh kalau begitu, maafkan saya." Alexa langsung tersadar bahwa lelaki di depannya ini bukan lelaki yang seharusnya ditemuinya. Dia harus menemukan pak Firman yang sekarang entah berada di mana,  "Sepertinya saya salah masuk ruangan." dengan gugup Alexa berdiri dari duduknya lalu setengah membungkukkan badan dengan sopan ke arah Nathan,  dan buru-buru membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi dari ruangan itu.

"Kau tidak salah masuk ruangan Alexa, memang kau seharusnya kemari. Aku sudah menyuruh pak Firman pergi tadi." 


Kata-kata Nathan membuat langkah Alexa yang sudah di dekat pintu terhenti, dia lalu membalikkan tubuhnya dan menatap Nathan bingung,

"Anda menyuruh pak Firman pergi? jadi mutasi saya ada hubungannya dengan anda?"

Nathan tersenyum manis, "Mutasimu hanya digunakan sebagai alat supaya aku bisa menemuimu tanpa menimbulkan gosip. Bahkan atasanmu sekarang di bagian administrasipun tidak tahu menahu tentang hal ini. Aku menempatkanmu di bawah pengawasan pak Firman karena beliau adalah salah satu orang yang aku percaya di perusahaan ini." Nathan memberi isyarat dengan tangannya, "Kemarilah, duduklah dan akan kujelaskan semuanya."

Sejenak Alexa meragu, tetapi ini perintah dari sang presiden direktur bukan?  Akhirnya dengan pasarah dia menurut dan duduk di kursi yang disediakan di seberang meja yang luas itu.

*** 

"Mungkin gosip tentangku sudah tersebar bahkan sebelum kedatangannku." mata cokelat Nathan menatap Alexa dengan tajam, membuat Alexa menundukkan kepalanya tak berani menjawab. "Yah setelah kehebohan di keluargaku, memang pantas kalau gosip langsung tersebar di kalangan pegawai. Apalagi aku datang dengan tiba-tiba kemari, tentu saja menimbulkan banyak spekulasi, karena itulah aku harus bertindak ekstra hati-hati Alexa...."

Nathan mengawasi Alexa dari ujung kepala sampai ujung rambutnya, penampilan Alexa bisa dikatakan tidak istimewa, rambutnya digulung seadanya bahkan agak berantakan di tengkuknya, dan kacamata tebal yang bertengger di ujung hidungnya yang mungil semakin membuat penampilan Alexa tampak sederhana dan polos.

"Kau pasti bingung kenapa aku merasa perlu untuk menemuimu." Nathan bergumam setelah menyelesaikan pengamatannya, "Tetapi aku membutuhkan bantuanmu."

"Bantuan saya?" Alexa membelalakkan matanya, kata-kata Nathan membuatnya berada di puncak kebingungannya.

"Ya. Dalam waktu dekat akan ada seorang yang menjemputmu dan memintamu memilih, pada saat itu, aku ingin kau membantuku dan memilihku."

"Memilih anda?" kali ini benak Alexa berputar, tiba-tiba saja dia teringat akan kata-kata si mata abu-abu malam itu sebelum mengatakan bahwa dia telah mentransfer uang dalam jumlah banyak kepada Alexa, si mata abu-abu itu mengatakan bahwa Alexa harus membalas budi dengan memilihnya. Tanpa sadar dia mengutarakan apa yang ada di benaknya kepada Nathan, "Apakah anda.... apakah anda ada hubungannya dengan seorang lelaki bermata abu-abu?"

Ekspresi Nathan yang ramah langsung berubah seketika menjadi waspada, matanya menyiput tajam, membuat Alexa gugup,

"Apa?" suaranya berupa desisan, tetapi ada kemarahan yang tersembunyi di sana, seakan siap meledak jika ada yang menualahan sumbunya.

Alexa menelan ludahnya, menatap Nathan takut-takut.

"Seorang lelaki bermata abu-abu menemui saya... dia.. eh memberikan bantuan untuk saya, dan berpesan bahwa suatu saat saya harus membalas budi dengan memilihnya. Kata-katanya... hampir sama dengan yang anda katakan tadi, karena itu saya bertanya apakah mungkin ada hubungannya."

Nathan langsung tersenyum muram mendengarkan jawaban Alexa, "Rupanya dia selangkah lebih cepat." gumamnya tenang, membuat Alexa menatapnya ingin tahu. 

Apakah kata-kata Nathan itu berarti bahwa sang Presiden Direktur ini mengenal si mata abu-abu itu?

Nathan menatap Alexa, membaca keingintahuan di mata perempuan itu, lalu tersenyum tipis.

"Dia memberimu uang ya untuk menyelesaikan hutang-hutang ayahmu?"

Kali ini Alexa ternganga, bagaimana bisa sang presiden direktur mengetahui tentang permasalahan di rumahnya dan mengetahui tentang hutang-hutang ayahnya?

Tetapi di bawah tatapan mata tajam Nathan, tidak ada yang bisa Alexa lakukan selain menganggukkan kepalanya.

Nathan memajukan tubuhnya ketika melihat anggukan kepala Alexa, "Apakah kau sudah menggunakan uangnya?"

Alexa langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak.. saya,.. saya berencana menemui  lelaki itu dulu untuk meminta penjelasan.. saya tidak bisa begitu saja menggunakan uangnya...." Alexa menelan ludahnya lagi, "Uangnya... jumlah uang yang diberikan di rekening saya... banyak sekali..."

Nathan tersenyum sinis, "Memang begitu cara dia bertindak, selalu menggunakan uang untuk menyelesaikan segalanya. Well Alexa, karena aku sudah jelas-jelas kalah cepat, maukah kau bertindak adil kepada kami?"

"Bertindak adil?" Alexa mengerutkan keningnya.

"Ya, aku minta jangan dulu gunakan uang itu. Akupun kalau mau bisa memberikan bantuan kepadamu sebanyak yang kau mau, tetapi rupanya aku kalah cepat. Karena itulah aku mohon kau bertindak adil. Jangan gunakan dulu uang itu sampai kau mengetahui keseluruhan ceitanya dan bisa memilih, kepada siapa kau akan meminta tolong."

Kata-kata Nathan semakin misterius saja, membuat Alexa semakin bingung,

"Sebenarnya ada apa? bisakah anda memberi penjelasan kepada saya?"

Nathan menggelengkan kepalanya, "Aku dilarang untuk melakukannya. Tetapi kau akan mendapat penjelasan, Alexa pada saatnya nanti. Sekarang kau bisa memindahkan barang-barangmu dulu ke bagian personalia, mulai sekarang kau ada di bawah pengawasan pak Firman, orang kepercayaanku."

*** 

Mobil sport warna merah itu berhenti di depan sebuah rumah besar yang memancarkan lampu kuning lembut membelah malam yang suram.


Lelaki bermata abu-abu keluar dari mobil itu dengan wajah muram, membanting pintu mobilnya dan melangkah dengan langkah lebar-lebar menaiki tangga teras, dia membuka pintu rumah itu dan melangkah masuk ke dalam lobby yang besar dan megah, dipayungi oleh tangga yang menjulang ke atas di kiri dan kanannya. 

Lobby ini adalah tempat kakeknya menerima tamu-tamunya. Matanya melirik ke arah jam di dinding, merasa kesal. Ya. Pergi ke rumah kakeknya yang mewah ini sangat dihindarinya, dia tidak suka kepada kakeknya yang telah menimbulkan kekacauan di keluarga ini dengan membawa anak haram itu masuk ke keluarga mereka.

Dan ayahnya... si mata abu-abu mencibir dalam hati, ayahnya hanyalah boneka yang lemah, setelah membawa skandal ini, sekarang yang dilakukan si ayah adalah bersembunyi di bawah perlindungan kakeknya, lupa bahwa dia telah menyakiti hatinya dan hati mamanya.

Dia langsung teringat pada mamanya yang rapuh dan tatapan sedihnya. Meski berusaha tersenyum di depannya, dia tahu sang mama selalu menangis di malam-malamnya menjelang tidur. Mata yang sembab dan bengkak tidak bisa menyembunyikan semuanya. Sejak pengkhianatan ayahnya terhadap keluarga mereka terbongkar, dengan ditemukannya si cucu haram yang tiba-tiba dibawa masuk ke keluarga ini oleh kakeknya, hati mamanya tentu saja hancur lebur. Ya, pasti sangat berat bagi mamanya ketika mengetahui bahwa suami yang dinikahinya berpuluh-puluh tahun ternyata mengkhianatinya sampai menghasilkan seorang anak haram, belum lagi harus menghadapi gunjingan di seluruh keluarga besar mereka. 

Tentu saja lebih banyak yang membela mereka daripada si cucu haram itu, tetapi tetap saja, dalam keluarga besar ini, dukungan sang kakek adalah yang utama. 

Dia sudah tidak bisa mengharapkan ayahnya lagi, jadi sekarang yang bisa dilakukannya hanyalah mencoba mendapatkan hati kakeknya.

"Pasti kau merasa sangat puas Daniel"  suara itu membuat mata abu-abu Daniel menyala dan langkahnya terhenti, dia menoleh dan mendapati Nathan sedang bersandar di dinding, tersenyum santai ke arahnya.

Nathan... saudara tirinya, anak haram ayahnya, lelaki yang masuk ke keluarga mereka dan merusak semuanya. Tetapi bagaimanapun juga, Daniel berhak merasa terancam. Nathan benar-benar saingan yang sempurna, lelaki itu lulusan MBA di sebuah universitas ternama di inggris, di usianya yang masih begitu muda, dia sudah berpengalaman menjadi CEO dua perusahaan besar di inggris dan membawanya ke dalam kesuksesan, tingkah lakunya sempurna, penampilan dan sikapnya menawan...dan hal itulah yang membuat kakeknya terpesona kepadanya ketika menemukan sang cucu haramnya ini, hingga begitu percaya kepadanya.

Posisi sebagai presiden direktur di perusahaan itu seharusnya milik ayah Daniel... ayah Nathan juga, tetapi sang kakek telah mencabut posisi itu sebagai hukuman untuk ayah mereka, dan kemudian tanpa diduga malahan mengangkat Nathan sebagai presiden direktur di sana, alih-alih memilih Daniel yang seharusnya lebih berhak. Hal itulah yang menimbulkan kehebohan di keluarga mereka beberapa waktu terakhir ini, semua keluarga langsung memprotes keputusan itu, yang langsung ditolak mentah-mentah oleh kakeknya yang keras kepala.

Semua usaha Daniel, untuk menjadi anak yang sempurna, semuanya musnah ketika Nathan muncul dalam kehidupan mereka, dan Daniel tidak akan memaafkan Nathan karenanya, demi dirinya, demi mamanya, dia tidak akan pernah mengakui Nathan sebagai saudaranya.

"Puas tentang apa?' Daniel hampir menggeram, menatap Nathan dengan dingin.

Nathan mengangkat bahunya, "Karena berhasil satu langkah di depannku... kau menemui perempuan itu lebih dulu, bukan?"

Ada kilasan kepuasan di mata Daniel ketika melihat Nathan. Ya, walaupun tersenyum, Nathan tampak gusar, rupanya lelaki itu tidak terbiasa dikalahkan, mungkin sekarang Nathan akan menyadari bahwa Daniel adalah lawan yang seimbang.

"Dia milikku, Nathan." Daniel mendesis sinis. "Kau mungkin bisa masuk kemari dan merebut perhatian kakek dan ayahku, tetapi dalam hal yang satu ini, dia sudah pasti menjadi milikku."

Mata cokelat Nathan menyala penuh ejekan, "Hal itu belum dipastikan, Daniel. Kau tidak bisa menyorakkan kemenanganmu sebelum perempuan itu memilih."

"Dia akan memilihku."

"Karena uangmu?" Nathan tertawa, "Jangan lupa aku punya uang yang banyak juga, dan semua hasil dari jerih payahku bekerja, bukan warisan dari keluarga ini, karena sebenarnya aku tidak menginginkan sepeserpun uang keluarga ini."

Daniel melangkah mendekati Nathan dengan tatapan mengancam, "Jadi kalau bukan uang, apa yang kau inginkan, Nathan?"

Nathan tersenyum, sama sekali tidak merasa terintimidasi dengan sikap Daniel, "Menghancurkan kau dan keluargamu. Apakah kau tidak tahu bahwa ayahmu, ayah kita sudah menghancurkan hidup ibuku dalam patah hati ketika meninggalkannya dan memilih kalian? Kalian pantas merasakan apa yang kami rasakan."

Mata Daniel menyala, "Kau sudah menghancurkan hati dan perasaan mamaku. Selamat, sepertinya kau sudah setengah berhasil, tetapi aku akan memastikan, Nathan, bahwa semua rencamu itu akan hancur pada wektunya, dan aku yang akan menghancurkannya." Dengan dingin Daniel membalikkan badannya, melangkah menaiki tangga untuk menemui kakeknya dan meninggalkan Nathan di sana.

*** 

Kekeknya duduk di meja besarnya yang biasa, tersenyum ketika melihat Daniel masuk ke ruangannya,

"Daniel, duduklah akhirnya kau datang juga, kakek sudah menantimu." dengan isyarat tangannya dia menyuruh Daniel duduk. "Di mana Nathan?'

Mata Daniel menyipit, "Tidak tahu kakek, mungkin dia menyusul di belakangku."

Sang Kakek mengamati ekspresi dingin Daniel dan menghela napas panjang, "Daniel, kakek tahu masuknya Nathan ke keluarga ini mengguncangkan keluargamu, tetapi kuharap kau mengerti, kakek hanya berusaha melakukan apa yang kakek anggap benar. Selama ini Nathan hidup terlunta-lunta bersama ibunya, dicampakkan oleh ayahmu, putera kakek sendiri yang bertingkah begitu memalukan.... untungnya Nathan berhasil menembus tempaan hidupnya dan menjadi sukses. Dia mungkin tidak membutuhkan harta kakek, tetapi yang kakek inginkan, kakek harus menebus apa yang seharusnya Nathan dapatkan dari keluarga ini."

Daniel membuang muka mendengar penjelasan kakeknya, "Apakah ketika kakek melakukannya, kakek tidak memikirkan perasaan mamaku yang juga hancur? kakek berusaha menebus kesalahan kakek dengan menghancurkan hati banyak pihak."

Wajah kakeknya seolah ditampar ketika mendengarkan kata-kata Daniel, lelaki tua dengan rambut dan kumis yang memutih seluruhnya itu menghela napas panjang,

"Kakek tahu berat bagi mamamu untuk menghadapi kenyataan. Pada mulanya kakek juga marah besar kepada ayahmu atas sikap tidak bertanggunghawabnya di masa mudanya. Tetapi kemudian kakek melakukan apa yang harus dilakukan,kuharap kau mengerti Daniel, Nathan berhak menjadi bagian dari keluarga ini."

Ketika itulah pintu terbuka dan Nathan masuk. Daniel tentu saja mendengarnya tetapi dia tidak peduli dan terus bergumam,

"Dengan membawa anak haram itu masuk ke keluarga ini, kakek telah menghancurkan keluarga kami, dan aku tidak akan pernah memaafkan kakek karenanya."

Sejenak suasana hening dan kaku. Lalu sang kakek berusaha memecah suasana dengan tersenyum ke arah Nathan, "Masuklah Nathan, duduklah di sebelah kakakmu."

Kata-kata sang kakek membuat ekspresi Daniel mengeras, dia bahkan tidak menolehkan kepalanya ketika Nathan duduk di kursi di sebelahnya di depan kakeknya.

"Kakek rasa, kalian masing-masing telah menemui Alexa."

Nathan dan Daniel hanya terdiam menatap kakeknya, tetapi tidak ada bantahan di sikap mereka , membuat sang kakek tersenyum simpul,

"Dia cantik bukan?"

Daniel mengerutkan keningnya, "Bisakah kakek langsung saja? Kapan kakek akan menjelaskan kepada perempuan itu?"

Sang kakek tampak tidak terpengaruh dengan sikap ketus daniel, lelaki itu tersenyum misterius,

"Sebentar lagi , Kakek sudah menyuruh orang menjemputnya dan kemudian menjelaskan semua di depannya."

Kali ini Daniel dan Nathan saling melempar pandang penuh tantangan.

*** 

Alexa pulang ke rumahnya dan menemui ayahnya sedang makan mie goreng dan tersenyum lebar kepadanya.

"Hai Alexa, ayo makan dulu." Sang ayah menoleh sekilas, lalu sibuk melahap mie gorengnya

Alexa mencoba tersenyum, tetapi senyumnya pudar ketika melihat botol-botol minuman di meja di depan ayahnya. Ayahnya menghabiskan hari dengan minum-minum lagi.... dan tidak ada sesuatupun yang bisa dilakukan Alexa untuk mencegahnya... semakin lama ayahnya semakin terpuruk dan Alexa tidak berdaya untuk menyelamatkan ayahnya, hal itu menghancurkan hati Alexa sedikit demi sedikit...

Suara ketukan di pintu membuat Alexa mengerutkan keningnya. Tidak biasanya ada tamu malam-malam. Alexa langsung was-was... apakah itu preman-preman yang dikirim untuk menagih hutang ayahnya? Tetapi periode pembayaran masih hari minggu nanti bukan? 

Alexa melangkah ke pintu dengan hati-hati dan melihat seorang lelaki yang tidak pernah dilihatnya, lelaki itu mengenakan seragam rapi seperti seorang supir.

"Siapa?"

"Nona Alexa, saya dikirim oleh Tuan besar keluarga Simon untuk menjemput anda."

Kerluarga Simon adalah keluarga besar pemilik perusahaan tempat Alexa bekerja. Jantung Alexa berdebar. Apakah ini ada hubungannya dengan kata-kata sang presiden direktur tadi siang? bahwa akan ada seseorang yang menjemputnya dan menjelaskan semuanya kepadanya?


Bersambung ke Part 4

86 komentar:

  1. apapun yg terjadi,, aku di pihaknya si mata abu-abu.. u,u (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaa pendukung daniel hehehe :D

      Hapus
    2. Iya sama, aq jg dukung daniel si mr grey ... fighting !!!!!

      Hapus
    3. Me too, aku juga dukung daniel... hehehee, daniel grey...

      Hapus
  2. wahh makin bikin penasaraan,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. penasaran mau pilih yang mana yah dear hehehe :D

      Hapus
  3. (●≧▽≦)♪ ωααααααασσσσωωωωωωω
    ternyata si mata abu2 & mata coklat sodaraan..dlm misi saingan pula =.=
    gmna alexa gk kbingungan..aku aja yg bca bngung mau pilih yg mana hakhakhak xD

    mkcih mbak santhy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi iya deaaar ini penulisnya juga bingung xixixixi :D

      Hapus
  4. Weleh weleh mba san emang hobi banget bikin penasaran. Hoho

    Jadi namaya Daniel.aku sama si mata abu abu ajalah...semngat daniel hahaha

    BalasHapus
  5. hehehehe kayaknya pendukung si mata abu2 lebih banyak nih ya :D

    BalasHapus
  6. whaaa.. seerruuu...!!!!! *sampe dobel semuanya

    si mata abu-abu.. kalo alexa gak mau sama aku aja deh *dilempar sendal kak santi*
    XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixixixi *Siapin sendal dulu ah yang banyak hehehehe*
      iya tuh Alexanya bingung hihihihihi

      Hapus
  7. si Daniel garang banget ya mb wajahnya xixi ,,
    eh btw itu apa hubungannya dengan Alexa ??

    Thanks mb postinganya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixixi iyaa tadi cari2 muka yang garang gitu trus mata abu2 agak susah juga heee makanya postingnya lamaa :D
      hubungannya dengan Alexa di bab berikutnya yaaa :)

      Hapus
    2. Wahhh penasaran nih aq mb *ndak dikasih bocoran nih xixi* ...
      Aq kok lebih condong ke Nathan ya mb ...

      Hapus
  8. Balasan
    1. waaa pendukung Daniel lagi hihihihi kok ga ada yang dukung Nathan yaa *celingukan*

      Hapus
    2. aku pendukung DaNath (Daniel ama Nathan) ∞di timpuk all readers∞

      Hapus
  9. Ada hubungan apa alexa ama keluarga simon

    BalasHapus
  10. Mba Sann..... sungguh saluuttt buat Mba....
    Sungguh penasaran siapa yg dipilih Alexa ya?
    Aku sendiri jg bingung abizzz sama2 ganteng seh... *dijitak sm Mba San :D
    Makasih Mba Santhy *peluk yg kencang*

    BalasHapus
  11. ouh ouh ouh namanya daniel toh :)
    cow yang arogan, dingin karna keadan. Kak san alexa knp bisa ikut nyemplung dikeluarga simon?

    BalasHapus
  12. Nathan tega yah...
    Kok kejam gitu sih, Daniel kan udh di buat menderita...

    BalasHapus
  13. wah udah dposting trnyata,mksh teh santhy.
    Yg lain dkung daniel,aku dkung nathan ajj.
    Ksian bang nathan ,
    sni mrapat kpelukanku.hehe,
    smangat trus teh santhy,ganbatte.

    BalasHapus
  14. daniel tatapannya membuat ku takut, tajam banget ^^~ danniel Nathan sama " mau membalas dendam karna sakit hati ibu mreka #bingungmaumilihsiapa !!!

    BalasHapus
  15. wah semoga si mata abu-abu dpilih alexa :*

    BalasHapus
  16. Wah.. keren mba san.. gak sabar nunggu lanjutannya..n woww.. wowww si daniel.. keren banget.. hope alexa memilih daniel.. makasih byk mba san.. luv.. ^^

    BalasHapus
  17. Saya dukung kakeknya Daniel dan Nathan #eh
    Mau balas budi nampaknya ini si Kakek sama keluarga Alexa. Perjodohan di masa kecil kah?

    BalasHapus
  18. Pnasaarraannnnnnn!!!
    Ap yg akn trjdiii???
    Mkasih mbak santhy..:D

    BalasHapus
  19. Aku dukung Daniel.. si mata abu-abu yang mempesona :*

    BalasHapus
  20. kalo alexa nya aku,,aku pilih daniel mbaa..wkkkk *overPD*
    mbaa part selanjutnya jgn bersambung pas bagian alexa suruh milih siapa ya mbaa puhliss,,huhu bakalan bikin skenario sendiri nih mba kalo beneran..hehehe
    makasih mbaa ^^

    BalasHapus
  21. duhhh jadu alexa ada enaknya dan ga enaknya juga ya hmm. siapa yang dipilih yaaa, makasih ya mba san. sumpah visualnya daniel aaaa bikin melting ,

    BalasHapus
  22. Ayooo plh Daniel .......!
    Mbaa sma Daniel ja alexa nya.....
    Makasih Mba postingannya.....:-)

    BalasHapus
  23. Uwaahhh... seru nie :D
    Mbak, banyak yg salah ketik itu yg d sebelah fotonya Nathan..

    Aq bingung milih siapa -__-
    Daniel n mamanya kasian, tpi lebih kasian Nathan yg gak pernah ngrasain kluarga utuh..
    Aq pada Alexa aja, mdh2an dia bisa milih yg tepat
    Hahahahha

    Makasie udh posting mbak SanSan...
    Dtunggu update-annya ;)

    BalasHapus
  24. aaayoo Daniiiel! aku dipihakmu! *bawapompom #eh

    BalasHapus
  25. wow, makasih ya kak san :D
    aku udah fix di pihak daniel. yay!
    sehat terus ya kak biar bisa posting terus (ada maunya, hihihi...)
    aku fans karya-karya kakak banget, semoga bisa terus berkarya kak :3

    BalasHapus
  26. Ya ampyuuuunnn...baru bab 3 dah tegang bgini...

    Tetehhhhh....jngn lm2 lnjtny

    BalasHapus
  27. Omaygaaat ini makin penasaran aja da ah mb san
    Visualisasinya bikin mimisaan
    Hihihihi
    Aku pilih daniel deh ^^v
    Makasih mb santhy :D

    BalasHapus
  28. Danieeell, namanya first loveku jg daniel soalnya, haha

    BalasHapus
  29. Nathan daniel nathan daniel..

    Nathan aja dehhh.. "

    BalasHapus
  30. Saia pendukung Daniel \:D/

    BalasHapus
  31. kyaaaa makin penasaran thx mba santhy ,bener2 pinter bikin cerita,aku pilih siapa yaaah??? bingung :(

    BalasHapus
  32. Daniel AH! Kan first kiss Alexa udah sama Daniel. Daniel ahhh! Keukeuh ahahahha...

    BalasHapus
  33. daniel or nathan
    maaauuu smua donkkk
    hehheehehehehhehehehehhe
    tpi te2p si mata abu2 donk kak

    BalasHapus
  34. dari awal dah bikin penasaran nih, kehadiran nathan emang gak bisa disalahkan...Sikap daniel juga gak salah, perlu waktu untuk bisa menerima nathan....big hug buat mba shanty

    BalasHapus
  35. alexa sama daniel aja...si nathan cari yg lain aja...klo nathan ga ketemu cw lain,saya siap nampung....wkwkwkwk

    BalasHapus
  36. Suka sama Daniel dari awal cerita. Semoga Alexa mau pilih Daniel. Amiin. Mba lanjutannyaaa dong. Dobel sekaliaan. *ngarep

    BalasHapus
  37. bingung deh mba san, klo aq jadi alexa, pasti aq pilih dua duanya hahahaha #ditoyor mba san :v

    BalasHapus
  38. aku tetap di timnya pria bermata abuabu dong
    semoga alexa ttp milib si daniel juga ya
    sebenernya apa hubungannya si sodara tiri ini dg alexa??
    kayanya alexa jdi semacam penentu gitu ya

    BalasHapus
  39. Visualisasi Daniel yang ini suka bangeeet. Entahlah kea lebih lakik gitu. Apalagi tatapan matanya. Uwuwuw banget :')))

    BalasHapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  41. DANIEL!!!!!OMG!!!INI KEREN SEKALIII!!!EH TAPI SAYA BINGUNG PILIH SIAPA ANTARA NATHAN DAN DANIEL!!!!HUHUHU TAPI SAYA TETAP PILIH JASON*ehapaini
    Sumpah saya penasaran sama yang ini....
    Mbak kapan Keenan dapet jodohnya kan Azka sudah...hehehe

    BalasHapus
  42. aku dukung mata cokelat kakak,gk tau kenapa lexa milih nathan(?)..
    Kak shanshan.. tolong cek email dong. :)
    yg aku mau nanya.. :D

    BalasHapus
  43. Pada pilih daniel aku pilih mba san z deh X_X
    Tatapan mata daniel dalem euy, mba san ditunggu jason sama rachelnya dong

    BalasHapus
  44. Say yes for natha (˘⌣˘)ε˘`)

    BalasHapus
  45. Saya udah fix Mbak, apapun yang terjadi, aku ada di team Daniel..
    Selain karena si Daniel lebih bisa memikat aku, aku agak-agak gimana gitu (?) ama Nathan..
    Aku sih ngerti si Kakek mau tanggung jawab atas kehidupan Nathan waktu kecil, bagus banget malah sikap si Kakek, tapi kan disini Daniel dan mamanya juga korban..
    Anak diluar nikah, yang baru dditemukan, tiba-tiba dikasih kepercayaan buat jadi PresDir, itu agak keterlaluan juga sih menurutku..
    Daniel dan mamanya masih shock, eh udah di kasih kejutan baru..
    Kalau dibaca diatas, Daniel ngerasa kerja keras dia gak dihargai sang kakek.. Kasihan Daniel.. *peluk Daniel*
    Lagian, kenapa feeling aku si Nathan punya rencana yang gak baik ya..
    Tapi, aku pendukung Daniel-Alexa..!!
    Kalau si Alexa gak milih Daniel, aku mau demo deh Mbak.. XD

    Ditunggu next partnya, Mbak San.. ^^
    Pokoknya, Daniel.. Aku padamu..!! *efek kepicut si mata abu-abu*

    BalasHapus
  46. Mbaak shan~~~~~~ AAAAAAAAA! AKU LEBIH SUKA DANIEL DARIPADA NATHAN.

    IH DANIEL UDAH MIKAT HATI AKU SEJAK AWAL. Aku jug lebih suka karakter Daniel yang rada arogan dan sembroni daripada bapak direktur Nathan /plak/

    Yah, intinya mereka bakal saingan buat dapetin Alexa ya? Aku dukung Alexa - Daniel. Go Go Go! Aaaaaaa Daniel juga lebih kethjeh daripada Nathan. Meskipun sam gantengnya *nangis* kenapa ada orang setampan itu mbak? Kenapa?

    BalasHapus
  47. daniel go daniel go... si mata abu-abu q padamu slalu...
    salam kenal mbak santhy

    BalasHapus
  48. langsung jth cintrong pas ngliat Daniel prtama kali. lanjut mbk saaaaannnnn......

    BalasHapus
  49. langsung jth cintrong pas ngliat Daniel prtama kali. lanjut mbk saaaaannnnn......

    BalasHapus
  50. meskipun dua-duanya keliatan posesif. tapi hatiku sudah kecantol duluan sama daniel... hihihi :D

    BalasHapus
  51. aih , alexa milih siapa jadinya ? bingung

    BalasHapus
  52. aih , alexa milih siapa jadinya ? bingung

    BalasHapus
  53. Kalau ada dua tokoh begini, Aku susah untuk memilihnya mbak..
    Daniel n Nathan sama-sama butuh perhatian(?) wkwk
    Aku sementara 50:50 aja deh mbak hehee *bingung to the maxs...
    Kalau ada yg bermata biru, Aku milih si mata biru deh u,u (?)

    BalasHapus
  54. bingung bingung pilihannya keren semua pikir Alexa kali yup daku pilih daniel deh si bad boy xixiixix

    BalasHapus
  55. WAHHHH,,,,,, kyaknya dukung daniel nich,, daniell cemungudhhhhhh.... bighug mba santhy,,,

    mba, bku CIR nya dah nyampeee ke ak... mkasi,, :*

    BalasHapus
  56. pst alexa mlih nathan dehh..klo mlih daniel tr gk ad crta lg..hhhee..
    actully i love daniel ;))

    BalasHapus
  57. pst alexa mlih nathan dehh..klo mlih daniel tr gk ad crta lg..hhhee..
    actully i love daniel ;))

    BalasHapus
  58. pst alexa mlih nathan dehh..klo mlih daniel tr gk ad crta lg..hhhee..
    actully i love daniel ;))

    BalasHapus
  59. simata abu-abu.... hwaiting!!!!
    apapun itu, mudh-mudahan nanti dia bakalan memilih daniel, hihihihihi

    BalasHapus
  60. wah ada apa yah? apa hubungan nya alexa dg keluarga simon ?

    visualisasi daniel boleh juga mba sant. ganteng.hehehe

    BalasHapus
  61. Owg si mata abu2 itu Daniel tow...

    Kayaknya Nathan jahat deh

    Mudah2an Alexa pilih Daniel
    aamiin
    Aku dukung daniel ><
    go daniel go daniel go

    BalasHapus
  62. dukung Daniel jugaaaaa XD
    abis kakeknya gk adil. yg salahkan ayah mreka kok daniel yg kena. kan mrk sama2 trsakiti akbt pengkhiyanatan.

    "Alexa kmu sama Daniel ajaa!! awas kalo ngak" *ngancam alexa pke celurit* haha:D

    BalasHapus
  63. gatau kenapa, saya lebih milih daniel ketimbang nathan

    BalasHapus
  64. sama nathan aja.. kasian dia anak haram.. ayo nathan haha

    BalasHapus
  65. pendukungnya mas grey...emang sih nathan kasihan, tetapi dia membuatku muak karena balas dendam pada orang yang salah. Hello...bencinya ma ayah-nya aja dong, kok Daniel and Ibunya kena getahnya...padahal kan sama-sama korban...

    BalasHapus
  66. Karena di imajinasi daniel itu kok mirip-mirip cho kyuhyun, ya walaupun matanya ga abu-abu, jadi milih DANIEL. Kellie

    BalasHapus
  67. Kok mbak santhy lama egak muncul yaa? Penasaran nih mbak sama endingnyaa... T.T

    BalasHapus